My Husband, King Of Trouble

My Husband, King Of Trouble
BAB 12


__ADS_3

⭐Perhatian. Jangan lupa like, vote, and komentarnya ya🤗 Dan selamat membaca semua⭐


Setelah kepergian Lina, bergantian mereka mencuci mukanya. Setelah itu, mereka pun menuju ke meja makan dimana Lina Dicko dan Celani tampak menunggu.


Pantesan kak Al kakaknya, kalo diliat liat Ashel emang agak mirip sama kak Al. Batin Celani.


"Al sini tante ambilin nasinya." Ucap Lina sembari mengambilkan nasi ke piring Alzero.


"Mom aku juga juga ambilin dong... Masa Al sama Ela doang??" Kesal Kenzo.


"Kamu sudah besar, jadi ambil aja sendiri." Jawab Lina. Dengan kesal Kenzo pun mengambil nasinya sendiri.


"Aku ini anaknya atau bukan sih??" Lirih Kenzo. Sedangkan Raefal dan Gavin tidak mau protes, karena saat ini mereka sangat kelaparan.


"Besok ada ujian?? Kalian mau lanjut dimana??" Tanya Dicko disela sela kegiatan.


"Di kampus Royal Utama Dad... Iya kan??" Jawab Kenzo membuat Dicko terkejut.


"Jangan bilang kakak kuliah disana biar nggak diawasi daddy sama mommy??" Ucap Celani sembari menatap kakaknya tajam.


"Tepat sekali... Adikku memang pandai." Jawab Kenzo. Lina pun menjewer telinga Kenzo.


"Kalau lagi makan ditelan dulu sayang... Mengerti??" Ucap Lina tampak mengancam.


"Iy... Iya mommy lepasin, bisa nggak jewer aku didepan temen temen." Ucap Kenzo memelas.


Melihat hal itu Raefal dan Gavin menahan tawa. Berbeda dengan Alzero yang tampak menatapnya dalam seolah ada yang terpendam didalam tatapannya.


"Terserah mau dimana, tapi daddy pastikan akan tetap mengawasi kalian." Ucap Dicko.


Mendengar ucapan Dicko membuat semuanya terdiam. Suasana hening, sampai mereka selesai makan malam. Gavin Raefal dan Alzero pun pamit untuk pulang karena memang hari sudah larut.


"Hati hati ya, jangan mampir mampir langsung pulang." Ucap Lina.

__ADS_1


"Siap tante... Kami pulang dulu." Ucap Gavin dan Raefal sembari melambaikan tangannya.


Perlahan mobil yang mereka kendarai pun menjauhi area kediaman Azura. Kenzo pun masuk dan langsung tiduran di sofa sembari menyalakan televisinya. Lina Celani dan Dicko pun ikut duduk disofa.


"Kakak awas ih... Aku mau duduk disini." Ucap Celani sembari menggoyang goyangkan tubuh Kenzo.


"Ah udah enak disini... Ribet amat duduk disitu nggak bisa?? Apa disampingnya mommy." Kesal Kenzo.


"Nggak mau... Mommy kak Ken,"


"Kenzo duduk yang benar." Ucap Dicko. Dengan kesal Kenzo pun duduk dan tampak Celani tersenyum kemenangan.


"Nah gitu dong, ngalah sama adiknya." Ucap Celani sembari duduk disebelahnya.


"Ken kamu yakin mau ngelanjutin di kampus itu??" Tanya Lina.


"Yakin banget mom... Kampus itukan kampus terkenal dalam negeri, aku penasaran dengan kondisi kampusnya." Jawab Kenzo.


"Disana ada asrama, Daddy izinin kamu ngampus disana kalo kamu di asrama." Ucap Dicko. Tampak Kenzo menggeleng kuat.


"Jangan dad... Biarin kak Ken di asrama aja... Biar mandiri sama nggak buat onar lagi." Ucap Celani.


"Ela kamu..."


"Kamu benar Ela... Baiklah soal kuliah kamu serahin ke daddy." Ucap Dicko.


"Daddy kok gitu... Tau ah kesel." Ucap Kenzo kemudian meninggalkan mereka.


"Dad kayaknya daddy punya rencana ya??" Tebak Celani.


"Kamu memang anak kesayangan daddy... Daddy memang punya rencana agar kakakmu itu mau berubah." Ucap Dicko.


Sedangkan dengan Kenzo dia merebahkan tubuhnya diatas ranjang dengan wajah kesal. Tujuan Kenzo kuliah di kampus itu, agar dia dan ketiga sahabatnya bisa tinggal dengan bebas di apartemen milik Gavin yang memang dekat dengan lokasi kampus.

__ADS_1


"Daddy apaan sih, Ela juga jadi adik nggak berbakti... Masa gua tinggal di asrama... Keluar aja cuman kalo ada kepentingan keluarga atau hari libur.... Ah.... Kesel banget deh gua, hidup diatur mulu. Pengen banget jadi Al, bebas kayaknya hidupnya ringan banget tanpa beban." Lirih Kenzo.


Karena tidur cukup lama saat siang tadi, Kenzo pun duduk bersandar sembari memainkan ponselnya menghilangkan rasa bosannya sampai dia mengantuk nanti. Tampak grub chat kelas tengah ramai membahas soal ujian wisuda dan lain lain. Membuat Kenzo malas membuka grub chatnya itu. Dia pun mengirim chat ke grub nya bersama dengan ketiga sahabatnya.


💬


Black Angel👑


Me: Udah sampe belom??


(Raja Playboy mengetik...)


Raja Playboy: Belom nyangsang di supermarket, nemenin kakak gua beli barang


Me: Gabut banget gua, grub kelas bahas ujian mulu nggak bosen apa??


(Si Bungsu mengetik...)


Si Bungsu: Udah baru sampe... Namanya juga ujian akhir Ken, pasti mereka persiapin diri matang matang lah.


(Raja Playboy mengetik...)


Raja Playboy: Sejak kapan lo jadi pinter gini Fal... Udahlah gua mau tidur capek gua.


Me: Ya elah, baru juga tidur... Belum kenyang juga –_–


Kenzo menatap ponselnya kesal saat pesannya hanya di baca oleh ketiga sahabatnya. Kenzo pun meletakan ponselnya diatas nakas kemudian merebahkan tubuhnya dengan posisi terlentang.


"Kayaknya baru kemarin gua berantem sama anak anak SD... Nggak nyangka bentar lagi gua lulus, Kira kira habis lulus enaknya ngapain ya?? Nikah?? No... Lanjutin perusahaan daddy?? No... Seneng seneng?? Yes... Kalo udah lulus pasti daddy nggak batasin hidup gua lagi, secara kan gua udah besar." Ucap Kenzo.


Kenzo kembali memainkan ponselnya sampai akhirnya tertidur sampai menjatuhkan ponselnya. Wajah tampan Kenzo terlihat sangat terlelap.


Berbeda dengan Alina, dia tengah fokus belajar dengan sungguh sungguh. Alina ingin mendapatkan nilai tertinggi agar membuat ayahnya bangga.

__ADS_1


Dua makhluk berlawanan jenis ini sangat berbeda dari kepribadiannya dan sikapnya. Mungkinkah mereka bisa saling melengkapi??


__ADS_2