
"Anu maaf Dewi Keadilan karena mengganggu suasana kekeluargaan kalian, membahas mengenai pil yang kami lelang, suara peracik muda itu sama dengan dia" Ujar Tiffany menunjuk ke arah Leo yang mana membuat Fitri, Luan, dan dan juga Misari sangat terkejut setelah mendengarnya.
Seolah tidak ada yang bisa mengejutkan mereka lagi hari ini, kejutan yang diberikan oleh Leo hampir tidak terduga.
Kedatangannya dan kenyataan bahwa dia adalah anak dari Dewi Keadilan dan juga kekuatan besar yang dia tunjukkan serta lili yang ternyata bukan manusia melainkan Roh dan yang baru baru ini terjadi adalah Peracik.
Sebelumnya mereka memang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Tiffany sebelum Lili mulai angkat suara di tengah tengah mereka semua.
"Ibu, kakak memang peracik yang sangat hebat, dia bahkan bisa memulihkan kaki yang diamputasi bahkan bisa memulihkan tangan yang patah dalam waktu yang sangat singkat, bukan hanya itu, kakak juga punya pil untuk mempercepat latihan, pil untuk menjinakkan binatang, pil untuk menjadi cantik dan banyak lagi, tapi yang paling aku suka adalah pil darah, rasanya sangat enak" Ujar Lili yang mana membuat Fitri, Tiffany, Misari dan Luan menatap ke arah Leo tanpa mengedipkan matanya.
"Aku juga sempat mendengarnya sebelumnya, sepertinya ibu sangat membutuhkan pil, pil untuk apa bu?" Tanya Leo menatap ke arah Fitri membuatnya tersadar sebelum dia mulai angkat bicara.
"Akhem, aku tidak menyangka perkembanganmu bisa sama mengerikannya dengan kakekmu dulu, membahas mengenai pil, ibu membutuhkan banyak pil untuk aliran legendaris agar bisa meningkatkan kekuatan dengan cepat" Ujar Fitri.
"Ibu, bagaimana kakek dulu, kenapa perkembangannya bisa sama mengerikannya dengan kakak?" Tanya Lili menatap ke arah Fitri dan Leo juga demikian.
Selama ini ayahnya banyak menyinggung mengenai kakeknya dan sekarang ibunya, Leo bahkan tidak pernah mendengar mengenai kakeknya dari keduanya sehingga hal ini cukup menarik bagi Leo.
"Kalian ingin tahu, aku akan menceritakan sedikit mengenai kakek kalian sekarang" Ujar Fitri kemudian dia mulai bercerita.
__ADS_1
"Kakekmu bernama Zetian, yah awalnya dia adalah karyawan kantoran biasa dan bekerja layaknya orang orang pada umumnya tapi setelah dia tertidur di dalam kantornya dia mengatakan bahwa usianya sudah melebihi triliunan tahun lamanya bahkan dia mengatakan dirinya adalah seorang dewa asli, tapi orang bodoh mana yang akan percaya dengan hal semacam itu.."
"Memang sangat sulit dijelaskan, aku disamakan dengan orang gila" Batin Leo, meskipun dia tidak begitu tertarik setelah mendengar latar belakang kakeknya, tapi dia masih ingin mendengarnya lebih jauh mengenai bahasa kuno dan lain sebagainya karena dia tahu dari ayahnya, mata dewa Wang adalah pemberian dari kakeknya yang juga menguasai kekuatan yang sama.
"Tapi semuanya berubah ketika dia benar benar menunjukkan kebolehannya, dalam waktu satu hari dia telah menembus belenggu tingkat perombakan tulang bintang 9, dan dalam waktu tiga hari dia telah menjadi seorang saint, menjadi sosok terkuat di dunia tanpa ada yang menyadari keberadaannya" Ujar Fitri yang mana membuat semua orang yang ada di sana terkejut.
"Tingkat saint dalam waktu sesingkat itu? Apa benar itu mungkin?" Tanya semua orang yang ada di ruangan itu, mereka benar benar syok dengan apa yang dikatakan oleh Fitri karena menurut logika, penjelasan yang diberikan oleh Fitri terlalu dipaksakan dan terlalu tidak logis.
"Aku juga tidak tahu cerita ini benar atau tidak, tapi ketika ibu masih kecil dia memang berada di tingkat saint, bahkan dia mengatakan ibu harus mandiri karena dunia yang lebih besar menunggunya" Ujar Fitri membuat Leo hampir lupa caranya untuk bernafas.
Dunia yang lebih tinggi berarti dunia yang sama dengan Putri yang ditemui di Peradaban Kuno, dia bisa membuka sebuah portal menuju ke alam lain tapi bukan portal yang bisa dibuka sembarangan seperti portal antara dunia astral dan dunia nyata.
"Jurus seperti apa ibu? Bisa ibu perlihatkan pada kami?" Tanya Lili dengan antusias mendengar cerita dari Fitri karena cerita itu benar benar bisa menyihir semua orang untuk memperhatikannya dan menyimaknya dengan baik.
"Yang pertama adalah" Ujar Fitri kemudian dia melayang di udara dengan sendirinya, tidak ada kekuatan spiritual yang dikeluarkan ketika menggunakan jurus ini tapi orang itu benar benar bisa melayang di udara layaknya hantu.
"Ini adalah jurus penguasa langit" Ujar Fitri yang mana mengejutkan semua orang kecuali Lili, ya karena Lili adalah hantu dia secara otomatis bisa melayang bebas diudara tapi dia tidak akan bisa bertarung.
"Jurus ini sama seperti jurus yang pertama kali ayah keluarkan ketika menolongku" Ujar Leo yang mana dia mengingat ketika ayahnya turun dari atas langit dan menghancurkan orang orang yang berusaha mencelakakan Leo.
__ADS_1
"Jurus ini adalah jurus yang sama dengan yang digunakan oleh guru ketika pertama kali bertemu denganku" Batin Misari yang mana dia menatap ke arah Fitri dengan tatapan kagum.
"Seperti yang kalian lihat, jurus ini adalah sebuah jurus paling dasar yang diajarkan oleh kakekmu, tidak ada hal spesial di dalamnya bahkan tidak bisa untuk menyerang, jurus ini murni hanya untuk terbang tapi seperti namanya, kau bisa menguasai langit dengan jurus ini" Ujar Fitri menjelaskan kemudian dia turun perlahan lahan ke lantai.
"Yang kedua adalah" Ujar Fitri kemudian dia menyebarkan kekuatan spiritualnya ke seluruh ruangan, setelah ya benda benda yang ada di sana mulai melayang di udara tanpa orang orang duga sebelumnya.
"Jurus yang kedua bernama Pengendali Bintang, jurus ini bisa mengangkat semua jenis benda mati tapi tidak akan berguna untuk makhluk hidup, selain untuk memindahkan barang, jurus ini bisa digunakan untuk menyerang" Ujar Fitri kemudian dia mengeluarkan beberapa busur panah dari udara kosong dan melemparkannya hingga busur busur panah itu terbang dengan bebas seolah menjadi perisai pelindung bagi Fitri.
"Lihat" Ujar Fitri kemudian dia menarik kembali semua busurnya dan menggerakkan satu jarinya yang mana seketika membuat barang barang yang berserakan kembali ke tempatnya.
"Bagaimana untuk jurus ketiga?" Tanya Lili dengan cepat karena setelah melihat jurus kedua, dia memang bisa tahu bahwa semakin banyak tingkat jurusnya maka kemampuannya semakin besar.
"Yang ketiga aku tidak menguasainya tapi ada orang yang bisa menggunakannya" Ujar Fitri sambil menundukkan kepalanya.
"Apakah itu ayah?" Tanya Leo yang mana mengejutkan Fitri bahkan membuatnya mendongakkan kepalanya ke arah pemuda itu.
"Leo, ayahmu sudah lama meninggal…"
"Apa yang ingin ibu katakan, aku sempat bertemu dengan ayah dan dia memberikanku jurus Mata Dewa Wang, seharusnya itu jurus ketiga bukan karena dari kemampuannya juga terlihat sangat jelas" Ujar Leo memotong apa yang akan dikatakan oleh Fitri membuat Fitri sedikit membuang wajahnya.
__ADS_1