
Sebuah pukulan mendarat tepat di perut salah satu prajurit istana laut Selatan karena selain gagal membawa pusaka yang di perintahkan sebagai tugas dari ratu mereka juga membawa kabar bahwa ada orang yang telah mengambil senjata spiritual itu dan menjadikan senjata spiritual itu miliknya, mereka juga membawa orang aneh yang tak lain adalah Jaya ke dalam dunia astral yang mana hal itu merupakan sebuah kesalahan besar di dunia gaib itu.
Jika itu adalah makhluk gaib maka ratu laut Selatan tidak akan mempermasalahkannya tapi yang mereka bawa adalah manusia yang nampak tidak memiliki rasa takut dan tanpa ragu ragu menggunakan sebuah senjata berbentuk kotak yang digunakan kesana kemari tanpa memperdulikan dirinya yang duduk di atas singgasana kebesaran Ratu Laut Selatan.
"Apakah kalian semua bodoh, mendapatkan senjata saja tidak bisa dan sekarang kalian malah membawa orang aneh ini ke kerajaan, apakah kalian benar benar ingin mendapatkan hukuman langsung dariku ha?" ujar Ratu Laut selatan sambil menunjuk ke arah Jaya yang sibuk merekam dengan kameranya yang mati.
"Maaf Ratu, bukan maksud kami membawa orang ini masuk tapi gerakannya sangat cepat sehingga ketika kami membuat portal tanpa kami sadari dia sudah masuk kemari dan dia mengikuti kami sampai di tempat ini" Ujar salah satu prajurit sambil menundukkan kepalanya.
Dapat dilihat dari raut wajah prajurit itu, saat ini dia sedang dilanda rasa takut yang luar biasa akibat berhadapan dengan sosok yang begitu kuat di depannya yaitu Ratu Laut selatan.
"Jangan mencari alasan! Hei manusia! kenapa kau menerobos masuk ke dunia astral, kau ingin mati ha!" Ujar Ratu Laut selatan sambil memukulkan tombak samudra miliknya ke lantai hingga menciptakan gelombang dahsyat yang menyapu area sekitar, bahkan Jaya juga terlempar mundur sangat jauh sampai menghantam sebuah pilar.
"Mati itu urusan lain, yang lebih penting aku bisa mendapatkan bukti mengenai keberadaan dunia astral, eh tunggu, kenapa kameraku tidak bisa digunakan?" Ujar Jaya sambil melihat kameranya yang tidak menyala dan meskipun dia memukul mukul kamera itu, tetap saja kamera itu tidak mau menyala.
"Anu, apakah kalian memiliki listrik di sini? Sepertinya kameraku kehabisan baterai" Ujar Jaya sebelum sebuah pukulan air mendarat tepat di tubuhnya membuatnya terlempar sangat jauh dan menghancurkan beberapa pilar hingga setelah pilar ke empat, tubuh Jaya menancap di sana dan seketika kesadaran orang itu hilang.
"Buang dia ke dasar samudra, aku tidak ingin melihat wajahnya lagi dan jika memungkinkan berikan dia pada ikan paus atau ikan hiu di sana, yang penting aku tidak ingin melihatnya lagi!"Ujar Ratu Laut selatan yang mana membuat beberapa prajurit menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Ah anu, maaf menyela ratu, dua hari lalu para paus minta izin untuk pergi berlibur selama satu minggu, sementara untuk para hiu, bukankah ratu meminta mereka untuk menjadi vegetarian dan makan rumput laut" Ujar salah satu penjaga sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
"Kalian tinggal pilih, melaksanakan perintahku atau kalian sendiri yang memakannya, jika kalian yang memakannya aku sarankan tambahkan sedikit penyedap rasa karena aku dengar rasa orang gila sepertinya tidak enak" Ujar Ratu Laut selatan yang mana tanpa menjawab para prajurit menarik tubuh Jaya dan membawanya pergi.
……
Setelah menghabiskan satu kantong infus, Leo akhirnya telah sadar kembali, raut wajahnya sudah cerah dan tampak luka yang dialami sudah dibalut oleh kain kasa.
Sebenarnya Leo diminta untuk beristirahat lebih lama tapi dia tidak ingin menunda waktunya sehingga ketika tidak ada yang mengawasi,Leo mencabut jarum infusnya dan pergi dari sana tanpa mengucapkan perpisahan.
Ketika Leo berniat pergi, anak yang sebelumnya dia tolong berjalan menuju ke arahnya yang mana hal itu membuat Leo harus menghentikan langkahnya karena dia tau bahwa sedikit suara dari anak itu bisa membuatnya berada di tempat itu lebih lama.
"Kau tau, aku memiliki banyak urusan yang harus dilakukan, jadi aku harus segera pergi" Ujar Leo.
"Kakak bisa pergi lewat kanan, disana tidak ada orang yang berjaga, terimakasih karena kakak sudah menyelamatkanku kemarin, jika tidak ada kakak mungkin aku sudah pergi ke dunia lain" Ujar anak itu sambil menyerahkan sebuah cincin pada Leo.
Cincin itu sama seperti cincin penyimpanan milik Leo tapi bedanya cincin itu tidak memiliki ukiran yang sama dengan cincin yang Leo kenakan saat ini.
__ADS_1
"Darimana kau mendapatkan cincin ini!" tanya Leo sambil melihat secara seksama cincin yang dipegang oleh anak kecil itu.
"Aku mendapatkan cincin ini dari pesisir pantai, karena aku melihat kakak memakai cincin yang sama maka aku memberikan cincin ini pada kakak sebagai ucapan terimakasih" Ujar anak itu dengan tulus dan Leo tidak bisa menolaknya meskipun dia tau bahwa cincin yang diberikan oleh anak itu sangat berharga.
"Terima Kasih atas pemberiannya, siapa namamu?" Tanya Leo sambil menerima cincin penyimpanan itu dan dengan wajah penuh kebahagiaan, anak itu memperkenalkan dirinya sebagai Noble.
"Nama yang bagus, karena kau sudah memberiku cincin karena aku sudah menolongmu, maka sebagai ganti karena kau sudah menolongku kau bisa menggunakan ini" Ujar Leo sambil mengeluarkan sejumlah uang dan dua botol pil yang jumlahnya jika ditotal kurang lebih satu milyar.
Leo bisa mengeluarkan lebih banyak tapi jika anak kecil yang memiliki uang banyak, pasti dia tidak akan lepas dari tangan tangan para kriminal.
"Kak, ini terlalu banyak, aku tidak bisa menerima uang sebanyak ini begitu saja termasuk kelereng kelerang milik kakak"Ujar Noble berusaha menolak uang pemberian Leo yang mana hal itu membuat Leo tersenyum tipis.
"Tenang saja, uang ini tidak seberapa bagiku, jika kau tidak mau kau bisa menyerahkan pada orang lain yang lebih membutuhkan, anggap saja sebagai ucapan terimakasih dan yang ada di dalam botol ini bukan kelereng melainkan pil, jika kau kesusahan kau bisa menjualnya, yang satu bisa menyembuhkan penyakit yang satu bisa membuat kulit menjadi lebih halus"Ujar Leo menarik tangan Noble dan memaksanya menerimanya.
"Terimakasih kakak, aku berjanji dengan uang dan pil ini aku akan membuat sesuatu yang besar hingga di masa depan bisa membantu kakak" Ujar anak itu meskipun sedikit terkejut Dangan apa yang diberikan oleh Leo, setelahnya kemudian dia menyimpan uang itu di balik bajunya karena mungkin dia juga sadar bahwa uang sebanyak itu tidak baik jika di ekspos ke banyak orang.
"Rencana yang bagus, kalau begitu aku pamit karena banyak hal yang harus aku lakukan, sampaikan pada dokter ucapan terimakasih ku" Ujar Leo kemudian dia berlari menuju ke arah yang ditunjukkan oleh Noble sebelumnya.
__ADS_1
Ketika keduanya berpisah, dari wajah keduanya sama sama terlihat senyuman kebahagiaan atas apa yang mereka beri dan apa yang mereka terima.