My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
Season 2 Episode 53


__ADS_3

“Aku akan gali masalah adikku, tapi tidak dengan adikku yang menggali masalahku. Jelas??” ~Raka Azura Zaryana


...🥀MHKOT2🥀...


"Perih??" Tanya Alina melihat putranya meringis.


"Sssh... Dikit kok mom." Jawab Arka sembari tersenyum.


"Ada masalah apa antara kamu dan Raka??" Tanya Kenzo. Arka terdiam sesaat mikirkan alasan yang tepat. Tidak mungkin kan dia bilang karena masalah gangnya.


"Arka??" Ucap Kenzo lagi.


"Ehehe... Sebenernya tadi aku ngejek soal si Mia... Eh tau tau abang nojok, tapi gak apa apa kok." Jawab Arka yang mana membuat Kenzo dan Alina menghela napas panjang.


"Udah tau gitu jangan dilakuin lagi." Ucap Kenzo dan direspon anggukan oleh Arka.


"Arka ke kamar dulu." Ucap Arka kemudian pergi. Namun dia tidak ke kamarnya, dia justru masuk kedalam kamar sang kakak.


"Kenapa Raka gitu?? Arka itu adiknya, seharusnya tidak bisa bersikap kasar begitu!" Ucap Alina. Kenzo hanya tersenyum melihat keimutan sang istri yang tak hilang meskipun dimakan umur. Dia pun bangkit dari duduknya dan memeluk Alina dari belakang.


"Namanya Raka udah cinta ke Mia... Sama kayak aku ke kamu sayang." Ucap Kenzo.


"Halah! Kamu sama aja—Eh!!! Mas turunin gak!" Pekik Alina terkejut saat Kenzo mengangkat tubuhnya ala bridal style.


"Iya ntar aku turunin... Di ranjang tapi." Ucap Kenzo berbisik ditelinga sang istri. Yang mana membuat Alina merona dan memukul lengan suaminya pelan.


"Dasar m*sum!"


"M*sum gini suka kan??" Goda Kenzo lagi kemudian menidurkan Alina diatas ranjang dan mengunci pintu kamarnya.


"Bukan hanya anak dan menantu kita yang melakukan malam pertama... Tapi kita juga sayang." Ucap Kenzo kemudian menyerang sang istri.


"Kenzo!!!!!"


Sedangkan dengan Arka. Dia masuk kedalam kamar Raka yang kebetulan tidak dikunci. Dilihatnya sang kakak duduk termenung di penyangga balkon. Dan baru pertama kalinya Arka melihat saudara kembarnya itu terlihat memiliki banyak beban.


"Bang." Panggil Arka yang mana membuat Raka tersadar dari lamunannya. Sekilas dia menatap Arka yang berjalan mendekat.


"Sakit?? Maaf abang gak sengaja." Ucap Raka sembari melihat pemandangan darisana.

__ADS_1


"Gak kok bang... Arka juga minta maaf." Ucap Arka sembari duduk di kursi.


Raka hanya tersenyum sembari menganggukan kepalanya. Inilah kenapa si kembar dijuluki ngambek 1 menit baikan 1 detik oleh si Kenzie. Toh, lihat mereka tidak bisa berdiaman selama 1 hari. Arka pun berdiri dengan menyangga tubuhnya di penyangga balkon.


"Abang ada masalah?? Gak usah bohong." Ucap Arka yang mana membuat Raka menghela napas panjang.


"Arka inget prinsipku... Aku akan gali masalah adikku tapi tidak dengan adiku yang menggali masalahku... Jelas?? Jadi abang minta gak usah maksa, atau bukan cuman muka kamu yang jadi sasaran." Jawab Raka membuat Arka menganggukan kepalanya mengerti. Dia menatap suasana matahari yang hampir tenggelam.


"Dan abang inget prinsip kita... Berbahagia arti berbagi, bersedih arti bersandar... Abang sendiri yang bilang kalo semisal Arka bahagia kita bagi rata... Tapi kalo Arka sedih, abang bilang bakalan jadi bahu bersandar Arka... Terus abang pikir karena Arka paling bungsu gak bisa buat bersandar?? Sekarang abang sini... (Menepuk bahunya.) Coba abang sandarin kepala abang dibahu Arka, kira kira Arka udah pantes gak??" Ucap Arka.


Raka tertenggun mendengar tutur kata adiknya. Yang dia lakukan hanya tersenyum kemudian turun dari penyangga balkon. Raka menuruti kemauan Arka dan bersandar dibahu sang adik. Tanpa dirasa air matanya menetes deras. Ternyata beban yang dia tutupi diam diam langsung terungkap begitu bersandar dibahu sang adik. Sadar bahunya basah, Arka menepuk punggung Raka.


"Arka udah pantes??" Tanya Arka dengan nada bergetar menahan tangisannya.


"Pa... Pantes kok... Karena kamu adik aku, saat aku pantas dengan gelarku kamu juga pantas dengan gelarmu." Jawab Raka. Kini keduanya sama sama menangis.


"Abang bimbang Arka... Abang kesel... Antara ngelepas Mia atau CS.s abang bingung." Ucap Raka dan kini tau kenapa Raka memukulnya.


"Pilih Mia tapi pertahankan CS.s." Ucap Arka.


"Caranya??"


"Kalo begitu, besok sepulang sekolah kita ke basecamp." Jawab Raka sembari menghusap air matanya.


"Oke... Ihh ingus abang ke baju aku!!! Huweeekk!!" Ucap Arka yang mana membuat Raka melotot.


"Sembarangan! Emangnya kamu kalo nangis ada ingus... Berani hah ke abang!!!!" Ucap Raka sembari merangkul leher sang adik.


"Gak berani bang... Hahaha!!!" Ucap Arka sembari tertawa. Keduanya pun tertawa kecil hanya karena hal tak jelas.


Lain lagi dengan Rasya yang tampak gugup karena ini pertama kalinya tidur satu ranjang dengan pria. Terlebih Kenzie memeluknya sangat erat sesekali menciumi puncak kepalanya.


"Tidur sayang... Biar ntar malem gak ngantuk." Ucap Kenzie saat sadar Rasya belum tidur.


"I... Iya mas." Jawab Rasya dengan wajah semerah tomat begitu mendapatkan ciuman di pipinya.


"Gemes banget sih istri aku ini." Ucap Kenzie lebih mengeratkan pelukannya. Yang mana membuat Rasya tersenyum dan membalikan tubuhnya. Kini dia berhadapan dengan wajah tampan suaminya.


Cup.

__ADS_1


Cup.


Cup.


Wajahnya langsung dihujani ciuman oleh Kenzie. Yang mana membuat Rasya mengecurutkan bibirnya kesal.


"Mas daritadi cium aku mulu... Kenapa sih??" Ucap Rasya.


"Ya karena mas lagi nyicil semua kasih sayang mas ke kamu saat sebelum halal, sebenernya masih banyak tapi mas tahan." Jawab Kenzie membuat Rasya tersipu malu dan memukul kecil dada suaminya.


"Jangan ngambek, mas menginginkanmu sayang." Bisik Kenzie seketika membuat detak jantung Rasya tak beraturan. Wajahnya kini sudah semerah udang rebus.


"Ka... Katanya... Ntar malem habis resepsi." Ucap Rasya sembari menundukan pandangannya. Dan demi apapun Rasya terlihat sangat imut.


"Mas bercanda kok... Makanya ayo tidur biar gak ngantuk pas resepsi." Ucap Kenzie. Rasya pun membenamkan wajahnya pada dada bidang Kenzie dan menghirup aroma maskulin yang kini candu untuknya.


Padahal udah gak tahan tapi... Ntar malem ajalah, biar kesannya romantis gitu... @njay! Batin Kenzie.


Malam Harinya


Nala masih bergulat manja di dada bidang suaminya. Entah mengapa mood Nala mudah berubah ubah akhir akhir ini. Namun itu membuat Daffin senang lantaran Nala lebih manja dan agresif.


"Jangan pergi ih." Ucap Nala sembari mendusel di dada suaminya dan memeluknya erat.


"Sayang, kita harus siap siap buat dateng ke resepsi Enzi." Ucap Daffin hendak bangkit namun Nala menceghatnya.


"Bentar... 5 menit lagi ok??" Pinta Nala dengan puppy eyesnya. Yang mana membuat Daffin menganggukan kepalanya pasrah dan memeluk erat istrinya. Hingga tangannya terangkat menyentuh perut rata milik Nala.


"Kenapa??" Tanya Nala takut Daffin sudah mengetahui segalanya.


"Nggak, Udah satu bulan lebih kok belum ada baby??" Jawab Daffin dengan wajah agak kecewa. Dan itu terlihat sangat menggemaskan dimata Nala.


Cup.


"Jangan sedih lagi, nanti juga ada." Ucap Nala. Daffin yang merasa gemas dengan istrinya itu langsung mencium bibirnya rakus. Saat hendak membuka kancing baju sang istri, tiba tiba...


Ting!


"Kakak siap siap, mama sama papa udah nunggu." Ucap Mia dari balik pintu.

__ADS_1


"Dipending dulu ya bikin babynya... Ayo siap siap." Ucap Nala membuat Daffin mengecurutkan bibirnya kesal. Dengan wajah terpaksa Daffin pun bersiap siap.


__ADS_2