
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA๐ ๐๐
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA๐๐
I LOVE YOU READERS๐๐
โข6 Tahun Kemudian
Suasana Vila Kenzo tengah panik pagi ini. Kenzo tidak menemukan Kenzie di kamarnya saat akan membangunkan putranya tersebut. Tentu yang Kenzo dapatkan adalah omelan dari istrinya. Terlebih saat ini Alina tengah mengandung anak keduanya membuatnya lebih sensitive.
"Cari dong mas, anak aja ilang apalagi istri ntar." Omel Alina.
"Iya sayang, ini lagi dicari... Jihan, kamu menemukan Enzi??" Tanya Kenzo saat Jihan dan pelayan lainnya datang.
"Kami sudah cari tuan, tapi tidak ketemu." Jawab Jihan.
"Tuh kan mas ilang, panggil polisi mas!" Ucap Alina membuat Kenzo tambah pusing.
"Sebentar sayang, anak nakal itu pasti lagi sembunyi." Ucap Kenzo.
"Pokoknya cari!! Entar telat masuk sekolahnya!" Ucap Alina. Kenzo menghela napas panjang dan keluar mencari putranya.
"Enzi!!! Enzi!!! Jangan kabur kamu, nanti kamu telat!!" Panggil Kenzo tanpa melihat jalan.
"Daddy awas!!"
Byurrrr!!
Kenzo masuk kedalam genangan lumpur yang mana membuatnya terkejut. Dan saat itu lah dia melihat sosok anak yang dia cari.
"Huwaaaa mommy!!! Daddy jahat!!! Daddy hancurin kolam aku!!!" Teriak Kenzie sembari mencari sosok ibunya. Mendengar teriakan Kenzie, Alina keluar dan memeluk putranya.
"Sayang, kenapa?? Kenapa??" Tanya Alina.
"Daddy hancurin kolam ikan aku mom, hiks... Hiks..." Jawab Kenzie sembari menangis.
"Kolam apaan?!! Isinya cuman lumpur, mana bau lagi." Ucap Kenzo.
"Itu ada pupnya Micky." Jawab Kenzie menyebut nama kucing peliharaannya.
"Kenzie!"
"Mommy aku takut." Ucap Kenzie sembari menenggelamkan wajahnya dipelukan sang ibu.
"Mas jangan teriak, lagian kamu nggak liatin jalan... Sana mandi bau, Kenzie sayang ayo bersiap... Bentar lagi sekolah." Ucap Alina.
"Ayo mommy!" Ucap Kenzie bersemangat. Alina pun menggendongnya pergi. Dan saat Kenzo menatap putranya, dia terkejut saat Kenzie menjulurkan lidah dengan mata juling seolah mengejek.
"Anak l*knat!" Umpat Kenzo.
Hahaha, daddy masuk perangkap aku. Batin Kenzie menatap ayahnya yang berlumuran lumpur.
Setelah bersiap, Kenzo pun mengantar Kenzie sekalian dia berangkat ke kantor. Karena kebetulan supir pribadi Kenzie tengah pulang kampung. Ditemani baby sister yang menjaga Kenzie. Mengingat di umurnya yang baru 5 tahun itu sudah berkeliaran kemana mana. Dan itu membuat Kenzo kesusahan terlebih Alina sedang mengandung. Tentu dia tidak ingin Alina kelelahan menjaga Kenzie.
"Belajar yang rajin, ingat jangan nakal di sekolah." Ucap Alina setelah mencium pipi putranya.
"Siap mommy!" Ucap Kenzie berpose hormat.
"Sayang aku berangkat ya... (Mencium bibir Alina.) Jaga diri baik baik... Jangan kecapean." Ucap Kenzo.
"Iya mas, kamu juga hati hati dijalan." Jawab Alina.
"Aku nggak dikiss bibirnya sama mommy??" Ucap Kenzie cemberut.
__ADS_1
"Katanya kamu udah besar, malu dong." Jawab Kenzo.
"Daddy udah tua, berarti daddy malu dong." Sahut Kenzie. Kenzo terdiam, entah pikiran darimana yang pasti Kenzo berharap anak keduanya itu tidak senakal Kenzie.
"Udah ayo berangkat entar telat." Ucap Kenzo kemudian memanggul anaknya.
"Dadah mommy!!" Ucap Kenzie sembari melambaikan tangannya.
Alina tersenyum dan meresponnya dengan lambaian tangan. Jika bersama atau didepan Alina, Kenzie akan menjadi anak yang teramat penurut. Namun saat bersama dengan Kenzo, dia akan menjadi anak nakal jail dan suka membuat Kenzo dimarahi Alina.
Sesampainya di TK
Kenzo memakirkan mobilnya di tempat parkir. Dia pun turun mengantar Kenzie sampai ke depan kelasnya agar Kenzie tidak mampir ke sembarang tempat. Terlebih banyak pedagang kaki lima diluar membuat Kenzo takut jika Kenzie jajan sembarangan.
"Jangan nakal, dengerin penjelasan dari guru... Nah itu Alveno." Ucap Kenzo sembari menujuk ke arah Lala dan Alzero yang mengantar anaknya.
"Beda kelas dad, Veno kelas A aku kelas B." Ucap Kenzie.
"Oh gitu." Ucap Kenzo sembari menurunkan putranya dari gendongannya.
"Jangan nakal, dan belajar yang rajin ya sayang... (Mencium pipi Alveno.) Selamat belajar sayang." Ucap Lala.
"Dah Ayah, bunda." Jawab Alveno kemudian masuk ke kelasnya.
"Ken, Nana nggak ikut nganter??" Tanya Lala.
"Nggak La, soalnya kemarin dia kecapean gara gara ngawasin Enzi... Jadi sekarang Sasa yang jaga dan awasin Enzi." Jelas Kenzo.
"Tuh kan mas, Enzi aja mau diawasin masa Veno nggak??" Ucap Lala.
"Dia sendiri yang nggak mau, jangan dipaksa." Jawab Alzero.
"Tapi kan masโ"
"La kalo pun si Veno gak dijagain dia gak bakalan ilang kek si Enzi... Orang dia kerjaannya baca buku dan nurut sama kata gurunya, lah anak aku kerjaannya petakilan." Ucap Kenzo memotong.
"Veno anak yang mandiri, biarkan saja." Ucap Alzero.
"Tapi mas, si Veno kan susah banget ngomongnya... Ntar kalo diculik dia pasti gak bakalan teriak... Dia kayak kamu dulu, itu salah kamu." Kesal Lala. Dia justru suka dengan Kenzie yang aktif. Berbeda dengan anaknya Alveno yang hanya membaca buku, bermain laptop dan ikut ayahnya menonton berita mengenai bisnis.
"Iya itu salah ku... Kita pulang sekarang, aku harus berangkat ke kantor." Ucap Alzero. Lala pun masuk kedalam mobil mendahului Alzero.
Trrriiinnnggg!
Bel berbunyi. Seluruh anak pun masuk ke kelasnya masing masing dan menunggu sang guru datang. Kenzie duduk bersama dengan Daffindra dan Revan. Dari namanya saja sudah tertera jika Daffindra anak dari Gavin dan Nia, sedangkan Revan anak dari Raefal dan Mita. Memang seharusnya Revan belum sekolah namun, dia ingin bersama dengan Kenzie dan Daffin meskipun dia yang paling muda juga sering dibully Kenzie dan Daffin karena belum bisa mengucapkan R dengan benar.
"Enzi pr dari bu guru udah kamu kerjain??" Tanya Daffin. Dan dengan santainya, Kenzie menggeleng.
"Belum, aku lupa." Jawab Kenzie polos.
"Tapi ntal kamu dihukum gimana??" Ucap Revan.
"Revan kamu inget nggak perkataan guru semalam pas ngasih pr??" Tanya Kenzie. Dengan wajah polosnya, Revan menggelengkan kepalanya. Kenzie berdiri dan menggulung bukunya berpose seperti gurunya.
"Ingat anak anak, kerjakan pr sepulang sekolah... Besok dikumpulkan." Ucap Kenzie.
"Wah Enzi hebat, bisa niru gayanya bu guru." Puji salah satu teman kelasnya.
"Terima kasih, terima kasih." Ucap Kenzie kemudian kembali duduk.
"Kemalin bu gulu bilang gitu, telus??" Tanya Revan.
"Revan bu guru kan bilang, ingat anak anak kerjakan pr sepulang sekolah... Nah aku lupa, karena sepulang sekolah kan ke rumah sakit jenguk mommy jadi karena lupa kan nggak usah ngerjain." Jelas Kenzie. Padahal maksud dari sang guru adalah untuk diingat ingat bukan sengaja di lupakan seperti yang Kenzie lakukan sekarang ini.
__ADS_1
"Wah kamu hebat Enzi, emang boleh gitu ya??" Puji Daffin.
"Boleh asal kamu lupa, kalau inget kan harus ngerjain." Jawab Kenzie dan dengan polosnya keduanya menganggukan kepalanya.
"Selamat pagi anak anak." Sapa sang guru begitu masuk.
"Pagi bu guru." Jawab mereka serentak.
"Ketemu lagi kita... Di pagi yang cerah, kalian kelihatan bersemangat yah... Tugasnya sudah kalian kerjakan belum??" Tanya sang guru.
"Sudah bu." Jawab mereka serentak.
"Oke good... Sebelum ngumpulin tugas, ibu absen dulu ya." Ucap sang guru kemudian mengabsen satu per satu siswa.
"Daffindra."
"Ada bu." Jawab Daffin sembari berdiri.
"Bagus selanjutnya... Kenzie."
"Kenzie Azura Zaryana bu." Protes Kenzie dan enggan bangun dari duduknya.
"Iya maksud ibu... Kenzie Azura Zaryana." Ucap sang guru. Dengan bersemangat Kenzie bangkit dari duduknya.
"Ada bu." Jawab Kenzie. Sang guru hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan karena memang seperti itu sifat Kenzie sejak awal masuk.
"Revan."
"Ada bu gulu." Jawab Revan sembari berdiri kemudian kembali duduk.
"Oke berangkat semua ternyata, baik biar ibu periksa satu per satu pr yang kalian kerjakan." Ucap sang guru.
"Enzi, kenapa buku tulis kamu kosong?? Pr yang ibu berikan mana??" Tanya sang guru. Seketika semua siswa terpusat pada bangku Kenzie.
"Bu guru, tadi Enzi hebat banget... Enzi bisa niru kaya bu guru." Ucap salah satu siswa.
"Benarkah?? Nanti ibu mau lihat, tapi sebelum itu... Mana tugas kamu Enzi??" Tanya sang guru.
"Kemarin bu guru bilang ingat untuk di kerjakan pr sepulang sekolah kan bu??" Ucap Kenzie.
"Hmmm, betul sekali... Lalu??" Tanya sang guru.
"Lalu kemarin Enzi sepulang sekolah ke rumah sakit buat jenguk mommy jadi lupa deh... Karena lupa Enzi gak ngerjain, soalnya bu guru nggak bilang kalau lupa harus diingat ingat dan di kerjakan prnya." Jelas Kenzie tentu membuat sang guru menepuk keningnya sendiri.
"Astaga... Enzi... Maksud ibu.... Sudahlah ibu pusing, nanti kalau ada pr lagi... Sepulang sekolah di kerjakan prnya ya, kalau lupa diinget inget terus dikerjain prnya." Ucap sang guru tampak menangis batin.
"Siap bu guru." Jawab Kenzie bersemangat. Sang guru memberikan cubitan di hidung mancung Kenzie.
Untung ganteng, kalo nggak. Batin sang guru kemudian kembali ke mejanya.
(Yahoo, ini dia anaknya daddy Kenzo. Kenzie Azura Zaryana๐๐๐ป)
(Alveno Zixyarnazo Caesar๐๐๐ป)
(Revan Putra Faresta๐๐๐ป.)
__ADS_1
(Daffin Farez Saputra๐๐๐ป.)
Selamat memasuki Season 2 Readers ku๐๐โคโคโค