
"Kak, kakak sudah sadar" Lili terlihat begitu panik menghampiri Leo sambil menunjuk ke atas arena.
Begitu Leo melihat ke atas Arena dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan dimana tubuh Misari dipenuhi oleh darah yang menetes di arena kompetisi, terlihat raut wajah Dinda begitu panik datang menghampiri Leo bersama dengan Masamune di belakangnya.
"Leo, gawat, orang yang dihadapi oleh Misari saat ini bukan manusia melainkan Orbion" Ujar Dinda, Dinda mengatakan hal itu sambil berbisik karena dia tidak ingin memancing kehebohan sebelum semuanya jelas.
"Bagaimana kau bisa tau bahwa dia adalah Orbion?"
"Karena aku baru saja membangkitkan tingkat kedua dari Mata Dewa Wang" Ujar Dinda dengan mantap kemudian dia menatap ke arah Leo yang menatap jauh ke atas arena.
"Makhluk itu memang sudah tidak bisa diampuni" Ujar Leo mengeluarkan alat berbentuk cakram yang diberikan oleh gurunya sebelum kepergiannya dari dunia ini, setelah menatap cakram itu beberapa saat Leo tiba tiba menghilang dari pandangan Dinda dan yang lainnya.
"Dimana kakakmu?"
"Aku juga tidak tahu, bagaimana dia bisa menghilang begitu saja? Apakah yang kita lihat barusan adalah bayangan Leo"
"Anu, kalian berdua harus melihat apa yang ada di atas arena sekarang!" Masamune menunjuk ke atas arena pertarungan yang mana di atas arena itu saat ini terdapat satu orang yang bukan peserta dari kompetisi.
Bukan, lebih tepatnya adalah mantan peserta kompetisi yang harus mengundurkan diri karena tekanan yang ada di dalam dirinya.
"Bagaimana dia bisa muncul di sana?" Semua orang sontak menjadi heboh ketika melihat Leo tiba tiba muncul dan menahan tebasan pedang yang dilakukan oleh Roy dengan tangan kosong.
__ADS_1
Ya, dengan tangan kosong, bahkan senjata spiritual yang digunakan oleh Roy tidak bisa meninggalkan bekas goresan di tangan Leo saat ini.
"Hei, kau! Apakah kau tidak tahu bahwa semua orang dilarang ikut campur dalam kompetisi sebelum lawan dinyatakan kalah, apakah kau tidak tahu aturan ha?" Ujar wasit yang mengawasi arena pertarungan Misari dan Roy sebelumnya dan Leo melihat ada kain merah di saku orang itu.
"Kain merah" Leo bergumam dalam hatinya kemudian dia menggunakan jurus baru yang dia dapatkan dari Gelang Poros Langit yaitu menyebarkan kesadaran Spiritual.
Dengan menyebarkan kesadaran spiritual Leo bisa merasakan apapun yang ada di sekitarnya dalam radias empat ratus meter persegi untuk saat ini dan radius itu sudah cukup untuk mencakup seluruh arena kompetisi sebelum sebuah senyuman terlihat di wajah Leo.
"Jadi begitu ya, kain merah, aku menyadarinya sekarang" Ujar Leo menatap tajam ke arah wasit yang membentak dirinya sebelumnya kemudian tangan kirinya dihempaskan ke arah wasit yang mana menciptakan terpaan angin yang sangat hebat.
Angin itu begitu kencang bahkan membuat wasit yang membentak Leo sebelumnya terlempar mundur dari atas arena pertarungan dengan perasaan terkejut karena dia sudah berada di tingkat kelahiran tapi Leo bisa dengan mudahnya menghempaskan nya dengan satu ayunan tangan.
"Misari,apakah kau baik baik saja?"
Leo berjalan menuju ke arah Misari dan mengeluarkan sebutir pil berwarna kuning yang diselimuti oleh aura spiritual yang berlimpah.
"Buka mulutmu, pil ini adalah pil yang menantang kehendak surga, dengan pil ini kau pasti bisa pulih dengan cepat" ujar Leo yang mana setelah Leo mengatakan hal itu Misari membuka mulutnya dan Leo memasukkan pil itu ke dalam mulut Misari.
Setelahnya Misari tidak memperdulikan mengenai Lukanya dan mengambil sikap lotus memulihkan kondisi tubuhnya yang penuh dengan luka.
"Kau, bagaimana kau bisa mengacau di atas arena kompetisi, apakah kau ingin mati ha!" Dua belas Hunter di tingkat kelahiran kini mengepung arena tempat pertarungan antara Roy dan Misari yang mana mereka semua membuat Leo tersenyum sinis.
__ADS_1
"Apakah benar bahwa aku yang mengacau di atas arena ini? Atau mungkin kalian dari Organisasi Kegelapan yang mengaturnya" Ujar Leo mengejutkan lima di antara dua belas Hunter di tingkat kelahiran yang mengepung dirinya.
"Anak ini sudah sangat keterlaluan, dia menganggap kita anjing dari Organisasi kegelapan apa, apakah kalian akan membiarkan hal semacam ini terjadi, jika kalian membiarkannya maka aku sendiri yang akan turun tangan untuk menghabisinya" Ujar salah satu dari mereka tepatnya salah satu anggota dari Organisasi kegelapan karena Leo bisa melihat kain merah yang sama berada di kantong baju yang dia kenakan.
"Mengalahkanku, aku tidak berpikir kau mampu melakukannya!" Ujar Leo dengan senyuman tipis kemudian dia mengangkat tangan kanannya dan merapatkan semua jarinya lantas dia mengalirinya dengan kekuatan spiritual, hanya dengan satu gerakan ringan suara teriakan terdengar keras dari orang yang berniat menyerang Leo sebelumnya dengan tangan kanannya yang terpotong dengan sangat rapi.
Melihat hal itu semua orang mengambil jarak dari Leo karena mereka tahu bahwa kekuatan yang dimiliki oleh Leo tidak sesederhana kelihatannya.
"Cih, hanya sekelompok sampah" Leo berjalan menuju ke arah Roy yang saat ini bergetar ketakutan di sudut arena lainnya, melihat Leo saja dia sudah seperti melihat malaikat maut yang datang menghampirinya dan hal itu bukanlah hal yang bagus.
"Kau sudah melukai Misari begitu parah dan masih bersikap angkuh sebelumnya, kau tidak berpikir aku akan melepaskanmu begitu saja bukan?"
"Tuan, mohon maafkan dia, dia masih terlalu muda jadi tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang salah"
"Dia memang tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang salah tapi bukan berarti dia bisa bertingkah seenaknya jika menyangkut mengenai nyawa" Setelah Leo mengatakan hal itu, dia mengibaskan tangannya dan tombak berwarna biru yang dialiri oleh petir seketika muncul di tangan kanan Leo, bukan hanya itu, aura langit dan bumi yang ada di tempat itu seketika menjadi kacau dan langit berubah menjadi hitam dalam sekejap mata.
"Kalian akan segera melihat kebenaran yang ditutup tutupi dan keburukan dari anak ini dimataku" Ujar Leo kemudian dia sekali lagi mengibaskan tangan kanannya dan cakram yang diberikan oleh Ryan sebelumnya seketika menempel di gagang tombak Leo.
Bersamaan dengan itu cakram yang menempel seolah melebur menjadi satu dengan tombak yang Leo gunakan yang mana apa yang dilakukan oleh Leo membuat beberapa orang dari Organisasi Kegelapan maupun para Orbion panik.
"Kau! Lancang sekali kau mengacaukan kompetisi ini, apakah kau tidak menganggap kami semua ada ha!" Salah satu orang yang berada di ruang VIP membentak Leo, aura saint bintang 1 meledak dari tubuhnya membuat seluruh arena bergetar dengan sangat hebat.
__ADS_1
"Pengganggu lainnya, entah kalian ada seberapa banyak, tapi sudahlah, aku akan menyelesaikan ini dengan cepat" Ujar Leo yang mana setelah Leo mengatakan hal itu dengan cukup lantang, ledakan kekuatan spiritual terjadi di tubuh Leo dan aura saint yang jauh lebih kuat dari orang yang berusaha menekannya keluar membuat semua orang tanpa terkecuali membuka mulut mereka lebar lebar.