ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Toko Perhiasan


__ADS_3

Leo memberikan beberapa syarat kepada Tiffany ketika dia menjajakan pil buatannya, yang pertama adalah Tiffany tidak boleh menjual pil buatannya pada orang yang memiliki catatan kriminal, yang kedua, tidak boleh melebihi harga yang ditetapkan, yang ketiga setiap orang hanya boleh membeli dua butir setiap kali pembelian, jika Tiffany tidak menyetujui persyaratan yang diminta oleh Leo maka Leo mengatakan bahwa dia tidak akan berbisnis dengan wanita paruh baya itu lagi.


Leo memiliki alasan memberikan syarat syarat kepada Tiffany dalam menjajakan pil buatannya, tidak boleh menjual pil pada seorang kriminal karena Leo tidak ingin pil buatannya jatuh ke tangan orang yang salah dan memperkuat orang yang salah.


Yang kedua adalah tidak boleh melebihi harga yang telah ditetapkan bermaksud agar pil buatannya tidak kembali diperdagangkan oleh pihak pihak tidak bertanggung jawab.


Yang ketiga, pembelian pil dibatasi setiap orang bertujuan agar semua orang bisa mendapatkan pil yang bisa meningkatkan kekuatan mereka secara efisien.


Setelah berdiskusi selama beberapa saat akhirnya Tiffany menyetujui apa yang diminta oleh Leo, setelah melakukan pembayaran untuk semua pil buatan Leo, wanita itu membawa Leo menuju ke gudang penyimpanan dimana sumber daya sumber daya yang Leo minta disimpan ditempat itu.


"Kalian cukup hebat juga bisa mengumpulkan sumber daya sebanyak ini dalam waktu tiga hari" Ujar Leo menatap tumpukan sumber daya yang memang disediakan untuk Leo.


Ada empat jenis sumber daya dan masing masing jenis ada lima tumpukan sumber daya yang Leo minta.


"Kami mengumpulkan sumber daya sumber daya ini dari seluruh kota Lamongan, dan total yang bisa kami kumpulkan untuk saat ini adalah lima kuintal untuk setiap jenis sumber daya yang tuan Muda inginkan" Ujar Tiffany.


Leo hanya mengangguk anggukkan kepalanya kemudian dia mengibaskan tangannya yang mana membuat tumpukan sumber daya yang ada di depannya lenyap tanpa meninggalkan bekas sedikitpun.


"Terimakasih atas semua sumber daya yang kau siapkan, berapa yang harus aku bayar untuk semua sumber daya ini?" Tanya Leo menatap ke arah Tiffany yang mana dia bisa melihat wanita paruh baya itu membuka mulutnya lebar lebar.


Dia memang pernah melihat Leo menghilangkan benda hanya dengan mengibaskan tangannya, tapi dua puluh tumpukan sumber daya hanya dengan satu ayunan tangan, semua yang terjadi di kepalanya benar benar sebuah kegilaan yang tidak pernah dibayangkan.


"Ah, tuan muda tidak perlu membayarnya, pil yang tuan muda jual kepada kami sudah cukup banyak untuk membayar semua sumber daya ini" Ujar Tiffany.


"Kalau begitu terimakasih, aku permisi" Ujar Leo kemudian dia membawa Misari keluar dari tempat pelelangan.


…..

__ADS_1


"Leo, aku tidak pernah berpikir bahwa kau memiliki hati yang begitu baik" 


"Terimakasih atas pujiannya"


"Aku serius, kebanyakan orang akan memikirkan keuntungan pribadi mereka sendiri ketika berada dalam posisimu tapi kau justru mementingkan banyak orang" 


"Karena kita sudah keluar dari rumah kenapa kita tidak sekalian pergi jalan jalan saja, aku ingin lebih banyak mengenalmu, bagaimanapun lamaran yang kita lakukan dan pertunangan yang sudah disepakati ini terjadi bukan karena keinginan kita berdua" Ujar Leo sambil menundukkan kepalanya.


Ketika dia mengingat kejadian di hotel bersama dengan Misari, dirinya benar benar menyesal telah minum terlalu banyak alkohol sampai membuatnya mabuk dan lepas kontrol.


"Kita tidak bisa menyesali apa yang sudah terjadi, lingkaran takdir hanya memiliki satu arah yang sama, mungkin jika tidak ada kejadian itu kita juga masih dipersatukan oleh takdir jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri, aku mendengar dari Lili bahwa kau sangat jarang menyentuh makanan selama tiga hari ini" Ujar Misari sambil menundukkan kepalanya.


"Maafkan aku karena membuatmu khawatir, aku tidak akan mengulanginya lagi" Ujar Loe menghentikan langkahnya begitupun dengan Misari, keduanya saling bertatapan satu sama lain dan mendekatkan bibir mereka satu sama lain.


Tapi sebelum sampai ke tempat tujuan bibir mereka berlabuh, Lili muncul dengan teknik Bayangan Darah Miliknya rapat di tengah tengah Leo dan Lili membuat keduanya mundur beberapa langkah ke belakang.


"Tidak ada, kami tidak melakukan apapun"


"Benar, kami tidak melakukan apapun, mungkin kau salah ingat Lili"


"Kalian berdua mungkin bisa menutupinya atau mungkin malu denganku, baiklah aku tidak akan mengintip, kalian bisa melakukannya lagi" Ujar Lili.


Gadis hantu itu kemudian menutup matanya dengan kedua tangannya tapi matanya benar benar tidak ditutupi dengan benar dan dia bisa melihat sangat jelas karena dia membuka jari yang digunakan untuk menutup matanya.


"Yah karena kakak baru mendapatkan banyak uang, kakak akan memberikanmu beberapa hal yang kau inginkan, sebut saja aku pasti akan membelikannya untukmu" Ujar Leo dengan senyuman manis menatap ke arah Lili membuat wanita itu sangat semangat.


"Benarkah, kalau begitu kita harus cepat, aku ingin memborong seluruh tokonya bersama dengan kakak" Ujar Lili sambil menarik tangan Leo menuju ke tempat yang dia kehendaki disusul oleh Leo yang menarik tangan Misari.

__ADS_1


Ditarik secara tiba tiba oleh Leo membuat Misari sangat terkejut, tapi dia harus segera berlari untuk mengimbangi Leo agar tidak terjatuh.


…..


"Sampai, kakak belikan aku banyak benda benda berkilauan itu" Ujar Misari sambil menunjuk banyak perhiasan yang terpampang di etalase sebuah mal.


Saat ini mereka berada di sebuah mal tidak jauh dari tempat pelelangan dan begitu sampai di sana Lili menarik Leo menuju toko perhiasan dan menunjuk banyak perhiasan yang ada di depannya.


"Sebenarnya dari mana kau tahu mengenai semua ini?" Tanya Leo menatap ke arah Lili, dia bisa saja memborong seluruh toko perhiasan tapi uang yang akan dikeluarkan tidak sedikit.


"Dari orang orang yang aku lihat di jalanan, mereka menggunakan barang ini agar terlihat cantik" Ujar Lili dengan semangat.


"Kau pilih saja apa yang kau inginkan" Ujar Leo yang mana membuat Lili bersorak kegirangan kemudian dia segera memilih perhiasan yang dia inginkan.


"Anak ini sudah memata matai kami malah meminta hal semacam ini, tapi baik juga apa yang dia inginkan membuatku teringat akan sesuatu" Ujar Leo kemudian dia menatap ke arah Misari.


"Apakah ada yang kau inginkan? Pilih saja aku akan membelikannya untukmu" 


"Tidak terimakasih, perhiasan memang terlihat romantis tapi aku tidak menyukai perhiasan karena terlalu mencolok dan sangat mengganggu, selain itu tidak ada kegunaan lainnya selain untuk pamer"


"Sangat mencolok dan mengganggu, dan tidak memiliki kegunaan lain" Ujar Leo sambil mengelus dagunya kemudian dia mengibaskan tangannya.


"Bagaimana dengan cincin ini, cincin ini bernama cincin penyimpanan, meskipun dimensi di dalamnya lebih kecil dibandingkan dengan milikku tapi setidaknya bisa memuat banyak hal di dalamnya" Ujar Leo sambil mengeluarkan cincin penyimpanan yang dia dapatkan ketika berada di laut selatan.


"Benarkah ini untukku?" Tanya Misari dengan wajah malu malu.


"Ya, ini untuk calon istriku" Ujar Leo membuat pipi Misari memerah sebelum dia mengulurkan tangan kanannya dan Leo memasukkan cincin itu di jari manis wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2