ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Batu Angin


__ADS_3

"Leo, kenapa kau baru memberitahukan masalah sepenting ini padaku hari ini, apakah kau masih menganggap aku sebagai temanmu?"


"Bukan begitu, aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan identitas ayahku darimu, tapi kau pasti tahu bagaimana orang orang menanggapi jika mereka mengetahui mengenai rahasia yang kusimpan"


 "Ayahmu adalah Satria sang Sint Suci tapi kau tidak mengatakannya padaku, kau tahu saat ini seberapa marahnya aku padamu"


"Aku minta maaf, aku tidak masalah jika kau membenciku setelah ini tapi aku harap kau bisa merahasiakan masalah ini atau aku benar benar tidak akan sungkan bertarung denganmu" 


"Kenapa juga aku harus memberitahukan mengenai hal ini pada orang lain, tuan Satria adalah orang yang paling aku kagumi dan identitasnya seharusnya dirahasiakan" 


Sebelumnya Leo berpikir bahwa Masamune marah karena dia tidak mengatakan lebih awal bahwa ayahnya adalah Satria, tapi siapa sangka tanggapan yang diberikan oleh pemuda itu benar benar meleset dari apa yang diduga oleh Leo.


Masamune memang marah tapi kemarahan yang dia tunjukkan pada Leo bukanlah kemarahan karena Leo adalah anak dari Satria sang Saint suci, melainkan kemarahan yang terlihat diwajah Masamune saat ini adalah karena pemuda itu sangat mengagumi Satria sementara Leo mengetahui mengenai Satria tapi malah merahasiakan hal itu padanya.


Leo Hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, semua yang terjadi di depannya saat ini benar-benar sangat sulit untuk dicerna karena bukan hanya dia menemukan Masamune yang sangat mengagumi ayahnya dia juga menemukan Dinda yang merupakan murid dari ayahnya.


"Mungkin inilah yang sering dikatakan orang-orang bahwa pertemuan sesaat bisa menciptakan berbagai kemungkinan" ujar Leo sambil tersenyum.


"Dia benar benar ayahmu, kalau begitu kau harus menceritakan lebih banyak mengenai dirinya padaku karena aku juga ingin tau" Ujar Masamune sehingga mau tak mau Leo harus menceritakan apa yang dia tau mengenai ayahnya pada pemuda itu.

__ADS_1


….


Sementara itu di tempat lain di waktu yang sama, Dinda saat ini menatap sebuah batu berukuran sebesar kepala manusia yang mana Diletakkan di sebuah bingkai berlapis kaca yang sangat indah.


Memang bagi kebanyakan orang batu berukuran besar itu tidak terlalu berguna tapi bagi para Hunter yang mendalami sihir dengan kekuatan angin maka batu itu sangat bermanfaat bagi mereka.


Batu itu bernama batu angin, sebuah benda yang mampu mengurung kekuatan angin di dalamnya dan mengubahnya ke dalam berbagai bentuk yang diinginkan oleh si pengguna.


Kebanyakan batu angin digunakan untuk membuat senjata spiritual bagi para Hunter dengan kualitas yang sangat baik karena selain keras batu angin juga memiliki keunikan dan karakteristik yang sangat mencolok jika dibandingkan dengan material material lainnya.


Ketika tengah melihat batu angin itu Dinda dihampiri oleh seseorang yang memegang punggungnya dan ketika dia menolehkan kepalanya ke arah orang itu dia merasakan tekanan yang sangat kuat mendarat di punggungnya.


Karena tekanan itu Dinda hampir dibuat terduduk tetapi dengan segala upaya yang dimiliki olehnya, Dinda berusaha sebisa mungkin untuk tetap berdiri dengan kokoh memandang ke arah orang itu.


Dilihat dari kekuatannya jelas bahwa orang yang ada di hadapan Dinda saat ini bukanlah lawan yang bisa ditaklukan olehnya dengan hanya mengandalkan kekuatan yang dia miliki.


"Lelang, kira-kira berapa harga untuk batu angin jika sampai terjual di pelelangan?" Tanya Dinda sambil menunjuk ke arah sebongkah batu yang ditutupi oleh bingkai yang sangat indah.


"Untuk harganya mungkin berada di kisaran 100 jutaan, itupun masih bisa melonjak naik jika ada orang yang benar-benar menginginkannya, jika kau memang berniat untuk membelinya maka kau bisa menyiapkan uang sebesar 300 juta rupiah" Ujar orang itu menjelaskan.

__ADS_1


Mendengar penjelasan itu Dinda hanya bisa menundukkan kepalanya, batu angin merupakan benda yang sangat penting baginya untuk membuat senjata spiritual, tapi jika harganya setinggi itu, kemungkinan dia tidak sanggup untuk membelinya dengan uang yang dia miliki saat ini.


"Jika kau sudah tidak memiliki urusan lain, kau bisa pergi dari sini, tempat ini menjadi tidak nyaman dengan keberadaan orang miskin sepertimu"Ujar orang itu mengusir Dinda.


Dinda hanya bisa meremas tangannya sendiri karena orang yang berada di depannya benar-benar telah menghina harga dirinya sebagai seorang hunter, Jika saja tidak berada di keramaian meskipun tingkat pelatihannya lebih rendah daripada orang itu, Dinda akan tetap memberinya pelajaran.


"Kalian orang kaya hanya bisa berdiri di atas uang, lihat saja bagaimana aku akan menghempaskan kalian semua beserta uang dan harta yang kalian miliki, orang seperti kalian memang tidak pantas berada di bumi karena membuang buang udara bersih" Umpat Dinda dalam hati sambil melangkah pergi dari sana.


…..


"Ternyata begitu, dugaanku selama ini ternyata benar bahwa Tuan Satria tidak akan pernah melakukan semua tindakan tanpa berpikir terlebih dahulu, ternyata semua itu karena Hunter yang menyamar menjadi manusia dan para penghianat yang berada di sekitar kita, jika aku memiliki kesempatan untuk bertemu salah satu dari mereka Maka aku bersumpah akan menghajar mereka tanpa ampun" Ujar Masamune mengepalkan tangannya dengan erat.


"Yah mari pikirkan hal itu di hari lain, fokus utama kita saat ini adalah mencari Dinda karena tanpanya kita tidak akan bisa memulai petualangan bersama, bagaimanapun aku dititipi oleh ayah untuk menjaganya dan mengajarinya mengenai sopan santun"


"Aku setuju denganmu, kalau begitu lebih baik kita cari Dinda sekarang karena aku khawatir jika wanita itu dilepas maka dia akan menggila dengan sendirinya dan menyerang siapapun yang ada di dekatnya"


"Kau pikir dia binatang, tapi aku setuju dengan apa yang kau katakan, lebih cepat kita bisa meyakinkan Dinda maka lebih cepat kita bisa memulai petualangan dan membentuk kelompok" Ujar Leo diikuti senyuman tipis di wajahnya.


"Tapi sebaiknya kita mulai dari mana? Memikirkan cara untuk meyakinkan wanita sama dengan memikirkan sebuah cara penyelesaian untuk soal fisika yang sangat sulit, memikirkannya saja bisa membuat kepalaku meledak" Ujar Masamune.

__ADS_1


"Lebih baik kita mencarinya terlebih dahulu, akan lebih mudah melakukannya jika kita bisa berbicara dengannya" Ujar Leo menjelaskan diikuti anggukan kepala oleh Masamune.


Keduanya kemudian bangkit dan pergi mencari Dinda karena untuk mendapatkan kepercayaan, setidaknya mereka harus saling mengenal dan saling berinteraksi satu sama lain.


__ADS_2