
Crash…crash…crash…beberapa luka sayatan menghiasi tubuh Leo. Menghadapi ratusan Orbion yang berada di tingkat yang sama dengannya bukanlah tindakan yang bijak.
Meskipun Leo memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan mereka semua. Tapi untuk kekuatan spiritual yang dimiliki olehnya tidak sebanyak kekuatan yang dimiliki oleh ratusan orang.
Terlebih lagi senjata yang digunakan oleh para Orbion terbuat dari material yang sangat mengerikan dimana mungkin saja benda itu akan membunuhnya jika dia tidak berhati hati.
Untuk saat ini hanya Leo dan senjata spiritualnya yang mampu berhadapan dengan senjata milik Para Orbion, semua sekutu Leo memang kuat tapi senjata spiritual mereka akan langsung patah jika menghantam senjata milik Para Orbion.
Leo saat ini mengayunkan pedangnya ke arah Orbion di depannya. Tepat ketika Leo melakukan hal itu, ada dua pedang bergerak dengan cepat ke arahnya tapi Leo tidak peduli.
Dia tetap mengayunkan pedangnya hingga membunuh Satu Orbion yang ada di depannya tapi sebagai gantinya, dua pedang itu menancap pada tubuhnya yang sudah diselimuti oleh zirah petir.
Rasa sakit yang luar biasa bisa Leo rasakan seolah tubuhnya terbakar karena tusukan kedua pedang itu pada kedua lengannya. Tidak bisa dipungkiri bahwa kedua senjata yang menancap di lengan Leo mengandung racun yang sangat mematikan.
Racun itu terlihat jelas ketika kedua pergelangan tangan Leo mulai menghitam dengan sendirinya.
"Cara mudah untuk mengalahkanmu adalah menggunakan sebuah trik. Aku akui kau memang kuat tapi untuk melawan kami kau membutuhkan seratus tahun lagi!" Ujar pemimpin Orbion, dia mengangkat pedang yang ada di tangannya tinggi tinggi sebelum dia mengayunkan pedang itu ke arah Leo.
Melihat pedang bergerak dengan cepat ke arahnya membuat Leo menutup matanya, dia benar benar tidak pernah menyangka bahwa kematian akan menghampirinya begitu cepat tapi dia senang bahwa sebelum kematiannya, dia bisa berguna untuk banyak orang.
__ADS_1
Ketika Leo menutup matanya, dia merasakan seseorang mendorongnya menjauh. Karena itu Leo membuka matanya dan dia melihat Nyi Blorong telah kehilangan lengan kanannya akibat mendorong Leo dari serangan yang dilakukan oleh Orbion.
"Nyi Blorong, apa yang kau lakukan!" ujar Leo tapi ketika Leo mengulurkan tangannya ke arah Nyi Blorong, sebuah pukulan membuat Leo jatuh pingsan dan kehilangan kesadarannya.
Yang ada di ingatan Leo sebelum pukulan itu adalah senyuman tipis yang terlukis di wajah Nyi Blorong.
"Ibunda, bawa dia pergi, aku akan menghadang semua Orbion ini"
"Blorong, jaga dirimu, kau harus kembali" Ujar Nyi Roro Kidul lantas dia menarik Leo yang sudah tidak sadarkan diri menjauh dari sana.
Meskipun pada kenyataannya Nyi Blorong tahu bahwa dia akan mati demi menyelamatkan Leo, tapi dia tidak menyesal sedikitpun melakukannya.
"Haha, hanya satu orang yang bahkan sudah kehilangan lengan kanannya, kau bahkan lebih buruk dibandingkan dengan pemuda sebelumnya"
"Aku memang tidak sehebat dirinya tapi aku masih bisa membuat beberapa dari kalian terluka serius atau bahkan meregang nyawa" Ujar Nyi Blorong, setelah mengatakan hal itu, wujudnya mulai berubah menjadi sosok ular raksasa dengan sisik sepenuhnya berwarna emas.
Bukan hanya itu, di atas kepala ular itu juga terdapat mahkota ular dengan lima batu giok berbagai warna yang memancarkan kekuatan dahsyat yang belum pernah muncul sebelumnya.
Setelah berubah menjadi wujud ular Raksasa, Nyi Blorong membuka mulutnya lebar lebar dan asap hijau muncul menyelimuti area sekitarnya, melihat hal itu para Orbion tidak mau diam saja. Mereka melancarkan tembakan tembakan serangan dan melemparkan senjata spiritual mereka ke arah Nyi Blorong hingga terlihat darah mengalir dari luka yang dia dapatkan.
__ADS_1
Aneh memang, jika dipikir pikir makhluk dari Dunia astral tidak akan bisa dilukai dengan mudah bahkan mereka memiliki kehidupan yang abadi. Tapi hanya terkena beberapa senjata luka yang sangat parah terpampang jelas di tubuh Nyi Blorong saat ini.
"Senjata ini benar benar mampu membunuh kami, sial aku tidak bisa menahan mereka terlalu lama atau aku akan.." Nyi Blorong belum menyelesaikan kata katanya sebelum tombak melesat dan menembus kepalanya dan mengakhiri kehidupannya saat itu juga.
Kematian Nyi Blorong membuat racun yang ada di tubuhnya tidak terkendali dan langit saat ini dipenuhi oleh awan hijau, bukan awan, lebih tepatnya adalah racun.
……
"Leo, bagaimana keadaanya?" Tanya Misari begitu Leo dibawa turun oleh Nyi Roro kidul serta semua bawahannya.
"Dia baik baik saja, hanya saja lukanya cukup serius dan membutuhkan banyak waktu untuk membuatnya kembali pulih, Aku sengaja membuatnya pingsan karena jika dia sadar, dia tidak akan pernah tau kapan waktunya untuk mundur" Ujar Nyi Roro Kidul sambil meletakkan tubuh Leo di atas tanah.
"Leo…Leo…" beberapa saat kemudian yang lainnya tiba dan begitu melihat keadaan Leo, mereka semua hanya bisa menutup mulut mereka tidak percaya.
Tubuh Leo diselimuti oleh darah serta luka yang terbuka menghiasi seluruh bagian kulitnya, ada dua buah pedang yang menancap di lengan kanan dan kiri Leo dan bukan hanya itu. Mereka juga bisa melihat perut Leo terdapat luka tusukan yang sangat parah.
"Biarkan dia istirahat sebentar, seharusnya kita yang harus melakukan semuanya!" ujar Viktor menatap ke arah langit dan begitupun semua orang yang ada di sana.
Mereka menatap ke arah Langit yang dipenuhi oleh asap hijau racun yang diberikan oleh Nyi Blorong.
__ADS_1
"Aku harap Blorong baik baik saja, aku merasakan perasaan yang tidak enak" Batin Nyi Roro Kidul menatap ke atas langit.