
⭐Perhatian. Jangan lupa like, vote, and komentarnya ya🤗 Dan selamat membaca semua⭐
"Rese banget si pak Bara... Dikit dikit point... Dikit dikit point... Herman gua." Kesal Gavin.
"Heran b*d*h." Ucap Kenzo membenarkan.
"Iya ya maaf... Namanya juga lagi emosi nggak sempet ralat." Ucap Gavin seenaknya.
Saat mereka melewati ruang osis, mereka melihat Raefal dan Alzero tengah memimpin rapat. Gavin dan Kenzo pun berhenti sejenak dan mengintip.
"Eh... Zo liat deh... Baru tau gua kalo Al itu pinter banget bicara... Ya secarakan Al simple banget ngomongnya." Ucap Gavin dengan nada berbisik.
"Nggak heran dia jadi ketua osis... Vin kita kerjain yuk." Ucap Kenzo.
"Yuk kayaknya seru nih." Jawab Gavin. Tanpa mereka sadari pak Bara yang mengikuti mereka sudah ada tepat dibelakang mereka.
"Saya juga ikut lah." Ucap Pak Bara.
"Ayo bakalan seru nih kalo rame rame..." Ucap Kenzo tanpa sadar dengan kehadiran pak Bara.
"Tapi Zo, tugasnya pak Bara gimana??" Tanya Gavin.
"Udah nggak usah dikerjain... Lagian kita juga udah dipoint." Jawab Kenzo. Mendengar suara bisik membuat Alzero menengok. Tampak Kenzo dan Gavin melambaikan tangan.
"Pak Bara." Ucap Alzero. Mendengar ucapan Alzero membuat Gavin dan Kenzo membeku. Gavin dan Kenzo pun berbalik perlahan. Tampak Pak Bara menatapnya tajam.
"Eh... Pak Bara... Silahkan pak, kami ke perpustakaan dulu." Ucap Gavin sembari mempersilahkan Pak Bara masuk dan dengan secepat kilat Gavin dan Kenzo pergi. Pak Bara hanya menggeleng kepala pelan.
"Mereka ini... Silahkan dilanjutkan rapatnya." Ucap Pak Bara kemudian pergi. Tampak Raefal mendekati Alzero.
"Al mereka kayaknya kena hukuman lagi." Ucap Raefal. Alzero hanya menatap Raefal sekilas dan kembali pada rapatnya.
"Rapatnya selesai kalian bisa kembali ke kelas." Ucap Alzero membubarkan rapat.
"Al kita mau kemana??" Tanya Raefal sembari mengikuti Alzero. Sampai didepan perpustakaan.
"Eh kalian nyusul kita berdua." Ucap Kenzo.
"Hukuman apa yang pak Bara berikan pada kalian??" Tanya Alzero sembari membuka buku Kenzo.
"Yah... Cuman nyalin jawaban tugas kemarin, 50 kali." Jawab Kenzo santai. Tanpa pikir panjang Alzero merebut buku Kenzo dan Gavin kemudian mulai menulis.
"Eh Al... Yang dihukum kita berdua kok lo lagi si yang ngerjain?" Ucap Gavin namun tidak dihiraukan Alzero.
Memang benar jika Kenzo Gavin atau Raefal dihukum Alzero selalu berusaha membuat mereka bertiga bebas. Meskipun, Alzero selalu mengatakan jika dia tidak peduli pada ketiga sahabatnya tapi, dilubuk hati paling dalam Alzero sangat peduli pada mereka.
"Udahlah... Lumayan juga, eh Fal tadi di rapat bahas apa aja??" Tanya Kenzo.
"Em... Cuman beberapa acara untuk memperingati ulang tahun sekolah lusa." Jawab Raefal.
"Acara apa aja emang??" Tanya Gavin duduk disebelah Raefal.
__ADS_1
"Prom night, gara gara kita ngerusuhin pas lomba tahun kemarin jadi yah... Pembina cuman ngizinin itu doang." Jawab Raefal.
"Yah nggak asiklah... Kita disini juga tinggal hitungan hari doang habis itu kita lulus, eh tapi lumayan sih siapa ada cewek cantik." Ucap Gavin.
"Lah lo cuman mikirnya cewek doang... Nggak puas apa cewek satu sekolah digebet sama lo... Kita sampai nggak kebagian ya nggak Ken." Ucap Raefal.
"Bener banget tuh... Dasar playboy." Ucap Kenzo.
Mendengar julukan itu entah mengapa membuat Gavin bangga. Saat sibuk berbincang tampak Alzero memberikan buku Gavin dan Kenzo.
"Eh udah... Cepet banget dah, kalo gua yang ngerjain pasti sampai seratus abad selesai. Thanks ya Al, lo emang peduli sama kita." Ucap Kenzo.
"Aku tidak peduli pada kalian." Ucap Alzero datar.
"Udahlah Ken, Al mana mau ngaku." Ucap Raefal.
"Alzero kan tembok es berjalan... (Merangkul Alzero.) Iya nggak Al... Al kan bapak kita semua dan yang paling perhatian sama kita." Ucap Kenzo.
"Apaan sih." Ucap Alzero sembari menghindari rangkulan Kenzo.
Gavin dan Raefal pun ikut merangkul Alzero membuat Alzero tidak bisa lepas dari rangkulan ketiga sahabatnya. Ketiganya tampak tertawa bahagia dengan persahabatan mereka.
Meskipun Alzero terlihat biasa saja tapi dilubuk hatinya yang paling dalam dia sangat bahagia. Meski mereka bertiga selalu bersikap kekanak kanakan dan selalu bikin onar disekolahnya namun tetap saja persahabatan mereka berempat sangat erat.
"Kan lusa acara ulang tahun sekolah, terus kapan pemilihan ketua dan wakil ketua osis yang baru??" Tanya Kenzo sembari melepaskan rangkulannya.
"Pekan depan." Jawab Alzero singkat.
"Kira kira calonnya siapa aja ya??" Tanya Gavin dengan pose berpikir.
"Cewek baru dari Hongkong... Dia itu satu angkatan sama kita anak kelas sebelah, yang lo bilang cupu itu kalo nggak salah namanya Alina soalnya nih, dia itu sering dibully karena masuk ke sekolah ini melalui beasiswa." Jelas Gavin.
"Lah lo tau dia?? Jangan jangan dia mantan lo??" Tanya Raefal.
"Dari pacar gua waktu itu... Hey ayolah dia itu bukan selera gua lagian nih ya, nggak ada satu pun cowok yang deketin dia karena kecupuannya itu. Malah kebanyakan pada bully." Jawab Gavin.
"Udahlah nggak usah bahas tu cewek. Mending kita langsung ke kantin aja, bentar lagi juga istirahat." Ucap Kenzo sembari melihat arloji ditangannya.
"Ayolah... Al yang traktir ya nggak Al." Ucap Raefal. Dengan malas Alzero hanya mengagguk.
Mereka pun dengan semangat menuju ke kantin. Sesampainya di kantin, mereka berempat pun duduk dibangku tengah favorit mereka. Setelah memesan beberapa menu, tampak ketiganya berbincang bincang dan seperti biasa Alzero fokus membaca majalah yang tersedia disana.
"Eh iya saking sibuknya bikin masalah disekolah sampai lupa... Kalian abis lulus ngelanjutin dimana??" Tanya Gavin.
"Gak tau juga yang penting lulus kuliah langsung bantuin papa ngurusin perusahaan." Jawab Raefal.
"Lo nggak jadi desainer kayak nyokap lo??" Tanya Kenzo. Tampak Raefal menyenderkan tubuhnya pada kursinya.
"Nggak... Gua nggak ada bakat kek gituan, sejak kecil juga papa ngajarin ilmu bisnis." Jawab Raefal.
"Kalo gua nggak tau deh suruh ngelanjutin perusahaan daddy apa rumah sakitnya mommy habis lulus kuliah nanti, secara mereka berdua tau kenakalan gua apalagi nih adek gua selalu ngompor ngomporin mommy alhasil gua kena marah deh." Ucap Kenzo tampak kesal.
__ADS_1
"Adek lo si Celani kan??" Tanya Gavin.
"Ya iyalah emang adek gua siapa lagi kalo bukan tu bocah." Jawab Kenzo.
"Ya namanya adek cewek pasti gitu, gua nih yang punya kakak cowok kerjaannya cuman marah marah mulu. Mentang mentang dia yang ambil alih perusahaan mama." Ucap Gavin.
"Lah kakak lo pantes marah emang lo kerjaannya cuman pacaran doang kan sama mainin hati cewek." Jawab Raefal.
Tampak ketiganya tertawa kecil. Sedangkan Alzero hanya menggeleng kepala pelan. Saat itu terdengar suara bel istirahat berbunyi dan bertepatan pesanan yang mereka pesan datang.
"Eh vin masalah lo sama anak SMA Tanjung itu udah kelar belom?" Tanya Kenzo sembari meminum teh boba pesanannya.
"Udah kok dia yang minta maaf ke gua, soalnya dia takut kalo bokap gua bakalan batalin kerjasamanya sama bokapnya." Jawab Gavin.
"Baguslah meskipun lo yang salah tapi selalu musuh lo yang minta maaf." Ucap Raefal. Saat itu mata Gavin melihat gadis tadi tampak dengan seragam yang kotor dan rambut berantakan.
"Eh Ken liat tuh... (Kenzo menatapnya.) Kayaknya dia habis dibully tuh sampai kotor gitu kasihan." Ucap Gavin.
"Apa urusannya sama gua??" Ucap Kenzo sembari mengerutkan keningnya.
"Ya kali lo minat." Ucap Gavin sembari tersenyum.
"Sialan lo Vin." Ucap Kenzo sembari menyentil kening Gavin.
"Sakit tau Ken... Lo pikir ini beton apa??" Kesal Gavin.
"Udah tau Kenzo gimana masih aja godain dia." Ucap Raefal sembari tertawa kecil.
"Tuh si bungsu aja tau lo nggak tau." Ucap Kenzo.
Pada akhirnya ketiganya tertawa kecil hingga menjadi perhatian para siswa yang berada di kantin itu.
"Heh bisa diem nggak sih kalian!!!" Teriak Julian musuh bebuyutan Kenzo sejak awal masuk SMA. Tampak Kenzo hendak bangkit dari duduknya namun, Alzero menceghatnya kuat.
"Kenapa nggak terima?? Lo baru keluar rumah sakit jangan sampai gua bikin lo masuk ke liang lahat." Ucap Kenzo sembari menujukkan jari telunjuknya pada wajah Julian.
"Emang bener ya, Kenzo Azura Zaryana bakat dan prestasinya tipis daripada masalah yang lo buat disekolah ini." Ucap Julian sembari menujuk Kenzo.
"Apa lo bilang?!!!" Ucap Kenzo sembari berdiri dan hendak memukul Julian. Namun Alzero lebih dulu menghadang dan menenangkan Kenzo seperti biasa.
"Zo udah... Kenzo!! Jangan ladenin dia ingat 100 point lagi kamu bisa dikeluarkan dari sekolah ini. Raefal Gavin bawa Kenzo biar ini aku yang mengurus." Ucap Alzero.
Gavin dan Raefal pun mengagguk kemudian membawa Kenzo pergi. Tampak Alzero menatap Julian yang bersama dengan ketiga temannya dengan tatapan dingin dan tajam.
"Gara gara lo hampir buat Kenzo keluar... Ini sudah ketiga kalinya tapi lo masih membuat masalah... (Alzero berbalik dan hendak pergi.) Kita lihat saham perusahaan bokap lo turun berapa besok." Ucap Alzero dingin dan mengancam.
"Hey lo pikir siapa?? Anak pengusaha??? Bukannya lo cuman anak dari seorang petani... Jangan jangan bokap lo pesikopat lagi??" Ejek Julian. Tampak Alzero mengepalkan tangannya erat. Alzero berbalik dan...
*Bugh!!! Bugh!!! Bugh!!!* Alzero memukuli Julian dan ketiga temannya. Kantin menjadi berantakan karena saat teman Julian hendak kabur dari cengkraman Alzero, Alzero justru melemparnya bagai sampah yang tidak ada beban.
"Ini baru gua liat Alzero semarah itu... Ayo lapor pak Bara." Ucap salah satu siswa yang melihat kejadian.
__ADS_1
"Ayo..." Sahut temannya.
Saat Gavin Kenzo dan Raefal menunggu Alzero didepan kelas sembari duduk duduk. Mereka tidak berani menghampiri Alzero saat dia marah seperti tadi. Tampak siswa lain berlarian membuat Gavin Kenzo dan Raefal bangkit dari duduknya.