
Langit yang berubah menjadi hitam disertai Sambaran petir dan kobaran api yang membakar awan membuat Kaisar Darah menyadari bahwa apa yang Leo lakukan sebelumnya adalah untuk mencoba menggali informasi darinya.
Leo bukannya tidak memiliki pengalaman bertarung seperti apa yang dipikirkan oleh kaisar Darah melainkan dia melakukan hal itu untuk memancing kaisar darah mengatakan hal apa yang seharusnya tidak dia katakan.
"Langit masih sangat luas dan kau, kau berani mengatakan seolah kau adalah orang terkuat di dunia ini!" Leo menghempaskan tubuhnya ke arah Kaisar Darah dan hempasan angin yang sangat besar muncul di belakang Leo membuat gelombang kejut yang sangat besar menyapu arena dan seluruh stadion.
Melihat hal itu Kaisar Darah berniat memblokir serangan yang Leo lancarkan dengan pedangnya, dia menempatkan pedangnya di depan tubuhnya serta mengalirkan kekuatan spiritual yang bisa ia alirkan dalam jumlah yang besar untuk melindungi dirinya dari serangan Leo karena dia yakin bahwa serangan yang Leo lancarkan kali ini adalah serangan serius.
Sementara itu Leo juga memfokuskan kekuatan spiritual dengan jumlah yang besar pada tombak Guntur yang ada di tangan kirinya, kekuatan yang sangat besar seolah siap memotong apapun yang ada di depannya bahkan karena kekuatan spiritual Leo terpusat di ujung tombak guntur, seolah ada tombak lainnya yang tercipta di depan tombak Guntur tapi dalam bentuk enegi spiritual.
"Ini untuk ibuku!" Teriak Leo yang mana setelah Leo meneriakkan hal itu, tombak Guntur yang dia gunakan untuk menyerang kaisar Darah seolah membentur sesuatu yang sangat keras.
Ledakan ledakan petir menghancurkan area serangan Leo bahkan keempat arena yang sebelumnya dibangun dengan kokoh hancur dan berubah menjadi puing puing ketika terkena Sambaran petir yang keluar dari tubuh Leo.
"Kekuatan orang ini benar benar sangat mengerikan, bahkan jauh lebih mengerikan dibandingkan dengan Satria, tapi kenapa aku tidak pernah mendengar mengenai orang ini!" Kaisar Darah hanya bisa membatin sambil menahan serangan yang Leo lancarkan.
Kedua kakinya mulai terdorong mundur karena kekuatan serangan Leo dan bukan hanya itu, kedua tangan yang digunakan untuk memegang pedangnya mulai dibuat mati rasa karena serangan yang Leo lancarkan.
Darah segar mengalir dari tepi bibir kaisar Darah diikuti oleh kaki pria itu yang perlahan lahan mulai terdorong mundur ke belakang.
__ADS_1
"Sial!" Kaisar Darah sudah tidak bisa menahan kekuatan besar yang dikerahkan oleh Leo untuk menyerangnya, karena hal itu dia terlempar mundur dengan tubuh yang diselimuti oleh derit listrik sebelum memberi pilar pilar yang dibanggung sekeliling arena dan berakhir dengan membentur dinding stadion.
Benturan itu sangat keras bahkan karena benturan serangan itu, kaisar darah menembus dinding stadion dengan luka yang terpampang di punggungnya.
Meskipun demikian saat ini Kaisar Darah masih berusaha untuk bangkit, dia berusaha mengerakkan kedua tangannya untuk bertumpu dan bangkir meskipun tangannya saat ini masih merasakan rasa nyeri yang luar biasa.
"Aku harus pergi dari sini, untuk saat ini aku tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melawannya" Ujar Kaisar Darah.
Setelah mengatakan hal itu, Kaisar darah mengeluarkan sebuah gelang dan segera pemakaiannya, beberapa saat kemudian setelah memakai gelang itu wajahnya berubah menjadi orang lain meskipun masih memiliki luka yang sama.
"Dengan ini setidaknya aku bisa melarikan diri dari tempat ini" Ujar Kaisar Darah.
"Kau bisa mencobanya jika kau mampu melakukannya" Suara yang sangat keras terdengar di belakang Kaisar Darah, bersamaan dengan itu terlihat Leo menggunakan jurus langkah awannya berjalan di udara dengan santainya seolah dia berjalan di daratan yang datar.
Apanya yang mencoba melarikan diri, bahkan Kaisar Darah saat berubah menjadi orang lain saat itu masih berada di dalam jangkauan kesadaran spiritual milik Leo, tidak sulit untuk mengetahui bahwa Kaisar Darah adalah orang yang sama dengan kesadaran spiritual karena Leo bisa tahu semua kejadian yang masuk ke dalam area dari kesadaran spiritualnya.
"Leo, kau harus mengakhirinya dengan cepat karena aku bisa menangkap ada banyak kekuatan besar dengan teknologi yang luar bisa menuju ketempat ini" Suara Gelang Poros Langit terdengar di telinga Leo yang mana hal itu membuat Leo sangat terkejut.
"Siapa mereka?"
__ADS_1
"Aku tidak tahu siapa mereka tapi mereka memancarkan niat membunuh yang sangat besar bahkan ketika mereka datang kemari, mereka membunuh banyak orang tidak bersalah dan menghancurkan apapun yang menghalangi mereka" ujar gelang poros langit yang mana membuat Leo tidak bisa berkata kata.
"Kalau kau tidak tahu maka aku harus mencari tahu!" balas Leo menatap ke arah Kaisar Darah dengan tatapan yang sangat dingin kemudian dia mengangkat tombaknya ke atas langit.
"Tombak Guntur, Kurungan Guntur" Ujar Leo yang mana setelahnya petir petir turun dari langit dan membentuk kurungan yang mengurung Kaisar Darah di dalamnya.
Kaisar darah yang tiba tiba berada di dalam kurungan petir itu sangat terkejut, dia mencoba pergi dari sana tapi ketika dia menyentuh kurungan petir yang mengurungnya, tangannya terbakar oleh kekuatan yang besar.
"Kekuatan anak ini, apakah dia benar benar berada di tingkat Saint, bahkan kekuatan Satria jauh lebih lemah dibandingkan dengannya " Batin Kaisar Darah dengan panik di dalam kurungan petir.
Dia berusaha pergi dari sana tapi kekuatan yang mengurungnya sangat besar karena kekuatan petir yang Leo keluarkan bukan berasal dari kekuatan spiritual melainkan berasal dari kekuatan langit dan bumi.
"Apa yang kalian rencanakan sebenarnya ha, apakah kalian berencana menghancurkan kota Lamongan dengan seluruh kekuatan Orbion!" Ujar Leo yang mana membuat senyuman merekah di wajah kaisar Darah.
"Kau ingin mengetahui rencana kami bukan, kalau begitu lepaskan aku maka aku akan memberitahumu semuanya"Ujar Kaisar Darah.
Terlihat wajah pria itu menunjukkan sebuah senyuman karena menurutnya Leo sangat membutuhkan informasi ini, buktinya dia tidak segera menghabisinya meskipun dia mampu melakukannya.
Saat ini Kaisar darah merasa bahwa dirinya berada di atas angin ketika melihat wajah panik yang terlibat jelas di wajah Leo sebelumnya.
__ADS_1
"Aku peringatkan padamu sekali lagi, apa yang kalian rencanakan!" ujar Leo dan setelah Leo mengatakan hal itu, suara teriakan terdengar dari arah Kasar Darah.
Petir petir yang mengurungnya berubah menjadi sangat ganas dan menyetrum nya dengan kekuatan yang sangat besar hingga tubuh Kaisar Darah mengeluarkan asap putih yang membumbung tinggi ke atas langit serta mata yang melotot dengan lebar.