ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Salah Faham


__ADS_3

Blam…suara ledakan terjadi ketika Leo dan Misari sibuk mengobrol mengenai binatang spiritual yang bisa berubah tingkat.


Tanpa berpikir terlalu lama keduanya segera berlari menuju ke tempat ledakan berasal telah menjadi sasaran dari organisasi-organisasi kejahatan menurut dari penjelasan Ibu Leo ketika dia berkunjung menemui Leo semalam.


Benar benar saja ketika mereka berdua sampai di tempat sumber ledakan terjadi sudah banyak orang yang berkerumun di sana, kebanyakan dari orang-orang yang berkumpul di tempat dagangan adalah Hunter baik yang berada di tingkat pemurnian tubuh maupun tingkat yang lebih tinggi.


Leo dan Misari segera menuju ke tempat sumber ledakan dan mereka melihat cekungan yang sangat dalam di atas tanah dan beberapa bercak darah yang tertinggal.


Ada juga korban jiwa yang jaraknya sangat jauh dari tempat sumber ledakan yang sama sama dikerumuni banyak Orang tapi siapapun yang melihat bekas serangan pada tubuh korban yang ditemukan oleh mereka dan bekas pertarungan itu, mereka menemukan kejanggalan yang sangat besar.


Selain itu tidak ada bekas pertarungan yang serius di tempat itu selain sumber ledakan yang mirip yang menjadi pusat perhatian semua orang saat ini, hanya itu yang paling mencolok di tempat itu hingga pandangan Leo jatuh ke arah sebuah kayu.


Bukan kayu biasa melainkan sebuah bolpoin, karena penasaran Leo memungut benda itu dan benar saja benda itu adalah bolpoin, tapi ketika dia membaca ukiran pada kayu itu, seketika jantungnya berdetak dengan sangat kencang.


Setelah membaca ukiran pada bolpoin yang dia temukan Leo bergegas menuju ke arah korban yang ditemukan, setelah melihat wajah korban Leo akhirnya bisa bernafas dengan tenang tapi pertanyaannya adalah kenapa bolpoin itu yang dia temukan.


Leo sangat ingat bahwa bolpoin itu adalah milik Fiki, dan tidak mungkin Fiki menghilangkannya dengan sengaja, bolpoin yang kini dipegang oleh Leo masih terasa hangat yang mana artinya sebelumnya Fiki berada di tempat ini.


"Aku harus mencari tahu mengenai hal ini" Batin Leo sambil menggenggam bolpoin yang dia temukan.


…..


"Halo sepertinya kau sedang berpikir keras saat ini apakah ada masalah yang mungkin bisa kami bantu?" Tanya Masamune menatap ke arah Leo karena dia melihat bahwa saat ini memiliki banyak beban pikiran di kepalanya.


Terlihat bahwa Leo sering kehilangan fokus akhir akhir ini akibat kabar mengenai ayahnya dan baru baru ini mereka mendapatkan cerita dari Misari bahwa Leo Menemukan bolpoin sahabatnya di tempat sebuah serangan.


"Bisakah kalian membantuku? Saat ini sepertinya Kota Lamongan kedatangan orang orang yang sangat kuat sampai sampai serangannya tidak bisa ditahan oleh Fiki sahabatku" 


"Memang seberapa kuat Fiki ini? Apakah dia lebih kuat dibandingkan denganmu?"

__ADS_1


"Aku tidak yakin mengenai kekuatannya Tapi aku tidak bisa membaca tingkatan kekuatannya untuk saat ini, menurut perkiraanku Fiki berada di tingkat Perombakan tulang sama sepertiku" Ujar Leo.


"Baiklah kami akan mencoba mencari petunjuk soal menghilangnya temanmu, lagi pula kami sudah mengalami banyak peningkatan setelah beberapa hari berlatih dengan pil buatanmu dan juga spirit Stone"


"Lagipula kita sudah sangat jarang bergerak jadi sekali-kali olahraga tidak masalah bukan, untuk mengencangkan otot tubuh" Ujar Masamune.


"Aku ikut" Ujar Lili dengan semangat setelah Leo membahas mengenai itu yang mana membuat Leo menghela nafas panjang karena dia melihat dari raut wajah Lili, gadis hantu itu menginginkan uang.


Leo mengibaskan tangannya dan setumpuk uang keluar di tangan kanan Leo yang mana jumlah keseluruhannya adalah 300 juta, jumlah yang sangat banyak untuk seorang anak-anak remaja seperti mereka tapi Leo berniat menjadikan uang itu sebagai uang saku ketiganya selama penyelidikan berlangsung.


"Hehehe, kakak memang tahu apa yang aku inginkan baiklah besok kita akan melaksanakan tugas yang diberikan kakak dan kita tangkap orang di balik semua ini" ujar Lili dengan semangat.


"Kalian terus kam ngobrolnya aku masih ada urusan di kamarku" Ujar Leo kemudian dia naik ke kamarnya diikuti oleh Misari di belakangnya.


Setelah terdengar Leo menutup pintu kamar, Dinda, Masamune dan Lili segera berlari menuju ke pintu kamar dan menguping apa yang dilakukan oleh keduanya di dalam kamar di malam hari seperti saat ini.


"Cepat keluarkan" itulah yang mereka dengar pertama kali ketika menempelkan telinga mereka di pintu kamar Leo.


"Apakah kau percaya sekarang?"


"Apakah akan sakit?"


"Tentu saja sakit, tapi kau harus menahannya dan usahakan tidak mengeluarkan suara teriakan"


"Baiklah, aku akan mencoba untuk menahannya"


"Ugh"


"Jaga suaramu, jangan sampai mereka mendengarnya!"

__ADS_1


"Aku mencobanya, Ugh" 


"Kak, apakah kalian berpikir seperti apa yang aku pikirkan?" Tanya Misari menatap ke arah Dinda dan Masamune secara bergantian.


Sementara itu di dalam kamar Leo saat ini.


Leo mengalirkan kekuatan spiritual dalam jumlah yang sangat besar ke dalam inti binatang buas yang dia dapatkan sebelumnya, ketika Leo mengalirkan kekuatan spiritualnya, seketika lonjakan kekuatan menjadi tidak stabil dan udara seolah bergeser di dalam kamar milik Leo.


Seekor rusa dengan tanduk tanduk yang sangat panjang menampakkan dirinya dan berusaha berlari menjauh dari Leo tapi Leo segera mengeluarkan binatang spiritualnya sehingga seekor naga muncul dan menekan rusa bertanduk itu hingga membuatnya sulit untuk bergerak.


"Ini masih belum selesai dan kau mencoba melarikan diri, kalau begitu aku akan lebih kasar dibandingkan dengan sebelumnya!" ujar Leo kemudian dia mengarahkan satu tangannya ke arah rusa sementara satu lainnya menapak di punggung Misari.


Seketika kekuatan langit dan bumi menjadi kacau dan raut wajah Misari berubah menjadi begitu pucat, seperti apa yang dikatakan oleh Leo sebelumnya, Misari berusaha menahan teriakan agar tidak terdengar oleh yang lainnya.


"Ugh…Arg hmm…" 


"Tahan sebentar lagi, aku akan menyelesaikan ini dengan cepat!"


Leo membentuk segel tangan tanpa henti yang mana beberapa saat kemudian segel tangan yang dibentuk oleh Leo membentuk sebuah rantai dan mengikat rusa yang ada di ruangan itu dan menariknya ke dalam tubuh.


"Baiklah, terima ini!" ujar Leo menghentakkan tangannya ke punggung Misari yang mana setelah bertahan melawan rasa sakit yang luar biasa, Misari sudah tidak mampu menahan teriakannya.


"Argh…" Teriak Misari dengan sangat keras, bersamaan dengan itu kelinci kilat milik Misari telah musnah dan digantikan dengan rusa bertanduk dunia yang baru saja menyatu dengan dirinya.


"Kerja bagus" Ujar Leo setelah semua itu sementara Misari terus mengambil nafas berat.


Brak…tepat setelah itu ruangan kamar Leo didobrak oleh Masamune, Dinda Dan Lili yang mana mereka sangat terkejut karena Leo dan Misari masih mengenakan pakaian Lengkap dan keduanya ada di lantai.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" Tanya Leo yang mana membuat Masamune dan yang lainnya menjadi kikuk.

__ADS_1


Mereka menyadari bahwa mereka telah salah paham atas apa yang dilakukan oleh Leo dan Misari, sehingga membuat ketiganya benar benar malu dan tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Leo.


__ADS_2