
"Aku tidak menyangka kau akan membawakan acara dalam pelelangan, aku pikir kau tidak datang" Ujar Leo sambil menikmati makanan yang dia pesan bersama dengan Mawar.
"Sebelumnya aku sempat mencari kak Leo, tapi tidak menemukan kakak dimana mana, malah aku bertemu dengan manajer pelelangan dan dia menawarkan sebuah pekerjaan padaku dengan gaji yang besar" Ujar Mawar menjelaskan.
Keduanya terus mengobrol hingga tidak menyadari ada seseorang yang mendekat ke arah mereka.
"Aduh!" Leo memegangi kepalanya akibat sebuah pukulan keras mendarat di sana, dia menolehkan kepalanya dan menemukan Ryan berdiri di belakang Leo dengan wajah yang nampak sangat kesal.
"Bagus ya, kau membolos dari akademi dan malah pacaran disini!" ujar Ryan menatap ke arah Leo dengan tatapan yang sangat tajam.
"Guru, sejak kapan guru kembali?" Tanya Leo menatap ke arah Ryan dengan tatapan tidak percaya, sebelumnya Ryan mengatakan pada Leo bahwa dirinya ada beberapa urusan sehingga harus pergi selama beberapa saat, Leo tidak pernah menyadari bahwa Ryan telah kembali ke kota Lamongan.
"Tidak penting aku kembali sejak kapan, tapi kau sudah melupakan tujuanmu sebelumnya dan malah bermain cinta disini"
"Tunggu, guru ini tidak seperti yang guru Lihat"
"Benar paman, aku dan kak Leo bukan sepasang kekasih, kami hanya kebetulan bertemu!" ujar Mawar mencoba mengalihkan pembicaraan karena semakin lama kesalahpahaman yang ditimbulkan olehnya bisa membuat hubungan murid dan guru itu berantakan.
"Lupakan mengenai itu, kau berhutang penjelasan padaku kenapa kau membolos sekolah" Ujar Ryan yang mana hal itu membuat Leo menggaruk kepalanya karena meskipun kepala Leo tidak gatal.
"Guru, lebih baik kita membicarakan hal ini nanti, guru duduklah dan pesan apapun yang guru mau, aku yang akan membayarnya" Ujar Leo dengan canggung.
"Tumben sekali kau bisa berkata seperti itu, sepertinya kau sedang punya banyak uang" Ujar Ryan menatap selidik ke arah Leo berpikir Leo menjual cincin pemberiannya tapi setelah melihat jari telunjuk tangan kanan Leo, Ryan segera membuang jauh-jauh pikiran itu.
"Aku mendapatkan sedikit keuntungan guru tidak perlu dipermasalahkan" Ujar Leo dengan wajah yang sangat canggung, tidak mungkin dia mengatakan pada gurunya bahwa dia telah menghasilkan lebih dari satu milyar dalam waktu satu hari atau gurunya itu akan mengalami serangan jantung.
Ryan memutuskan untuk menuruti apa yang dikatakan Leo, dia memesan makanan termahal yang di disajikan oleh restoran itu yang mana harga satu porsinya bisa mencapai 500 ribu rupiah.
Ryan berpikir bahwa Leo tidak akan bisa membayar semua itu dengan uangnya saat ini jadi dia sengaja memesan makanan yang paling mahal agar Leo bisa merasa bersalah telah membolos sekolah.
__ADS_1
Tapi setelah semua selesai menikmati hidangan mereka dan Leo membayar tagihannya, Ryan merasa ada yang salah karena tidak ada pertanyaan mengenai masalah uang oleh pelayan restoran.
Ryan menatap ke arah Mawar dan tanpa ragu dia bertanya pada wanita itu.
"Apakah kalian melakukan tindakan kriminal untuk mendapatkan uang? Tidak mungkin anak anak seperti kalian mendapatkan uang sebanyak ini untuk membayar pesanan yang aku lakukan" Ujar Ryan.
"Maaf paman, tapi kak Leo sebelumnya mendapatkan hampir satu miliar rupiah dari pelelangan, hanya mentraktir kita makan bukanlah sesuatu yang besar baginya" Ujar Mawar yang mana hal itu membuat Ryan terkejut.
"Satu miliar, apakah serius Leo bisa mendapatkan sebanyak itu?" Ryan membuka mulutnya lebar lebar setelah mendengar hal itu, bahkan suaranya yang sangat keras memancing perhatian semua tamu yang ada di sana.
"Entah kenapa sepertinya aku memberikan sebuah masalah pada kak Leo" Guman Mawar dengan senyuman canggungnya.
….
"Mereka pasti menungguku, aku harus kembali" Ujar Leo, setelah dia membayar tagihan untuk semua makanan yang dia pesan, Leo lantas pergi ke kamar mandi untuk menyelesaikan sebuah urusan yang sangat penting dan mendesak.
Dia tidak tahu apa yang terjadi tapi ketika dia kembali, dirinya tidak melihat mawar di meja makan dan hanya melihat Ryan yang duduk disana sambil menyilangkan kakinya.
"Wanita itu sudah pergi, dan ada banyak hal yang ingin aku bicarakan padamu, termasuk darimana kau mendapatkan uang satu milyar itu dan bagaimana kau bisa mendapatkannya!" Ujar Ryan sambil menatap ke arah Leo.
"Sial, ternyata Mawar pergi karena hal ini, awas saja kalau aku bertemu dengannya lagi" Guman Leo.
Leo akhirnya tidak bisa lepas dari rentetan pertanyaan yang diajukan oleh Ryan, mulai dari uang satu milyar sampai kenapa Leo membolos akademi.
Dengan terpaksa Leo menjelaskan semua yang dia lakukan pada gurunya termasuk bagaimana dia membuat pil kecantikan dan mendapatkan banyak uang.
Leo juga menjelaskan alasannya membolos dari Akademi karena guru yang mengajarnya terlalu arogan dan menganggap suatu hal dialah yang paling benar.
Bahkan hanya karena tidak menerima pelajarannya selama beberapa saat, dia mendapatkan teguran keras dari guru itu sekaligus situasi kelasnya yang tidak kondusif membuat Leo memutuskan untuk pergi dari kelas.
__ADS_1
"Meskipun seberapa keras mereka padamu, kau sabar dalam menghadapi semuanya Leo, seseorang yang hebat tidak berasal dari orang yang malas, butuh usaha dan pengorbanan agar seseorang bisa menduduki puncak kekuatan, kau memang memiliki kemampuan dalam berbagai bidang, tapi ada kelemahan di dalam hatimu,kelemahan yang sangat mencolok dengan termakan oleh emosi" Ujar Ryan pada Leo.
"Makasih guru karena sudah mengingatkan ku, aku memang gagal dalam mengendalikan emosi, Aku akan berusaha mengendalikan emosiku agar memenuhi harapan guru" Ujar Leo diikuti anggukan kepala Ryan.
"Aku juga mendengar bahwa kau bertarung dengan Orbion untuk melindungi anak kecil, kau memang seorang pahlawan Leo tidak salah Aku menjadikanmu sebagai murid" Ujar Ryan.
"Ngomong-ngomong mengenai penyerangan Orbion itu, Ada beberapa hal yang ingin aku bahas dengan guru karena masalah ini selalu menggangguku" Ujar Leo.
Keduanya membahas mengenai serangan Orbion yang kebetulan Leo lawan dan rahasia besar yang dikatakan oleh Orbion itu.
Setelah mendapatkan penjelasan dari Leo, Ryan mengatakan bahwa dia juga setuju atas keputusan yang diambil oleh Leo, penghianat dan Orbion yang bisa menyamar menjadi manusia, jika masalah ini sampai tersebar maka umat manusia akan terpecah pecah.
Pertanyaanya saat ini adalah, sampai kapan? Sampai kapan mereka bisa mempertahankan semua rahasia besar ini dan bagaimana caranya mereka menghentikan gelombang Orbion yang akan datang.
Jika masalah ini dibiarkan maka Orbion akan mendapatkan banyak keuntungan dan jika masalah ini dibongkar, maka hasil yang didapatkan oleh manusia juga bukanlah hasil yang baik.
Setiap langkah yang akan mereka ambil layaknya sebuah perangkap yang mematikan Yang mana ketika mereka mengambil satu langkah dari kedua langkah, hasil yang akan mereka dapatkan bukanlah hal yang baik.
🐟🐟🐟🐟🐟
Terimakasih Untuk Dukungan Kalian di Minggu ini.
1. Pengarang Kesepian
2. Poetrae Raentaoe
3.
4. Doms'tik
__ADS_1
5. Haikal Akbar
Dan Reader lainnya yang tidak saya sebutkan, tanpa kalian Author bukanlah apa apa.