
Berbeda jauh dengan Penguasa Langit yang ketika masuk ke atas arena diiringi oleh suara teriakan dan tepuk tangan yang meriah, kedatangan Leo di atas arena justru menuai banyak pertanyaan dari para penonton.
Alasannya sederhana, saat ini Leo terlihat sangat muda, bahkan mungkin paling muda di antara semua peserta yang pernah bertarung di atas arena.
Meskipun banyak yang mengakui bahwa wajah Leo cukup tampan, akan tetapi untuk pengalaman bertarung yang dimiliki oleh Leo, banyak yang meragukan hal itu termasuk pihak panitia penyelenggara.
"Hoh, murid bodoh itu ternyata tau harus kemana, sepertinya pertarungan yang cukup berat ini akan menguras banyak tenaganya, awas saja jika dia tidak menang dan lihat saja, hadiah yang akan diberikan oleh gurumu setelah pertarungan ini" Ujar Ryan dengan sebuah senyuman yang mampu membuat bulu kuduk merinding.
"Penguasa Langit, senang bertemu dengan junior di pertarungan ini" Ujar penguasa Langit sambil menangkupkan tangannya diikuti oleh Leo karena dia sama sekali tidak tahu bagaimana sikap yang harus ditunjukkan di atas arena pertarungan seperti saat ini.
"Orang Biasa, mohon bimbingannya senior" Ujar Leo sambil menangkupkan tangannya.
Karena hal itulah Leo mendapatkan banyak lontaran kebencian yang diberikan oleh orang orang yang bertaruh padanya, Leo masih bersikap sesantai itu meskipun musuh yang lebih kuat berdiri di depannya.
Mereka mengira bahwa Leo adalah orang yang cukup berpengalaman dalam pertarungan tapi dilihat bagaimanapun, Leo sama sekali bukanlah orang berpengalaman yang diinginkan oleh orang orang itu.
"Bukankah mereka terlalu berisik?"
"Aku setuju, lebih baik kita segera memulainya atau semakin banyak ujaran kebencian yang dilontarkan orang orang bodoh ini padaku!" Ujar Leo sambil menggaruk kepalanya.
Sementara itu diam diam Penguasa Langit mengumpulkan kekuatan spiritual di tangan kanannya dan tanpa aba aba, dia melompat ke arah Leo sambil mengarahkan sebuah pukulan yang dialiri oleh kekuatan spiritual.
"Sudah aku duga pasti ada yang salah dengan semua ini!" ujar Leo kemudian dia mengarahkan pukulan yang juga dilapisi oleh kekuatan spiritual ke arah pukulan Penguasa Langit.
__ADS_1
"Hanya mengandalkan kekuatanmu saat ini, kau tidak lebih tinggi dari sekedar semut!" ujar Penguasa Langit tapi ketika pukulan keduanya bertemu, keduanya benar benar berimbang dan membuat gelombang kejut tercipta mendorong mundur keduanya ke belakang.
"Langkah awan!" ujar Leo ketika dia terdorong mundur, yang mana ketika itu Leo dengan cepat mengalirkan kekuatan spiritual ke kedua kakinya dan bergerak dengan cepat menuju ke arah Penguasa Langit.
Kemampuan Langkah Awan yang dilakukan oleh Leo cukup mengejutkan bagi penguasa langit, dia tidak menyangka di usia yang sangat muda Leo sudah menguasai sebuah jurus yang mengandalkan kecepatan.
Ketika melihat hal itu terjadi, dua pergelangan tangan Penguasa Langit berubah warna menjadi merah darah, bersamaan dengan itu bayangan seekor gorila yang diselimuti oleh api muncul di belakang tubuh Penguasa Langit dengan aura yang meledak ledak.
"Pukulan Raja Hewan Buas" Teriak Penguasa Langit kemudian dia memukulkan tangannya ke atas lantai arena yang membuat lantai arena retak dan beberapa serpihan mulai berterbangan ke segala arah.
Tak berhenti disana, serpihan serpihan yang berterbangan ke segala ara itu mulai nampak berubah wujud menjadi seekor gorila tapi dengan ukuran yang sangat kecil dan menyebar ke segala arah.
"Jadi ini teknik Pukulan Raja Hewan Buas milik Penguasa Langit, anak itu seharusnya tidak selamat karena jurus ini bisa membuat orang yang pelatihannya lebih tinggi dari Penguasa Langit terluka parah, anak itu hanya berada di tingkat Pemurnian Tubuh Bintang 4 jadi dia seharusnya tidak bisa selamat dari serangan ini"
Sementara itu Leo dengan Langkah Awan miliknya melewati setiap gorila mini yang dikeluarkan oleh Penguasa Langit, gorila gorila mini itu memang sekilas terlihat tidak berbahaya tapi jika Leo terkena pukulan mereka, maka sama saja Leo dikeroyok oleh orang satu kampung.
Meskipun kecil gorila gorila mini itu memiliki kekuatan layaknya orang dewasa jadi akan sangat merepotkan jika sampai Leo dihajar oleh gorila gorila mini itu.
"Gahahaha, kau cukup beruntung bisa kalah melawan jurus ini karena tidak banyak orang yang memiliki kesempatan menang melawan serangan dari gorila gorila mini milikku" Ujar Penguasa Langit dengan tawa terbahak bahak dan menurut Leo dia benar.
Leo benar dibuat kerepotan dengan gorila gorila mini yang dikeluarkan oleh Penguasa Langit, bagi Leo jurus yang dikeluarkan oleh Penguasa Langit adalah jurus yang hebat, akan tetapi terlalu banyak menguras kekuatan spiritual sehingga jurus sekuat itu tidak akan bertahan lama.
Jika Leo bisa bertahan cukup lama dari serangan serangan jurus itu, maka bisa dipastikan bahwa dia akan keluar sebagai pemenang tapi untuk melakukan hal itu juga tidak mudah.
__ADS_1
"Sial, jika seperti ini terus maka aku akan kalah pada debut pertarunganku!" ujar Leo, dia benar benar tidak percaya bahwa orang yang ada di depannya memiliki jurus yang merepotkan seperti ini.
Karena merasa tidak ada pilihan lain, Leo akhirnya mengeluarkan binatang spiritual Elang Berapi miliknya, elang berapi yang Leo keluarkan berkeliling di sekitar Leo dan membakar setiap gorila mini yang berusaha mendekatinya.
Leo sebenarnya hanya asal mengeluarkan jurus karena dia tidak tahu jurus apa yang bisa menahan serangan dari gorila mini milik penguasa langit tapi tidak dia sangka bahwa api adalah kelemahannya.
Hanya dengan mengeluarkan jurus bawaan dari Binatang Spiritual miliknya, Leo sudah bisa mengatasi gorila gorila mini yang mendekat ke arahnya.
Jika saja Leo mengetahui hal ini maka sejak awal Leo pasti akan menggunakan jurus ini untuk menghadapi Penguasa Langit agar lebih menghemat kekuatan spiritual.
"Ba...bagaimana mungkin?" Ujar Penguasa Langit dengan ekspresi terkejut yang terpampang jelas di depannya, dia tidak pernah mengira bahwa serangan yang dia lakukan bisa dipatahkan begitu saja Oleh Leo.
Bahkan serangan itu bisa merepotkan seseorang yang berada di tingkatan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat Leo saat ini.
Tapi Leo bukan hanya tidak kesulitan, bahkan hanya dengan memanggil binatang spiritual miliknya dia bisa dengan mudah mengatasi serangan yang dilakukan oleh Penguasa Langit.
Meskipun tidak tahu apa yang terjadi, Leo tetap menegakkan kepalanya diliputi oleh perasaan bangga, bagaimanapun serangan merepotkan itu bisa membuatnya kerepotan tapi tidak Leo sangka hanya dengan mengeluarkan binatang spiritual, Leo bisa menanganinya.
"Anak kecil sepertimu, kau sudah memancing amarahku, kau tidak akan aku maafkan!" ujar Penguasa Langit, terhina, itulah yang dialami oleh penguasa langit saat ini.
Jurus yang selama ini dia bangga banggakan dengan mudahnya dipatahkan oleh seorang anak kecil yang kekuatannya jauh lebih rendah darinya.
Bayangan seekor gorila yang diselimuti oleh api muncul di belakang Penguasa Langit yang mana membuat tanah yang ada di bawah kakinya bergetar cukup hebat.
__ADS_1