
"Apakah makhluk Makhluk rendahan itu masih belum bergerak? Sepertinya mereka benar benar ketakutan dengan kekuatan yang kita miliki. terlebih dengan partikel tuhan yang luar biasa"
"Pemimpin benar, aku rasa manusia manusia ini sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk menang menghadapi kita dan mereka membicarakan langkah terakhir yang bisa mereka lakukan"
"Siapa suruh mereka membunuh putraku, Semua ini masih belum cukup untuk mereka!"
Pada Orbion menatap ke arah Leo dan yang lainnya. Meskipun mereka memiliki kekuatan yang sangat besar, tapi mereka tidak bisa mendengar apa yang direncanakan oleh Leo dan yang lainnya.
Beberapa saat kemudian mereka bisa melihat Leo dan semua Hunter menatap ke arah para Orbion, mereka merasa ada yang salah karena apa yang dilakukan oleh Leo dan semua Hunter yang ada di sana keluar dari prediksi yang mereka ambil.
Mereka bisa melihat Leo dan yang lainnya mengeluarkan senjata Spiritual dan Binatang spiritual mereka. Aura yang cukup mendominasi keluar dari semua Hunter yang ada di sana, meskipun mereka saat ini kalah jauh baik jumlah dan kekuatan dari pihak lawan, tapi mereka memiliki tekad yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan Orbion untuk melindungi lebih banyak orang.
Tekad itulah yang menjadikan Leo dan yang lainnya memiliki kekuatan besar untuk menghadapi musuh yang jauh lebih unggul dibandingkan mereka.
"Bersiap menyerang, mereka tidak akan menyerah begitu saja" Ujar pemimpin para Orbion sambil menarik pedang yang tersemat di pingganya, tapi sebelum pedang itu di cabut Leo muncul di belakangnya dengan aura membunuh dan kematian yang mengebu ebu dengan pedang yang sudah siap memisahkan kepala dari tubuhnya.
"Pemimpin awas!" Salah satu Orbion bereaksi lebih cepat dibandingkan dengan suara, dalam kecepatan yang luar biasa, dia menyatukan pedangnya hingga pedang yang dia gunakan membentur pedang milik Leo hingga menciptakan hembusan angin yang sangat besar.
Tapi bukan hanya itu, puing puing bangunan yang runcing melesak dengan sangat cepat menuju ke arah mereka dari bawah dalam waktu yang bersamaan dengan serangan yang Leo lancarkan.
Dan tentu saja, serangan dengan kecepatan batu yang dilemparkan oleh semua orang tidak bisa melukai semua Orbion yang ada di atas langit.
__ADS_1
Dengan mudahnya mereka menghancurkan puing puing tajam itu hingga mengubahnya menjadi butiran butiran debu yang mana dengan cepat dihempaskan oleh hempasan angin yang dihasilkan dari serangan Leo.
"Bodoh, kau melakukan serangan yang sia sia karena senjata yang kami gunakan terbuat dari pertikel tuhan, kau tidak akan bisa meninggalkan goresan pada senjata milik kami" Ujar Orbion yang menghadang serangan Leo sebelumnya.
Pemimpin yang Leo incar sudah pergi dari tempatnya untuk mengambil jarak karena jika dia terlalu dekat dengan Leo dan Orbion yang menahannya, dia takut terkena dampak dari serangan yang dilakukan oleh keduanya.
"Benarkah, aku tidak berpikir seperti itu" Leo dengan senyuman yang dia tunjukkan membuat Orbion yang menghadang serangan Leo mengernyitkan keningnya.
Dia berpikir bahwa senyuman yang ada di balik wajah Leo terdapat sesuatu yang salah dan benar saja seperti apa yang dia duga. Setelah beberapa saat kemudian dia mendengar suara besi yang retak dan ketika dia melihat ke arah pedang yang dia gunakan, Orbion itu menemukan pedang yang dia gunakan hampir terpotong menjadi dua bagian.
Belum sempat Orbion itu bereaksi, gerakan Leo semakin cepat sebelum dia menghilang di tengah debu yang menyebar di seluruh tempat.
"Sial, dia tidak hanya bisa memotong senjata yang kami gunakan dan buat dengan Partikel tuhan, dia bahkan bisa meletakkan kami dalam situasi semacam ini" Ujar Orbion itu.
….
"Heh, mereka pikir dengan menggunakan debu debu ini bisa memisahkan kita? Mimpi!" Salah satu Orbion merentangkan tangannya dan seketika pusaran angin yang sangat kuat berputar menarik semua debu yang tersebar di udara, tapi seberapa kuat dia melakukan semua itu, usaha yang dia lakukan seolah tidak ada hasil apapun karena debu masih menutupi pandangan mereka.
"Ini bagaimana mungkin?" Ujarnya ketika angin yang dia keluarkan tidak mampu menghilangkan debu debu yang ada di sekitar mereka.
"Kau cepat hilangkan debu debu itu, aku merasa kurungan yang aku pegang menjadi lebih ringan" Ujar Orbion yang memegangi kurungan yang mengurung Satria dan Fiki.
__ADS_1
"Apa maksudmu, jangan bilang kalau kedua orang itu ada yang melepaskannya" Ujar Orbion yang menghempaskan angin sebelummya.
…..
Sementara itu saat ini Leo membawa tubuh ayahnya dan Fiki melesat turun dengan kecepatan yang luar biasa. mereka seolah olah jatuh dari atas langit yang sangat tinggi dengan sangat cepat.
"Rencana yang aku buat sukses" Ujar Leo diikuti senyuman tipis di wajahnya.
Beberapa saat sebelum Leo melancarkan serangan, dia telah menyusun sebuah rencana dengan semua Hunter yang ada, rencananya adalah dia akan mengalihkan perhatian dengan menyerang pemimpin mereka sehingga perhatian semua Orbion akan tertuju dan berpusat padanya.
Setelah itu semua orang melemparkan puing puing runcing ke arah semua Orbion agar perhatian mereka kembali teralihkan pada puing puing yang dilemparkan dan menghancurkannya menjadi abu ataupun puing puing yang lebih kecil.
Tapi bukan itu topik utamanya, Leo meminta semua Hunter untuk menyelimuti puing puing bangunan dengan kekuatan spiritual dan meminta seorang Hunter yang bisa memiliki kekuatan tanah untuk mengendalikan debu yang ada di atas langit agar sulit untuk dipindahkan dengan dengan debu itu, Leo bisa menyelamatkan Satria dan Fiki karena kemampuan mata dewa Wang milik Leo bisa melihat sangat jauh, selain itu Leo juga bisa menyebarkan kesadaran spiritual sehingga meskipun ditempat yang sangat gelap sekalipun tanpa adanya cahaya, Leo bisa menemukan apapun dengan mudah seolah dia memiliki mata lainnya.
"Memang rencana yang kau buat adalah rencana yang hebat tapi jangan membuat rencana yang nekad seperti ini" Ujar Fiki diikuti senyuman tipis di wajah Leo.
"Hehe, maaf aku tidak terpikir rencana lainnya" Ujar Leo sambil menutup sebelah matanya, tapi setelah itu ekspresi wajah Leo berubah seratus delapan puluh derajat dan dia nampak semakin waspada dibandingkan dengan sebelumnya.
"Maaf Fik, kalian harus cepat pergi dari sini!" ujar Leo lantas dia mengalirkan kekuatan spiritual ke kedua tangannya dan dengan cepat menghempaskan Fiki dan Satria menjauh darinya.
"Leo kau benar benar sialan!" Teriak Satria tapi Leo sudah tidak bisa mendengarnya karena gesekan dengan angin yang sangat kuat membuat suara Fiki tidak sampai pada Leo.
__ADS_1
Tapi ketika Fiki menolehkan kepalanya ke arah Leo, dia bisa melihat sebuah kembang api di atas langit dan Fiki yakin itu bukan kembang api melainkan sebuah serangan.