ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Pertemuan Tidak Terduga


__ADS_3

Brak...meja yang ada di depan Masamune digebrak dengan sangat kuat oleh seorang pria berkumis lebat dengan wajah yang menunjukkan ekspresi kemarahan, bagaimana tidak marah, hanya untuk mengalahkan satu binatang hasil percobaan ilmiah yang dilakukan oleh para ilmuwan, Masamune bukan hanya kehilangan kekuatannya bahkan kualifikasinya sudah tidak memenuhi sebagai seorang hunter.


Di usianya yang hampir 20 tahun, Masamune masih berada di tingkat pembentukan inti bintang 1, meskipun masih dikatakan sebagai orang yang kuat tapi dengan tingkat seperti itu, aliran Majapahit yang ditempati olehnya akan benar benar merasa dipermalukan.


Pria yang memarahi Masamune sebelumnya kemudian mengeluarkan sesuatu dari bawah mejanya dan menyerahkan sebuah amplop coklat kepada Masamune, Masamune cukup terkejut ketika dia mendapatkan amplop coklat itu, dia kembali menatap kearah pria yang memberikan amplop itu padanya yang mana hal itu membuat pria itu menghela nafas panjang.


"Seharusnya kau sudah tahu bukan, aliran Majapahit tidak membutuhkan orang lemah sepertimu, pergi jangan pernah menampakan wajahmu lagi di depanku!" Ujar pria itu sambil mengibas-ngibaskan tangannya kemudian mengarahkan pandangannya ke pekerjaan yang sempat ditunda karena Masamune ada di sana.


"Tunggu, tuan, tuan tidak bisa melakukan semua ini begitu saja! Jika aku tidak bekerja di aliran Majapahit maka harus kemana lagi aku bekerja?"


"Itu bukan urusanku kau hanya sampah tidak berguna yang akan mencoreng nama besar aliran Majapahit, binatang spiritual yang tidak masuk kelas apapun, kekuatan yang sangat buruk, kau lebih baik pulang dan jadi sarjana saja" Ujar pria itu tanpa menoleh sedikitpun ke arah Masamune.


"Tunggu bagaimana bisa seperti ini Tuan"


"Kau bertanya bagaimana bisa seperti ini tanyakan saja dirimu yang bodoh itu, kau adalah sebuah aib bagi aliran Majapahit sejak lama dengan binatang spiritual yang tidak memiliki kelas, tapi aku mencoba memaafkanmu karena kau menunjukkan perkembangan yang cukup baik dibandingkan dengan yang lain tapi sekarang kau bahkan tidak lebih tinggi dari sampah" Ujar pria itu yang mana hal itu membuat Masamune mengepalkan tangannya dengan erat.


Masamune merasa direndahkan dengan perkataan yang keluar dari mulut pria itu, bagaimana mungkin dia yang kehilangan kekuatannya demi menyelesaikan tugas dan menyelamatkan banyak orang dianggap lebih rendah dari sampah oleh orang itu.


Bahkan saat ini bukannya mendapatkan penghargaan yang semestinya Masamune justru dikeluarkan dari aliran Majapahit dengan tidak hormat dan tanpa memberikan penjelasan yang memuaskan.

__ADS_1


Jika dia tahu bahwa akan terjadi hal semacam ini maka sejak awal dia tidak akan pernah ikut dalam misi menyelamatkan orang-orang di kota Jakarta kala itu, biarlah mereka semua mati, biarlah mereka semua meringkuk dalam ketakutan jika apa yang dia dapatkan adalah penghinaan semacam ini.


Masamune kemudian berbalik dan menatap ke arah pria itu yang mana saat ini itu masih sibuk menatap pekerjaannya yang belum selesai tanpa memperdulikan nya.


Masamune mengepalkan tangannya dengan erat ketika melihat wajah orang itu dan beberapa saat kemudian dia melonggarkan kepalan tangannya dan pergi dari sana tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"Aku harap kalian tidak akan menyesal dengan keputusannya sudah kalian ambil, aku Masamune akan tetap menjadi sosok yang sangat hebat meskipun tanpa adanya aliran Majapahit di sampingku, apanya yang aliran Majapahit yang terhormat, bagiku aliran ini hanya tempat pembuangan sampah!" Guman Masamune sambil melangkah meninggalkan tempat itu.


"Cih, mengganggu waktuku saja, jika kau keluar sejak tadi maka kau tidak perlu membuatku kerepotan seperti ini" Ujar pria itu kemudian dia kembali mengurus pekerjaannya.


….


Dengan mata yang sangat mengantuk akibat tidak tidur semalaman, selama perjalanan berlangsung Leo beberapa kali melakukan tindakan ceroboh seperti menabrak pohon, tergelincir dan terjatuh, masuk ke dalam semak semak, bahkan tidak jarang Leo hampir menabrak seseorang.


Meskipun melihat Leo kesulitan karena mengantuk Ryan tetap menjalankan tugasnya untuk mendidik Leo, seolah tidak peduli dengan keadaan Leo yang sangat mengantuk Ryan justru menambah kecepatan berlarinya hingga Leo kesulitan untuk mengimbanginya.


Bahkan saat ini Leo sangat kesulitan untuk tidur dan hanya bisa menguap karena perasaan ngantuk melanda dirinya, kedua kakinya terasa sakit seolah-olah dua kaki Leo saat ini ingin terlepas dari tempatnya.


Kecepatan yang dilakukan oleh Ryan benar-benar melebihi batas kemampuan yang bisa ditampung oleh Leo saat ini, perasaan lelah ditambah perasaan mengantuk yang sangat luar biasa, ketika Leo berlari ia tidak memperhatikan apa yang ada di depannya sehingga ketika Leo membuka matanya dia sudah terlambat.

__ADS_1


Seorang pemuda berjalan sambil menundukkan kepalanya melintas di depan Leo saat itu, dari raut wajahnya pemuda itu nampak memiliki banyak pikiran yang sangat sulit untuk diselesaikan dan karena kedua orang ini tidak fokus maka tabrakan yang cukup keras terjadi membuat keduanya sama-sama terpental ke belakang.


"Ah maafkan aku, aku tidak melihat jalan dan tidak memperhatikan bahwa ada orang yang lewat" ujar Masamune sambil merapikan barang bawaannya yang berserakan akibat tabrakan keras dengan Leo.


"Aku yang seharusnya minta maaf kak, aku tidak melihat kakak karena aku terlalu mengantuk jadi kecelakaan ini adalah kesalahanku" ujar Leo sambil membantu merapikan barang-barang bawaan Masamune yang berceceran dimana mana.


Setelah semua barang terkumpul Leo kemudian menyerahkan barang itu kepada Masamune yang diikuti senyuman tipis oleh pemuda itu.


Meskipun Masamune nampak tersenyum nyatanya orang itu nampak tidak bahagia, Leo bisa melihat dari raut wajah Masamune bahwa pemuda itu memiliki suatu masalah.


"Apakah kakak baik-baik saja, sepertinya kakak memiliki banyak masalah!" Ujar Leo sambil memiringkan kepalanya menatap ke arah Masamune.


"Tidak ada masalah yang serius hanya masalah pekerjaan yang menumpuk itu saja" Ujar Masamune dengan senyuman yang terlihat dipaksakan.


"Kak Leo sepertinya pemuda ini memiliki beban pikiran yang sangat berat" Lili muncul di samping Leo dan membisikan sesuatu di telinganya yang mana hal itu membuat Leo menganggukkan kepalanya.


Leo juga sependapat dengan apa yang dibisikkan oleh ahli mengenai pemuda yang berdiri di depannya memiliki banyak masalah, akan tetapi dia tidak bisa ikut campur dalam masalah seseorang kecuali orang itu meminta bantuannya.


"Apa yang kau lakukan sampai terburu-buru seperti itu? Kau terlihat mengantuk tapi kau berlari seperti dikejar oleh setan" Ujar Masamune yang mana hal itu membuat Leo berpikir bahwa dia sedang mengejek Lili yang ada di sampingnya.

__ADS_1


Lili juga berpikir demikian, meskipun dia adalah hantu tetapi Lili adalah hantu yang memiliki harga diri, mana mungkin gadis hantu itu mau direndahkan oleh orang seperti Masamune.


__ADS_2