
"Misari, apakah kau tidak lelah?" Tanya Leo dengan urat urat yang terlihat di atas kepalanya.
"Tidak, memang kenapa kau menanyakannya?" ujar Misari sambil memegangi pipinya dan memiringkan kepalanya ke sebelah kanan.
"Tidak ada, tapi kenapa kau mengikutiku terus menerus sejak tadi?" Ujar Leo menatap ke arah Misari yang mana membuat gadis itu terkejut sampai tidak bisa berkata kata.
"Ah anu, itu, aku tidak bisa tinggal di rumah karena ayahku pasti akan meneruskan omelan nya, jadi lebih baik aku menginap" Ujar Misari dengan senyuman manis yang mana membuat Leo merasa bahwa gadis ini mencoba menggali sesuatu darinya.
"Menginap? Lalu kenapa kau mengikutiku terus, bukankah kau bisa mencari tempat menginap seperti rumah pamanmu atau bibimu, kau juga memiliki banyak uang jadi kau bisa mencari penginapan sendiri" Ujar Leo, dia tidak ingin berdekatan dengan Misari karena setiap kali dekat dengan Misari Leo bisa merasakan tubuhnya terasa aneh.
"Ah anu, begini sebenarnya aku tidak membawa uang" Ujar Misari yang mana membuat Leo menghela nafas panjang sebelum dia mengayunkan tangannya dan beberapa lembar uang muncul di tangan Leo.
"Gunakan ini untuk menginap, jangan menggangguku, oh ya jangan khawatir mengembalikan uangnya" Ujar Leo berbalik setelah memberikan uang itu pada Misari.
"Uang ini tidak berguna bagiku, yang paling penting adalah bagaimana kau bertambah kuat, aku akan membongkar semuanya" Batin Misari sambil meremas uang ada di tangannya kemudian dia masuk ke dalam gang untuk menghindari kecurigaan Leo sebelum mengikutinya lagi setelah Leo cukup jauh.
"Fiuh, akhirnya orang itu pergi juga, entah kenapa aku merasa hal yang aneh setiap kali bertemu dengannya, sepertinya ini adalah sebuah kutukan" Ujar Leo kemudian dia melanjutkan langkah kakinya.
…..
"Sebenarnya apa istimewanya gelang yang dimaksud oleh kakakmu? Orang orang itu bilang usianya lebih dari puluhan ribu tahun bukan, apakah mungkin kakakmu adalah reinkarnasi dari manusia purba?" Dinda dan Masamune saat ini berada di sebuah bangunan megah yang baru saja mereka sewa degan uang Leo.
Halaman yang luas cukup nyaman untuk berlatih serta dua lantai dan sebuah kolam renang yang bisa dinikmati siapa saja, ada juga taman bunga yang dipenuhi oleh warna warna indah.
__ADS_1
Setidaknya untuk menyewa tempat semacam itu mereka harus mengeluarkan uang lebih dari seratus juta tiap bulannya tapi Leo tidak pernah kekurangan uang, jika dia kekurangan uang Leo bisa mencetak uang dengan menjual pil buatannya dan dia sangat yakin peminatnya pasti sangat banyak karena nama pil buatan Leo sudah tersebar ke pelosok pulau Jawa.
"Jujur saja aku tidak tahu, aku sudah pernah mengatakan pada kalian sebelumnya bukan bahwa di dalam tubuh kakak ada sesuatu yang sangat besar dan mengerikan, bahkan kekuatannya jauh lebih kuat dibandingkan dengan siapapun yang pernah aku temui" Ujar Lili.
"Maksudmu, apa yang ada di dalam tubuh kakakmu memiliki kekuatan yang melebihi Nyi Blorong?" Tanya Masamune yang mana dia tiba tiba muncul dan mendekat ke arah mereka.
"Aku rasa bukan hanya Nyi Blorong, bahkan Ayah kakak juga tidak bisa dibandingkan dengan apa yang ada di dalam tubuh kakak, barang itu menyerupai sebuah kotak tapi pancaran kekuatannya sangat aneh, aku tidak yakin apa itu tapi aku bisa merasakan kotak itu menyatu dengan seluruh tulang dan darah kakak" Ujar Lili menjelaskan.
"Tunggu dulu, jadi maksudmu sesuatu yang ada di dalam tubuh kakakmu adalah sebuah benda, bagaimana mungkin benda bisa memiliki kekuatan yang begitu besar?" Tanya Dinda sedikit terkejut karena penjelasan dari Lili membawa nama Gurunya.
"Ya, hanya sebuah benda" Ujar Lili.
"Yah aku kira apa ternyata hanya sebuah benda, kalau begitu tidak perlu khawatir" Ujar Dinda sambil mengibas ngibaskan tangannya.
"Kau terlihat begitu tenang padahal sebelumnya kau yang terlihat sangat terkejut" Ujar Masamune menatap ke arah Dinda.
"Wajar jika aku terkejut, Leo memang menyimpan sebuah misteri tapi siapa sangka hanya sebuah benda, kalau soal gelang itu aku bisa menanyakannya pada Leo setelah dia kembali, ngomong ngomong kenapa dia belum kembali?" Ujar Dinda sambil melihat langit yang terlihat matahari mulai terbenam.
……
"Sial, kenapa aku begitu bodoh sampai lupa bertanya dimana mereka akan menginap, kalau begini terus bisa bisa aku tidur di bawah bintang" batin Leo kemudian dia menolehkan kepalanya ke belakang tapi tidak ada apapun sejauh Leo memandang.
"Dan lagi, kenapa Misari mengikuti sejak tadi, bukankah aku sudah memberikannya uang untuk mencari tempat menginap" Batin Leo menatap jauh ke sebuah gang sebelum dia melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
"Ugh.." ketika Leo melanjutkan jalannya dia terlalu fokus pada tempat Misari bersembunyi hingga dia menabrak seorang pemuda yang terlihat sangat terburu buru dan ketika dia menolehkan kepalanya ke arah pemuda itu, sebuah senyuman cerah terlihat di wajah Leo.
"Fik, ini benar kau?"
"Leo, kau Leo bukan?"
Keduanya benar benar terkejut ketika bertemu satu sama lain di tempat ini, sahabat lama yang terpisahkan semenjak mereka masuk ke dalam akademi Hunter, Leo Wahyuda dan Fiki Ramadhan.
"Hahaha, sudah hampir satu tahun kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu?" tanya Leo memeluk Fiki kemudian dia bertanya mengenai kondisinya.
"Aku baik baik saja, bagaimana denganmu? Apakah kau sehat? Aku dengar ada murid bodoh yang izin selama satu tahun dari Akademi apakah itu benar?" tanya Fiki dengan senyuman di wajahnya.
"benar tapi bukan aku orang bodohnya, ada orang bodoh lain yang meminta izin selama itu keluar dari akademi, yah kita sudah lama tidak bertemu bagaimana jika kita mencari tempat untuk mengobrol, apakah kau sibuk?" tanya Leo.
"Haha, bagaimana mungkin aku tidak bisa meluangkan sedikit waktu untuk sahabatku, tenang saja, jika kau tidak bisa membayar aku yang terakhir, akhir akhir ini aku mendapatkan berkah" Ujar Fiki.
Setelahnya keduanya berjalan mencari tempat untuk berbincang tanpa menyadari di dalam gang tidak jauh dari mereka ada gadis yang mengerutkan keningnya.
"Maksudmu aku yang bodoh, Leo sepertinya kau ingin dihajar" Ujar Misari sambil mengepalkan tangannya.
Setelah Leo dan Fiki pergi, Misari keluar dari tempat persembunyiannya nya dan melompat ke atas atas untuk mengikuti Leo karena akan lebih aman jika dia mengikuti Leo dari atas atap agar tidak dicurigai, meskipun Leo sebenarnya sadar bahwa Misari mengikutinya.
Akan tetapi Leo berusaha untuk menahan rasa kesalnya karena jika dia menemui Misari saat ini, maka dia akan lebih kerepotan dibandingkan dengan saat ini.
__ADS_1