
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘
I LOVE YOU READERS😙💕
...🥀MHKOT2🥀...
Di Kedimanan Faresta
Revan menghempaskan tubuhnya pada sofa sembari melonggarkan dasinya. Hari yang melelahkan bagi si bungsu. Baru memejamkan matanya, tubuhnya serasa bergoyang.
"Kakak bangun ih!! Kak!!" Ucap Messy sembari menggoyangkan tubuh Revan.
"Apaan sih?! Gak tau lagi capek apa, udah sana pergi!!" Usir Revan. Messy mengecurutkan bibirnya kesal. Dia mengambil bantal sofa dan memukul wajah sang kakak.
"Bangun!! Calon kakak ipar udah dateng." Ucap Messy. Dengan wajah kesal, Revan bangkit dari posisinya.
"Iya, ya ribet banget sih jadi orang!" Kesal Revan kemudian pergi untuk mengganti baju. Messy pun kembali turun dan menghampiri Mita juga Raefal.
"Kakak kamu mana??" Tanya Mita.
"Lagi ganti baju, bentar lagi juga dateng." Jawab Messy.
"Bella... Ini anak bungsu aku, namanya Messy... Messy ini tante Bella." Ucap Mita memperkenalkan.
"Halo tante." Sapa Messy dengan senyuman manisnya.
"Wah cantik ya anak kamu... Oh iya ini anak tante namanya Kayavan.... Panggil aja Kay." Ucap Bella memperkenalkan putra tunggalnya. Kay mengulurkan tangannya.
"Kay." Ucap Kay sembari tersenyum. Namun belum Messy menerima, tangan Kay ditapis oleh Revan.
"Dia Messy." Jawab Revan. Yang mana mendapatkan tatapan tajam dari sang ibu.
"Oh iya, dimana calon menantu ku??" Tanya Mita.
"Oh dia—"
"Gak mau!!!! Papa ih!!! Eli mau pulang aja, suami Eli jelek... Eli gak suka!!!" Ucap seorang gadis yang diseret seret oleh seorang pria.
Cewek itu! Batin Revan sembari bangkit dari duduknya.
"Elina gak boleh bilang gitu, Ayo ikut papa." Ucap Viko seraya menarik tangan keponakannya.
"Gak mau... Eli gak—" Gadis itu berhenti memberontak saat dia menatap Revan.
"Wah... Kakak ganteng tadi kan?" Ucapnya sembari mendekat ke arah Revan. Dia bahkan menoel noel pipi Revan.
"Iya... Hihihi." Ucapnya sembari tertawa kecil.
"Eli sini... Maaf yah Mit, Eli biasa gitu." Ucap Bella merasa tidak enak.
"Nggak apa apa... Sayang kamu ajak dia ke taman ya, biar bisa berbincang berdua." Ucap Mita.
"Tapi ma—"
"Udah sana, kakak ih nyebelin banget!" Ucap Messy sembari mendorong kakaknya pergi.
"Dimana Fatmah?" Tanya Raefal.
"Fatmah udah meninggal 5 tahun lalu." Jawab Bella.
"Innalilahi... Kenapa gak kasih kabar??" Tanya Mita agak kesal.
"Maaf Mit, waktu itu nomor lamamu udah gak aktif... Jadi, nggak ngabarin kamu... Untung aja si Kay ini jago utak atik, dan dapet nomor baru kamu." Jawab Bella.
"Nanti kalau kita ke Bandung, kita bersama sama ziarah ke makam Fatmah sama Gilang." Ucap Mita dan diangguki setuju.
Nih cewek kenapa sih?? Batin Revan sadar dirinya ditatap oleh Elina.
Kayaknya suami Eli polos deh, Eli mau tunjukin ke temen temen Eli kalo Eli gak polos. Batin Elina sembari tersenyum.
"Bisa gak lo biasa aja liat gua?!" Kesal Revan dengan nada lirih. Elina tersenyum, dia menarik dagu Revan untuk menatapnya.
"Kaka lupa kejadian tadi??" Tanya Elina.
"Kejadian apa??"
"Calon suamiku tersayang, kenapa kamu begitu polos?? Bukankah tadi kamu dengan ganas menciumku?? Sekarang giliranku menciummu." Ucapnya sembari duduk dipangkuan Revan.
Kayaknya nih cewek ngira gua polos... Menarik. Batin Revan sembari tersenyum miring. Revan berpura pura memasang wajah takut.
"Apa yang mau lo lakuin??" Tanya Revan.
Hihihi, beneran... Suami Eli polos, Eli suka. Batin Elina.
"Eli gak bakalan apa apain kaka kok... Eli cuman mau gini." Ucap Elina sembari merangkulkan kedua tangannya pada leher Revan.
"Eli cantik gak??" Ucap Elina dengan polosnya namun menujukan wajah sok beraninya.
__ADS_1
"Lumayan." Jawab Revan
"Panggil Eli cantik coba." Ucap Elina lagi.
"Gak mau, apa untungnya??" Tanya Revan dengan kening berkerut.
"Ntar Eli cium, Ayo kaka panggil Eli cantik." Pinta Elina dengan smile eyesnya. Demi apapun! Elina sangat menggemaskan.
Sial! Nih cewek polosnya kelewatan @njir! Batin Revan. Ingin sekali rasanya dia mencubit pipi Elina.
"Eli cantik." Ucap Revan.
"Lagi."
"Eli ca—"
Cup.
Tanpa aba aba, Elina mencium bibir Revan. Tidak ada pergerakan apapun karena memang Elina tidak tau hal itu. Saat hendak menjauhkan wajahnya, Revan menarik tengkuk Elina dan menggerakan bibirnya.
Lo salah karena udah nganggep gua polos, my future wife. Batin Revan.
Di Taman Kota
Seperti yang Alveno janjikan. Alveno mengajak Liasya ke taman kota. Disana Liasya tertawa girang saat Alveno mau bermain dengannya. Alveno bahkan tidak kesal saat Liasya mengejeknya dan ditertawakan oleh banyak anak kecil.
"Hahaha!!! Kakak kau menggemaskan." Ucap Liasya yang berhasil memakaikan bando telinga kelinci berwarna pink.
"Dan kau menyebalkan." Ucap Alveno kemudian mencubit hidung Liasya.
"Aduh sakit... Kak ayo naik itu, ayolah kak." Ucap Liasya sembari menujuk ke arah kicir ria.
"Baiklah ayo." Ucap Alveno sembari menggandeng Liasya.
"Yey!!!" Teriak Liasya kegirangan. Mereka pun naik ke kicir ria menikmati indahnya suasana sore darisana.
"Wah indah banget... Lili suka." Ucap Liasya. Alveno tersenyum dan memeluk Liasya dari belakang.
"Kau suka??" Tanya Alveno. Liasya menganggukan kepalanya.
"Suka banget kak, makasih udah ajak Lili kesini." Jawab Liasya sembari menatap Alveno. Dan demi apapun, Alveno ingin sekali mencium bibir merah itu.
"Lili, boleh aku mengatakan sesuatu??" Tanya Alveno. Liasya menganggukan kepalanya dan menatap manik Alveno.
“Lili, aku tau kamu menganggapku hanya sebatas kakak... Tapi aku menganggapmu lebih dari itu.” Ucap Alveno sembari menggegam kedua tangan Liasya.
“Maksud kakak??” Tanya Liasya dengan kening berkerut.
"Ma... Maksud kakak, kakak suka sama Lili??" Tanya Liasya.
"Lebih dari suka Lili... Jadi, apa kamu mau menikah denganku nantinya?? Aku berjanji akan membuatmu bahagia." Jawab Alveno sembari menggenggam tangan Liasya. Lagi lagi Liasya menapisnya.
"Lili nggak bisa kak... Kakak itu kakaknya Lili, Lili mau nikah sama Lee Min Ho." Ucap Liasya dengan polosnya. Dan Alveno yang tidak tau menahu mengenai artis korea itu mengira jika Liasya menyukai peria lain.
"Kita pulang, udah hampir maghrib." Ucap Alveno dengan mood down.
"Tapi—"
"Pulang Lili!" Ucap Alveno sedikit meninggi. Liasya menundukan pandangannya dan membuntuti Alveno.
Kak Veno marah ya?? Batin Liasya.
Di Kediaman Saputra
(Visual kamar pengantinnya)
Nala menatap tubuhnya bingung. Seusai mandi dia memakai lingerie pemberian Daffin dan juga parfume. Dia menatap dirinya aneh lantaran baru pertama kalinya memakai pakaian seperti itu.
"Kok kayak gak pake baju??" Lirih Nala. Bertepatan dengan itu, Daffin datang. Dengan susah payah dia menelan ludahnya saat melihat Nala tengah bercermin. Tanpa basa basi lagi, Daffin memeluk Nala dari belakang.
"Tu... Tuan—"
"Panggil aku sayang, aku suamimu sekarang." Ucap Daffin sembari mencium curuk leher Nala.
"Tu... (Daffin menggigit kecil.) Ahh, sa... Sayang." Ucap Nala sedikit meringis saat Daffin menggigit curuk lehernya hingga membekas.
"Lagi."
"Sayang..."
"Lagi."
"Sa... Say—Humpphhh!" Ucapan Nala terjeda saat Daffin tiba tiba mencium bibirnya. Sangat ganas sampai Nala terbaring diatas ranjang yang penuh dengan bunga itu. Daffin membelai wajah Nala.
"Sa... Sayang mau apa??" Tanya Nala sembari menatap Daffin.
"Bikin baby... Inget kan perjanjian kita??" Ucap Daffin. Nala mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Tapi disini nggak ada tepung... Gimana bikinnya??" Tanya Nala polos. Astaga, apa dia pikir membuat anak sama seperti membuat kue??
"Kok tepung sih?" Kesal Daffin.
"Kata ibu panti dulu gitu, terus kalo adonanya udah jadi... Nanti Nala makan terus perutnya ngembung ada dedek bayinya." Jawab Nala. Salahkan ini semua pada ibu panti!
Polos banget sih, nj*r lah!!! Batin Daffin.
"Biar gua ajarin cara bikinnya oke?" Ucap Daffin. Belum Nala menjawab Daffin sudah menyerangnya lebih dulu.
Malam yang panjang bagi kedua seloji yang tengah memadu kasih. Sang pemain hati wanita kini tengah meluluhkan wanita polos yang diikat kontrak dengannya. Sesekali terdengar rintihan kesakitan dari Nala.
...🥀🥀🥀...
Pagi Harinya, Daffin membuka matanya saat mendengar suara alarm diponselnya. Dia pun mematikan alarm diponselnya dan menatap Nala yang terlelap dengan lengan sebagai bantalannya. Wajah Nala pucat yang mana membuat Daffin sedikit khawatir.
Emang lama ya?? Perasaan cuman 8 jam doang, ih gemes deh. Batin Daffin sembari mencium kening Nala.
Ting. Tong.
Bel kamar Daffin berbunyi. Perlahan Daffin menarik tangannya dan memakai kaos oblongnya. Tak lupa dia mencium pipi Nala sebelum akhirnya pergi membuka pintu.
Cklekk!!
"Astghafirullah ma, bikin Daffin serangan jantung tau gak?!" Kesal Daffin saat Nia muncul tiba tiba. Seperti kamu yang muncul tiba tiba dan hilang pun tiba tiba, @njay. Okelah skip😉
"Menantu mama mana?? Udah jam 6, Mia pengen ketemu." Ucap Nia. Tampak Daffin menghalangi Nia untuk masuk.
"Be... Bentar, biar Daffin yang bangunin... Oke, mama siapin sarapan yang enak buat menantu mama." Ucap Daffin.
Bamm!!!
Anak ini... Hihihi, sepertinya menantu ku kelelahan. Batin Nia kemudian pergi.
"Huftt! Hampir aja, kalo mama masuk dan liat Nala sampe pucet gini... Bisa bisa mama nyuruh gua buat pisah kamar." Ucap Daffin sembari menghela napas.
Brukhhhh!
"Nala!" Pekik Daffin. Dia pun menghampiri Nala yang terjatuh.
"Kamu gak apa apa?? Kamu mau kemana??" Tanya Daffin.
"Mau mandi sayang... Tapi kok sakit yah??" Tanya Nala polos. Daffin tersenyum, dia pun membuka selimut yang menggulung tubuh polos Nala.
"Sayang!"
"Kita mandi bareng ok??" Ucap Daffin menggoda. Dia pun menurunkan Nala di bath up dan Daffin dibelakangnya sembari memeluk Nala dari belakang.
(Visual bath up)
"Baby." Panggil Daffin.
"Jangan baby dong... Kan kayak anak kecil." Kesal Nala sembari memainkan busa.
"Sayang?" Nala menggelengkan kepalanya.
"Princess??" Nala menggelengkan kepalanya lagi.
"Istriku?"
"Nah itu baru bagus." Ucap Nala. Daffin gemas dan menciumi punggung Nala.
"Oke, istriku... Masih capek nggak??" Tanya Daffin.
"Masihlah!" Ketus Nala.
"Jangan marah dong istriku, katanya pengen cepet dapet baby... Harusnya tuh kita 6 kali main kuda kudaannya." Ucap Daffin dengan nada menggoda.
"Jadi, kalau mau cepet dapat anak... Sekali harus 6 kali main kuda kudaannya yah??"Tanya Nala polos.
"Iya dong sayang." Jawab Daffin dengan tersenyum miring.
"Kalo gitu, ayo main lagi... Biar cepet dapat anak." Ucap Nala yang mana membuat Daffin terkejut. Dia pun membalikan tubuh Nala.
"Dengan senang hati istriku." Ucap Daffin kemudian menyerang sang istri. Mereka pun melakukan hal yang sama seperti semalam.
...🥀🥀🥀...
Spoiler Bab Selanjutnya:
“Enzi aku hamil, kamu harus bertanggung jawab!”
“Kok lo bisa hamil, sedangkan gua pernah nyentuh ujung rambut lo juga kagak... Atau anak itu dari artis bule gadungan dan lo minta gua tanggung jawab?? Heh! Berhenti ganggu hidup gua!”
“Oh bukan salah kamu?? Tapi aku punya buktinya.”
...🥀...
__ADS_1
Maaf malam pertamanya Daffin cuman gitu yak, adek belum berpengalaman itu juga terinspirasi dari komik😭 Gak apa apa kan?? Hehe😁 Mampus, kepo noh siapa yang ngaku hamil😂😂 keknya mulai eps selanjutnya bakalan ada konflik jadi siapin kegregetan buat besok ya, kali ini adek keluarin jurus yang belum adek keluarin di season 1... Siap siap ya😜 Salam bombai, adek pamit bay bay👋🏻