
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YAπ ππ
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUAππ
I LOVE YOU READERSππ
...π₯MHKOT2π₯...
Di Sisi lain
Rayhan tengah duduk bersama dengan Syakila. Syakila tengah mengeluh, dia takut jika kandungannya membesar dan orang tuanya tau sudah pasti dia akan diusir. Dan Syakila tidak mau hal itu terjadi.
"Udah, berhenti cemas... Lebih baik kita lihat cctv dan alat perekam yang sudah kita taruh di tanaman itu." Ucap Rayhan.
"Kau benar, aku ingin lihat apa yang anak pungut itu lakukan." Ucap Syakila. Rayhan pun membuka laptopnya dan melihat apa yang terjadi di kediaman Lina. Namun, baru beberapa menit tiba tiba sebuah kaki mengarah ke cctv. Yang mana kini laptop menampilkan layar hitam tanpa apapun.
Sepertinya aku harus lebih licik sekarang. Batin Rayhan.
"Sial!! Siapa yang tau ada cctv disana?!!" Kesal Syakila.
...π₯π₯π₯...
"Abang kok tau disitu ada penyadap??" Tanya Arka sembari meminum jus melonnya.
"Lidah mertua dan kaktus termasuk dalam kategori tumbuhan yang bertahan lama tanpa perlu disiram... Itu sangat cocok untuk meletakan alat penyadap kamera maupun perekam... Dan setau aku, Badan Intelejen juga memelihara lidah mertua karena berpontensi menyimpan alat penyadap." Jelas Raka sembari mengutak atik isi alat penyadap tersebut.
"Siapa yang ingin berbuat jahat kepada kita?? Beruntung cucu oma ini pintar." Ucap Lina sembari menghusap puncak kepala Raka.
"Tenang oma, sebentar lagi kita akan tau siapa yang ingin berbuat jahat kepada kita." Jawab Raka sembari menujukan sesuatu.
"Tunggu apa lagi bang?? Cepetan lacak." Ucap Arka. Tampak Raka memamerkan senyuman lebarnya.
"Hehe, aku gak bisa... Aku kan bukan hacker." Ucap Raka.
"Kenapa gak bilang?!! Dasar Zaiman, kurang iman emang gitu!" Ucap Kenzie sembari menjitak kening Raka.
"Apa hubungannya sama iman? Dasar abang!!" Kesal Raka.
"Sudah sudah... Nanti opa akan cari hacker, opa tidak ingin ada peneror di keluarga kita." Ucap Dicko.
"Oma!!!! Opa!!! Chika datang bawa rendang!!!" Ucap Chika dengan suara melengkingnya.
"Duh punya sepupu gini amat sih." Ucap Kenzie sembari menutup kedua telinganya dengan tangannya.
"Huwaaa ada sepupu coganku juga... Yey kita ngumpul!!" Ucap Chika sembari memeluk si kembar. Iya begitulah.
"Terima kasih cucu tercantik oma, kamu datang sendiri??" Tanya Lina sembari meletakan rendang bawaan Chika.
"Nggak sendiri kok, ini aku bareng Messy sama Yayan... Habis ini kita mau main, sama beli cemilan." Jawab Chika. Tampak Yayan dan Messy mencium punggung tangan Lina dan Dicko bergantian.
"Messy, si R lagi apain??" Tanya Kenzie.
"Lagi sama kak Eli." Jawab Messy sembari duduk disamping Raka.
"Calon kakak ipar kamu ya??" Tanya Lina.
__ADS_1
"Iya oma, dia agak bar bar... Masa ada aku dia cium kak Revan." Jawab Messy.
"Hahaha.... Kasihan si R." Ucap Kenzie sembari tertawa keras dan mendapatkan cubitan dari Rasya.
"Iya... Ya, maaf." Ucap Kenzie.
"Oma ada susu pisang nggak??" Tanya Chika.
"Ada di kulkas, Oma tau pasti itu yang kamu cari." Jawab Lina.
"Yey, Oma the best." Ucap Chika sembari mencium pipi kanan Lina.
"Raka itu apa??" Tanya Yayan.
"Oh ini... Alat penyadap, oh iya kakak punya kenalan hacker atau orang yang pinter utak atik gitu??" Jawab Raka kemudian kembali bertanya.
"Soal komputer bukan?? (Raka menganggukan kepalanya.) Adik sepupu kak Eli jago soal itu, bentar Messy panggil ok?" Ucap Messy.
"Nah sip, the best lah kak Messy ini!" Ucap Arka sembari mengacungkan jempolnya.
"Messy telefon siapa??" Tanya Chika sembari duduk di samping Arka.
"Udah kak Chika minum aja yang bener." Jawab Arka.
"Utututu, gemes deh... Sini cium." Ucap Chika.
"Hih, ogah!! Jauh jauh!! Abang tolongin Arka napa." Ucap Arka yang mana membuat lainnya tertawa.
"Hih nyebelin banget sih!!" Umpat Messy.
"Kenapa?? Dia gak mau ya kak??" Tanya Raka.
"Terus tadi kenapa kakak marah??" Tanya Raka.
"Gak apa apa, dia itu narsis tingkat akut... Jangan mau temenan sama dia!" Ucap Messy.
"Lah kok ngegas??" Lirih Raka.
"Oma, opa... Enzi sama Rasya mo pergi dulu." Ucap Kenzie.
"Cieeeee!!!!! Mau kencan ya!!!" Suaranya serentak seperti paduan suara.
"Cieeee masih pada jomblo!!!" Ejek Kenzie kemudian pergi dengan Rasya.
"Arka gak jomblo, Arka punya Fatimah." Elak Arka. ~Adamnya si Fatimah
"Raka gak jomblo, ada Mia." ~Kang Bucin Mia, calon sadboy.
"Messy gak jomblo, ada Nanda." ~Neng polos.
"Chika gak jomblo, ada Zayn." ~Berani bilang dibelakang tapi pas ketemu gak berani liat.
"Yayan gak jomblo, ada buku." ~Anaknya bapak Calvin. Belum boleh pacaran dulu ya nak.
"Oma nggak jomblo, toh Oma punya opa." Ucap Lina yang mana membuat pemuda pemudi itu membeku.
"Oma sama opa tega!!!" Teriak mereka serentak.
__ADS_1
"Hahaha, kasihan." Ucap Lina dan Dicko bersamaan.
"Oma ke kamar dulu ya, Chika ajak temen kamu buat makan cemilan dikulkas." Ucap Lina.
"Siap Oma." Jawab Chika.
"Opa juga mau keluar dulu, kalian jangan nakal nakal. Ok??" Ucap Dicko.
"Oke opa!!" Jawab mereka serentak. Dua orang paruh baya itu pergi dan kini hanya ada para anak muda disana.
"Nah tuh udah dateng." Ucap Messy.
"Assalamualaikum." Ucap Kay begitu masuk.
"Walaikumsalam." Jawab mereka kecuali Messy. Yang mana membuat Kay melirik Messy.
"Walaikumsalam." Ketus Messy. Kay hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Salken gua Raka, dan ini adek gua... Arka." Ucap Raka sembari mengulurkan tangannya.
"Kayavan, panggil aja Kay." Jawab Kay sembari menerima uluran tangan Raka dan Arka. Setelah itu, Kay meletakan laptopnya dimeja.
(Mereka ada di ruang santai outdoor yaπππ».)
"Lama gak?? Keburu si ngirim nyadar." Ucap Raka sembari menatap Kay. Pasalnya banyak sekali yang Kay bawa. Seperti tukang bengkel saja. Begitulah pikir Raka.
"Nggak, cuman 30 menit doang... Bentar ok." Ucap Kay dan mulai berkutat di laptopnya.
"Duh tulisan apaan itu, bikin pusing kepala... Mending ngemil sambil nonton drakor." Ucap Chika.
"Kakak diem napa... Kebiasaan deh." Ucap Arka yang mana membuat Chika mengecurutkan bibirnya kesal. 30 menit kemudian.
"Nah! Lokasinya ada disini... Gua gak terlalu paham kota ini jadi mungkin kalian tau ini dimana." Ucap Kay sembari menujukan lokasinya.
Ini gudang bekas basecamp geng Kelelawar. Batin Raka.
"Gua tau ini dimana... Thanks ya." Ucap Raka.
"It's ok, kapan pun butuh panggil gua aja." Ucap Kay sembari mengemasi laptopnya.
"Emang lo mau netap disini??" Tanya Raka.
"Hooh... Gua juga udah pindah sekolah." Jawab Kay.
"Dimana??" Tanya Arka.
"SMA Diamond Bangsa." Jawab Kay.
"Bravo! Kita satu sekolah." Ucap Raka.
"Wih kebetulan nih." Jawab Kay. Ketiganya bisa langsung akrab karena memang si kembar tipe tidak pilih pilih teman. Di saat Raka ada waktu sendiri, dia mengirim chat.
(CS.sπ΄)π¬
^^^Coba kalian amati bekas basecamp geng Kelelawar... Kalo ada orang yang keluar masuk disana kabarin gua!^^^
__ADS_1
Amal: Oke Boss!
Yudha: Oke Boss!