
"Apa yang kau lakukan?" tanya Leo menatap ke arah Putri duyung itu sambil mendengus tidak senang atas apa yang dilakukan olehnya.
"Aku sedang membantumu, jika aku tidak memberikanmu mutiara lautan mungkin kau sudah kehabisan nafas sekarang" Ujar Putri Duyung itu kemudian dia memperkenalkan dirinya pada Leo.
"Namaku adalah Vivian, sepertinya kau baru datang ke kota dunia astral ini sampai sampai lupa menelan mutiara samudra" Ujar Putri Duyung itu kemudian dia berenang mendekat dan mengitari Leo sambil mengawasi Leo dari atas sampai bawah.
"Aku baru tau ada makluk gaib yang memiliki tubuh Persis seperti manusia, sebenarnya kau mati kerena apa?" Tanya Vivian sambil menatap ke arah Leo.
"Ah itu, aku mati karena sebuah bencana besar, kau tau belakangan para Orbion melakukan serangan pada bumi"
"Aku tau, tapi yang aku ingat semua orang yang mati karena serangan Orbion ketika mereka datang ke dunia astral, mereka mendapatkan tubuh fisik yang sangat buruk bahkan aku bisa mengatakan menjijikkan, kau lihat orang di sana, dia dulunya adalah korban dari Orbion ketika Orbion datang ke bumi" Vivian menunjuk ke arah seorang pria yang mana separuh wajahnya hancur berantakan dan terlihat bercak darah di pakaiannya.
Vivian kemudian memindahkan jati telunjuknya yang mana kini dia menunjuk ke arah seorang wanita dengan pakaian serba putih yang mana di punggung wanita itu terdapat lubang yang sangat besar.
"Aku dengar dia dulunya adalah manusia yang dibunuh oleh Orbion ketika mengandung, tapi kau benar benar tidak mirip seperti mereka berdua"Ujar Vivian kemudian berenang menjauh dari Leo mengambil batu dan kembali ke arah Leo lagi.
"Aku akan menjelaskan padamu, tubuh manusia bisa kau ibaratkan sebagai batu ini dan batu yang satunya adalah dunia astral pemisah antara kehidupan dan kematian, ketika dua batu ini bertemu", Vivian membenturkan kedua batu itu hingga membuat keduanya pecah dan hancur menjadi berkeping keping.
"Jadi?"
__ADS_1
"Artinya jika jiwamu masuk ke dalam dunia astral maka sangat sulit bagi kalian para manusia untuk mendapatkan tubuh fisik yang utuh, kecuali kau adalah kaum siluman yang memang terhubung degan dunia astral" Ujar Vivian menjelaskan.
"Terimakasih, tapi aku tidak peduli" Ujar Leo kemudian dia berenang menjauh dari Vivian tapi wanita itu mengikutinya dan mencoba berbicara pada Leo.
"Aku memiliki beberapa asumsi yang menurutku sangat sesuai dengan kondisiku saat ini, apakah kau mau mendengar?" Tanya Vivian yang mana saat ini wanita itu berenang di samping Leo.
"Maaf nona Vivian, bisakah kau tidak menggangguku, sudah cukup kau merebut ciuman pertamaku dan sekarang kau ingin mengatakan hal hal yang tidak ingin aku ketahui!" Ujar Leo yang nampak kesal dengan Vivian, memang Leo akui bahwa putri duyung itu yang menyelamatkannya tapi tidak seharusnya dia melakukan hal itu padanya terlebih, Leo bisa merasakan bahwa Vivian memiliki maksud tersembunyi padanya.
"Begitukah sikapmu pada orang yang sudah menolongmu? Lagipula itu hanya ciuman dan kau tau, ciuman bagi para kaum duyung adalah sebuah salam perkenalan" Ujar Vivian menjelaskan pada Leo yang mana membuat Leo terbatuk batuk mendengar apa yang dikatakan oleh Vivian.
"Wanita ini menang sangat cantik layaknya seorang artis, aku tidak bisa memikirkan berapa banyak orang yang sudah dia cium di lautan ini" Ujar Leo kemudian tanpa memperdulikan Vivian, dia berenang pergi dari sana.
"Hei, jangan pergi, aku ingin mengatakan padamu sesuatu" Ujar Vivian yang mana membuat Leo benar benar merapatkan tangannya, dia menghentikan langkahnya sejenak sebelum menatap ke arah Vivian dengan tatapan geram.
"Kau mengusirku? Setelah aku membantumu menyelamatkan kehidupanmu, apakah memang manusia sejahat ini pada makluk lain, jika tau seperti ini maka aku akan membiarkanmu tenggelam!" Ujar Vivian.
"Tunggu dulu, apa yang barusan kau katakan? Katakan sekali lagi?" ujar Leo yang mana ekspresi yang dia tunjukkan saat ini sedikit berubah dibandingkan dengan sebelumnya.
"Manusia, apakah aku salah?" Tanya Vivian menatap ke arah Leo sambil menyilangkan tangannya di depan dadanya, wanita itu benar benar merasa dirinya berada di atas angin saat ini setelah mengatakan bahwa Leo adalah manusia dan orang itu tercengang sampai tidak bisa berkata kata.
__ADS_1
"Mari kita bicarakan hal ini sambil menikmati kunjunganmu di dunia astral, aku akan mengajakmu berkeliling"Ujar Vivian sambil berenang di depan Leo dan menghentikan langkahnya dan berbalik.
"Jangan mencoba kabur karena jika kau melakukannya, mungkin kau akan di incar oleh semua makluk astral di dunia ini" Ujar Vivian sebelum dia melanjutkan langkahnya.
"Kenapa kemanapun aku pergi selalu bertemu dengan orang orang seperti ini" Batin Leo sambil mengikuti langkah Vivian karena Leo tidak bisa membiarkan lebih banyak makluk gaib mengetahui bahwa dia adalah manusia.
"Hehe, aku hanya asal menebak tapi siapa sangka, ternyata anak ini adalah seorang manusia, mungkin dengan kehadiriannya aku bisa mengali lebih banyak hal di dunia nyata" Batin Vivian.
…..
"Orang ini benar benar sangat merepotkan, sudah gila, membuat masalah dihadapan ratu dan sekarang akan mati pun menyusahkan kita" Ujar dua penjaga yang saat ini membopong tubuh Jaya menuju sebuah lubang yang sangat dalam.l berdiameter lebih dari seratus meter.
"Sudahlah, kau panggil mereka semua untuk datang, aku sudah tidak ingin berurusan dengan masalah lagi" Ujar salah satu penjaga diikuti oleh anggukan kepala rekannya.
Setelah mendengar perintah, salah satu dari prajurit itu mengeluarkan kekuatan spiritual hingga membuat air bergejolak selama beberapa saat, sedetik kemudian suara ombak terdengar dari dasar lubang yang memiliki diameter lebih dari dua ratus meter itu.
Tidak butuh waktu lama, sekelompok hiu yang jumlahnya kurang lebih mencapai dua puluh ekor muncul dan menatap dua penjaga dengan tatapan haus darah.
"Kenapa kalian ada di sini, apakah Ratu kalian sudah membuka hatinya untuk kami agar kami bisa berburu di lautan bebas, kalian tahu, memakan rumput laut untuk diet adalah hukuman yang sangat mengerikan bagi kami semua, termasuk anak anak" Ujar salah satu Hiu yang entah bagaimana bisa dipahami oleh kedua prajurit itu.
__ADS_1
"Kami hanya ingin menyampaikan pada kalian semua, berbahagialah karena ratu mengizinkan kalian memakan daging untuk sementara waktu, kalian diperintahkan untuk memakan manusia ini, tidak sampai habis tidak masalah asalkan manusia ini tidak menemui ratu lagi" Ujar salah satu penjaga melemparkan tubuh Jaya ke arah para Hiu dan tubuh itu bergerak melayang mendekat ke arah para Hiu.
"Hahahaha, kemarilah dan jadi makanan kami" Ujar para hiu bergerak dengan cepat menuju ke arah Jaya hingga jaya membuka matanya dan sebuah cahaya berwarna biru nampak bersinar di mata Jaya sesaat.