
Ditempat lain, tidak jauh dari pantai laut selatan di bawah sebuah reruntuhan, seekor ikan dengan ukuran yang sangat besar terbawa arus Tsunami hingga mencapai daratan.
Di perut ikan yang mampu menelan manusia itu terdapat luka bakar dan tampak merah seolah dia memakan sesuatu yang memiliki suhu sangat panas dan di dekatnya terdapat seorang anak laki laki yang meminta pertolongan.
"Tolong.." Anak itu mulai kehilangan kesadaran setelah beberapa jam yang lalu dia berusaha meminta pertolongan dari regu penyelamat di sekitar tapi sekuat apapun anak itu meminta pertolongan tidak ada orang yang menyadari keberadaan anak itu.
Saat itulah dia melihat Leo dan meminta pertolongan dengan sisa sisa tenaga yang dia miliki tapi sebelum Leo sempat menemukannya, suara ledakan dan gemuruh terdengar dari arah laut yang membuat Leo menolehkan kepalanya ke sumber ledakan.
"To...tolong!" Ujar anak itu sambil mengulurkan tangannya ke arah Leo hingga akhirnya dia jatuh tak sadarkan diri.
….
"To...tolong!" Leo bisa mendengar suara seorang anak yang ringkih memanggil dirinya tapi sebelum dia sempat mencari sumber suara itu, dia mendengar suara yang lebih keras dan lebih heboh dibandingkan dengan sebelumnya yaitu suara ledakan dan benturan dari ombak yang sangat keras.
Leo mendengarkan suara itu sejenak sebelum akhirnya dia memutuskan untuk mencari suara korban yang memanggilnya.
Dengan bantuan mata dewa Wang Milik Leo, dia bisa melihat lebih jelas dibandingkan dengan sebelumnya dan bukan hanya manusia melainkan Leo juga bisa melihat makhluk dari dunia astral yang turut menjadi korban dan meminta bantuannya.
Leo bisa saja membantu mereka semua tapi saat ini prioritas utama yang harus Leo utamakan adalah menolong manusia karena bagaimanapun makhluk dari dunia astral memiliki tubuh dan usia yang lebih tua dibandingkan dengan manusia.
__ADS_1
Mungkin mereka bisa terluka dan mengalami rasa sakit yang luar biasa akan tetapi mereka tidak akan bisa mati hanya dengan mengandalkan rasa sakit kecuali mereka benar benar ingin pergi dari dunia ini.
"Dimana anak itu? Kenapa suaranya sudah berhenti?" tanya Leo menatap ke segala arah hingga pandangannya jatuh ke arah seekor ikan yang tubuhnya melepuh layaknya terbakar, dia juga melihat di samping ikan itu terdapat tangan manusia yang muncul dari balik reruntuhan sehingga dengan cepat Leo berlari untuk membantu anak itu.
Leo mengais ngais reruntuhan dengan tangangannya dan mengangkat balok balok besar dengan mengandalkan kekuatan fisiknya yang sudah cukup dimurnikan dengan jurus pelatihan bintang.
Saat ini kekuatan fisik yang Leo miliki sudah lebih besar dibandingkan dengan kekuatan dari seorang yang berada di tingkat pembentukan inti bintang tiga padahal Leo masih berada di bintang satu.
Setelah mengais ngais reruntuhan, akhirnya Leo menemukan anak yang meminta tolong padanya sebelum nya, dan setelah mengecek kondisi anak itu, Leo dengan sangat cepat melepas pakaian yang dikenakan sang anak.
Leo tidak bisa merasakan denyut nadi anak itu, bahkan Leo tidak bisa merasakan nafas keluar dari hidung anak itu sehingga dia memutuskan untuk melakukan Kejut jantung pada anak itu.
Ketika Leo mengalirkan sihir petir miliknya, secara tidak terduga perut ikan yang ada di dekatnya yang sebelumnya sudah melepuh akibat suhu yang sangat tinggi mulai menunjukkan kilatan petir yang menyambar sang ikan, bahkan karena kilatan kilatan petir itu tubuh ikan yang ada di dekat Leo mulai menunjukkan asap putih yang membumbung semakin tinggi.
Ketika Leo melakukan kejut jantung untuk kesekian kalinya, akhirnya anak itu mendapatkan kesadarannya kembali dan air dalam jumlah yang cukup banyak dimuntahkan oleh anak itu.
"Kau tidak apa, syukurlah aku masih belum terlambat, lebih baik kita pergi ke tempat pengungsian agar kau bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik" Ujar Leo mengangkat anak itu dan membantunya untuk bangkit.
Leo tidak menyadari bahwa ikan yang ada di dekatnya saat ini sudah berwarna sangat hitam dan akhirnya ketika Leo bangkit, ikan itu meledak dan sebuah tombak berwarna biru melayang layang di udara.
__ADS_1
Baik Leo maupun anak yang ada bersama dengannya sangat terkejut dengan senjata yang tiba tiba muncul dari dalam perut ikan, karena merasa penasaran Leo akhirnya mengarahkan jari telunjuknya ke arah senjata itu sambil memapah anak kecil yang baru mendapatkan kesadarannya kembali.
Semakin dekat jari tangan Leo dengan tombak itu, semakin kuat pula daya tarik yang diberikan oleh tombak itu dan ketika jari telunjuk Leo dan ujung tombak itu hanya berjarak beberapa centimeter seketika tombak itu melesat dan membuat lengan tangan kanan Leo terluka sangat parah sampai membuat tangan Leo berdarah.
Sebagian kecil darah menetes di permukaan tombak itu tapi sebagian besar darah lainnya tercecer di tanah dan membuat genangan air yang ada di dekat Leo berubah warna menjadi merah.
Darah yang menetas pada tombak itu perlahan lahan mulai diserap masuk dan setelahnya tombak itu melesak masuk ke dalam tubuh Leo membuat Leo berteriak dengan lantang karena rasa sakit yang tiba tiba dia rasakan di sekujur tubuhnya.
Anak kecil yang dia papah sebelumnya dijatuhkan oleh Leo karena rasa sakit yang ia alami benar-benar lebih menyakitkan dibandingkan dengan luka luka yang pernah dialami oleh Leo sebelumnya.
Beberapa saat kemudian kedua bola mata Leo mulai mengeluarkan cahaya biru serta kilatan kilatan petir yang mana bukan hanya mata melainkan petir petir itu mulai menyelimuti tubuh Leo dan akhirnya dari tubuh Leo meledak kekuatan yang sangat besar yang mana kekuatan ledakan itu menciptakan sebuah cahaya yang melesat tinggi ke atas langit dan membelah awan hitam yang menyelimuti Pantai Selatan saat itu.
Semua Hunter, masyarakat awam, makhluk gaib dan para siluman yang kebetulan berkumpul dalam satu wilayah yang sama menyaksikan hal itu dengan tanda tanya yang tidak henti hentinya muncul di kepala mereka.
Tapi bagi para bawahan Ratu Laut Selatan, mereka tahu betul apa yang terjadi dengan cahaya itu, seseorang telah melakukan penyatuan dengan senjata spiritual yang mereka cari, tombak samudra yang tersambar Guntur ketika proses terbentuknya dan mengandung kekuatan Guntur yang sangat luar biasa.
Mereka semua percaya bahwa siapapun yang mendapatkan Tombak Guntur itu akan menjadi salah satu pemimpin hebat di masa depan.
"Whahahaha, fenomena yang lebih keren terjadi di sana!" Ujar Jaya kemudian dia mengabaikan semua prajurit dari Ratu Pantai Selatan dan berlari menuju ke sumber cahaya.
__ADS_1