My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 47


__ADS_3

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


👩‍💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕


👩‍💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘


👩‍💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘


👩‍💻Terima kasih dan happy reading semua❤


📖📖📖


👩‍💻I Love You Readers❤❤❤❤❤


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


"Tidak perlu malu, semua memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing." Ucap Ashel membuat Renasya terdiam. Akhirnya mereka berdua pun membayar belanjaan mereka bersama.


"Gua pulang dulu ya Shel, takut temen gua nungguin... Ntar juga gua bakalan dateng ke Vila lo sama temen temen gua." Ucap Renasya.


"Tentu, aku akan menunggu kalian disana." Jawab Ashel. Renasya pun pergi berlawanan arah dengan Ashel. Jarak Vila Ashel dengan supermarket cukup dekat jadi Ashel hanya berjalan kaki.


"Apa Ela juga ke tempat Rena??? Apa perlu aku mengajak Farrel??" Lirih Ashel.


We're are you unity...


Ponsel milik Ashel berbunyi. Ashel berhenti sejenak dan menatap ponselnya. Rupanya itu telefon dari Farrel. Dan segera Ashel mengangkat telefonnya.


📞


“Hallo Ashel, astaga lo kenapa pindah gak bilang bilang sih??” Ucap Farrel terdengar kesal.


“Kau tau darimana??” Tanya Ashel kaget.


“Gua ke rumah lo, dan Rio yang kasih tau... Lo dimana sekarang?? Gua sama temen temen mo ngumpul bareng sama lo.” Jawab Farrel di seberang sana.


Sepertinya memang sudah takdir Farrel dateng... Dan aku tidak bisa menolaknya. Batin Ashel.


“Iya, aku tunggu di Vila nomor 21 di jalan Kenanga.” Ucap Ashel.


“Oke, 10 menit gua sampe.” Jawab Farrel di seberang sana.


“Jangan ngebut!” Peringat Ashel.


“Siap daddy.” Jawab Farrel di seberang sana.


Tut.


Farrel memutuskan jaringan telefonnya. Tampak Ashel menghela napas panjang.


Apa aku bisa egois jika mereka saling suka?? Batin Ashel.


Ashel pun memasukan ponselnya kedalam sakunya dan kembali berjalan menuju ke vila. Dia langsung bergegas memasak untuk menyambut kedatangan teman temannya.


Di Apartemen Renasya


Tampak sebuah mobil bewarna putih terparkir disebelah mobilnya. Menandakan jika teman temannya sudah datang dan pasti sedang menunggu nya. Sesuai dugaan tampak Fanya dan Celani tengah duduk di sofa ruang tamu.


"Nah, dateng juga lo... Habis belanja nih yeee." Ucap Fanya sembari menaik turunkan alisnya. Renasya pun mengerti dan memberikan satu kantong kresek cemilan.


"Nih, gak usah ngode ngode juga gua udah tau." Ucap Renasya.


"Wow, thank you so much." Ucap Fanya sembari mengedipkan sebelah matanya membuat Renasya jijik.


"Hih centil.... Kalian ke kamar gua dulu aja, gua mo taruh belanjaan di kulkas." Ucap Renasya.

__ADS_1


"Oke." Jawab keduanya tampak bersemangat.


Cklekk!


Mereka pun masuk kedalam kamar Renasya dan duduk di sofa sembari menonton televisi seperti biasanya. Beberapa saat kemudian tampak Renasya masuk.


"Eh kalian tau nggak?? Si Ashel ngundang kita makan siang di vila barunya." Ucap Renasya sembari duduk berhadapan dengan Fanya dan Celani.


"Vila baru?? Emang Ashel pindah??? Kok gua gak tau." Ucap Celani.


"Iya, tadi gua gak sengaja ketemu dia... Dia lagi belanja kebutuhan dapur keknya, terus aku nanya nanya... Ternyata dia baru pindah alasannya sih biar lebih deket sama sekolah, terus yang paling bikin gua kaget dia bisa masak." Jelas Renasya.


"Astaga si Ashel, udah ganteng, ramah, bisa masak pula... Apalah dayaku yang cuman bisa masak mie instan sama telur ceplok doang." Ucap Fanya kagum.


"Lah gua masak air doang." Ucap Celani santai membuat kedua sahabatnya terdiam.


"Agak gimana ya, cowok bisa masak lah kita pegang pisau buat motong bawang juga kagak pernah." Ucap Fanya diiringi tawa kecil dari Renasya dan Celani.


"Gimana?? Ini bentar lagi mo makan siang, gua penasaran gimana Ashel pas masak." Ucap Renasya.


"Ekhem... Jangan jangan lo naksir yah sama si Ashel... Valdo dikemanain." Ejek Fanya membuat Renasya memukul kecil lengan sahabatnya.


"Ya kagak lah, gua kan cuman penasaran doang." Ucap Renasya.


"Udah, udah... Ribut mulu perasaan, ayo kita ke vilanya si Ashel... Gua juga laper." Ucap Celani dengan entengnya.


"Lah anj*r... Ela lo udah kasih tau ke Ashel soal lo manfaatin dia??" Tanya Renasya.


"Belum, nunggu sampe gua bener bener kepilih baru deh gua jujur ke dia." Jawab Celani.


"Lo nggak kasihan kalo dia suka sama lo terus—"


"Ya gua tolak baik baiklah Renasya Arabella." Ucap Celani membuat Renasya terdiam.


"Let's go." Ucap Celani dan Fanya bersamaan. Mereka bertiga pun menuju ke Vila Ashel.


Di Vila Ashel


Tampak Ashel tengah berkutat didapur dibantu oleh Calvin sahabatnya. Sedangkan Farrel sibuk ngegame bersama Alfa dan Devan sibuk pacaran dengan Marsya melalui telefon. Saat itu terdengar bel Vila berbunyi.


"Kalian.... (Ashel menatap mereka yang tampak sibuk.) Sepertinya harus aku yang membukakan pintunya, Cal aku buka pintu dulu ya." Ucap Ashel dan diangguki oleh Calvin.


Cklekk!


"Kalian udah dateng, masuklah dan bergabung dengan mereka." Ucap Ashel mempersilahkan Celani dan kedua sahabatnya masuk. Namun Renasya dan Fanya masih terdiam ditempat membuat kening Ashel berkerut.


"Kalian baik baik aja??" Tanya Ashel.


"Huwaaa!! Ashel lo ganteng banget sih, udah ganteng pinter masak pula... Maulah gua diajak kawin lari sama— Hummppph." Jawab Fanya terjeda lantaran Renasya membungkam mulutnya.


"Hehe, Shel dia biasa bercandanya ngalir kek paralon rucika.... Jadi maklumin ya." Ucap Renasya dan direspon anggukan kikuk dari Ashel.


"Eh Celani lo juga kesini." Ucap Farrel seketika meletakan ponselnya.


"Lo juga, kebetulan banget dah." Jawab Celani sembari tertawa kecil. Tampak diam diam Ashel menatap Celani sebelum akhirnya kembali ke dapur.


"Etsss Fanya lo mau kemana??" Ceghat Renasya.


"Gua mau liat jodoh gua masak." Jawab Fanya sembari berlari ke dapur.


"Fanya!" Panggil Renasya sembari menyusul sahabatnya itu.


"Temen lo kenapa Cel??" Tanya Farrel.


"Biasa lagi bucin, oh iya besok kita jadi kan kempingnya??" Jawab Celani kembali bertanya.

__ADS_1


"Jadi dong." Ucap Farrel sembari tersenyum. Sedangkan didapur, Ashel dan Calvin merasa sedikit terkejut saat tiba tiba Fanya muncul.


"Fanya, kamu kenapa kesini?? Tidak ikut bergabung mereka??" Tanya Ashel.


"Gua mau liat pangeran masak... Eh maksud gua, kalian masak hehehe." Jawab Fanya sembari duduk kursi tepatnya diruang makan. Karena bagian dapur dan ruang makan cukup dekat jadi Fanya bisa melihat Ashel dan Calvin dengan jelas.


"Dia temen lo Shel??" Tanya Renasya menatap Calvin.


"Iya, dia Calvin." Jawab Ashel.


"Kok gua gak pernah liat dia disekolah??" Tanya Renasya lagi.


"Gua beda sekolah sama Ashel, kalian temennya ya... Salam kenal gua Calvin." Kali ini Calvin yang menjawab.


"Iya, gua Rena dan ini Fanya." Ucap Renasya.


Saat itu tampak Calvin menyajikan masakannya. Ada ayam goreng, kepiting balado, sop brokoli, lobster pedas manis dan tumis kerang. Ada juga makanan penutup seperti pudding dan salat buah.


"Biar gua bantu menyajikannya." Tawar Renasya.


"Tidak perlu, kamu panggil aja mereka kesini." Jawab Ashel sembari tersenyum.


"Oke deh." Ucap Renasya kemudian pergi.


"Gua bantu nata piring sama gelas ya... Please." Ucap Fanya memohon.


"Ah iya." Jawab Ashel sembari tersenyum. Beberapa saat kemudian tampak lainnya datang.


"Wihh... Enak nih gila, daddy Ashel ama om Calvin is the best emang." Puji Farrel.


"Om palalu, gua tendang lo baru tau." Kesal Calvin membuat Farrel tertawa kecil.


"Besok yang masak si Ashel sama si Calvin aja... Gua sih kerjaannya tinggal makan." Ucap Alfa.


"Eh bener juga lo Al... Tumben pinter." Ucap Devan sedikit mengejek.


"Pinter lah, emangnya lo pinter pacaran doang." Ejek Alfa membuat Devan menatapnya tajam.


"Makanlah... Kalian pasti belum makan siang." Ucap Ashel sembari duduk disebelah Renasya. Padahal tadinya dia ingin duduk disebelah Celani namun Celani duduk disebelah Farrel. Dekat bahkan sangat dekat.


"G*la Ashel, Calvin.... Masakan kalian enak banget!! Kek masakan mommy gua." Puji Celani.


"Lah baru tau lo Cel, makanya dulu pas kemah yang dapet mendali emas memasak kan regunya Ashel." Ucap Alfa sembari memasukan sesuap nasi dan lauk kedalam mulutnya.


"Yah pantesan regunya Ashel menang pas kemah dulu... Orang ketuanya aja kek gini, pasti disiplin banget ke anggotanya." Timpal Renasya.


"Hooh, tau nggak dulu dia rela jaga didepan tenda gegara gapura regu hampir roboh... Iya nggak Shel??" Ucap Farrel sembari menatap Ashel. Tampak Ashel memakan makanannya sembari melamun.


"Shel??" Ucap Renasya sembari menepuk bahu Ashel. Tampak Ashel tersadar dari lamunannya.


"Maaf, ada apa Rena??" Tanya Ashel sembari menatap Renasya.


"Nah kan kebiasaan ngelamun, untung gak kesambet lo Shel." Ucap Devan sembari tertawa kecil. Hal itu membuat Ashel tersenyum kikuk.


"Mikirin apa sih lo?? Duit??? Lo punya banyak... Pasti happy lah hidup lo, masih aja ngelamun." Timpal Alfa tanpa tau beban seorang Ashel sebenarnya.


"Ya kali aja si Ashel lagi mikirin pacaranya... Iya nggak Shel??" Ucap Celani. Dan direspon tawa kecil dari lainnya sedangkan Calvin Farrel dan Ashel hanya terdiam.


Eh gua salah ngomong yah?? Kok Farrel Calvin sama Ashel diem aja?? Batin Celani.


Haish, jalankan pacar... Udah 2 kali Ashel nembak cewek yang dia suka, jawabannya nggak karena Ashel dimanfaatin oleh mereka... Pengen banget gua bunuh ntu cewek tapi inget dosa. Batin Calvin.


Gimana Ashel mau dapet pacar, kalo semua cewek dianggep sahabat doang... Haduh... Batin Farrel.


Mereka semua pun menghabiskan makan siang mereka. Sesekali diselingi tawa dan candaan dari mereka.

__ADS_1


__ADS_2