
Karena saat ini tidak ada cara untuk mengembalikan makhluk itu menjadi manusia kembali, saat ini Leo hanya bisa meracikkan pil yang akan membuat makhluk itu tidak mengamuk dan melukai banyak orang.
Leo mengeluarkan tungku emas miliknya dan seketika lonjakan kekuatan spiritual keluar dari dalam tungku emas yang dikeluarkan oleh Leo, baik Dinda maupun Masamune yang menyaksikan tungku emas itu hanya bisa dibuat kagum karena mereka belum pernah melihat seorang peracik membuat pil, terlebih dia adalah Leo yang mana pil buatannya membuat gempar banyak orang dan dengan pil pil itu, Leo bisa mendapatkan omset mencapai milyaran rupiah dalam satu hari.
"Lebih baik kalian mengambil jarak karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini, usahakan jangan terlalu dekat denganku ketika aku sedang meracik" Ujar Leo yang mana setelah Leo mengatakan hal itu, Masamune dan Dinda keduanya mundur beberapa langkah ke belakang.
Mereka berdua sebenarnya tidak yakin bahwa proses pembuatan pil begitu berbahaya sampai sampai Leo meminta keduanya untuk mundur tapi setelah Leo mengeluarkan tombak Gunturnya, pikiran mereka berubah seketika.
Tombak yang dikeluarkan oleh Leo adalah senjata spiritual, akan tetapi kekuatan yang terkandung di dalamnya memiliki porsi yang jauh dari apa yang mereka duga.
Sebelumnya mereka berpikir bahwa Leo memiliki dua senjata spiritual, yaitu busur panah yang ditempa dengan sangat baik dan dengan material yang sangat kuat dan juga sebilah pedang dengan pancaran aura kematian yang sangat pekat dan ketajaman yang tidak terbayangkan.
Sekarang Leo mengeluarkan sebuah tombak yang mana tombak itu memancarkan aura langit dan bumi serta kekuatan penghancur yang sangat besar menyelimutinya.
Leo mengalirkan kekuatan spiritualnya ke tombak itu yang mana ketika Leo melakukan hal itu, Sambaran sambaran petir dengan jumlah yang tidak bisa dihitung dengan mata telanjang keluar dan membakar tungku emas itu hingga warna yang ditunjukkannya menunjukkan sebuah perubahan dengan sedikit warna merah.
Rumput yang ada di bawah tungku itu terbakar dengan api yang sangat hebat dan dalam hitungan beberapa detik saja area yang cukup luas di dekat Leo berubah menjadi debu.
Leo mengeluarkan beberapa sumber daya yang dia miliki dan melemparkannya ke dalam tungku emas itu, tidak hanya satu tapi Leo mengeluarkan beberapa jenis hingga kepala Masamune dan Dinda dibuat pusing.
Setiap sumber daya yang dilemparkan oleh Leo kedalam tungku emas akan berubah menjadi cairan dan menyatu menjadi satu hingga beberapa saat kemudian cairan itu membentuk sebuah bola sebesar kelereng.
__ADS_1
Saat itulah Leo mulai menurunkan suhu dan intensitas dari proses pembuatan pil dan mengalirkan qinya ke tungku itu dan beberapa saat kemudian ada pecahan aneh yang terlihat di pil buatan Leo, pecahan itu mulai memanjang yang mana hal itu mengejutkan Leo dan membuatnya tersenyum sangat cerah.
"Aku tidak berpikir pil buatanku akan menentang surga, sebagai seorang peracik aku merasa bangga akan hal itu" Batin Leo, beberapa saat kemudian langit tiba tiba berubah menjadi gelap dan petir petir mulai menyambar ke segala arah.
Salah satu petir turun dan menyambar tungku emas milik Leo membuat tungku itu diselimuti oleh petir berwarna putih yang tidak ada habisnya.
Ledakan demi ledakan terjadi hingga menciptakan hempasan angin yang sangat kuat dan beberapa saat kemudian langit kembali cerah, bahkan awan hitam yang sebelumnya sangat pekat seolah tidak pernah ada di atas langit setelah Sambaran itu selesai.
"Leo, apakah kau baik baik saja?" Dinda dan Masamune berlari menuju ke arah Leo karena Leo adalah orang yang paling dekat berdiri dengan tempat petir itu menyambar, meskipun mereka bisa melihat beberapa Rambut Leo berdiri, mereka melihat sebuah keanehan dimana Leo tersenyum puas dengan apa yang baru saja terjadi.
"Aku baik baik saja"
"Senyumanku mengatakan bahwa aku berhasil menjadi Peracik yang setara dengan Alchemy terendah dunia para dewa, pil buatanku bahkan bisa menantang keberadaan surga sehingga surga memberikan Gunturnya pada pil itu" Ujar Leo masih dengan senyumannya yang mana membuat Dinda dan Masamune semakin kebingungan.
"Dinda, kali ini aku sepakat dengan apa yang kau katakan, petir itu sepertinya menyambar otaknya sampai sampai dia menjadi gila" Bisik Masamune menatap ke arah Leo yang masih tersenyum sampai sekarang.
…..
"Jadi anak itu mencuri Tungku emas itu, lihat saja aku tidak akan melepaskanmu!" ujar Ratu Laut selatan duduk di singgasananya ketika dia bisa merasakan kembali tungku emas milik kerajaan Laut selatan, karena dia telah meninggalkan jejak kekuatannya pada tungku itu sehingga dimanapun berada, Ratu Laut Selatan Bisa mengetahui mengenai keberadaan tungku emas itu.
Di sampingnya duduk Nyi Blorong dengan luka luka yang masih terlihat dengan sangat jelas dengan wajah yang terus terusan murung membuat Ratu Laut selatan menolehkan kepalanya ke arahnya.
__ADS_1
"Blorong, aku memiliki tugas untukmu, tangkap anak muda yang mencuri Tungku Emas itu, jika kau berhasil menangkapnya dan membawanya hidup hidup maka aku pastikan kau bisa mendirikan kerajaan mu kembali karena dia memiliki banyak aura kematian" Ujar Ratu Laut Selatan membuat Nyi Blorong menolehkan kepalanya ke arahnya dengan ekspresi terkejut.
"Bunda, aku pasti akan menangkap anak ini hidup hidup, bisakah bunda menunjukkan seperti apa wajahnya?" tanya Nyi Blorong sebelum Ratu Laut selatan mengayunkan tangannya dan sebuah layar layaknya layar televisi muncul dan memperlihatkan sebuah gambar yakni Leo.
Layar itu muncul selama beberapa saat sebelum akhirnya menghilang.
"Sebenarnya aku menyukai orang yang tampan sepertinya, tapi demi kerajaanku, apapun pasti akan aku lakukan meskipun hal itu melanggar aturan dunia astral" Ujar Ratu Laut selatan.
"Hati hati, dia tinggal di dunia nyata dan entah bagaimana dia bisa bertahan berhari hari di dunia Astral" Ujar Ratu Laut Selatan mengingatkan.
"Orang yang menarik,aku belum pernah lihat orang seperti dirinya, sepertinya aku akan bermain main sebentar dengan orang itu" Ujar Nyi Blorong kemudian dia berenang menjauh dari Ratu Laut selatan untuk pergi ke dunia nyata dan mencari Leo.
"Semoga kau bisa menangkapnya karena aku muak begitu memikirkannya" Ujar Ratu Laut selatan.
…..
"Jadi ini adalah pil buatanmu, terlihat biasa saja dan tidak ada istimewanya" Ujar Dinda sambil mencium pil buatan Leo, memang pil itu berbeda dengan pil buatan Leo sebelumnya yang memiliki bau cukup menyengat tapi dengan efek yang kuat biasa.
"Kau akan tahu begitu kau mencobanya" Ujar Leo sambil mengayun mengayunkan jari telunjuk dan jari tengahnya dengan senyuman cerah.
"Semoga saja pil ini memang benar bisa menghilangkan amarahnya" Ujar Dinda menatap ke arah makhluk aneh itu sebelum dia berjalan mendekatinya.
__ADS_1