
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA😘 💕💖
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA😍😘
I LOVE YOU READERS😙💕
...🥀MHKOT2🥀 ...
"ABANG!!!!!! B*ngs*t emang kalian!!! Arka gak mau diganggu!" Teriak Arka yang mana membuat Alina terkejut.
Bamm!!
Arka membanting pintu kamarnya keras. Disaat dirinya tengah sedih, Raka dan Kenzie terus menganggunya dengan banyak pertanyaan yang akhirnya membuat mood Arka tambah down.
"Heh adek l*knut!" Umpat keduanya begitu Arka membanting pintu. Bertepatan dengan itu, tampak Alina datang menghampiri begitu mendengar keributan.
"Ada apa ini?? Kok Arka teriak teriak??" Tanya Alina. Keduanya dengan kompak menaikan kedua bahunya.
"Sepulang dari rumah Oma, Arka kek gitu mom... Ditanya bukannya jawab malah marah." Jawab Raka.
"Keknya sih ada masalah sama si Fatimah... Ntar Enzi kesana buat nanya." Timpal Kenzie.
"Kalau begitu, kalian jangan ganggu Arka dulu... Biarin dia nenangin diri... Raka bukannya kamu bilang ada tanding basket??" Ucap Alina yang mana membuat Raka menepuk keningnya.
"Raka lupa mom... Raka pergi dulu mau siap siap." Ucap Raka kemudian pergi meninggalkan Kenzie dan Alina.
"Enzi mo santai santai ajalah... Mommy pasti mau bikin adek kan buat Enzi??" Ucap Kenzie yang mana mendapatkan jeweran dari sang ibu.
"Aduh!! Aduh!!! Mommy, sakit tau." Kesal Kenzie sembari mengecurutkan bibirnya kesal.
"Makanya jangan goda mommy." Ucap Alina kemudian meninggalkan Kenzie sendiri.
Ish mommy nyebelin banget dah, aduh mana masih sakit nih telinga. Batin Kenzie.
Dia pun menuju ke balkon paling atas rumahnya tempat biasanya bersantai. Siang hari yang tidak terlalu panas membuat Kenzie duduk sembari menikmati segelas jus jeruk.
**Rasya cuman kasih makan kelinci.* ~Rasya mungil yang menangis dibalik tubuh Lina setelah Kenzie pukuli*. [Baca Eps.4]
Suara gadis mungil berusia 4 tahunan itu terus terngiang ngiang di kepala Kenzie saat dia baru bertemu dengan Rasya setelah bertahun tahun. Tentu Kenzie mengakui jika dirinya kagum pada kecantikan Rasya saat awal bertemu.
Gua bully dia, ketemu pas 6 tahun kemudian, terus gua putus sama Kila dan dijodohin sama Rasya... Gua rasa, Rasya emang buat gua... Dia jodoh gua, dan gua gak bakalan sia siain dia... Gak bakalan. Batin Kenzie sembari tersenyum menatap langit biru nan cerah.
I put my armor on, I'll show you that i am!!!!
Ponsel milik Kenzie berbunyi menandakan ada telefon masuk. Segeralah Kenzie mengangkat telefon dari Daffin sembari menikmati jus jeruknya.
📞
“Halo, napa telefon??” Ucap Kenzie sembari meminum jus jeruknya.
“Besok gua mo nikah.”
Pyurrr!
Seketika Kenzie menyemburkan jusnya dengan terbatuk batuk.
“B*ngke!! Lo lagi gak bercanda kan??” Tanya Kenzie masih tak percaya.
"Gak, gua serius... Besok gua nikah tapi diem diem... Lo R sama si Veno harus dateng."
“Heh apa alasan lo nik—”
Tut.
Belum Kenzie bertanya, Daffin lebih dulu menutup telefonnya.
"Sialan! Perasaan gua duluan yang dijodohin, kok si penggila cewek itu duluan yang nikah?? Dasar si Daffin, seenak jidat bilang mo nikah." Ucap Kenzie kemudian masuk kedalam vilanya.
Di Kediaman Faresta
Revan tengah membantu Messy merangkum kisi kisi untuk ujian kenaikan kelas. Meskipun Revan yang paling muda dari ketiga sahabatnya, tapi dia juga cukup cerdas saat mengerjakan tugas.
__ADS_1
"Mess halaman ini kamu.... Lah udah tidur dia, kebiasaan." Ucap Revan sembari menggelengkan kepalanya pelan.
Padahal masih banyak kisi kisi yang belum Messy rangkum dan dia sudah tertidur pulas di sofa dengan memeluk buku. Revan mengambil buku tersebut secara perlahan dan menyelimuti adiknya.
Kasihan juga si Messy, dia kan rapat osis dan pulang pulang ngerjain kisi kisi... Gua bantu rangkum aja kali ya. Batin Revan kemudian kembali merangkum kisi kisi milik Messy.
"Revan sayang tumben kamu... Loh Messy udah tidur." Ucap Mita yang baru pulang membantu Zira dibutik seperti biasa.
"Messy kecapean ma, jadi aku bantu rangkum nih kisi kisi." Jawab Revan sembari membenarkan kacamatanya.
"Wah, anak mama emang sayang adek... Besok gak lupa kan sayang??" Tanya Mita. Tampak Revan menghela napas panjang.
"Nggak kok ma, besok sepulang kampus aku langsung pulang... Nggak nongkrong." Jawab Revan.
"Ini baru anak mama... Mama ke kamar dulu ya sayang." Ucap Mita dan hanya direspon anggukan oleh Revan.
"Oh iya satu lagi, calon istri kamu itu polos dan terlalu jujur... Tapi tenang, dia cantik kok." Ucap Mita sebelum akhirnya melanjutkan niatnya menuju ke kamar.
Hufttt!
Revan menghela napas panjang. Rasanya dia sangat tidak ingin menikah atau berhubungan dengan wanita. Dia ingin fokus menikmati masa mudanya. Yah, setidaknya Revan tidak seperti Raefal dan ketiga sahabatnya yang hanya menikmati masa SMA. Itu pun mereka ditekan untuk menikah.
Gini amat sih nasib gua. Batin Revan sembari membuka kacamatanya.
When it hurts, but it hurts so good!!!
"Daffin, tumben nih anak telefon." Ucap Revan kemudian mengangkat telefon dari sahabatnya itu.
📞
“Hallo sayang.”
“Jijik b*ngke! Apaan lo telefon??” Ucap Revan.
“Kagak, cuman kasih tau lo besok lo ke KUA... Gua mo nikah.”
“Oh nikah... Anjr*t!! Lo nikah sama siapa b*ngke?!! Lo bercanda kan??” Ucap Revan terkejut.
“Sial! Lo kesurupan apa sih?!! Kok tiba tiba— Hallo!!! Daffin woi!!”
Tut.
"Sial!! Ini dunia lagi kenapa dah, kok tiba tiba nikah semua sih?!! B*ngs*t!!" Umpat Revan yang mana membuat Messy terbangun.
"Kakak kenapa sih?!! Ganggu Messy lagi tidur aja!" Kesal Messy.
"Gak kenapa napa... Noh tinggal beberapa, udah gua rangkum... Lain kali gak usah sok ikutan osis segala." Ucap Revan kemudian pergi.
"Huwaaa sayang kakak deh, much!" Teriak messy membuat Revan menggelengkan kepalanya pelan.
...🥀🥀🥀...
"Daffin, kamu beneran mau nikah besok nak?? Itu—"
"Mama percaya kan sama Daffin?? Sebejat bejatnya Daffin, Daffin nggak bakalan sia siain Nala... Karena Daffin beneran suka sama Nala." Ucap Daffin memotong.
"Lalu kenapa harus diam diam nikahnya kak??" Tanya Mia.
"Nala yang minta, orang tua yang ninggalin Nala dipanti asuhan itu matre... Bisa aja dia neken Nala buat menuhin kebutuhannya." Jawab Daffin. Nia menatap suaminya yang tampak terdiam dan memikirkan sesuatu.
"Baiklah, papa dukung keputusanmu... Tapi, jika Nala hamil... Papa akan umumin pernikahan kalian, bisa??" Ucap Gavin.
"Bisa pa, makasih udah percaya sama keputusan Daffin." Ucap Daffin kemudian pergi.
"Mas, apa nggak terlalu cepat??" Tanya Nia.
"Lebih baik begini sayang, daripada Daffin terus menyembunyikan gadis itu dan menghamilinya sebelum menikah... Toh Daffin udah dewasa, meskipun dia sama sepertiku... Tapi dia tau mana yang benar dan mana yang salah." Jelas Gavin.
"Tapi ini besok loh mas, gimana kita siapin—"
"Mas udah siapin semuanya... Tenang aja, ya." Ucap Gavin.
__ADS_1
"Ma... Pa, Mia nggak bisa ikut kalau acaranya sore... Mia kan pulangnya mepet maghrib." Ucap Mia.
"Begitu, kenapa nggak minta izin aja sayang." Ucap Gavin. Tampak Mia menggelengkan kepalanya.
"Itu mapel tambahan buat ujian kelulusan... Itu penting buat Mia." Jawab Mia.
"Tapi kan sayang—"
"Nggak apa apa, belajar yang rajin ya... Asal nanti pas resepsi kamu harus ada ya." Ucap Nia sembari menghusap puncak kepala Mia.
"Makasih ma, Mia pergi dulu nanti ditunggu temen temen... Assalamualaikum." Pamit Mia yang memang berniat berangkat belajar kelompok.
"Walaikumsalam, sayang aku juga harus pergi mengurus pernikahan Daffin besok." Ucap Gavin.
"Aku ikut mas." Ucap Nia. Gavin menganggukan kepalanya dan mengajak sang istri ke KUA mendaftarkan pernikahan Daffin.
Di Kediaman Azura
Kenzo baru kembali bekerja dengan wajah bahagianya. Dia ingin melihat reaksi si kembar saat Kenzo membelikannya motor yang hampir sama dengan milik Kenzie.
"Pak ini tolong di taruh garasi ya." Ucap Kenzo pada pengantar motornya.
"Baik tuan." Jawabnya. Saat itu Alina datang dan menghampiri suaminya.
"Mas kamu udah pulang." Ucap Alina. Kenzo tersenyum dan mencium kening istrinya.
"Iya, si kembar mana??" Tanya Kenzo.
"Arka lagi badmood di kamar, si Raka sama Enzi lagi main game di ruang keluarga... Ini motor buat si kembar mas??" Jawab Alina dan kembali bertanya.
"Iya... Bagus kan??" Tanya Kenzo.
"Si kembar baru 15 tahun loh mas, emang udah boleh bawa motor?? Nanti kalau kenapa kenapa gimana??" Tanya Alina khawatir.
"Soal itu kamu tenang aja... Aku udah urus semuanya, kamu panggil Raka biar aku yang panggil Arka." Jawab Kenzo. Alina menganggukan kepalanya dan memanggil Raka.
"Arka, keluar... Daddy punya hadiah buat kamu." Ucap Kenzo.
"Apaan dad??" Tanya Arka dari dalam.
"Makanya keluar dulu, daddy yakin kamu suka son." Jawab Kenzo membuat Arka menghela napas panjang.
Cklekk!
"Hey son, kenapa dengan matamu?? Kau menangis??" Tanya Kenzo.
"Cuman kebanyakan tidur dad, hadiah apa dulu??" Jawab Arka dan kembali bertanya. Kenzo menggandeng tangan putra bungsunya dan membawanya keluar. Alangkah terkejutnya saat Arka melihat motor favorite dan yang dia idamkan sejak dulu ada di garasi.
"Karena lo adek, lo milih mana yang lo suka." Ucap Raka sembari menepuk bahu adiknya. Dia selalu begitu saat mereka dibelikan barang yang sama.
"Beneran nih bang??" Tanya Arka dan diangguki oleh Raka.
"Arka mau yang itu." Jawab Arka sembari menujuk salah satu motor.
"Makasih dad." Ucap keduanya sembari memeluk sang ayah.
"Padahal mommy yang bujuk, nggak terima kasih ke mommy??" Ucap Alina sembari menyilangkan kedua tangannya didepan dada.
"Terima kasih mommy, sayang mommy." Ucap si kembar sembari memeluk Alina.
"Karena bentar lagi kalian ulang tahun anggap ini hadiah dari mommy sama daddy." Ucap Kenzo dan keduanya menganggukan kepalanya. Kenzie ikut bahagia menatap kedua adiknya yang senang dengan hadiah Kenzo.
(Motornya Arka👆🏻.)
(Motornya Raka👆🏻.)
Main tebakan yuk😉 Apa judul lagu nada dering ponselnya Kenzie, jawab ya buat refreshing 😜🤣
__ADS_1