
Anak kecil yang ditolong oleh Dinda Mulai membuka matanya dan dia bisa mendengar Leo dan yang lainnya sedang tertawa dan bersenda gurau satu sama lain.
Anak itu melihat sekitarnya dan dia bisa melihat bahwa tempat yang ditempati saat ini bukanlah tempat tinggalnya melainkan tempat lain hingga ketika dia mengingat mengenai kedua orang tuanya, dia segera bangun dari tempatnya berbaring membuat Leo dan yang lainnya menolehkan kepala mereka ke arah gadis kecil itu.
"Kau sudah bangun, bagaimana keadaanmu sekarang, apakah ada yang sakit?" tanya Dinda menatap ke arah anak itu dan berusaha menenangkan anak itu yang terlihat kebingungan.
"Ibu dan ayah, dimana mereka?" Tanya anak itu yang mana membuat Leo dan yang lainnya saling berpandangan satu sama lain.
Sebelumnya Dinda tidak Pernah mengatakan bahwa anak itu masih memiliki orang tua yang lengkap karena dia menemukan anak itu di dekat sebuah bangunan yang roboh hingga dia menyadari sesuatu.
Ketika anak itu meminta pertolongannya, dia menunjuk ke arah reruntuhan bangunan di depannya dan dia enggan untuk pergi dari sana, Dinda berpikir bahwa mungkin kedua orang tua anak itu ada di sana sehingga tanpa mengucapkan sepatah katapun, dia berbalik dan berlari pergi.
"Dinda kau mau kemana?"Tanya Leo tapi tidak mendapatkan tanggapan apapun dari Dinda, wanita itu terus berlari tanpa memperdulikan apapun karena jika apa yang dia pikirkan benar, maka situasi dari kedua orang tua anak itu pasti berada dalam bahaya.
"Lili, kau ikuti Dinda, jangan biarkan dia bertindak ceroboh!" ujar Leo diikuti anggukan kepala gadis hantu itu yang mana setelahnya dia terbang mengejar Dinda yang berlari keluar.
"Kakak, bagaimana keadaan ayah dan ibuku, apakah mereka baik baik saja?" Tanya anak itu menatap ke arah Leo dengan wajah yang terlihat sangat panik.
"Tenang saja, kami akan berusaha menemukan orang tuamu, ngomong ngomong mengenai orang tuamu, bisakah kau menceritakannya kepada kami?" Tanya Leo sambil mengelus rambut anak itu dan dengan senang hati anak itu menceritakan mengenai kedua orang tuanya.
…..
__ADS_1
"Kak Dinda, apa yang sebenarnya kakak lakukan?" Lilii saat ini melayang di samping Dinda yang nampak sangat panik dan berlari dengan kecepatan tercepat yang dapat dia lakukan.
"Kebetulan kau mengikutiku Lili, kau harus membantuku menemukan seseorang" Ujar Dinda, selang beberapa saat kemudian mereka tiba di tempat sebelumnya yang mana ketika tiba di sana, Dinda hanya bisa mengernyitkan dahinya karena mayat pemuda sebelumnya sudah tidak ada dan hanya meninggalkan bekas noda darah di tempat.
Dinda bisa tahu bahwa mayat pemuda itu tidak dipindahkan oleh seseorang dan lebih ke menghilang secara misterius karena tidak ada tanda tanda orang yang datang dan membawa mayat itu pergi dari sana serta potongan tangan yang masih tertinggal.
"Lili, kau cari apakah ada orang didalam reruntuhan itu, aku merasa ada hal aneh di sini" Ujar Dinda kemudian dia kembali berlari setelah menunjuk ke bangunan yang runtuh.
"Kak Dinda tunggu" Ujar Lili tapi tidak dipedulikan oleh Dinda yang semakin lama semakin jauh.
"Kenapa dia selalu bersikap seenaknya, meskipun dia sedikit berubah tapi tidak merubah pandanganku sedikitpun" Ujar Lili kemudian dia masuk ke dalam reruntuhan.
Bagaimana Dinda bisa masuk ke dalam reruntuhan, karena dia adalah hantu dan untuk menembus benda benda mati bisa dikatakan Lili adalah ahlinya.
"Gawat.." Ujar Lili berniat pergi tapi sebelum sempat melakukan hal itu, puing puing bangunan yang hancur sedikit runtuh membuat makhluk itu terbangun.
Blar...ledakan yang sangat besar membuat Puing puing bangunan berserakan ke segala arah, Seorang wanita keluar dari dalam puing puing bangunan dengan tubuh layaknya seekor siput dan rambut hitam yang dipenuhi oleh lendir.
Gigi gigi tajam terlihat dengan sangat jelas ketika Makhluk itu membuka mulutnya yang mana muntahan lendir berwarna hijau keluar dan berserakan ke segala arah.
"Apa apaan makhluk ini, jelas jelas dia adalah manusia kenapa dia bisa memiliki tubuh seperti siluman" Ujar Lili sambil terbang menjauh dari sana.
__ADS_1
"Lili, apakah kau baik baik saja" Dinda datang ke tempat mereka saat ini dan dia menemukan makhluk aneh dengan tubuh yang menjijikkan tengah mengamuk dan menghancurkan segala hal di dekatnya.
Tidak ada bangunan ataupun benda yang lepas dari amukan Makhluk aneh itu.
"Kak Dinda, lebih baik kita pergi dari sini, makhluk itu adalah manusia tapi entah bagaimana dia bisa memiliki tubuh seperti siluman" Ujar Lili yang terbang menjauh tapi tidak dengan Dinda.
"Karena dia adalah manusia kita tidak bisa meninggalkannya begitu saja, sepertinya dia dipaksa untuk menggunakan obat terlarang atau sejenisnya yang bisa membuatnya berubah wujud, tapi aku yakin bahwa wanita ini adalah ibu dari anak itu karena sebelumnya dia menunjuk ke arah reruntuhan" Ujar Dinda mulai mengumpulkan sihir angin di tangan kanannya dan bersiap menerjang ke arah musuh.
"Ibu anak itu?" Lili menatap ke arah makhluk aneh itu dan akhirnya mengambil nafas panjang "Hais, kalau begitu mau tidak mau aku akan membantumu" Ujar Lili.
"Bayangan Darah" Ujar Lili yang mana setelah dia mengalirkan qi ke seluruh tubuhnya, tubuh Lili seolah diselimuti oleh darah dan darah itu mulai membentuk tubuh fisik hingga setelah beberapa saat, lili mendapatkan tubuh fisik layaknya manusia kebanyakan.
"Kalau begitu kita hentikan makhluk itu dan buat dia tidak sadarkan diri, Kakak pasti memiliki cara untuk mengembalikannya" Ujar Lili sambil mengeluarkan pistol dari dadanya.
"Aku juga berpikir hal yang sama denganmu, kakakmu bisa melakukan apapun bahkan dia bisa menumbuhkan bagian tubuh yang terpotong, kalau begitu aku juga tidak akan sungkan" Ujar Dinda menundukkan kepalanya dan mengambil dua batang besi yang ada di dekatnya sebagai ganti dari belati.
Sebelumnya Dinda tidak ingin melukai makhluk itu karena dia takut bahwa wanita itu adalah ibu dari anak yang ditolong tapi setelah Lili menyinggung Mengenai Leo, dia tidak akan ragu untuk melancarkan serangannya.
Keduanya menatap ke arah makhluk itu selama beberapa saat sebelum akhirnya keduanya berlari dengan sangat cepat menuju ke arah makhluk itu dengan senjata masing masing.
Lili berhenti mendekat ketika jarak serangannya kurang dari dua puluh meter sementara Dinda terus berlari menuju ke arah makhluk itu dengan dua batang besi di kedua tangannya.
__ADS_1
"Jangan sampai salah menembak" Ujar Dinda ketika dia berlari menuju ke arah makhluk itu.
"Aku tidak akan salah menembak" Ujar Lili "Tapi jika meleset jangan salahkan. Aku" Batinnya sambil membidik makhluk yang ada di depannya.