ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Ujian Tahap Ketiga, Pertarungan Dony (Bag 1)


__ADS_3

"Kemana saja kau, ujian akan segera dimulai dan kau baru datang, meskipun kepala Akademi tidak ada di sini kau tidak boleh seenaknya" Ujar seorang guru yang ada di sana dengan potongan rambut yang begitu klimis dan kacamata yang sering digunakan oleh orang orang yang sering menghabiskan waktunya untuk membaca buku.


"Bukan urusanmu, aku hanya menyibukkan diriku sendiri, yang terpenting aku sudah ada disini dan ujian sudah bisa dimulai" Ujar Ryan kemudian dia menatap jauh ke atas arena yang akan menjadi tempat ujian tahap ketiga.


Ujian tahap ketiga adalah pertarungan antar sesama peserta, dalam ujian kali ini setiap peserta harus mengalahkan lawan lawannya dalam arena yang sama.


Bukan seperti pertarungan pada umumnya yang mana setiap orang harus melawan peserta yang lain sebagai lawannya, melainkan lebih dari itu, satu orang peserta harus menghadapi setidaknya sembilan belas orang yang ada di atas arena yang sama dengannya.


Bisa dikatakan bahwa dalam setiap pertarungan yang terjadi di atas arena seluruh pesertanya berjumlah 20, dari semua peserta itu akan diambil satu yang terbaik di antara mereka untuk mendapatkan nilai tertinggi, sementara itu untuk yang gagal dalam pertarungan para guru akan menentukan berapa besar nilai yang akan mereka dapatkan dari aksi mereka di atas arena.


Perlu diingat bahwa dalam ujian tahap ketiga ini nilai maksimal adalah 30 poin, nilai itu hanya akan diberikan kepada 1 orang yang bertahan di atas arena sementara yang lain menunggu keputusan dari para guru yang menyaksikan pertarungan.


Tidak membutuhkan waktu lama ujian tahap ketiga akhirnya dimulai, pertarungan pertama tidak terlalu menarik perhatian sebab dalam pertarungan itu hampir seluruhnya adalah tahap pemurnian tubuh bintang satu dan kebanyakan adalah keluarga kalangan bawah dan menengah.


Mereka tidak terbiasa dengan pertarungan sehingga pertarungan yang terjadi di atas arena terlihat seperti pertengkaran anak-anak sd yang memperebutkan bola ketika bermain sepak bola, bahkan kebanyakan orang yang gagal dalam pertarungan itu hampir seluruhnya mendapat nilai kurang dari sepuluh poin.


Pertarungan kedua mungkin adalah pertarungan yang dinanti nantikan oleh banyak orang, kandidat terkuat dalam kompetisi kali ini Dony yang sudah mencapai tahap Pemurnian Tubuh Bintang 3 akan menghadapi beberapa orang dengan tingkatan yang berada di bawahnya.


Di atas Arena, semua peserta yang akan bertanding telah siap di posisinya masing-masing, mereka semua menatap ke arah yang sama yaitu ke arah Dony karena keberadaan anak itu sangat mempengaruhi keberhasilan mereka semua dalam ujian tahap ketiga.

__ADS_1


Dengan usianya yang sudah terbilang cukup dewasa, dan identitasnya sebagai anak dari keluarga kalangan atas tidak diragukan lagi Dony pasti memiliki sebuah jurus yang cukup kuat untuk mengalahkan semua orang yang ada di sana.


Untuk mempelajari sebuah jurus, bagi orang biasa biasanya membutuhkan waktu sedikitnya 4 sampai 6 bulan, sementara untuk seorang jenius mereka bisa mempelajari sebuah jurus sedikitnya 1 sampai 3 bulan dengan pasokan sumber daya yang memadai.


Itulah kenapa bagi sebagian Hunter lebih memilih untuk mengembangkan jurus yang mereka miliki ketimbang mempelajari jurus yang baru, sebab dengan berkembangnya sebuah jurus maka kekuatan dan serangannya juga akan semakin besar.


"Kalian bisa maju bersama menyerangku, aku tau meskipun kalian bekerja sama untuk mengalahkanku kalian hanya sekelompok sampah yang tidak berguna dan kemenangan dalam pertarungan ini sudah pasti akan menjadi milikmu!" ujar Dony dengan senyuman sumringah karena dia bisa melihat bahwa lawan yang akan dihadapi dalam kompetisi kali ini hampir seluruhnya adalah tingkat pemurnian tubuh bintang 1 sementara dua di antaranya berada di tingkat pemurnian tubuh bintang 2.


Bagi seseorang yang sudah mencapai pemurnian tubuh bintang 3, jangankan dua bahkan tiga orang dengan tingkat pemurnian tubuh Bintang 2 bukanlah tandingannya.


Kesenjangan kekuatan setiap tingkat akan semakin besar ketika tingkatan itu semakin tinggi, dan hal itu juga berlaku bagi tingkat pemurnian tubuh sekalipun.


"Dasar angkuh, pertarungan belum dimulai tapi kau sudah menjelek jelekkan lawan mu, aku tidak bisa membayangkan bagaimana nantinya jika kau dikalahkan oleh mereka" suara dari luar Arena membuat Dony merasa jengkel, dan ketika dia mengetahui siapa orang yang mengkritiknya ekspresi Dony semakin terlihat buruk.


Leo lebih memilih mengurus hal lainnya ketimbang mengurus masalah Dony, karena berurusan dengan orang seperti Dony tidak akan memberikannya keuntungan melainkan hanya menghabiskan waktunya.


Sementara itu reaksi berbeda ditunjukkan oleh beberapa orang yang berada di ruangan guru, dan yang paling menunjukkan ekspresi berbeda adalah Putri dan Ronny.


Dony baru saja menarik sebuah pelatuk yang membuat dua orang itu berpikir alangkah baiknya jika Leo dan Misari benar benar bertunangan karena bagi mereka, memiliki pendukung seperti Leo bukanlah hal yang buruk.

__ADS_1


"Put, sepertinya kita akan membicarakan hal ini kepada kakak pertama dan segera melakukan pertunangan, aku bisa melihat masa depan keluarga kita akan cerah" Ujar Ronny dan Putri menganggukkan kepalanya mendengar hal itu.


"Lihat saja, jika anak itu berani menyakiti keponakanku, aku akan mengejarnya tanpa ampun meskipun latar belakangnya terlalu besar!" Ujar Putri sambil mengepalkan tangannya, tapi di sisi lain sebuah senyuman terlukis di wajahnya.


 …..


"Terserah kau saja aku tidak peduli!" Ujar Leo acuh tak acuh atas apa yang dikatakan oleh Dony.


Ketika perdebatan mereka berlangsung beberapa saat yang lalu pihak panitia sudah melakukan hitungan mundur dan melemparkan sebuah kain merah yang perlahan-lahan jatuh ke atas arena.


Ketika kain merah itu terjatuh maka pertarungan secara otomatis akan dimulai dan tidak ada alasan bagi siapapun untuk mengatakan belum siap bertarung setelah itu.


Dan benar saja beberapa saat kemudian salah seorang peserta melompat ke arah Dony dan melancarkan sebuah pukulan ke arah nya, Dony yang berada ditingkat pemurnian tubuh tentu memiliki sedikit refleks atas apa yang terjadi di sekitarnya dan ketika peserta itu menyerangnya dengan cepat Dony bergerak menyamping untuk menghindari serangan itu.


"Aku akan menyelesaikan semua ini dengan cepat dan mengamankan posisiku di akademi ini, kalian semua tidak akan memiliki kesempatan!" Ujar Dony kemudian dia mengalirkan kekuatan spiritual ke dalam tubuhnya dan siluet seekor harimau putih dengan kekuatan yang meluap luap muncul di belakang punggung Dony.


Dony menggerakkan tangan kanannya dan memukul ke lantai arena diikuti oleh siluet harimau putih yang melakukan hal yang sama.


Ketika serangan itu menghantam arena, seketika arena pertarungan bergetar dan membuat beberapa orang yang ada di atasnya terjatuh karena guncangan itu.

__ADS_1


"Cakar si Putih!" Ujar Dony dan beberapa saat kemudian ledakan cakar cakar yang terbentuk dari bilah angin keluar dari tubuh Dony, cakar cakar itu menerjang semua peserta yang ada di atas Arena membuat mereka semua berhamburan turun karena daya hancur dari setiap cakar yang bisa membuat mereka terluka serius.


Hanya dua orang yang masih berdiri di atas arena saat ini dan kedua orang itu berada pada tingkat pemurnian tubuh Bintang 2.


__ADS_2