
Blar...Blar...Blar..ledakan demi ledakan besar terjadi ketika serangan itu melesat ke arah Leo, jika saja tidak ada Ronny dan Putri, mungkin saja Leo akan mendapatkan luka yang sangat serius dari serangan yang dilakukan oleh wanita itu.
Meskipun berada di tingkat perombakan tulang bintang 5 dan harus menghadapi dinding besar untuk bisa menembus tingkat enam, tapi serangan yang dilakukan oleh Rui benar benar sangat kuat bahkan mungkin setara dengan serangan Hunter yang berada di tingkat perombakan tulang bintang 7.
"Kalian berdua, apa yang kalian lakukan, menyingkir dari hadapanku dan biarkan aku menghabisi anak ingusan ini yang sudah membunuh keponakanku!" Ujar Rui menunjuk ke arah Leo yang ada di belakang Ronny dan Putri.
"Sudah cukup Rui, apakah kau tidak sadar dengan apa yang sudah kau lakukan!" Ujar Ronny.
"Aku tidak peduli dengan apa yang aku lakukan, karena anak ini telah membunuh keponakanku, jangan harap dendam ini bisa dimaafkan!" Ujar Rui dengan terapan tajam ke arah Leo.
Meskipun terlihat menatap Leo dengan tatapan tajam dan penuh kebencian, nyatanya di dalam hati Rui saat ini dia hanya mencibir Ronny dan Putri karena menghalanginya untuk menghabisi masalah seperti Leo.
Jika sampai Leo mengatakan mengenai asal usul dari ponsel canggih miliknya maka dia akan berakhir di tempat itu.
"Kau mengatakan bahwa anak ini sudah mati bukan, tapi dia masih hidup dan hanya tidak sadarkan diri" Ujar Wiwik sambil memeriksa denyut nadi Alan.
"Tetap saja kau harus mati karena sudah melukai keponakanku!" ujar Rui melompat ke arah Leo tapi kali ini bukan hanya Ronny dan Putri yang menghalangi aksi wanita paruh baya itu, Youm, Danu dan Trio juga mengambil langkah untuk menahan serangan yang dilakukan oleh Rui bersama dengan Putri dan Ronny.
"Rui, apa yang kau lakukan sudah keterlaluan! Jika kau mencoba melakukan hal bodoh maka kami benar benar akan memahami!" Ujar Youm dengan pedang miliknya.
"Kalian, apa yang kalian lakukan! Jika kalian menghalangiku aku tidak akan sungkan untuk menghajar kalian semua!" Ujar Rui menunjuk semua orang satu persatu.
"Kau tidak cukup cerdas untuk menutupi kebohongan, kau pikir bisa melepaskan diri begitu saja setelah semua ini" Ujar Leo yang mana saat ini dirinya dibantu bangkit oleh Dinda dan Masamune.
"Kami adalah kelompok segitiga emas tidak akan mudah ditindas oleh orang sepertimu!" Ujar Dinda yang mana setelah mengatakan hal itu, kekuatan spiritual membentuk seekor burung Garuda yang mengepakkan sayapnya di belakang Dinda.
__ADS_1
Masamune juga melakukan hal yang sama, dia mengeluarkan binatang spiritualnya berupa rubah berekor delapan dengan pancaran partikel kehancuran di sekitarnya.
"Kami sudah bertekad, bahwa musuh umat manusia harus di habisi!" ujar Leo sambil mengeluarkan binatang spiritual miliknya berupa naga yang memiliki aura mendominasi.
"Siapa ketiga anak ini? Mereka memiliki binatang spiritual yang sangat mengerikan, apakah bintang spiritual itu tingkat Mistis?" Ujar Wiwik menatap ke arah Leo dan yang lainnya sambil berusaha menyadarkan Alan.
"Ronny, apakah kau tau mengenai hal ini?"
"Mana mungkin aku tahu, baru kali ini aku melihat binatang spiritual mistis dan sekali melihat tidak hanya satu melainkan ada tiga" Ujar Ronny setelah mendapatkan pertanyaan dari Danu.
Jika saja mereka semua tahu bahwa binatang spiritual milik Leo berada di tingkat yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat Mistis, mereka pasti akan terperangah tidak percaya.
Bahkan perkembangan binatang spiritual Leo baru mencapai tahap awal tapi kekuatannya sudah berada jauh dari tingkat binatang spiritual Mistis, bisa dibayangkan berapa besar kekuatan yang dimiliki oleh binatang spiritual milik Leo.
Rui segera berbalik dan berlari menjauh tapi sebelum itu.
Dor...suara tembakan layaknya Guntur terdengar sangat keras di telinga semua orang, dan sebutir peluru melesat dengan sangat cepat menuju ke arah Rui.
Peluru itu mengandung elemen kegelapan yang mana ketika bergesekan dengan udara menciptakan energi aneh layaknya sebuah racun.
Serangan itu berhenti setelah menembus lutut kaki kanan Rui dan membuat wanita itu jatuh tersungkur ke tanah dengan darah berwarna hitam yang menetes dari luka di lutut kanannya.
"Siapa yang berani menyerang dari belakang, tunjukkan wajahmu dasar pengecut!" Ujar Rui berteriak dengan lantang.
Beberapa saat kemudian pusaran darah terbentuk dan membentuk tubuh seorang gadis kecil dari udar, semua orang yang melihat hal itu sangat terkejut kecuali kelompok segitiga emas yang memang sudah sering melihat Lili melakukan hal itu.
__ADS_1
"Ma...mahluk apa itu? Bagaimana mungkin ada orang yang bisa muncul seperti itu?" Hampir semua orang mengatakan hal yang sama begitu melihat Lili muncul tapi mereka semua tidak bisa menutup mulutnya saking terkejutnya dengan apa yang terjadi di depan mata mereka.
"Kau sudah melukai kakakku, aku tidak akan mengampunimu!" Ujar Lili sambil mengarahkan senapannya ke arah Rui yang mana membuat wanita paruh baya itu ketakutan.
"Lili, jangan bunuh dia, buat dia tidak bisa bergerak agar kita bisa tahu mengenai rencana mereka sebenarnya" Ujar Leo yang saat ini dipapah oleh Masamune.
"Apa yang kalian katakan, aku tidak melakukan apa…" Belum sempat Rui menyelesaikan kata katanya, sebuah jarum perak melesat menuju ke arah Lehernya dan menembusnya hingga membuat wanita paruh baya itu kehilangan nyawanya dalam sekejap.
Kejadian itu berlangsung sangat cepat bahkan Lili juga tidak sempat bereaksi, ketika dia melihat Jarum itu menembus leher wanita paruh baya di depannya, dia dengan segera mengambil jarak dan segera memasang sikap waspada dengan pandangan ke segala arah.
Melihat Rui yang terjatuh membuat Leo melepaskan dirinya dari Masamune dan berlari ke arah wanita paruh baya itu, Leo berusaha memeriksa denyut nadi wanita itu tapi sudah terlambat, denyut nadi Rui sudah tidak bisa dia rasakan yang menandakan sudah ada orang yang membunuhnya.
"Apa yang kalian lakukan, kalian membunuh Hunter terkuat di kota Lamongan!" Baik Ronny dan yang lainnya mengarahkan senjata mereka ke arah Leo dan yang lainnya.
Mereka beranggapan Leo dan teman temannya adalah orang yang menghabisi Rui, karena hal itu mereka tidak akan ragu untuk menghadapi keempatnya dan meringkus mereka ditempat.
"Kak Ronny, bisakah kakak kesini sebentar, ada hal aneh pada kematian orang ini" Ujar Leo yang mana setelah Ronny menolehkan kepalanya ke segala arah, dia menyimpan senjata spiritualnya dan berjalan menuju ke arah Leo.
"Apa yang ingin kau tunjukkan padaku, jika kau tidak bisa menunjukkannya maka jangan salahkan aku jika aku menghajar mu meskipun aku mengenalmu" Ujar Ronny.
Ketika Leo menunjukkan sebuah jarum berwarna perak di tangan kanannya, Ronny tidak bisa menutupi rasa penasarannya dan dengan cepat dia mengambil jarum itu.
"Darimana kau mendapatkan Jarum ini?" Tanya Ronny sambil memperhatikan Jarum yang ada di tangannya, jarum itu bergetar dengan sisa sisa kekuatan spiritual yang tertinggal di dalamnya setelah dilepaskan.
Yang jelas pemilik dari Jarum itu bukanlah orang biasa yang bisa diremehkan.
__ADS_1