
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘
I LOVE YOU READERS😙💕
🥀MHKOT🥀
"Ken—"
Brukh!!
Kenzo tidak sadarkan diri dengan menyandarkan kepalanya pada bahu Alina. Membuat Alina merasakan suhu tubuh Kenzo yang sangat panas. Dia memegang leher suaminya.
"Ken?? Ken???" Ucap Alina namun tak ada respon dari Kenzo.
Sangat panas, apa Kenzo demam?? Batin Alina. Dia pun membawa Kenzo kedalam kamarnya meskipun ada rasa sakit dihatinya. Sedikit kesusahan terlebih tubuh Kenzo lebih besar dan tinggi dari tubuhnya.
"Ro, Kenzo pinsan... Apa perlu kita—"
"Jangan Lala... Kita tunggu saja disini, biarkan mereka berdua berbincang." Ucap Alzero. Mereka berdua mengawasi Kenzo dari dalam mobil.
Kembali pada Alina dan Kenzo. Alina membawa baskom berisi air dingin dan kain untuk mengompres Kenzo. Dilihatnya banyak perubahan dari Kenzo. Kenzo jadi lebih kurus dan pucat seperti tak terurus. Dan entah mengapa membuat Alina iba. Saat itu ponsel Kenzo begetar. Karena penasaran, Alina mengambil ponsel Kenzo yang ada di saku jaket dan membukanya. Ternyata ada pesan dari Alzero.
(Daddy Al)💬
Daddy Al: Kita cari Alina besok saja, lebih baik kamu istirahat. Jangan memaksakan diri!
Alina terdiam. Dia memasukan kembali ponsel Kenzo pada saku jaketnya. Dia kembali mengganti kompres Kenzo. Jujur saja, Alina merasa bingung dengan perasaannya.
"Kau yakin Nana yang membacanya Ro??" Tanya Lala sembari menatap Alzero.
"Percayalah padaku sayang." Ucap Alzero sembari mencium bibir Lala sekilas. Membuat Lala merona dan tentu Alzero hanya terkekeh melihatnya.
"Rio, cari hotel terdekat untuk menginap." Titah Alzero.
"Tu... Tunggu Ro, kamu tidak berpikiran yang tidak tidak kan?? Atau jangan jangan kamu—"
Tuk!
Alzero menyentil pelan kening Lala. Membuat Lala mengecurutkan bibirnya dan menghusap keningnya.
"Kamu pikir calon suamimu ini pria macam apa?? Tentu saja kita pisah kamar... Kita beristirahat disana, sekarang sudah malam." Ucap Alzero.
"Lalu Ken—"
"Dia akan bersama istrinya... Jangan membahasnya! Aku cemburu!" Ucap Alzero sembari melipat kedua tangannya didepan dada.
Pencemburu sekali... Ya Allah. Batin Lala sembari memijit pelan keningnya.
"Kita pergi sekarang tuan??" Tanya Rio.
__ADS_1
"Iya." Jawab Alzero singkat. Menandakan jika Alzero marah.
Sedangkan dengan Kenzo. Perlahan Kenzo membuka matanya. Dia merasa sangat lemas dan tak berdaya. Namun rasa lemasnya seolah hilang saat melihat wanita yang dia cari selama ini didepannya. Tidak ada perubahan, hanya saja wajahnya datar dan dingin tidak seperti sebelumnya.
"Kamu boleh pergi sekarang." Ucap Alina seolah mengusir Kenzo. Saat Alina hendak pergi, Kenzo memeluknya dari belakang.
"Jangan seperti ini Alina, aku sangat merindukanmu... Jangan mengusirku." Ucap Kenzo sembari menangis. Hal itu membuat Alina terdiam dengan mata berkaca kaca. Terlebih saat Kenzo menghusap perutnya, Alina seolah tidak bisa menolak.
"Kamu menyiksaku selama 5 bulan ini... Kamu membawa anakku, anak kita... Itu tujuan ku dulu Alina... Jauh saat aku belum mengenalmu... Namun begitu menikah, aku sadar jika aku mulai mencintaimu... Dan tujuan itu sudah tidak ada gunanya... Ku mohon percaya padaku." Timpal Kenzo. Alina masih diam tak meresponnya.
"Argghh!" Rintih Kenzo sembari memegangi kepalanya.
"Ken—"
Cup.
Saat Alina berbalik hendak melihat keadaan Kenzo. Kenzo justru menciumnya. Dia sangat merindukan bibir manis istrinya itu. Dan entah mengapa Alina tidak bisa menolaknya. Setelah puas mencium bibir Alina, Kenzo membelai pipi Alina menununtunnya untuk menatapnya.
"Please, setidaknya percaya sama aku... Aku yakin seyakin yakinnya kalo aku cinta ke kamu sayang... Kamu percaya kan sama aku?? (Alina membuang muka.) Sayang, tatap mata aku... Lihat apa aku berbohong??" Ucap Kenzo. Alina menatap dalam Kenzo. Dan benar saja, tidak ada kebohongan sedikit pun.
"Kamu tidak berbohong kan?? Kamu datang bukan karena ingin merebut anakku sebagai penerus mu—"
"Sssttt, aku udah gak peduli sama warisan... Perusahaan atau apapun... (Membelai pipi Alina.) Aku hanya memikirkan mu... Sungguh, aku tidak bisa jauh darimu sayang." Ucap Kenzo.
"Kau benar benar mencintai ku??" Tanya Alina.
"Tidak... Tapi aku sangat sangat mencintaimu Alina." Jawab Kenzo. Hati Alina yang tadinya kuat untuk menolak pernyataan Kenzo, kini goyah.
"Kau mau pulang dengan ku kan??" Tanya Kenzo. Alina meresponnya dengan anggukan kepala. Dia sangat bahagia, bahkan saking bahagianya Kenzo meneteskan air matanya.
"Ini sudah malam, lebih baik kita pulang besok... Bagaimana??" Tanya Kenzo.
Alina menganggukan kepalanya. Kenzo menuntun Alina untuk bersandar didadanya. Kenzo mengira jika Alina akan mengusirnya keluar setelah dia sadar. Nyatanya dengan Kenzo menjelaskan segalanya, Alina akhirnya mempercayainya.
"Sayang, bagaimana bisa kamu berakhir di Bandung??" Tanya Kenzo sembari membelai puncak kepala istrinya.
Entah alasan apa, tapi Mita meminta ku untuk tidak memberitaukan jika dia ada disini. Batin Alina.
"Agar jauh darimu." Jawab Alina membuat Kenzo gemas dan mencubit hidung Alina.
"Tapi sekarang sudah dekat bukan?? Tidak ingin mencium ku??" Tanya Kenzo.
"Tadi sudah... Bagaimana kabar ayah?? Oma?? Daddy dan—" Jawab Alina kembali bertanya.
"Sok kabur tapi kangen semua orang hemm??" Ejek Kenzo membuat Alina mengecurutkan bibirnya.
"Itu karena kesalahanmu!" Ucap Alina.
"Tapi kamu tidak mendengar penjelasanku."
"Itu karena kamu salah."
__ADS_1
"Iya emang cowok selalu salah kan??"
"Itu baru benar."
Saat tengah berbincang, janin yang ada di kandungan Alina menendang. Seolah dia memberikan kode jika dia ingin bergabung dalam kebahagian orang tuanya.
"Ken, apa kamu ingin merasakan sesuatu??" Tanya Alina. Kening Kenzo berkerut tidak tau maksud dari istrinya. Alina mengarahkan tangan Kenzo pada perutnya. Dan benar saja, Kenzo terkejut saat dia merasakan tendangan dari anaknya.
"Sayang, apa dia menendang??" Tanya Kenzo tak percaya.
"Iya, dia ingin menendangmu karena menyakiti ku." Jawab Alina. Itu hanya membuat Kenzo terkekeh.
"Apa jenis kelaminnya??"
"Laki laki perempuan."
"Hah??"
"Aku belum memeriksanya."
"Oh begitu, tidak perlu diperiksa jenis kelaminnya aku yakin dia perempuan... Ayo tidur, besok kita kembali dan menanti baby." Ucap Kenzo. Kini keduanya pun tidur di ranjang berukuran sedang.
Pagi harinya, Kenzo dan Alina pun pulang ke vila tempat mereka tinggal. Tentu disambut dengan pelukan dan tangisan kebahagiaan dari Lina juga lainnya. Begitu juga Roni yang kini sudah memaafkan Kenzo karena putrinya sudah kembali. Kini lengkap sudah keluarga dan calon penerus keluarga Azura.
Bertepatan dengan itu, Alzero menggelar pernikahan lebih cepat lantaran dia akan dinobatkan sebagai penerus Caesar Group. Keluarga berpengaruh di negara Indonesia. Dengan cabang perusahaan dimana mana bahkan sampai ke luar negeri.
Disatu sisi, Gavin juga tengah berbincang mengenai pernikahannya. Mengingat, sang ibunda sangat menginginkan cucu dan ingin bersaing dengan Lina agar dia lebih dulu. Namun Bima menyarankan agar Gavin menikah setelah akhir semester alasannya, Bima ingin agar putra sulungnya menikah lebih dulu.
Dan untuk si bungsu. Dia mendapatkan kabar jika Aurel menjadi buronan atas perintah Kenzo. Itu membuatnya menyesal telah membuat Mita bersedih dan memutuskan persahabatnya. Namun, Raefal sudah berjanji akan mencari Mita dan meminta maaf kepadanya.
Kini keempat pria tersebut tidak seperti dulu yang selalu bersama kemana pun. Karena memang ada kepentingan masing masing termasuk Kenzo yang menanti anaknya lahir.
\_***Tamat***\_
Butuh saran dari Readers nih, mau ada season 2 atau nggak?? Tolong dijawab yah, bay bay👋
(Mantan biang onar yang mau jadi Daddy😙.)
(Alzero si bapak dari 3 biang onar.)
(Si mantan raja Playboy.)
(Si bungsu yang pengen kelihatan dewasa😆)
__ADS_1