
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
👩💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕
👩💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘
👩💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘
👩💻Terima kasih dan happy reading semua❤
📖📖📖
👩💻I Love You Readers❤❤❤❤❤
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Alina mencium pipi kanan suaminya secepat kilat. Setelahnya buru buru Alina masuk kedalam kamar mandi dengan wajah merona. Tampak Kenzo terdiam dan memegangi pipinya perlahan. Kenzo tidak percaya jika Alina akan melakukan itu tanpa dia memintanya.
Harusnya dibibir cupu, jangan dipipi. Batin Kenzo sembari tersenyum. Dia pun keluar menemui sahabatnya yang menunggu.
Sedangkan di dalam kamar mandi. Alina menatap wajahnya sendiri dari pantulan cermin. Terlihat jelas wajah putihnya berubah semerah tomat. Alina memegangi kedua pipinya yang merona.
Kenapa aku tiba tiba berani melakukan hal itu?? Memalukan sekali. Batin Alina dan mencuci mukanya. Setelah rapi dengan pakaiannya, Alina keluar untuk membuat jus dan kopi seperti yang Kenzo minta.
"Wih gede banget Vila lo Ken... Bisa dijadiin panti asuhan nih." Puji Gavin sembari duduk di sofa empuk.
"Sialan! Kagak panti juga kali, lagian masih besaran Vila si Al." Jawab Kenzo.
"Kalau gini mah, boleh dong sekali kali kita mampir kalau habis pulang kuliah." Ucap Raefal sembari menaik turunkan alisnya.
Gua baru nyadar kalau Vila yang dibeli mommy deket sama kampus Royal Utama, pasti mommy udah ngerencanain ini semua. Padahal dulu udah rencana tinggal bareng di apartemen... Malah tinggal bareng istri. Batin Kenzo.
"Boleh gak??" Tanya Raefal.
"Jelas boleh lah bungsu, asal jangan ganggu dia pas lagi bikin dedek." Jawab Gavin membuat Kenzo menatapnya tajam.
"Hal itu gak bakalan terjadi." Ucap Kenzo sembari menyandarkan punggungnya di sofa.
"Hahh??? Maksud lo??" Tanya Gavin dan Raefal bersamaan.
"Gua setuju nikah juga sampe gua dapet perusahaan daddy, kalau udah dapet gua cerain dan nikah sama dia." Jawab Kenzo membuat Gavin dan Raefal menatapnya tak percaya. Sedangkan dengan Alzero, dia tengah sibuk membalas chat dari kekasih hatinya. Siapa lagi jika bukan Lala. Namun dia juga mendengar apa yang ketiga sahabatnya bicarakan.
"Dia yang lo maksud.... Si Aurel??" Tanya Gavin membuat Kenzo terdiam begitu juga Raefal.
"Iya, gua harap oma gak nyusahin gua." Jawab Kenzo. Seketika suasana hening.
"Lo bercanda kan Ken?? Ayolah, bini lo juga punya hati... Ntar lo udah mainin hatinya baru nyesel." Ucap Gavin.
"Gak, gua serius vin... Dari awal tau dijodohin emang itu rencana gua." Jawab Kenzo tegas.
"Tidak semua yang direncanakan akan terjadi sesuai keinginan kita... (Kenzo menatap Alzero.) Pikirkanlah lagi, usahakan menikah sekali dalam hidup." Ucap Alzero membuat Kenzo terdiam.
"Ada tiga kemungkinan yang lo rencana in gagal Ken... Pertama kalau si Aurel tau lo udah married... Kedua, Oma lo tau hal ini... Dan terakhir... Lo udah jatuh cinta sama Alina... Dan gua rasa, dalam waktu cepat ini... Lo bakalan jatuh cinta sama Alina—"
"Itu gak akan terjadi.... Gak akan pernah!!" Sela Kenzo.
"Maaf, Ada apa ini??" Tanya Alina bingung. Pasalnya suara Kenzo meninggi. Mendengar suara Alina pun membuat keempat pria muda itu menoleh. Dilihatnya Alina membawa baki berisi 3 jus alpukat dan 1 cangkir kopi.
"Wih jus alpukat nih... (Mengambilnya kemudian meminumnya tanpa ada rasa dosa.) Thanks yah Alina, jusnya enak banget." Ucap Gavin. Tampak Alina meletakan minuman yang dia buat diatas meja.
"Sama sama... Kalian ingin sesuatu??" Tawar Alina.
"Gak usah... Mereka cuman sebentar, lo balik ke dapur aja sana." Ucap Kenzo dan dengan patuh Alina pergi ke kamarnya.
Dasar si Ken, gua sumpahin lo bucin parah ke Alina sampai sampai lo nangis gegara dia pergi. Umpat Gavin.
"Eh Vin lo baru nyemir rambut ya?? kok gua baru sadar." Ucap Kenzo. Tampak Kenzo merilangkan rambutnya.
__ADS_1
"Kenapa?? Ganteng kan?? Iya gua udah tau... Mau kuliah ganti warna rambut lah." Ucap Gavin dengan percaya dirinya.
"Hah?? Apa hubungannya ganti warna rambut sama kuliah b*go?!" Tanya Kenzo kesal.
"Ada lah... lo aja yang gak tau." Jawab Gavin membuat Kenzo menatapnya kesal.
"Kenzo mana ponselmu??" Tanya Alzero. Tampak Kenzo mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Alzero.
"Nih, buat apaan emang??" Jawab Kenzo kemudian kembali bertanya.
"Menghapus nomor Lala." Ucap Alzero.
"Wih, lo punya nomornya Lala gua minta dong Al—" Ucap Gavin terjeda saat dia ditatap mematikan oleh Alzero.
"Meminta nomornya sama saja meminta maut Gavin... Mending sayangin nyawa lo daripada Lala." Ucap Raefal membuat Gavin membeku.
Udah gua duga, untung udah gua masukin nomornya Lala ke handphonenya si cupu. Batin Kenzo. Setelah menghapus nomor Lala, Alzero pun mengembalikan ponsel Kenzo.
"Aku pulang dulu." Pamit Alzero kemudian pergi dan direspon anggukan oleh ketiganya.
Nih anak lagi bucin parah, perlu di kasih micin ini. Batin Gavin.
Di Cafe Joy
Tampak Celani Renasya dan lainnya menunggu kedatangan Ashel. Mereka sudah bersiap untuk kemping hari ini. Dilihatnya sudah jam 09.35 yang artinya mereka sudah menunggu Ashel setengah jam lebih.
"Si Ashel mana sih?!! Lama banget, dihubungin kagak aktif." Kesal Farrel.
"Sabar Rel, tunggu bentar lagi Ashel pasti dateng... Ya??" Ucap Renasya. Baru Renasya mengatakan hal itu, tampak mobil Ashel terlihat.
"Nah ntu Ashel... (Ashel keluar dari dalam mobil.) Dateng juga lo, kenapa nomor lo gak aktif??" Tanya Alfa.
"Maaf... Maafkan aku membuat kalian menunggu... Handphoneku mati jadi aku berikan pada Rio untuk diperbaiki." Ucap Ashel menyesal.
Pasti handphonenya mati karena kemarin. Tebak Renasya dalam hati.
"Kenapa nggak beli yang baru Shel?? Lo kan adiknya holkay." Tanya Devan.
"Nah kan sama kayak kakak gua, udah beberapa abad handphonenya gak ganti ganti." Ucap Celani.
"Wih kakak lo setia juga ama handphonenya ya... Hahaha." Ucap Fanya sembari tertawa kecil.
"Udah ketawanya entar cewek bombai.... Kita berangkat yuk." Ucap Alfa membuat Fanya melotot.
"Cewek bombai?!!! Lo kali cowok kecebong." Ucap Fanya tak terima.
"Eh, eh, cowok seganteng gua dibilang kecebong dasar cewek bombai!" Ucap Alfa lagi.
"Udah, udah... Kalian jangan berantem, kapan berangkatnya kalau gini??" Ucap Renasya menyela.
"Diem lo bininya Calvin!" Ucap Alfa sontak membuat Calvin tersedak.
"Al, sembarangan kalau ngomong... Gua udah punya Yasya." Ucap Calvin melotot.
"Rena udah punya pacar, lain kali kalau ngomong disaring dulu Al." Ucap Celani.
"Emangnya kopi disaring?? Lo juga deket banget sama Ashel, jangan jangan kalian..." Ucap Alfa dengan mata selidiki dan membuat Farrel tak suka.
"Heh gua gak ada apa apa woy, kita itu kan sahabatan aja ya nggak Shel??" Ucap Celani.
"Iya, yang Ela katakan benar." Sahut Ashel meskipun dia tadi berharap lebih. Saat itu Alfa merangkul leher Ashel.
"Tenang bro, gua juga jomblo... Yok kita berangkat." Ucap Alfa.
"Let's go!!!" Ucap mereka bersemangat. Mereka pun berangkat menuju ke pantai seperti yang direncanakan.
Di Vila Alzero
__ADS_1
Tampak Zaina tengah sibuk membuat donat dibantu pelayan barunya. Sejak Ashel pergi, Zaina terlihat bahagia namun ada rasa khawatir. Namun, Zaina menapis rasa khawatirnya itu. Saat itu tampak telefon masuk.
"Bik lanjutin ya, aku angkat telefon dulu." Ucap Zaina.
"Baik nyonya." Jawabnya.
📞
“Hallo sayang?” Ucap seseorang di seberang sana.
“Sayangan pekerjaan kamu kan mas daripada aku.” Ucap Zaina terdengar kesal.
“Aku akan berhenti bekerja sayang, Rio dan Alzero sudah banyak membantu ku... Aku akan pulang ke Indonesia.”
“Mas mau pulang??? Kapan mas??” Tanya Zaina antusias.
“Rahasia dong sayang.”
“Mas ih... Udah berapa tahun kamu di luar?? Tahun ini di Italia, tahun lalu di Jerman... Padahal aku udah pake uang kamu banyak tapi masih nggak berkurang kurang.” Ucap Zaina tampak kesal.
“Sayang semua itu untuk persiapan saat anak kita menikah nanti, untuk cucu cucu kita juga nantinya.”
“Tidak, nanti istrinya Alzero akan bernasib sama sepertiku.” Ucap Zaina.
“Alzero akan tetap di Indonesia, dia tidak akan kemana mana... Soal perusahaan di Jerman, Italia dan Amerika akan dikendalikan Alzero di Indonesia... Jadi kamu tidak perlu khawatir.”
“Baguslah, oh iya mas... Anak pungut itu sudah pergi dari vila.” Ucap Zaina.
“Sayang, dia Ashel... Jangan memanggilnya begitu, kasihan dia.”
“Nggak kamu, nggak anak kamu sama sama belain anak pungut itu... Aku tutup telefonnya.” Ucap Zaina terdengar kesal.
Tut.
Zaina memutuskan jaringan telefonnya tanpa menunggu jawaban dari suaminya. Saat itu tampak Alzero datang dan melihat wajah kesal ibunya. Sadar Alzero datang, Zaina menatapnya tersenyum.
"Sayang... Kamu baru pulang?? Dimana Lala?? Katanya mau kenalin ke bunda??" Tanya Zaina antusias. Baru mengatakan hal itu tampak Lala mengintipnya dari balik tubuh Alzero. Dia memiliki trauma saat dibesarkan di panti asuhan.
"Jangan takut, bunda orang yang baik." Ucap Alzero. Namun Lala menggelengkan kepalanya dan bersembunyi dibelakang Alzero.
"Aku takut." Lirih Lala. Namun saat itu, Zaina datang menghampiri Lala.
"Wah kau yang bernama Lala?? Cantik sekali kamu sayang, nggak heran Alzero begitu menyayangimu." Ucap Zaina lembut. Hal itu membuat Lala menatapnya.
"Tidak apa apa... Bunda orang yang baik." Ucap Alzero menyakinkan Lala.
Dia sebenarnya orang yang baik, tapi kenapa dia jahat pada Ashel?? Batin Alzero. Akhirnya Lala membiarkan Zaina mengajaknya duduk disofa. Diikuti oleh Alzero yang duduk didepannya.
"Siapa nama panjangmu sayang??" Tanya Zaina lembut.
"Ranadiacella." Jawab Lala lirih.
"Wow nama yang indah, sama seperti wajahnya... Oh iya kapan kalian berdua menikah??? Sekarang?? Besok??? Atau—"
"Ti... Tidak nyonya, aku belum ingin menikah." Tolak Lala secara halus.
"Jangan panggil aku nyonya sayang... Panggil saja bunda, sama seperti Al memanggilku... Ayo panggil aku bunda." Ucap Zaina berharap.
"Bunda?" Ucap Lala lirih membuat Zaina memeluknya bahagia.
"Wah senangnya... Oh iya sayang, bunda sedang membuat donat untukmu, kau mau lihat." Ucap Zaina. Belum Lala menjawab, Zaina menariknya untuk ikut dengannya.
Ku harap dengan bunda memperlakukan Lala dengan baik, itu akan mempercepatku menikahi Lala. Batin Alzero sembari tersenyum.
Yahooooo!!! Ini dia bambang Gavin yang baru ganti warna rambut😆 Gimana?? Ganteng kan?? Wkwkwk😂😘😘
__ADS_1
(Visual Renasya Arabella)