
Langit di seluruh dunia menunjukkan fenomena yang cukup aneh dimana beberapa lubang hitam raksasa nampak muncul di berbagai tempat di atas langit, semua orang yang selamat dari insiden serangan Orbion sebelumnya segera pergi menjauh dan mencari tempat aman karena mereka tahu persis apa yang terjadi.
'Orbion Telah Kembali Ke Bumi' Mereka tidak tahu menahu mengenai rencana besar apa yang ingin dilakukan oleh para Orbion tapi saat ini, Organisasi yang menyebut diri mereka sebagai Organisasi kegelapan yang juga merupakan sekutu terbesar Orbion di bumi mulai menunjukkan diri di kota Yogyakarta, mereka semua mengunakan kaca mata khusus yang mana kacamata itu dirancang untuk bisa menembus penghalang antara dunia nyata dan dunia Astral.
Dengan kata lain mereka saat ini tahu bahwa bagian terakhir dari Kunci Penyegelan Iblis berada di kota Yogyakarta dan niat mereka adalah mendapatkan bagian terakhir itu.
"Jangan bertindak mencurigakan dan jika memang ada orang yang menghalangi, bunuh mereka semua, apapun alasannya kita harus mendapatkan gagang pedang naga itu!" Ujar salah satu dari mereka yang mana nampak seperti pemimpin dari Organisasi Kegelapan lantas dia mulai melancarkan aksinya dengan para bawahannya.
Total semua ada seratus orang dari organisasi Kegelapan dan mereka berbaur dengan orang orang sekitar, hanya satu hal yang membedakan mereka dengan orang biasa yaitu kacamata berwana hitam yang mereka kenakan.
…..
"Sial, kenapa manusia begitu merepotkan sepertimu!" Ujar Orbion yang dihadapi oleh Leo saat ini yang mana tembakan demi tembakan yang dilakukan untuk menjatuhkan Leo tapi kecepatan gerak Leo membuat hampir semua tembakan itu meleset.
Hanya beberapa yang mengarah tepat ke arah Leo, itupun ditangkis oleh Leo menggunakan pedang dan tombak miliknya.
"Aku sudah menggunakan pedang ini tapi aku merasa bahwa ada sesuatu di dalamnya yang tidak bisa aku jangkau dengan kekuatanku saat ini" Ujar Leo yang mana setelah mendapatkan sebuah tembakan yang kebetulan bisa dia tangkis.
Dia memandang ke arah pedang di tangannya kemudian menggenggamnya dengan erat sebelum menyimpan kembali tombak Guntur miliknya.
__ADS_1
"Kau sudah menyerah, kalau begitu tidak masalah, aku akan membantumu untuk pergi ke dunia Astral setelah ini" Ujar Orbion itu yang membuat Leo cukup terkejut.
Baru beberapa tahun para Orbion singgah ke bumi tapi mereka sudah mengetahui mengenai dunia astral, entah kenapa Leo merasa bahwa akan ada masalah besar meskipun dia mengalahkan Orbion yang ada di depannya saat ini dan benar saja.
Langit mulai menunjukkan lubang lubang raksasa yang mana bukan hanya ada satu lubang, melainkan puluhan lubang raksasa di atas langit membuat semua orang terkejut.
"Apa semua ini?" Ujar Leo menatap ke arah langit yang mana setelah itu tembakan melesat dan mendorong Leo ke belakang dengan darah yang mengalir dari bekas luka tembakan itu yang mengenai lengan kanannya.
"Hahaha, pertama adalah kau, kemudian semua orang yang ada di dunia ini akan menemanimu menuju dunia Astral" Ujar Orbion itu dengan tawa terbahak bahak dan Leo menyadari bahwa firasatnya benar akan terjadi.
"Sial, aku tidak bisa membiarkannya merasa senang begitu saja, aku harus menyelesaikannya secepatnya kemudian pergi mencari Lili secepatnya, keadaan mereka saat ini benar benar membuat khawatir!" Ujar Leo yang mana ketika Leo mengatakan hal itu, tanpa sadar darah yang mengalir dari tubuhnya mengenai pedang yang dia gunakan hingga Leo dibawa masuk menuju tempat yang berbeda.
Hanya ada tempat berwarna putih di berbagai tempat dan sejauh Leo memandang, tidak ada apapun di depannya..
"Siapa kau!" Leo mencoba bersikap setenang mungkin menghadapi suara panggilan di telinganya, apa yang terjadi pada Leo kali ini bukanlah pertama kali Leo mengalaminya sehingga dia berusaha setenang mungkin menghadapi semua kejadian aneh yang terjadi di dalam dirinya.
Suara itu tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Leo, justru di hadapan Leo saat ini terpampang sebuah tulisan kuno yang mana Leo bisa membacanya sebagai 'Teknik Pedang Kabut'
Tulisan itu mulai berpencar menjadi beberapa bagian dan menunjukkan skema gerakan yang langsung diingat di kepala Leo, setiap gerakan dari ayunan pedang yang dilihat oleh Leo benar benar tidak biasa dimana ayunan pedang itu mengeluarkan kabut berwarna putih dan jika dikombinasikan dengan pedang miliknya, maka serangan Leo bisa membekukan apapun yang ditebasnya.
__ADS_1
Setelah mengingat semua gerakan dari teknik berpedang di depannya, pandangan Leo segera berubah dan dia melihat Orbion di depannya yang tampak begitu senang menatap Leo yang mengalami luka di lengannya.
"Aku harus mengakhiri semua ini!" Leo mencengkram erat pedang miliknya dan memperbaiki kuda kudanya, udara dingin yang ada di pedang Leo seolah berubah menjadi semakin dingin setiap kali.Leo menarik nafasnya yang tentu saja hal itu membuat Orbion di depannya mulai panik.
Dia tahu bahwa jurus yang dikuasai oleh para Hunter di dunia yang mereka kenal sebagai bumi sangat berbahaya, meskipun para Orbion melakukan pelatihan sangat keras untuk mencapai tingkat tinggi dalam pelatihan, mereka masih kalah jika dibandingkan dengan Para Hunter yang menguasai jurus.
Melihat Leo yang menarik nafas beberapa kali membuat Orbion itu memutuskan untuk mengubah senjatanya, kali ini dia mengubah kedua senjatanya menjadi pedang dan bergerak sangat cepat menuju ke arah Leo.
"Teknik Pedang Kabut, Muslihat Pedang" Leo mengayunkan pedangnya yang sebuah bilah pedang dari angin tercipta ketika Leo mengayunkan pedangnya.
Memang bilah angin itu terlihat sangat tipis tapi nyatanya bilah angin itu mengandung setengah kekuatan spiritual milik Leo dan gerakannya juga terkesan sangat lambat.
"Aku kira seranganmu sangat mengerikan ternyata hanya serangan sampah!" ujar Orbion itu dan dengan pedangnya dia menebas bilah angin yang dikeluarkan Oleh Leo sambil tertawa terbahak bahak.
Ketika Orbion itu menebas serangan Leo, sebuah senyuman tipis terlihat jelas di wajah Leo yang mana membuat Orbion di depannya kebingungan tapi ketika dia menoleh ke arah senjata yang digunakan untuk menebas serangan Leo, ada bercak putih di sana sebelum seluruh pedangnya berubah menjadi es dan menjalar dengan cepat hingga ke tangan kanan Orbion itu.
"Arg… kau manusia sialan, aku akan membunuhmu!" Ujar Orbion itu tapi naas, beberapa saat setelah dia mengatakan hal itu, seluruh tubuhnya benar benar telah berubah menjadi es.
"Akhirnya selesai" Guman Leo sebelum dia menjatuhkan dirinya dalam sikap berlutut sambil melihat luka yang terpampang di lengan kanannya dengan darah yang mengalir cukup banyak.
__ADS_1