
Saat ini Leo, Vivian dan Ratu Laut selatan berada di sebuah ruangan dimana ruangan itu tidak ada air sama sekali, hanya ada udara dan sebuah tungku berwarna emas yang memiliki ukuran sangat besar.
Setidaknya tungku itu memiliki tinggi dua setengah meter serta lebar yang hampir sama dengan api kecil yang menyala di bawahnya.
"Leo, kau bisa menggunakan tungku ini untuk memurnikan pil, ini barang barang yang kau perlukan" Ujar Ratu Laut selatan sambil melambaikan tangannya dan beberapa orang segera masuk membawa tumpukan Rumput Laut Pengikat Jiwa dan beberapa sumber daya lain yang Leo minta karena dia tidak begitu yakin berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk membuat pil regenerasi.
Proses membuat pil adalah proses yang harus ekstra hati hati untuk melakukannya, salah sedikit saja konsekuensinya tidak akan bisa dibayangkan bahkan ada sebuah kasus, seorang Peracik meregang nyawa akibat membuat pil yang tidak sempurna, tungku obat yang digunakan meledak dan hancur berkeping keping hingga salah pecahan tungku yang digunakan untuk meracik pil itu menembus tubuhnya dan mengakhiri nyawa sang Peracik.
"Terimakasih atau bantuannya Ratu, aku berjanji jika anda benar benar memberikanku dua senjata yang aku maksud aku akan memberikan sesuatu yang sangat berguna bagi anda" Ujar Leo sambil menangkupkan tangannya dan setelah Leo melakukan hal itu, baik Vivian maupun Ratu Laut selatan segera keluar dari ruangan tempat Leo akan meracik pil.
"Tungku pil yang sangat indah, mungkin setelah membuat pil aku bisa diam diam mengambilnya" Ujar Leo kemudian dia duduk bersila dan mengeluarkan tombak Guntur miliknya.
Ketika tombak Guntur itu dikeluarkan Sambaran sambaran listrik keluar dan menghantam tungku pil berwarna emas itu hingga membuat tungku itu perlahan lahan mulai berubah warna menjadi semakin merah setiap waktunya.
"Masih kurang panas, aku harus menambah kekuatan spiritual pada tombak ini" Ujar Leo kemudian dia menyalurkan kekuatan spiritual dalam jumlah yang sangat besar ke tangan kanannya dan mengarahkan kekuatan spiritual itu ke arah tombak Guntur.
Ketika mendapatkan kekuatan spiritual dari Leo, petir petir yang keluar dari tombak Guntur semakin besar dan suhu yang dihasilkan dari setiap Sambaran semakin tinggi.
Beberapa saat kemudian tungku pil yang ada di depan Leo berubah warna menjadi merah dan ruangan tempat Leo saat ini diselimuti oleh asap dan kilatan kilatan petir yang dapat dilihat dengan jelas dari luar bangunan tempat menyimpan tungku itu.
__ADS_1
"Teknik meracik yang luar biasa, pil seperti apa yang akan dibuat oleh anak ini?" ujar Vivian yang saat ini menatap kilatan kilatan petir bersama dengan ratu Laut selatan.
"Yang jelas bukan pil biasa" Ujar Ratu Laut selatan karena selain kekuatan spiritual, dia bisa merasakan kekuatan langit dan bumi berkumpul di dalam bangunan yang ditempati oleh Leo untuk meracik pil saat ini.
"Masukkan ini, ini dan ini, lalu tunggu sampai berubah menjadi cairan" Leo memasukkan beberapa sumber daya ke dalam tungku pil dan tidak membutuhkan waktu lama, sumber daya itu berubah menjadi cairan yang jika Leo tidak melakukan sesuatu atau telat melakukan sesuatu, maka cairan itu akan menguap akibat suhu yang terlalu panas.
Berbekal ingatan Leo yang sangat kuat, dia memasukkan Rumput Laut Pengikat Jiwa kedalam tungku dan seketika rumput laut Pengikat Jiwa meleleh dan melebur menjadi satu bersama dengan sumber daya sumber daya lainnya.
Sambil mengendalikan panas dengan tangan kanannya, tangan kiri Leo bergerak dengan sangat gesit membentuk cairan yang ada di dalam tungku menjadi pil.
Cairan cairan yang ada di dalam tungku pembuatan pil mulai membentuk lima bola yang mana semakin lama bola bola itu mulai memadat dan semakin keras.
Melihat hal itu Leo segera membentuk sebuah pelindung dengan kekuatan spiritual miliknya yang mana selain kekuatan spiritual milik Leo, Leo juga menggunakan pedang berkarat dan tombak Guntur untuk menahan dampak dari ledakan pil yang akan terjadi.
Blam….suara ledakan yang sangat keras dapat didengar oleh Ratu Laut selatan dan Vivian, bersamaan dengan ledakan itu, raungan meracik yang digunakan oleh Leo sebelumnya nampak semakin melebar hingga akhirnya meledak dengan sangat keras dan semua puing bangunan itu berterbangan ke segala arah.
"Apa apaan ini, anak itu gagal dalam membuat pil dan ledakannya bisa separah ini?" ujar keduanya sambil menghindari setiap puing bangunan yang berterbangan tanpa memperdulikan Leo.
Ditempat Leo saat ini hanya ada kepulan asap yang sangat tebal, meskipun asap itu perlahan lahan mulai menghilang dibawa oleh arus air, mereka masih belum bisa menemukan Leo hingga akhirnya mereka melihat Leo berjalan menuju ke arah Mereka dengan beberapa luka yang menghiasi tubuhnya.
__ADS_1
"Leo apakah kau baik baik saja?" Tanya keduanya menatap ke arah Leo yang mana tubuhnya dipenuhi oleh Luka.
"Aku baik baik saja tapi aku minta maaf untuk bangunan dan tungku pil itu" Ujar Leo dan begitu mereka berdua menolehkan kepalanya ke arah tungku pil emas sebelumnya, mereka benar benar tidak bisa menemukannya.
"Sebenarnya pil apa yang kau racik sampai sampai bisa melenyapkan tungku pil milik kerajaan Laut selatan" Ujar Ratu Laut selatan sambil mengepalkan tangannya berusaha menahan emosi yang meledak dari dirinya.
"Aku meracik pil dewa, bisa dikatakan resep pil ini adalah buatan dewa dan untuk khasiatnya tidak perlu diragukan lagi" Ujar Leo sambil menggaruk kepalanya.
"Pil dewa apanya, kau tau tungku pil aku temukan di bawah sebuah reruntuhan kuno yang penuh dengan jebakan, aku kehilangan banyak pasukan ketika berusaha mendapatkannya!" Ujar Ratu Laut selatan dengan beberapa urat yang muncul di kepalanya.
"Maaf, aku benar benar tidak sengaja, sebagai bayarannya bagaimana jika aku memberikan lima juta aura kematian" Ujar Leo yang mana membuat Ratu Laut Selatan mendengus dingin.
"Kau pikir hanya dengan lima juta aura kematian kau bisa Mengganti rugi untuk tungku pil milikku ha?" Ujar Ratu Laut selatan yang mana hal itu membuat Leo benar benar panik karena sesaat setelah mengatakan hal itu, sebuah tekanan aura yang begitu kuat meledak dari tubuh Ratu Laut Selatan.
"Apakah dia tau bahwa aku memasukkan tungku itu ke dalam cincin penyimpanan ketika ledakan itu terjadi, tidak dia belum tau, aku harus mengalihkan perhatiannya" Batin Leo kemudian dia merogoh kantong celananya dan mengeluarkan sebutir pil dari cincin penyimpanan sebelum mengeluarkan tangan Leo dan pil itu.
Pil itu mengeluarkan aura yang sangat kuat ketika Leo menunjukkannya pada Ratu Laut Selatan dan tanpa ragu dia mengambil pil yang ditunjukkan oleh Leo.
"Pil apa ini?" Tanya Ratu Laut selatan tanpa membiarkan Leo bernafas.
__ADS_1