ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Kantor Keamanan Aliran Majapahit


__ADS_3

"Arg..apa yang kau lakukan bocah!" teriak Rion ketika tangan kanannya di sayat oleh pedang yang digunakan oleh Leo.


Bekas luka sayatan itu meninggalkan sebuah perasaan yang sangat menyakitkan layaknya diciptakan oleh besi yang sangat panas.


"Kau sudah membuat Lili yang aku anggap sebagai adikku sendiri lenyap, kau pikir aku bisa memaafkanmu begitu saja!" ujar Leo, meskipun dia mengatakan hal itu, tangan kanan nya benar benar merasakan tengah mengangkat beban yang sangat mengerikan, bahkan jika tidak menghentikan apa yang dilakukannya, kemungkinan tangan Leo akan putus karena beban berat yang ditanggung.


Leo berjalan menuju ke arah Rion dengan pedang yang di seret membelah tanah, bersamaan dengan itu Rion juga menyiapkan sebuah serangan spiritual yang mengandung seluruh kekuatannya yang tersisa, jika serangannya gagal maka semua akan tamat begitu saja.


Rion mempertaruhkan hasil dari pertempuran itu pada serangan yang akan dia lakukan hingga sebuah aura yang sangat besar menekan keduanya hingga jatuh dan meringkuk di atas tanah.


"Kalian dua orang sampah yang tidak tahu peraturan, kalian pikir bisa bertarung seenaknya di tempat umum seperti ini?" Seorang pria sepuh berjalan menghampiri mereka.


Aura yang begitu kuat keluar terus menerus dari tubuh orang itu ketika dia berjalan menuju ke arah Leo dan Rion, aura itu, benar benar kuat bahkan melebihi kekuatan seseorang yang berada di tingkat pembentukan inti.


"Orang ini setidaknya berada di tingkat pembentukan inti puncak atau awal perombakan tulang" Guman Leo berusaha bangkit tapi tekanan aura itu benar benar sangat besar.


"Dia bisa saja mengambil pedang berkarat ini, lebih baik aku menyimpannya!" ujar Leo kemudian dia menggerakkan ujung jari telunjuk tangan kanannya meskipun sangat sulit, dan dengan segera memasukkan pedang berkarat itu ke dalam cincin penyimpanan miliknya.


"Perasaan itu hilang, sepertinya dua orang ini menyimpan sesuatu yang sangat mengerikan dari dalam tubuh mereka, aku harus menyelidikinya" Guman pria sepuh itu sambil menatap keduanya dan mengibaskan tangannya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian keduanya mulai kehilangan kesadaran dan jatuh tak sadarkan diri sebelum diangkat oleh pria tua itu dan dibawa pergi bersama dengannya.


….


"Ugh, dimana ini?" ketika Leo membuka matanya, dia menemukan tangannya telah terikat ke belakang, tepatnya terikat ke kursi yang diduduki oleh Leo saat ini.


Bukan hanya Leo melainkan Rion juga dalam kondisi yang sama, tangannya terikat ke belakang dan nampak Rion masih belum sadar dari pingsannya.


"Kau sudah sadar, kau tidak perlu bertanya ini dimana karena dilihat saja sudah jelas, ini adalah kantor keamanan Aliran Majapahit!" Ujar pria yang menangkap keduanya sebelumnya sambil menyiapkan alat tulis dan secarik kertas.


"Jadi, jelaskan kenapa kalian berdua bertarung di tempat umum hingga membuat kehebohan?"Tanya pria itu yang mana hal itu hanya bisa dijawab oleh Leo.


Leo menjelaskan bahwa dia sebelumnya hanya duduk dan bersantai sebelum orang orang yang menyebut diri mereka sebagai geng sungai datang menghampirinya dengan niat membunuh hingga akhirnya Leo berakhir dengan melakukan perlawanan pada mereka.


"Benar, dan dia adalah bos mereka semua, meskipun dipanggil bos bapak jangan khawatir karena kekuatannya hanya berada di tingkat pemurnian tubuh bintang 3" Ujar Leo menjelaskan yang mana hal itu membuat pria itu mengerutkan dahinya kemudian dia menatap ke arah orang yang dimaksud oleh Leo.


"Kau cukup hebat bisa menangkap salah satu bos dari geng sungai, tapi dari kekuatan yang dimiliki olehnya, seharusnya dia adalah bos paling lemah dari geng sungai ini, bos paling kuat mereka berada di tingkatan perombakan tulang" Ujar orang itu yang mana hal itu membuat Leo terkejut.


"Karena kau sudah membantu kami menangkap salah satu dari mereka aku mengucapkan terima kasih, tapi jangan pikir kau bisa lepas begitu saja, tanpa ada orang yang menjamin dirimu tidak akan melakukan tindakan kriminal, maka kau akan ditahan di sini selama satu minggu" Ujar pria itu yang mana hal itu membuat Leo terkejut.

__ADS_1


"Tunggu, bagaimana bapak bisa menahan saya, saya adalah korban disini" Ujar Leo berusaha membela dirinya tapi tidak dihiraukan oleh pria itu.


"Meskipun kau korban, kau juga salah, seorang Hunter dilarang menggunakan kekuatannya untuk bertarung di tempat umum,jika kau ingin bertarung dan mengasah kemampuan mu akan lebih baik kau pergi ke arena yang disediakan oleh pemerintah" Ujar pria itu yang mana hal itu mengingatkannya pada gurunya.


"Anu maaf pak, apakah bapak mengetahui mengenai aliran Legendaris? Guruku bernama Ryan dan dia adalah salah satu tutor terbaik di aliran Legendaris, jadi bisakah.."


"Berhenti membual, aliran legendaris sudah lama hilang dan meskipun masih ada, mereka pasti akan membuat kehebohan, apa yang aku katakan tetap sama, jika tidak ada yang menjemputmu disini maka kau harus ditahan selama seminggu disini" Ujar pria itu dan setelah mencatat laporan yang diberikan oleh Leo, dua orang muncul dari balik bayangan, yang satu mengangkat Leo sementara yang lain mengangkat tubuh Rion dan membawa keduanya pergi.


"Ryan dari aliran legendaris, nama yang tidak asing dan seperti nama orang itu, tapi aku tidak percaya dia akan mengangkat seorang murid dengan tempramen buruknya, sudahlah, lebih baik anak itu berada disini karena mungkin saat ini geng sungai berusaha mencarinya untuk membalas dendam" Ujar pria itu kemudian merapikan meja kerjanya.


…..


"Kakak!" Ketika berada dalam sel tahanan, Leo dikejutkan dengan Lili yang keluar dari dalam cincin penyimpanannya dengan wajah yang sangat bahagia, bahkan saking terkejutnya Leo, Leo sampai melompat ke belakang sebelum akhirnya menarik nafasnya dalam dalam.


"Lili, jadi kau masih hidup?" tanya Leo dengan semangat setelah menenangkan dirinya dari perasaan terkejutnya, tentu dia senang karena meskipun baru sehari, tapi Lili sudah Leo anggap seperti adiknya sendiri.


Tingkahnya yang lucu dan bisa membuat gelak tawa adalah salah satu alasan Leo berpikir demikian.


"Kakak, kakak mempermainkan ku! Jelas kakak tau bahwa aku sudah mati, jika aku masih hidup aku tidak mungkin menjadi hantu yang cantik dan manis seperti ini" Ujar Lili sambil berpose manis dengan pandangan yang tertuju ke arah Leo.

__ADS_1


"Lupakan itu, aku bersyukur kau baik baik saja, aku pikir kau dalam masalah sampai bisa disedot oleh pedang berkarat itu" Ujar Leo sambil menghela nafas lega, dia ingin memeluk Lili tapi tubuhnya tidak bisa melakukannya karena jika dia memeluk Lili, maka secara otomatis Lili akan tembus di tubuhnya.


"Kak, ngomong ngomong mengenai pedang berkarat itu, aku merasa bahwa pedang itu berusia lebih dari satu milyar tahun dan bukan hanya itu, usia kakak juga samar samar bagiku, sekilas memang terlihat masih muda tapi tulang dan darah yang mengalir di tubuh kakak seperti berusia sangat tua, bahkan aku tidak yakin berapa milyar tahun usianya" Ujar Lili yang mana hal itu mengejutkan Leo.


__ADS_2