ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Bagian Kunci Penyegelan Iblis


__ADS_3

Ketika kotak kaca itu dibuka, aura kematian yang sangat pekat meledak dan dua belas orang yang bertugas menjaga barang itu dengan cepat mengeluarkan aura spiritualnya.


Ledakan kekuatan yang sangat besar telah terjadi di atas arena hingga membuat beberapa orang yang berada di sekitarnya merasakan udara yang tiba tiba turun dan berubah menjadi sangat dingin.


Kebanyakan dari mereka adalah orang biasa sehingga mereka tidak tahu apa yang terjadi di atas arena selain suhu udara yang menurun, tapi bagi para Hunter, mereka semua tahu barang yang dilelang kali ini bukanlah barang biasa.


"Barang itu, kenapa barang seperti itu bisa ada di tempat ini?" Leo terperanjat dari tempat duduknya ketika dia melihat barang yang ada di tengah tengah panggung pelelangan.


Barang itu adalah sebuah mutiara yang memiliki ukuran layaknya bola sepak, bukan karena mutiara itu tidak berguna dan hanya memiliki aura kematian yang sangat pekat melainkan ingatannya mengenai peradaban kuno muncul ketika dia melihat Artefak kuno berbentuk mutiara itu.


Leo mengingat bahwa ketika kehancuran dunia akan terjadi, di atas langit kala itu sang Dewa memecah sebuah pusaka menjadi tiga bagian, gagang pedang berbentuk seekor naga, sebuah mutiara dan bilah pedang bergerigi yang mana semua benda itu memiliki aura kematian yang sangat besar.


Ketika benda benda itu dijatuhkan ke dunia, Leo sangat ingat bahwa ketiga benda itu terjatuh di beberapa tempat yang sangat sulit dijangkau oleh manusia, satu di samudra terdalam di dunia, satu di Antartika sementara yang lain masuk sangat dalam di perut bumi.


Leo bisa beranggapan bahwa benda itu pasti sangat berharga dan berbahaya sehingga Dewa sekalipun memecah benda itu menjadi tiga bagian dan menyebarnya ke berbagai tempat agar tidak mudah untuk ditemukan.


"Leo, apakah kau mengetahui mengenai barang terakhir itu?" Tanya Dinda menetap perubahan ekspresi yang ditunjukkan oleh Leo yang mana dia bisa melihat saat ini Leo meneteskan keringat dingin dari dahinya dan nampak begitu ketakutan ketika melihat benda yang di lelang.


"Ya aku tahu dan seharusnya benda itu tidak ditemukan oleh manusia, aku takut bencana akan terjadi ketika benda itu ditemukan" Ujar Leo dengan tatapan yang tidak lepas dari Artefak yang berada di atas arena pelelangan.

__ADS_1


Entah kenapa dia merasa menyesal menjual sedikit pil ke tempat pelelangan, jika tau akan ada barang seperti mutiara itu, maka sejak awal Leo pasti akan menyiapkan lebih banyak pil dan lebih banyak uang untuk mendapatkannya.


Barang seperti itu pasti akan memancing banyak orang untuk mendapatkannya karena aura kematian yang terpancar jelas dari Artefak kuno yang merupakan bagian dari satu senjata yang sama yaitu pedang berukuran besar.


"Bencana, aku tidak yakin jika bencana akan terjadi hanya karena benda itu" Ujar Dinda, meskipun mengatakan demikian, ketika dia melihat Leo bergetar dengan keringat yang tidak henti hentinya mengalir dari tubuhnya, dia bisa tau apa yang dikatakan oleh Leo tidak hanya sekedar omong kosong.


"Leo, kami masih belum mengerti dengan apa yang kau katakan, bisakah kau mengatakan dengan lebih jelas lagi?" Tanya Masamune yang mana hal itu membuat Leo menghela nafas panjang.


"Kalian siapkan diri untuk pertarungan, aku sangat yakin bahwa kekacauan akan terjadi di tempat pelelangan ini dan jika sampai kekacauan ini terjadi, pastikan mendapatkan benda itu dan segera pergi dari sini" Ujar Leo dengan tatapan dingin.


"Apakah kau menyuruh kita berdua untuk merampok di tempat pelelangan ini, kau sudah gila apa? Di sini ada banyak orang dengan tingkat pelatihan yang lebih tinggi dari kita berdua, meskipun aku setuju membentuk kelompok dengan kalian aku tidak akan mau dicap sebagai seorang kriminal" Ujar Dinda sedikit menaikkan nada suaranya.


"Aku tidak tahu apa sebenarnya mutiara itu dan pecahan pecahan pedang lainnya, tapi dari bahasa kuno yang aku ingat di gagang, bilah dan mutiara itu, aku tahu bahwa pedang itu sangat berbahaya sehingga Dewi sekalipun membagi pedang itu menjadi tiga bagian" Batin Leo.


Kata kata yang tertuang ngiang di dalam kepalanya saat ini adalah satu kalimat singkat yang sebelumnya sempat Leo baca ketika pedang itu masih utuh, yaitu 'Kunci Penyegelan Iblis'


Sementara itu saat ini baik Dinda maupun Masamune sedikit ragu untuk membantu Leo karena mereka tidak tahu apa yang dimiliki oleh mutiara itu sampai sampai bisa memancing kekacauan dan membuat Leo bersikeras untuk mendapatkannya.


Di Tempat pelelangan terlalu banyak orang yang memiliki kekuatan yang mampu menumbangkan ketiganya dengan mudah, mengambil resiko yang begitu besar pasti ada sesuatu yang salah dengan mutiara itu.

__ADS_1


"Aku akan membantumu" Ujar Masamune.


"Eh, Masamune apakah kau yakin?"


"Kita adalah rekan satu kelompok jadi aku akan membantumu, sepertinya memang ada masalah dengan mutiara itu jadi aku tidak akan ragu untuk membantumu merampasnya" Ujar Masamune diikuti oleh senyuman tipis dari Leo.


"Hai, kalau begitu aku juga akan ikut, bagaimanapun aku adalah anggota dari kelompok yang baru kita dirikan, meskipun kelompok ini masih belum memiliki nama tapi aku tidak bisa duduk diam sementara kalian berdua berjuang mendapatkan mutiara itu" Ujar Dinda sambil menghela nafas membuat Leo tersenyum semakin Lebar.


"Kalian semua, aku tidak tahu harus mengatakan apa tapi terima kasih, aku berjanji bahwa suatu hari maka kelompok kita akan dikenal di seluruh penjuru negeri dan kita akan menjadi kelompok nomor satu" Ujar Leo.


"Tekad yang bagus, tapi aku rasa mendapatkan benda itu dengan kita bertiga akan sedikit sulit" Ujar Dinda sambil mengupas jeruk yang ada di depannya.


"Siapa bilang bertiga, kita ada empat orang bahkan satu di antara kita tidak akan bisa mereka kalahkan" Ujar Leo kemudian dia mengibaskan tangannya dan seorang hantu wanita muncul dengan pandangan kesal menatap ke arah Leo.


"Kakak, aku baru akan memberitahu kakak kalau aku berhasil melatih jurus…"


"Lili, kita akan mengobrol setelah ini tapi sebelum itu, kita harus mengambil mutiara itu" Ujar Leo menunjuk ke atas arena dan ketika Lili mengarahkan pandangannya ke atas arena, dia menunjukkan ekspresi yang jijik.


"Kakak, benda buruk apa yang ada disana, makanan yang lezat harus ada benda busuk itu" Ujar Lili sambil menutup mulutnya dan mengibas ngibaskan tangannya seolah dia mengusir bau.

__ADS_1


"Bahkan Lili sekalipun mengatakan bahwa ada yang salah dengan benda itu, bagaimanapun aku tidak bisa membiarkan orang yang salah mendapatkannya" Guman Leo sambil merapatkan tangannya.


__ADS_2