My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 61


__ADS_3

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


👩‍💻Sebelum membaca, biasakan like, vote, dan komentarnya readers😘💕


👩‍💻Jangan Lupa mampir ke karyaku yang lain ya❤😘


👩‍💻Ingat, ini hanya imajinasi author dan tidak bermaksud menjelek jelekan profesi atau lainnya😉🤗😘


👩‍💻Terima kasih dan happy reading semua❤


📖📖📖


👩‍💻I Love You Readers❤❤❤❤❤


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


"Al.... Lo... Lo tuan muda Caesar?? Keluarga terkaya seasia itu??" Tanya Kenzo dengan wajah tak percaya.


"Tidak ada waktu untuk menjelaskan." Jawab Alzero.


"Al lo—"


"Kenzo udah... Kita minta penjelasannya lain waktu, sekarang Al masih terpuruk jadi biarkan dia menenangkan diri." Ceghat Gavin membuat Kenzo menatap Alzero.


Yang Gavin omong emang bener, gua minta penjelasannya lain waktu aja. Batin Kenzo. Dia pun duduk disamping istrinya. Terlihat jelas Alina mengantuk dan kelelahan. Setelah diterkam Kenzo, Alina langsung pergi membuatnya tidak ada waktu untuk istirahat.


"Kalian pulang saja, biar aku disini... Kenzo sepertinya istrimu kelelahan jadi—"


"Apa yang lo omongin Al?! Gua masih kesel sama lo yang gak njelasin soal keluarga lo... Dan lo ngusir kita pergi, yang bener aja... Gak akan ada Black Angel kalo gak ada solidaritas... Inget itu Al." Ucap Kenzo membuat Alzero tersentuh.


"Kalau begitu kalian istirahat diapartemen ku... Tepat disebelah rumah sakit ini, kalian hanya perlu berjalan saja untuk sampai disana... Biar aku yang menunggu Ashel disini... Jangan menolak lihat wajah istrimu Ken." Ucap Alzero. Tampak Kenzo menatap Alina yang terlihat jelas sangat kelelahan.


"Oke ntar habis subuh kita kesini lagi dan giliran lo istirahat... Gak boleh nolak." Ucap Kenzo.


"Baiklah." Jawab Alzero. Kenzo pun menggendong Alina ala bridal style sedangkan Mita masih merangkul lengan Raefal manja.


"Lala kamu isti—"


"Aku akan menemanimu Ro, dan aku tidak butuh penolakanmu." Ucap Lala membuat Alzero tersenyum. Dia pun menatap Gavin Kenzo dan Raefal yang berjalan menjauh.


"Tuan muda, maaf atas keterlambatan saya... Saya baru saja menjemput tuan besar." Ucap Rio.


"Tidak apa Rio, pastikan Ashel dirawat dengan perawatan terbaik." Ucap Alzero.


"Akan saya lakukan tuan." Jawab Rio. Dia pun pergi untuk melakukan tugas dari tuan mudanya.


"Kamu kenapa Lala??" Tanya Alzero melihat raut wajah Lala yang tampak cemas.


"Tuan besar yang Rio maksud... Ayahmu Ro??" Ucap Lala menatap Alzero.

__ADS_1


"Iya... Ayahku baru kembali ke Indonesia... Kenapa kamu cemas??" Tanya Alzero.


"Ba... Bagaimana jika ayahmu tidak menyukaiku?? Bagaimana jika ayahmu justru membenciku karena aku—"


Cup.


Alzero menc*um bibir Lala singkat. Hal itu membuat Lala menatap Alzero. Seketika wajahnya memerah takala beberapa perawat yang lewat tersenyum menatapnya. Namun, Alzero seolah tak memperdulikan hal itu.


"Ayahku tidak akan membenci wanita yang aku cintai... Dia menerima semua wanita yang aku dan Ashel pilih sendiri... Ayah dan bunda tidak ikut campur soal ini asalkan....." Ucap Alzero menggantung.


"Asalkan apa Ro??" Tanya Lala penasaran.


Asalkan dia mendapatkan banyak cucu... Haish, ayahku memang membedakan. Batin Alzero.


"Asalkan aku mencintainya dan wanita yang aku cintai tidak merasa terpaksa untuk menikah denganku." Bisik Alzero membuat Lala merona.


Lala sendiri tidak merasa terpaksa. Sejujurnya dia sangat sangat mencintai Alzero sejak dia tau Alzero benar benar serius dengan perasaannya. Namun, Lala masih belum tau seperti apa keluarga Alzero sebenarnya. Dan itu membuat Lala takut mengungkapkan perasaannya.


"Maaf mengganggu tuan, tuan muda Ashel sudah dirawat di ruang VIP 2105... Anda bisa menemuinya sekarang." Ucap Rio.


"Ashel masih kritis??"


"Sepertinya begitu tuan." Jawab Rio.


"Rio buat surat keterangan sakit ke sekolah Ashel... Biarkan dia libur sampai dia sadar dan benar benar sembuh." Ucap Alzero.


"Kak Al." Panggil Calvin.


"Maaf tuan, saya yang memberitaukan hal ini padanya." Ucap Rio.


"Tidak masalah." Jawab Alzero.


"Kak Al, bagaimana keadaan Ashel?? Dia baik baik aja kan??" Tanya Calvin cemas.


"Ini baru jam 1 pagi Calvin, kenapa kamu datang kemari??"


"Karena Ashel kecelakaan, dia sahabatku kak... Aku tidak peduli mau pagi siang atau malam aku akan datang menemani Ashel... Bagaimana keadaannya kak??" Tanya Calvin.


"Dia kritis, dokter bilang kesempatan dia bangun sangat tipis." Jawab Alzero membuat Calvin terkejut. Tampak Calvin menundukan kepalanya.


"Kenapa Ashel tidak pernah bahagia?? (Calvin menatap Alzero dan memberikan kotak yang dia bawa.) Sepertinya ini untukmu kak, ku pikir Ashel kecelakaan ringan jadi aku ke Vilanya... Vila tidak dikunci dan aku melihat ini di meja." Jelas Calvin. Alzero kembali duduk dan membuka kotak tersebut.


Ternyata foto yang Alzero kira sudah hilang ternyata masih ada. Bahkan Ashel tampak membingkainya dengan sangat indah dan elegan. Di foto itu hanya ada Ashel yang dipangku ayahnya sedangkan Alzero tengah membaca buku. Saat itu Ashel masih berumur 3 tahun dan Alzero 6 tahun. Mata Alzero berkaca kaca melihatnya.


"Ro, dibalik fotonya." Ucap Lala. Alzero membalikan foto tersebut. Ternyata ada tulisan di sudutnya.


“Selamat Ulang Tahun kakak, terima lah hadiah kecil dari adikmu ini... Kakak jangan menangis saat melihatnya ya itu berarti kakak cengeng^_^”


"Terima kasih Ashel." Lirih Alzero. Alzero pun menuju ke ruang dimana Ashel dirawat.

__ADS_1


"Silahkan tuan." Ucap Rio mempersilahkan mereka masuk.


Mereka bertiga pun masuk sedangkan Rio menunggunya diluar. Alzero merasa sangat sakit saat melihat adiknya bernapas dengan alat bantu. Suasana hening, hanya ada suara alat pendeteksi detak jantung. Alzero memajang fotonya diatas nakas. Kemudian dia beralih menggenggam tangan Ashel yang terpasang jarum infus.


"Kakak menyukai hadiahmu Ashel... Terima kasih... Sekarang bangun dan peluk kakak Ashel." Lirih Alzero dengan air mata menetes.


Shel, bangun lo!! Lo harus kuat Shel... Demi kakak lo, dan demi cewek yang lo cintai... Bangun Ashel!! Bangun!! Batin Calvin dengan mata berkaca kaca dan mengepalkan kedua tangannya erat. Hingga mata Calvin terbelak saat melihat lebih jelas wajah Ashel.


"Kak Al, Ashel.... Dia menangis??" Lirih Calvin sembari menujuk. Tampak Alzero menatap wajah adiknya. Ternyata benar, mata Ashel mengeluarkan air mata padahal matanya masih terpejam.


"Apa dia mengeluarkan semua rasa sedihnya saat ini??" Ucap Lala. Alzero pun menghapus air mata adiknya.


"Ini pertama kalinya aku melihat Ashel menangis Lala... Kau tau?? Dia selalu membuat berbagai macam cara agar aku tertawa... Segala cara." Ucap Alzero sembari menatap Ashel.


"Tapi ini kedua kalinya untuk ku kak... (Alzero menatap Calvin.) Pertama kali aku melihatnya, saat dia terluka pada kakinya... Aku sedikit heran kenapa Ashel memintaku untuk tidur cepat jadi aku berpura pura tidur... Namun begitu aku mengintipnya, aku melihat Ashel menangis untuk pertama kalinya... Dia seperti sudah tidak tahan menahan rasa sedihnya." Jelas Calvin.


"Sepertinya kau sahabat yang beruntung... Aku sangat berterima kasih karena kau selalu setia pada persahabatanmu dengan Ashel." Ucap Alzero.


"Tidak perlu kak, Ashel sudah seperti saudaraku sendiri... Kakak dan Ashel sudah banyak membantu ku." Jawab Calvin dan hanya direspon anggukan kepala oleh Alzero.


"Ashel!! Alzero bagaimana keadaan adikmu??" Tanya seorang pria paruh baya yang memakai jas dan coat hitamnya.


"Ayah." Lirih Alzero


Di Apartemen


Apartemen Alzero terdiri tiga kamar jadi satu kamar untuk Alina dan Kenzo satu kamar untuk Gavin dan Raefal sedangkan satunya lagi untuk Mita. Alina yang kelelahan itu berniat merebahkan dirinya diatas ranjang. Namun, Kenzo menceghatnya membuat Alina menoleh.


"Kenapa??" Tanya Alina. Tampak Kenzo membungkukan badannya dan menujuk bibirnya.


"Paham kan maksud gua??" Ucap Kenzo.


"Hanya itu saja kan??" Tanya Alina.


"Iya... Oh atau jangan jangan mau gua—"


"Tidak tidak... Bukan begitu maksudku." Ucap Alina sembari menunduk.


Alina langsung menc*um bibir Kenzo sekilas. Setelahnya dia pun merebahkan dirinya diatas ranjang. Saat akan memejamkan matanya, dia terkejut saat tangan Kenzo tiba tiba melingkar di pinggangnya. Kenzo menc*um curuk leher Alina membuat Alina merasa geli.


"Tidur cupu." Bisik Kenzo.


"Jangan seperti ini Ken, ini geli." Ucap Alina membuat Kenzo terkekeh.


"Baiklah, tidur waktu istirahat kita singkat." Ucap Kenzo. Alina pun memejamkan matanya perlahan. Keduanya pun terlelap dalam tidurnya masing masing.


Kenzo sang kapten basket bergelar raja onar itu tidak sadari jika dia mulai membuka hatinya untuk istrinya. Bahkan nama istrinya sudah terukir di hatinya. Namun rasa gengsi yang super itu membuatnya enggan mengakuinya.


Hoho maaf part pendek, adek lagi gak enak badan😭😭 Doain cepet sembuh ya biar update lebih panjang and banyak lagi, okelah skip jangan Lupa like vote dan komentarnya ya bay... I Love You Readers❤😍😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2