
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND KOMENNYA YA๐ ๐๐
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA SEMUA๐๐
I LOVE YOU READERS๐๐
๐ฅMHKOT๐ฅ
Plakkk!!!
Sebuah tamparan keras mendarat pada pipi Kenzo. Kenzo hanya terdiam, dalam pikirannya dia hanya memikirkan Alina. Iya, hanya itu yang Kenzo pikirkan.
"Jadi apa benar itu tujuan kamu Ken??? Jawab Mommy!!!" Ucap Lina dengan nada tinggi.
"Iya mom." Jawab Kenzo lirih.
Plakkk!!!!
Lina lagi lagi menampar Kenzo. Dicko tak ikut campur, mengingat saat ikut campur akan berakhir pinsan. Saat ini Dicko tengah memikirkan cara menjelaskan pada Roni.
"Tapi itu dulu mom... Sekarang Ken bener bener cinta sama Alina... Ken sayang sama dia mom." Ucap Kenzo dengan mata berkaca kaca.
"Kalau kamu cinta kenapa biarin Alina pergi ha?!!! Ken, rumah tangga itu bukan seperti sekolah yang biasa kamu bikin onar... Roni bilang Alina tidak ada di rumahnya, katakan apa yang akan kamu jelaskan pada Roni?!! Katakan Ken!!!" Bentak Lina membuat Kenzo terdiam. Tampak Lina duduk disamping suaminya dan menangis.
"Mommy jangan nangis." Ucap Celani yang baru kali ini melihat sang ibu marah besar.
"Mas gimana kita jelasin ke Roni?? Katakan mas..." Ucap Lina. Dicko terdiam menatap Kenzo yang menunduk dengan air mata mengalir. Dicko tau jika Kenzo benar benar sangat menyesal di lihat dari ekspresinya.
"Ayo mas kita pergi dari sini, biarkan Ken selesaikan masalahnya sendiri." Ucap Lina. Tampak Kenzo meraih tangan Lina dan bahkan memegangi kaki Lina.
"Mommy jangan pergi, please bantuin Ken mom.... (Lina tidak menghiraukan Kenzo.) Mommy!!! Mom!!!" Teriak Kenzo. Lina tidak memperdulikannya. Dia pun masuk kedalam mobil bersama Dicko dan Celani.
"Kakak...." Lirih Celani tak tega melihat sang kakak menderita. Meskipun sering bertengkar, tapi Celani menyayangi Kenzo begitu juga sebaliknya.
"Kenken." Panggil Madira sembari menepuk bahu Kenzo. Kenzo berbalik dan memeluk Madira. Madira hanya terdiam, baru kali ini dia melihat sisi Kenzo sebenarnya. Karena biasanya, Kenzo akan melawan meskipun dia tau jika dia salah.
"Oma jangan pergi yah... Ken butuh penyemangat buat nyari Alina... Ken mohon Oma." Ucap Kenzo. Madira menepuk punggung Kenzo guna menenangkan.
"Oma tidak akan pergi, tapi carilah Alina... Dia membawa cicit Oma." Ucap Madira. Kenzo menghusap air matanya dan melepaskan pelukannya.
"Ken cari Alina dulu Oma... Assalamualaikum." Pamit Kenzo.
__ADS_1
"Walaikumsalam... Hati hati." Jawab Madira. Kenzo menganggukan kepalanya pelan kemudian mengendarai motornya.
Di Kediaman Saputra
Gavin tengah menikmati sarapan pagi bersama keluarganya dan calon istri juga calon mertuanya. Gavin tersenyum saat Ravin memberikan perhatian penuh pada Arina. Bukan iri, melainkan Gavin merasa jika Ravin memiliki perasaan pada Arina tanpa dia sadari.
"Ekhem!! Ciee abang, Arina udah gede kali bang... Perhatian banget sih." Ucap Gavin memancing membuat Ravin memutar bola matanya.
"Kayak gak tau aja, kakak kamu kan dari kecil manjain si Arina... Pasti Ravin nganggepnya anak kecil." Ucap Saras sembari tersenyum menatap putra sulungnya. Sedangkan Maria hanya tersenyum melihat kehangatan keluarga Saputra sebenarnya.
"Maaf den, den Kenzo ada di luar... Katanya pengen ketemu." Ucap bik Gita.
"Kenzo?? Tumben... Bentar yah ma, pa." Pamit Gavin kemudian menghampiri Kenzo yang ada di halaman rumahnya.
"Ken tumben loโ"
"Tolongin gua." Ucap Kenzo dengan tatapan kosong.
"Ken, Ken... Lo kenapa?? Lo oke oke aja kan??" Tanya Gavin khawatir.
"Bantuin gua nyari Alina." Jawab Kenzo.
"Jadi itu yang terjadi... Gua udah duga, cepet atau lambat Alina juga bakalan tau Ken... Oke gua bantuin lo nyari dia." Ucap Gavin.
"Thanks." Jawab Kenzo.
Astaga, kenapa kutukan gua jadi nyata?? Nah kan, si Ken udah bucin berat baru tau rasanya ditinggalin. Batin Gavin.
"Tapi Ken, lo gak sempet liat siapa yang ngirim rekaman itu?? Gua inget betul kemarin cuman kita berdua." Ucap Gavin. Kenzo langsung menyalakan ponselnya dan alangkah terkejutnya saat melihat pesan dari Aurel.
(Aurel)๐ฌ
Aurel: Happy anniversary yang ke 6 bulan buat lo Ken... Nikmati hadiah dari gua oke??
"Sial!!" Umpat Kenzo. Gavin merampas ponsel Kenzo sedangkan Kenzo menyandarkan punggungnya pada sofa. Dia menatap langit langit rumah Gavin yang bewarna gold itu.
Alina... Lo kemana?? Batin Kenzo.
"Udah Ken, ada gua Raefal sama Daddy Al... Kita cari bareng bareng Alina... Mending lo sarapan dulu, gua tau lo belum makan kan?? Jangan sampe lo sakit dan gak bisa nyari Alina." Ucap Gavin sembari menepuk bahu Kenzo. Dia pun mengajak Kenzo untuk bergabung sarapan.
Seusai sarapan, Raefal dan Alzero datang. Dan begitu mendengar cerita dari Kenzo, Raefal merasa bersalah.
__ADS_1
Tega lo Rel, gua udah relain sahabat gua biar lo jangan ganggu Ken lagi... Tapi kenapa malah ini ulah lo... Sial! Umpat Raefal.
"Rio sudah mengarahkan anak buahnya mencari di penjuru kota ini." Ucap Alzero sembari memasukan ponselnya kedalam saku.
"Nah kalo gitu, kita cari Alina disekitar sini." Usul Raefal. Ketiga sahabatnya pun menganggukan kepalanya dan pergi mencari Alina.
"Alina... Lo kemana??" Lirih Kenzo. Mereka pun berpencar mencari keberadaan Alina.
5 Bulan Kemudian
Banyak yang terjadi 5 bulan terakhir ini. Ashel kini sudah menjadi ketua osis seperti sebelumnya. Sedangkan untuk Celani dan Farrel mereka menjadi berselisih karena Ashel kembali menjadi ketua osis. Fanya dan Alfa yang dulu sering gaduh sekarang sudah menjalin hubungan. Renasya dan Calvin masih dalam tahap pendekatan. Calvin masih ragu untuk menyatakan perasaannya lantaran Valdo masih mengejar Renasya.
Untuk Gavin, dia sudah resmi bertunangan dengan Nia dan akan meresmikan hubungan mereka di pelaminan bulan depan. Begitu juga untuk Lala dan Alzero namun mereka akan menikah beberapa pekan lagi. Untuk Raefal, dia diam diam mencari keberadaan Mita sembari mencari Alina.
Dan Kenzo?? Jangan ditanya dia mencari keberadaan Alina tanpa memikirkan kesehatannya yang bisa dibilang down. Kenzo terlalu berlebihan untuk mencari Alina. Kadang Kenzo tidak makan seharian dan terlalu sering pergi kemana mana. Madira sudah memintanya untuk istirahat beberapa hari namun Kenzo menolak. Dia ingin menemukan Alina agar saat anaknya lahir, Kenzo berada disampingnya.
Pagi ini Kenzo bangun dari tidurnya dengan wajah kusam. Dia duduk dibibir ranjang guna mengumpulkan kesadaran. Setelahnya, Kenzo menatap foto Alina tanpa ekspresi. Dia sangat merindukan sosok istri yang memanjakannya dan perhatian padanya.
"Sayang, kamu dimana??" Lirih Kenzo sembari menghusap foto istrinya yang tersenyum dan wajah natural tanpa make up. Kenzo menghela napas panjang dan hendak menuju ke kamar mandi. Langkahnya terhenti saat ponsel miliknya berdering. Segeralah Kenzo mengangkatnya.
๐
โHallo Ken??โ
โIya Vin, lo dapet sesuatu??โ Tanya Kenzo.
โGak bisa dijelasin di telefon... Lo ke rumah gua aja ntar.โ
โOke oke... Gua mandi dulu.โ Jawab Kenzo kemudian mematikan telefonnya.
Dia pun mandi dan bersiap ke rumah Gavin. Madira sempat memintanya untuk sarapan, namun Kenzo menolak dan langsung pergi. Sesampainya di rumah Gavin, tampak Gavin menunggu bersama Alzero dan Raefal.
"Lo nemuin sesuatu??" Tanya Kenzo.
"Rio bilang anak buahnya liat Alina di sekitar bandung... Tapi sialnya, mereka ketahuan dan Alina mengancam akan menggugurkan anaknya kalo sampe lo nemuin dia." Jawab Gavin membuat Kenzo menghela napas panjang.
"Gimana mau jelasin sedangkan Alina sendiri gak mau ketemu gua... Apa ada cara lain?" Lirih Kenzo.
(Mbak Alina yang bikin bambang Kenzo bucin parah๐๐ป๐)
__ADS_1