ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Tanpa Sadar Masuk Dunia Astral


__ADS_3

Ketika terbangun di pagi hari Leo tidak menyadari bahwa semalam ada orang yang berusaha untuk melakukan pembunuhan padanya, yang Leo rasakan adalah dirinya bisa tidur dengan nyenyak semalaman karena udara dingin yang menerpa tubuhnya saat itu benar benar terasa nyaman serta memang Leo tidak tidur selama dua hari.


"Aku harus cepat, aku harap aku bisa sampai ke Yogyakarta secepatnya agar aku bisa mendapatkan rumput laut pengikat jiwa" ujar Leo.


Leo membersihkan diri, Mengganti pakaiannya dengan pakaian baru lantas dia pergi dari hotel untuk melanjutkan perjalanan.


Leo menggunakan kemampuan meringankan tubuhnya untuk menuju tempat tujuannya, berhari hari Leo menempuh perjalanan menuju kota Yogyakarta dan selama itu pula Leo hanya menggunakan sedikit waktunya untuk beristirahat.


Leo bisa bertahan lebih lama dari rasa kantuk akibat mengalirkan kekuatan spiritual ke dalam pikirannya, selain itu Leo juga banyak mengkonsumsi permen dan coklat yang kebetulan dia beli sambil mengistirahatkan tubuhnya hingga setelah satu Minggu, Leo akhirnya tiba di tempat tujuannya yaitu kota Yogyakarta.


"Ini adalah kota Yogyakarta, tidak jauh berbeda dengan cuaca Jakarta sebelumnya tapi situasi ini benar-benar sangat aneh" Ujar Leo ketika melihat jalanan yang sangat sepi tanpa ada orang yang berlalu lalang.


Memang langit kota Yogyakarta saat ini masih gelap gulita akibat ditutupi oleh awan mendung yang sangat tebal, tapi seharusnya tidak seperti ini karena Leo bisa melihat bahwa tidak ada satupun orang yang terlihat dijalankan meskipun dia sudah berjalan lebih dari satu jam.


"Ada yang aneh dengan tempat ini, apakah karena akan hujan tempat ini menjadi begitu sepi?" Guman Leo.


Setelah berjam-jam mencari seseorang dan tidak menemukannya akhirnya Leo memutuskan untuk mencari hotel yang bisa digunakan untuk istirahat, mungkin dia bisa bertanya pada petugas hotel mengenai apa yang terjadi hingga Leo bisa melihat sebuah hotel yang dibangun di tanah kosong tanpa adanya bangunan lain di sekitarnya.


Sama seperti sebelumnya hotel itu terlihat sangat sepi tapi ketika Leo menggunakan kemampuan Mata Dewa Wang miliknya, dia hampir melompat dan kehilangan kesadaran dengan apa yang ada di depannya.

__ADS_1


Ternyata hotel yang dilihat oleh Leo saat ini bukanlah hotel yang dikhususkan untuk manusia melainkan hotel yang seluruh penghuninya adalah makhluk gaib dan siluman.


Mungkin jika tidak ada Lili di samping Leo yang membuat Leo cukup akrab dengan hantu, mungkin saat ini Leo akan jatuh pingsan atau mungkin berlari secepat mungkin menjauh dari sana.


Bisa dikatakan Lili Adalah penyelamat bagi Leo saat ini karena jika tidak ada Lili sebelumnya, Leo masih memiliki ketakutan yang sangat besar terhadap makhluk gaib.


"Di kota Yogyakarta ternyata ada hal semacam ini, aku sedikit tidak percaya dengan apa yang aku lihat, jika Lili tidak mengatakan bahwa kota Yogyakarta adalah salah satu kerajaan gaib terbesar di dunia, mungkin apa yang aku lihat saat ini bukanlah hal biasa" Ujar Leo kemudian dia melangkahkan kakinya menuju ke hotel itu untuk menginap.


Meskipun tubuh Leo bergetar ketakutan tapi dia berusaha menahan rasa takutnya karena tidak menemukan orang di kota Yogyakarta dan mungkin hanya para makhluk gaib dan hantu itu yang bisa ditanyai.


…..


Leo saat ini hanya bisa menelan ludahnya ketika berhadapan dengan resepsionis hotel, dia benar benar tidak percaya dengan apa yang ada di depannya dimana seorang wanita tanpa memiliki Bola mata seolah mengoperasikan komputer di depannya.


"Ha..hanya satu malam" Ujar Leo.


"Sepertinya tuan baru mati, aku belum pernah melihat tuan di kota ini" Ujar resepsionis itu sambil memasukkan data mengenai Leo.


"Aku memang baru mati beberapa hari yang lalu" Ujar Leo sambil menggaruk kepalanya karena memang benar dia telah dinyatakan meninggal dunia beberapa hari sebelumnya, jika bukan karena bantuan dari Putri mungkin dia tidak bisa kembali ke dunia ini saat ini.

__ADS_1


"Satu malam menginap di hotel ini harus membayar dengan 3 Aura kematian" Ujar Resepsionis itu yang membuat Leo menggaruk kepalanya.


"Anu, aku baru mati beberapa hari yang lalu jadi aku tidak tahu mengenai aura kematian ini, bisakah kau menjelaskan padaku mengenai hal ini?" ujar Leo.


"Aura kematian adalah mata uang dari dunia astral, biasanya setiap membunuh satu orang kau bisa mendapatkan satu aura kematian, dan semakin banyak aura kematian yang kau miliki maka semakin dihormati mereka di dunia astral, kau tidak bisa mencuri aura kematian dari orang lain tapi kau bisa memberikannya sebagai harga di sini, selama berabad abad aura kematian menjadi sangat berlimpah dan harga untuk setiap kebutuhan di dunia astral semakin meningkat" Ujar Resepsionis itu menjelaskan.


"Aura kematian?" Leo mengelus dagunya mencoba berpikir mengenai reaksi semua hantu dan mahluk gaib yang ada di sana ketika mereka mengetahui bahwa Leo memiliki pedang yang mengandung banyak aura kematian.


"Bisakah aku membayar dengan sedikit aura kematian ini?" Tanya Leo sambil mengeluarkan pedang berkarat yang membuat seluruh hotel bergetar dengan hebat.


Semua pandangan tertuju ke arah Leo yang mana dipandangi oleh banyak makhluk gaib dan siluman membuat Leo menelan ludahnya, jika semua itu manusia Leo tidak akan mempermasalahkannya tapi semua itu adalah mahluk gaib yang memiliki bentuk menyeramkan dan tidak mirip manusia.


Bahkan di depannya saat ini Resepsionis yang melayani Leo juga ikut menatap pemuda itu dengan tatapan kagum sekaligus hormat yang membuat Leo merasa semakin tidak nyaman.


"Tuan, Anda benar benar luar biasa, aku tidak pernah melihat orang mati yang membawa lebih dari seratus ribu aura kematian dan anda membawa lebih dari delapan milyar aura kematian" Ujar resepsionis itu hingga membuat Leo terbatuk batuk karenanya.


Dia tidak pernah menyangka pedang yang dia dapatkan dari cincin penyimpanan yang ditinggalkan putri memiliki aura kematian sebanyak itu, bahkan menyentuh angka 8 milyar yang mana jika satu aura kematian untuk satu orang, maka pedang yang ada di tangannya telah membunuh setidaknya seluruh populasi kehidupan di dunia ini.


"Akhem, ini adalah warisan dari seseorang yang sangat luar biasa, kau tidak perlu terkejut" Ujar Leo, dia mengatakan hal itu dengan cukup tenang tapi nyatanya dia dibuat cukup kebingungan karena aura kematian sebelumnya memberikan tekanan yang sangat besar padanya dan sekarang dia sama sekali tidak merasa ditekan oleh aura kematian itu melainkan tubuhnya seolah menyerap Aura kematian itu dan memperkuat basis pelatihannya.

__ADS_1


Resepsionis itu menggerakkan tangannya dan tiga titik berwarna hitam bergerak menuju ke arahnya sebelum resepsionis memasukkan titik itu ke tempat uang meja kasir.


"Tuan bisa menyimpan aura kematian milik tuan, pembayaran sudah selesai" Ujar wanita resepsionis sambil menyerahkan kunci kamar bertuliskan 227 pada Leo.


__ADS_2