ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Masamune dan Manusia Buatan


__ADS_3

Di tengah arena kompetisi, sekelebat cahaya bergerak dengan sangat cepat melewati orang orang dari Organisasi Kegelapan.


Setiap kali cahaya itu melewati tubuh mereka, maka saat itu pula mereka tumbang ke tanah dan kehilangan nyawa dengan luka yang terbuka lebar di tubuh mereka.


Banyak orang tidak menyadari bahwa apa yang terjadi bukanlah sebuah kebetulan karena ada seseorang yang melakukan semua itu, seperti apa yang dipikirkan, orang itu adalah jaya.


Beberapa saat sebelumnya ketika jaya tiba di arena kompetisi, dia bertemu dengan Leo dan dia benar benar dikejutkan dengan kekuatan anak itu yang meningkat terlalu cepat, bahkan Jaya yakin tidak ada manusia di dunia ini yang mampu menandingi kecepatan pelatihan yang dilakukan oleh Leo.


Ketika mereka bertemu, Leo meminta tolong pada Jaya dan Nyi Blorong untuk mengurus orang orang yang ada di arena, Leo menjelaskan bahwa penghianat umat manusia atau Organisasi Kegelapan memiliki kain merah di tubuh mereka, jika mereka melihat orang yang memiliki kain merah, Leo meminta mereka untuk segera menghabisi orang itu sebelum lebih banyak korban yang jatuh.


Sementara itu Leo mengatakan bahwa dirinya masih memiliki urusan sehingga dia tidak ikut membantu mereka berdua tapi Leo sangat yakin keduanya sanggup melakukan apa yang dia minta.


"Organisasi kegelapan ini sangat merepotkan, mereka seolah tidak ada habisnya" Ujar Nyi Blorong setelah dia menyebarkan racun pada beberapa orang yang berusaha menyerangnya.


"Tapi lihat sisi baiknya, kau bisa melampiaskan kekesalan yang tidak terbalaskan karena kerajaanmu runtuh" Ujar Jaya menghentikan gerakannya dan beberapa saat kemudian orang orang yang berdiri di belakangnya tumbang ke tanah dengan darah yang menyembur keluar dari tubuh mereka.


Mendengar hal itu ekspresi yang ditunjukkan oleh Nyi Blorong berubah seketika menjadi marah, dia tidak pernah memaafkan ataupun mengampuni siapapun manusia di dunia ini yang berani dengannya kecuali Leo yang sudah dianggap sebagai dewa.


Menyadari kesalahannya, Jaya segera menutup mulutnya dan kembali membereskan semua orang yang mencoba menghalangi mereka, Jaya sadar bahwa dia tidak seharusnya mengatakan hal itu karena setelah dia mengatakan hal itu, seolah dia telah membangunkan seekor singa yang sedang tidur.


Nyi Blorong dengan seluruh kemampuannya memporak porandakan area sekitar dengan wujudnya yang lain berupa seekor ular raksasa sepanjang seratus meter dengan mahkota di kepalanya.

__ADS_1


……


Di dalam lorong bagian bawah stadion yang dikatakan sebagai tempat rahasia, Leo bisa merasakan tempat itu bergetar dengan sangat hebat.


Debu yang menempel di atas langit langit seketika berjatuhan ketika guncangan itu terjadi.


"Aku harus cepat atau jika tidak aku bisa kehilangan gelang Poros langit jika tempat ini runtuh!" Leo menghempaskan tubuhnya dan berlari dengan cepat menuju dasar arena.


Di sepanjang jalan Leo bisa melihat banyak Hunter yang tergeletak tak bernyawa dan Leo sangat yakin bahwa ada orang yang menerobos lebih dulu dibandingkan dengannya.


Leo terus berlari hingga dia menemukan cahaya dan apa yang dia lihat di depan matanya tidak bisa dia percaya.


Tidak perlu bertanya apa yang ada di dalam kotak kayu itu, jelas bahwa kotak kayu itu berisi gelang poros langit tapi yang membuat Leo merasa heran adalah keberadaan Masamune di tempat itu karena sebelumnya dia sangat yakin Masamune masih berada di arena kompetisi dan bertarung bersama dengan Dinda dan Lili.


"Jika Masamune ada di sini pasti ada hal yang salah, tidak mungkin ini hanya kebetulan dan ada dua orang yang sama dalam satu waktu, apa yang sebenarnya terjadi?" Batin Leo menatap ke arah Masamune.


Leo berusaha menyebarkan kesadaran spiritualnya dan dia menemukan satu titik aneh yang tertanam di otak Masamune dan bukan hanya satu, ada dua Masamune tapi Masamune yang lain memiliki titik yang sudah hancur di kepalanya.


"Apa apaan, ternyata selama ini dia bukan manusia sungguhan melainkan manusia buatan" Leo tidak bisa berkata kata setelah dia menyebarkan kesadaran spiritualnya.


Leo berasumsi bahwa titik yang ada di kepala Masamune adalah alat pengendali yang digunakan oleh Orbion, dilihat dari titik yang sudah rusak pada kepala Masamune yang merupakan salah satu anggota dari organisasi segitiga emas membuat Leo berpikir bahwa mungkin jika dia bisa menghancurkan titik itu, dia bisa melepaskan Masamune yang ada di depannya dari kendali Orbion.

__ADS_1


Tapi apa yang ingin dilakukan oleh Leo sepertinya adalah sesuatu yang sangat mustahil mengingat titik itu menempel pada otak Masamune, jika Leo menyerang dan menghancurkannya secara paksa, kemungkinan kepalanya akan meledak dan Leo tidak akan berani melihat hal itu.


Ketika Masamune melihat Leo di depannya, dia buru buru menyambar kotak kayu yang menyimpan Gelang Poros Langit dan membawanya lari dengan cepat melewati Leo yang masih dibuat tertegun dengan apa yang dia lihat.


"Gelang poros langit" Leo segera teringat dengan tujuannya datang ke tempat itu dan dengan cepat dia mengejar Masamune untuk mendapatkan gelang poros langit.


Ketika Leo berusaha mengejar gelang poros langit yang ada di tangan Masamune, guncangan yang sangat hebat terjadi membuat langit langit mulai runtuh, melihat hal itu Leo dengan cepat berlari keluar, selagi mengejar Masamune yang berusaha untuk pergi dari sana.


…..


Di stadion saat ini semua Hunter yang tersisa baik dari Organisasi Kegelapan maupun Hunter yang membela kebenaran tampak menatap ke atas langit dimana kapal jelajah angkasa yang sangat besar terpampang dengan jelas di atas kepala mereka.


Sungguh mereka tidak pernah melihat ada benda terbang sebesar itu, sebuah pesawat jelajah angkasa yang memiliki luas setidaknya mencapai dua puluh kilometer dan perkiraan bobot dari kapal mencapai milyaran ton.


Mereka tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika kapal jelajah angkasa itu turun ke daratan karena mereka tahu bahwa jika kapal jelajah angkasa sebesar dan sehebat itu sampai turun maka akan banyak jatuh korban jiwa.


Perlahan lahan moncong senjata pada kapal jelajah angkasa mulai mengumpulkan partikel cahaya yang semakin lama semakin besar.


Semua orang tidak perlu diberi peringatan karena mereka semua tahu apa yang akan terjadi 'sebuah serangan' cahaya yang berkumpul pada moncong senjata kapal jelajah angkasa Mulai menembakkan tembakan tembakan laser yang memporak porandakan arena kompetisi.


Tak bisa dibayangkan berapa banyak orang yang terbunuh dalam hujan serangan itu tapi yang jelas, dari ribuan orang sekarang hanya menyisakan beberapa ratus orang yang masih bertahan, itupun sebagian besar mengalami luka yang cukup serius.

__ADS_1


__ADS_2