
"Hahaha, aku tidak harus mengeluarkan uang untuk membuat pil yang mampu membuat wajah wanita menjadi cantik, bagi kebanyakan wanita kecantikan adalah sebuah harta yang tak ternilai harganya, bahkan aku sangat yakin demi kecantikan wanita rela mengeluarkan apapun yang mereka miliki" Guman Leo yang mana saat ini dia tengah mengais ngais tanah untuk mencari kunyit.
Sebelumnya ketika Leo berbicara dengan kubus misterius.
"Apakah tidak ada kemampuan yang bisa membuatku memiliki banyak uang, aku membutuhkan banyak uang untuk pengobatan ibuku" Tanya Leo kepada kubus misterius yang melayang di depannya kala itu.
"Banyak cara agar kau bisa menjadi kaya, bahkan mungkin kau bisa menjadi orang terkaya di dunia ini dengan kemampuan itu" Ujar Kubus Misterius.
"Lalu, apa yang bisa membuat cepat mendapatkan uang?" Tanya Leo dan dengan santainya kubus pengenal bakat itu menjawab.
"Peracik" setelah kubus misterius itu mengatakan hal itu, beberapa pernyataan mengenai sumber daya, pil dan lain sebagainya mulai masuk di kepala Leo.
Setelah semua ingatan itu masuk dalam kepala Leo, sebuah senyuman yang cukup lebar menghiasi wajahnya, semua itu adalah peluang bisnis yang besar baginya karena dia tahu, keberadaan pil sangat sulit untuk saat ini.
Terlebih pengetahuan mengenai pil yang ada di dalam kepalanya saat ini sangat berguna bagi penyembuhan, pelatihan, kesehatan, dan yang terakhir adalah kecantikan.
Rencana yang ingin Leo lakukan saat ini adalah membuat sebuah pil kecantikan dengan tingkatan paling rendah karena bahan dari Pil ini sangat sederhana.
Bahan pembuatan pil kecantikan kelas paling rendah ini adalah Kunyit, Daun Kelor, Daun Ketumbar, dan Daun Binahong yang mana bahan-bahan itu tersebar di beberapa tempat saat ini.
Tidak ada yang berniat mengambil bahan bahan itu karena saat ini mereka tidak terlalu tahu atau lebih tepatnya tidak terlalu peduli dengan semua bahan itu.
Memang bahan-bahan dasar dari pil kecantikan kelas paling rendah yang akan dibuat oleh Leo merupakan bahan rumah tangga, tapi jika pengolahannya dilakukan dengan benar maka pil akan siap di sajikan.
Untuk membuat pil, Leo membutuhkan atribut api untuk membakar semua bahan dan mengubahnya menjadi cairan, dan kebetulan Leo memiliki atribut api dan mampu melakukannya.
__ADS_1
Setelah mencari kesana kemari dan mengumpulkan bahan-bahan Leo akhirnya memutuskan untuk memulai meracik pil, Saat ini Leo berada di sebuah rumah kosong yang tidak sengaja ia temukan.
Rumah itu nampak sangat angker dengan banyak aura menyeramkan di sana, tapi Leo tidak peduli sedikitpun, asalkan hantu atau roh yang ada di rumah itu tidak mengganggunya maka tidak mempermasalahkan hal itu.
"Jika aku meracik pil disini setidaknya tidak ada orang yang menggangguku, aku tidak ingin resep pil kecantikan kelas paling rendah ini diketahui oleh banyak orang" Ujar Leo kemudian dia memulai proses meracik.
Pada awalnya Leo memasukkan semua bahan secara bersamaan untuk melihat reaksi apa yang akan terjadi, tidak pernah Leo duga sebelumnya bahwa salah beberapa detik saja bau menyengat layaknya bangkai tercium dari bahan baku yang gagal dibuat menjadi pil.
Leo mencoba sekali lagi dan hasilnya gagal lagi, mencoba lagi dan gagal lagi hingga rumah kosong itu dipenuhi oleh asap hitam dan bau yang begitu menyengat.
"cepat jalan, sepertinya penghuni rumah ini sedang marah"
"Cepat cepat, jangan sampai kita terkena kemarahan dari arwah penasaran dari rumah kosong ini"
Mereka semua mengira ada hantu di dalam rumah kosong itu padahal sebenarnya, di dalam rumah kosong itu ada Leo yang sedang berusaha membuat pil dan dengan wajah yang sudah berwarna hitam akibat asap hitam hasil kegagalan Leo.
"Dari semua bahan yang sudah aku kumpulkan Aku hanya bisa membuat tiga puluh butir pil kecantikan tingkat paling rendah" Ujar Leo dimana di depannya saat ini terdapat tiga puluh butir pil berwarna emas mengkilap dan memancarkan aura yang sangat menggoda.
Leo mengambil satu dan memperhatikan pil itu dengan seksama, Leo bisa membuat pil itu dengan baik, tapi dia tidak tahu seberapa efektifkan pil itu jika digunakan pada seseorang.
"Sepertinya aku harus mencari orang untuk mencicipi ini, meskipun aku yakin aku sudah bisa membuat pil itu, tapi efeknya masih belum aku ketahui" Ujar Leo kemudian dia menyimpan semua pil itu ke dalam cincin penyimpanannya dan membawa satu butir untuk bahan percobaan.
Setelah membersihkan wajahnya dari noda hitam, Leo mencari orang yang akan dia jadikan sebagai objek uji coba.
…..
__ADS_1
Kesana kemari mencari orang untuk mencoba pil buatannya, akan tetapi setiap orang tidak mau mencoba sesuatu yang tidak mereka ketahui asal-usulnya dengan jelas, bahkan beberapa orang membuang pil Leo ketika Leo memberikannya untuk dicicipi karena mereka tidak tertarik dengan itu.
"Mereka membuang tiga pilku begitu saja, lihat saja aku akan mengingat wajah wajah kalian dan aku pastikan kalian tidak akan mendapatkan pil buatanku di kemudian hari!" ujar Leo dan beberapa saat kemudian dia melihat seorang pengemis dengan luka bakar di wajahnya.
Karena tidak ada orang yang mau mencoba pil buatannya lho memutuskan untuk menawarkan beli itu pada pengemis dengan luka bakar di wajah nya itu.
Leo berjalan menuju ke arah pengemis itu dan pengemis itu pun menatap kearah Leo dengan tatapan kebingungan, wanita itu cukup heran dengan seorang anak muda yang berjalan menuju kearahnya disertai sebuah senyuman.
Berpikir Leo memiliki niat jahat padanya wanita itu berniat berlari tapi sedetik kemudian lewat telah tiba di depan wanita itu menggunakan jurus langkah awal miliknya.
"Maaf mengganggu anda nona, Namaku adalah Leo wahyuda dan aku disini ingin menawarkan pil buatanku pada nona, aku ingin menguji pil ini apakah efektif atau tidak pada seseorang karena aku berniat melelangnya" Ujar Leo sambil menunjukkan satu butir pil pada wanita itu.
"Kau berniat memintaku membantumu menguji pil itu, kau yakin itu bukan racun atau obat tidur bukan?" tanya wanita itu sambil menunjuk ke arah pil buatan Leo.
"Tenang saja Nona aku menjamin bahwa pil ini sangat aman untuk dikonsumsi, bahkan aku berani menjamin pil ini tidak memiliki efek samping sedikitpun" Ujar Leo dan dengan perasaan yang sedikit ragu, wanita dengan luka bakar itu mengambil pil itu dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
Beberapa saat setelah memasukkan pil itu kedalam mulutnya, wajah wanita itu seolah menunjukkan cahaya yang perlahan lahan mulai memudar, bersamaan dengan itu luka bakar yang menghiasi wajahnya mulai menghilang dan saat ini menunjukkan wajah yang sangat cantik jelita.
Leo bisa tahu bahwa wanita yang ada didepannya saat ini setidaknya satu tahun lebih muda darinya, tapi kecantikannya bahkan hampir menyamai Misari dengan rambut bergelombang sampai ke punggungnya.
"Kakak, apakah kakak baik baik saja?" Tanya wanita itu sambil mengibas ngibaskan tangannya di depan Leo yang mana hal itu membuat Leo tersadar.
"Ah maaf, ternyata pil buatanku berhasil, ngomong ngomong siapa namamu?" tanya Leo pada wanita itu.
"Mawar" Ujar wanita itu sambil menundukkan kepalanya karena dia masih berpikir, wajahnya yang terbakar adalah aib baginya.
__ADS_1