
"Kau kenapa ada di luar Akademi, seharusnya sekarang masih ada kelas bukan, kau pasti bolos ya?"
"Seharusnya aku yang bertanya hal itu padamu, Kenapa kau ada di luar Akademi seharusnya kau berada di dalam sana, kau mengatakan aku membolos tapi kau sendiri yang bolos?"
Baik Leo maupun Misari tidak tahu bahwa mereka berdua telah mengambil izin selama 1 tahun untuk berlatih di luar akademi, sebelum mereka berlatih memang mereka tidak berpamitan satu sama lain sehingga jelas keduanya sangat kebingungan karena baik leo maupun Misari tidak bertemu ketika mereka pergi meninggalkan Akademi.
"Tunggu tunggu apa yang kau katakan? Sebelumnya aku mengambil izin untuk berlatih diluar bersama dengan guru selama 1 tahun seharusnya kau tahu itu kan? Soalnya aku juga berada di dari kelas yang sama denganku" ujar Misari.
"Tunggu apa yang kau katakan? Aku juga mengambil izin selama 1 tahun belajar di luar dengan guruku, kau juga melakukan hal sama dengan apa yang lakukan?" Dia menatap ke arah Misari sambil melebarkan matanya.
"Hei kalian berdua, jika tidak memiliki urusan jangan berkelahi di depan pintu masuk Akademi Naga Timur, kalian pikir tempat ini pasar apa bisa berkelahi sesukanya, pergi jika tidak ada urusan" ujar satpam yang menjaga gerbang sambil menunjuk ke arah Leo dan Misari bergantian.
"Maaf tapi aku harus bertemu dengan kepala Akademi, ada hal yang ingin aku bicarakan dengannya menyangkut reputasi akademi ini di masa depan, masalah ini sangat penting" Ujar Misari melangkah maju ke dalam, melihat hal itu satpam yang menjaga gerbang berjalan ke arah Misari dengan tongkat pemukul di tangannya hingga beberapa saat kemudian Misari menghilang dari pandangannya dan muncul di dalam gerbang akademi yang masih di kunci.
"Dia bisa masuk kesana, kuncinya ada padaku dan tidak mungkin dia melompati pagar setinggi tiga meter ini" ujar satpam sambil menatap ke arah Misari, karena Misari sudah masuk dia kembali menoleh ke arah Leo tapi dia tidak menemukan Leo, hanya bayangan yang ada di depan matanya dan begitu dia menoleh ke atas, dia melihat Leo berjalan di udara kosong menuju ke akademi.
"Gawat dua orang ini adalah penyusup, aku harus memberitahu para guru yang ada di dalam" Ujar Satpam itu kemudian dia mengeluarkan Walkie talkie miliknya dan berbicara dengan nada panik.
"Sepertinya selama 1 tahun ini kau berkembang cukup baik, gurumu pasti mengajarimu dengan cukup baik tapi tidak sebaik guruku" Ujar Misari sambil melanjutkan langkahnya berjalan menuju ke Akademi berdampingan dengan Leo.
"Benarkah Aku tidak berpikir gurumu adalah orang yang pandai mengajari murid sopan santun, tapi syukurlah kalau kau bertambah kuat karena dalam situasi saat ini kekuatan adalah yang paling dibutuhkan" Ujar Leo menanggapi apa yang dikatakan oleh Misari.
__ADS_1
"Hmph, kau memang bisa mengatakan hal itu, tapi setelah kau melihat kekuatan ku mungkin kau akan terdiam seribu bahasa" Batin Misari menatap ke arah Leo sejenak kemudian dia menatap kembali ke depan.
Keduanya berjalan tanpa mengucapkan sepatah kata pun terlihat dari wajah keduanya bahwa sebenarnya kedua orang itu tidak saling menyukai satu sama lain.
Hal itu hanya yang terlihat, hal sebenarnya adalah keduanya benar benar canggung bertemu setelah berpisah cukup lama.
"Berhenti disana jika kalian berani mendekat selangkah saja maka jangan salahkan kami jika meringkus sekalian berdua!" ujar salah satu guru diikuti puluhan murid di belakangnya.
Baik itu Leo maupun Misari saling berpandangan sejenak mencerna apa yang dikatakan oleh Orang itu tapi karena keduanya diam tidak mengatakan apapun selama beberapa saat, beberapa orang kembali muncul dan mereka saat ini sudah dikepung oleh puluhan guru dan ratusan murid.
"Sepertinya Ada beberapa kesalahpahaman di sini, bisakah kita diam dan membicarakan masalah ini baik baik?" Tanya Leo menatap mereka semua secara bergantian tapi tidak ada yang menanggapi ucapan Leo selain menyiapkan kekuatan spiritual untuk menyerang.
"Misari, sepertinya nama ini tidak asing" Ujar salah satu guru sambil memegangi janggutnya menatap ke arah Misari.
"Keponakan dari Ronny dan juga Putri, salah satu Hunter terkuat di kota Lamongan" Ujar Misari yang mana membuat semua orang tersentak kaget.
"Kau adalah orang itu, lalu siapa yang ada di dekatmu apakah dia Leo yang membangkitkan dua binatang spiritual?" Tanya salah satu dari para guru menatap ke arah Leo.
Wajah Leo memang sedikit berubah dibandingkan dengan sebelumnya dimana wajah Leo terlihat sangat mulus dan jauh lebih tampan dibandingkan dengan sebelumnya.
"Aku memang Leo Wahyuda, tapi ada beberapa hal yang membuat binatang spiritualku berubah, mungkin saat ini aku sudah tidak memiliki dua binatang spiritual seperti sebelumnya" Ujar Leo menjelaskan.
__ADS_1
"Oh, jadi kau sudah menjadi sampah setelah berlatih selama satu tahun di luar?" Dony muncul di antara para murid membuat kehebohan terjadi.
"Dony, aku mendengar dia digadang gadang akan menjadi salah satu kontestan untuk masuk ke kompetisi para jenius, memang bakat yang sangat mengerikan"
"Stt..jaga ucapanmu sebelum kau mengalami kesialan, dia bisa melakukan apapun untuk menyingkirkannya" Ujar beberapa murid begitu Dony muncul di depan mereka.
"Menjadi salah satu kontestan"
"Kompetisi para jenius"
Leo dan Misari menatap ke arah Dony dengan tatapan haus darah membuat seluruh bulu kuduk Dony berdiri dengan tegap, Dony bisa merasakan bahwa ada dua kekuatan yang lebih kuat darinya mengeluarkan aura intimidasi sekaligus aura membunuh ke arahnya.
"Maaf kak Dony, karena kau merupakan salah satu kontestan di kompetisi, maka aku akan merebut posisi itu darimu" Ujar Misari sambil mengeluarkan dua buah belati yang ditempa sangat baik dari udara kosong.
Siapapun yang melihat hal itu sudah tahu bahwa belati yang digunakan oleh Misari adalah senjata spiritual, mereka hanya tidak menyangka Misari bisa memiliki senjata semacam itu di usianya yang masih begitu muda.
"Tunggu, Misari sepertinya ada sebuah kesalahan di sini!" ujar Dony, beberapa saat setelahnya Misari menghilang dari pandangan semua orang dan muncul tepat di depan Dony sambil mengarahkan sebuah pukulan keras yang mendarat di dagu nya.
Karena pukulan Itu Dony terlempar mundur ke belakang sejauh beberapa meter, Dengan luka memar yang terlihat di dahinya.
Semua orang juga semakin waspada dengan apa yang dilakukan oleh Misari, bisa bisanya dia menyerang Dony di depan semua orang padahal jelas jelas mereka semua tahu bahwa Dony adalah jenius dari akademi Naga Timur.
__ADS_1