
"Mundur" Ujar semua orang begitu melihat energi emas berkumpul di tempat benturan serangan Rudra dan Jaya.
Benar saja, setelah semua mengambil jarak dari serangan yang dilakukan oleh keduanya, ledakan yang sangat besar memakan area yang sangat luas dan menelan apapun yang ada di sekitarnya.
"Apa yang harus kita lakukan, mereka tidak bisa didekati dengan mudah!" ujar salah satu dari mereka sambil melompat menjauh dan memperbaiki posisinya.
"Kita lakukan hal yang sama dengan apa yang kita lakukan pada Satria!" Ujar salah satu dari mereka, dari tingkatannya dia merupakan salah satu pemimpin dari mereka yang berada di tingkat saint.
Mendengar hal itu mereka semua segera mengambil posisi masing masing dan membentuk formasi mengelilingi pertarungan Jaya dan Rudra.
Mereka mengulurkan tanganya ke atas dan seekor makhluk menyerupai kelelawar dengan tiga kepala muncul dan mengguncang langit dan bumi, melihat hal itu Rudra hanya tersenyum tipis sebelum melompat mundur ke belakang.
"Rudra, jangan harap kau bisa lari!"Jaya berniat mengejar Rudra tapi sebelum itu sebuah cahaya berwarna merah melesat ke arahnya yang mana pembuat Jaya harus terlempar mundur ke belakang setelah dia menahan cahaya itu dengan tombaknya.
Seteguk darah segar dikeluarkan dari mulut Jaya setelah serangan yang terjadi secara tiba tiba dari atas langit.
"Apa yang sebenarnya terjadi!" ujar Jaya melihat ke atas langit dan dia menemukan binatang yang terbuat dari susunan kekuatan spiritual dan kedua mata yang mengumpulkan cahaya merah yang baru saja ditembakkan ke arahnya.
Slash….setiap mata dari kelelawar itu menembakkan cahaya merah ke arah Jaya yang mana membuat jaya harus menggigit bibir bagian bawahnya.
Dia mengakui cahaya cahaya itu sangat kuat bahkan bisa melukai seorang Saint meskipun tidak mengenai tubuhnya secara langsung.
Selain itu terlihat bahwa kelelawar dengan tiga kepala di atas langit tidak hanya memiliki satu kemampuan menembakkan tembakan cahaya melainkan memiliki kemampuan lain yang belum ditunjukkan.
"Hahaha, Jaya kau akan mati di tangan kami, bahkan Satria yang dijuluki sebagai Hunter terkuat di dunia juga di taklukkan dengan cara yang sama dengan apa yang kau rasakan saat ini" Ujar Rudra sambil tertawa terbahak bahak menyaksikan mantan sahabatnya menderita di gempur serangan habis habisan oleh kelelawar berkepala tiga.
"Sial, serangan dari makhluk ini bahkan lebih kuat dibandingkan dengan serangan terkuat yang pernah aku dapatkan!" ujar Jaya membentuk sebuah perisai cahaya emas dari kekuatan spiritualnya.
Meskipun perisai cahaya emas itu bisa menahan serangan dari seorang Saint tapi hanya dengan satu tembakan cahaya merah yang keluar dari mata kelelawar berkepala tiga membuat perisai cahaya yang dia buat hancur berkeping keping dan menghantam tanah hingga membuat kawah sedalam dua meter serta tanah retak yang menyebar sangat luas.
__ADS_1
"Sial!" ujar Jaya dengan lantang, beberapa saat kemudian siluet seekor Naga Azure dengan tiga kepala muncul di belakang tubuhnya dan menyemburkan tembakan cahaya yang mana begitu berbenturan dengan serangan yang dilakukan oleh kelelawar itu, ledakan yang sangat besar terjadi merusak sepertiga dari bukit.
Belum saatnya berpikir bahwa kemenangan berada di tangan Jaya karena meskipun dia menggunakan binatang spiritualnya, serangan yang dilancarkan tidak melukai Kelelawar yang terbentuk dari gabungan banyak kekuatan spiritual itu.
"Jika seperti ini terus maka mereka benar benar akan menghabisiku, sialan!" ujar Jaya, dia berteriak dengan lantang sehingga menciptakan sebuah Medan khusus yang mana Medan itu memperkuat serangannya.
Tapi meskipun demikian kelelawar berkepala tiga itu masih sangat tenang, dia hanya mengepalkan sayapnya dan membuat Medan yang diciptakan oleh Jaya hancur begitu saja seperti sebuah kaca yang dilempar dengan batang besi.
Tepat ketika cahaya merah yang keluar dari mata kelelawar itu hampir mengenai jaya, Lionel muncul di depannya dan menerima serangan itu mentah mentah hingga warna kulitnya yang sebelumnya putih perlahan lahan mulai menghitam.
"Lionel, Tidak!" Jaya berusaha meraih Lionel tapi tepat ketika dia ingin meraih harimau putih bersayap itu, harimau itu melemparkan sesuatu dari mulutnya yang mana mendarat tepat di bawah kaki Jaya.
Bersamaan dengan itu lingkaran lingkaran khusus mulai terbentuk dengan sendirinya dan tubuh jaya lenyap dari tempat itu sebelum sebuah ledakan yang sangat besar terjadi.
Ledakan yang menghancurkan sebuah bukit dan memusnahkan banyak orang yang menyerang Jaya sebelumnya, hanya ada beberapa orang yang selamat dari ledakan itu.
"Sial, harimau putih itu meledakkan dirinya sendiri untuk menyelamatkan jaya" Ujar Rudra bangkit dari timbunan tanah yang menimpanya.
"Jaya, lihat saja kami pasti akan menangkapmu cepat atau lambat!"Ujar Rudra kemudian dia pergi menemui beberapa orang yang terlihat memiliki keadaan yang lebih buruk dibandingkan dengannya.
……
Sebuah portal muncul di atas kota Lamongan, bukan portal melainkan sebuah formasi aneh yang terdiri dari beberapa lingkaran yang mana beberapa saat kemudian seorang pria dengan pakaian bersimbah darah muncul di atas langit.
Harimau putih bersayap milik Jaya sebelumnya menggunakan sebuah teknik khusus yang mana teknik yang digunakan oleh Harimau putih itu mampu membuka celah ruang dan waktu dan memindahkan seseorang ke tempat yang jauh secara acak.
Jaya sendiri setelah melihat rekan bertarungnya mengorbankan diri demi dirinya langsung jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri.
Pasalnya Lionel adalah sahabat terbaik yang dia miliki, keduanya menjalani perjalanan bersama sama selama beberapa tahun terakhir dan kedekatan mereka melebihi apapun.
__ADS_1
Kehilangan sahabat yang begitu baik seperti Lionel membuat Jaya benar benar hancur dan tidak bisa menahan kesedihannya sampai sampai membuat pria itu pingsan sehingga ketika dia muncul di atas portal yang tercipta di langit kota Lamongan, dirinya langsung jatuh dan melesat dengan sangat keras menuju ke daratan.
…..
"Lili, bukankah jumlah yang kau beli terlalu banyak?" Tanya Leo menatap ke arah Lili karena saat ini seluruh tubuh Lili ditutupi oleh perhiasan perhiasan emas.
Pelayan toko bahkan dibuat kebingungan dengan apa yang dilakukan oleh Lili, mereka takut Leo tidak akan mampu membayar semua perhiasan yang dikenakan oleh Lili karena terdapat beberapa perhiasan yang harganya mencapai ratusan juta rupiah dikenakan oleh Lili.
"Tidak apa, sekalian aku membelikannya untuk ibu" Ujar Lili dengan senyuman manisnya menatap kedua pergelangan tangannya yang terdapat tujuh gelang emas yang berjejer sangat rapi di masing masing sisi.
"Hais, jangan bilang kau diminta ibu untuk mempersulit ku" Ujar Leo yang mana setelah Leo mengatakan hal itu, ekspresi wajah Lili berubah menjadi panik.
"Anu..bukan begitu tapi…" Lili berusaha memikirkan alasan yang membuat Leo puas dan menghindari rasa curiga padanya tapi terlambat, dengan tingkah laku yang ditunjukkan oleh Lili, Leo tahu bahwa apa yang dia katakan benar.
"Hais, sudahlah, anggap saja sebagai hadiah karena kau sudah mau menemaniku selama ini" Ujar Leo kemudian dia menghampiri pelayan toko untuk menanyakan harga dari semua perhiasan yang dipilih oleh Lili.
"Anu maaf tuan, total semua belanjaan anda terlalu besar, apakah kalian memiliki kartu identitas orang tua" Ujar salah satu pelayan dengan panik.
Disisi lain dia tidak ingin menyinggung Leo dan yang lainnya tapi di sisi lainnya dia tidak ingin kehilangan pelanggan besar seperti Leo, akan lebih baik menyelesaikan masalah ini dengan orang tua mereka karena dilihat bagaimanapun mereka masih begitu muda.
"Sebutkan saja berapa total semua ini, aku yang akan membayarnya" Ujar Leo.
"Maaf tuan, aku tahu tuan muda adalah orang yang ingin tampil hebat di depan gadis gadis ini, tapi tuan tidak boleh memaksakan diri" Ujar Pelayan itu.
"Tenang saja, aku memiliki cukup banyak uang, dan dia bukan gadis biasa, dia adalah adikku dan dia adalah calon istriku" Ujar Jaya menunjuk ke arah Lili dan Misari secara bergantian.
"Total semua belanjaannya adalah tiga milyar lima ratus juta tuan" Ujar pelayan itu yang mana membuat Leo hampir muntah darah.
Sebanyak itu hanya untuk membeli perhiasan, Leo hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya menatap ke arah Lili kemudian dia mengibaskan tangannya dan tumpukan uang kertas muncul di depan mereka semua membuat mereka hampir tidak bisa berkata kata.
__ADS_1
"Total semuanya ada tiga milyar enam ratus juta, kalian ambil sisanya karena sudah memperlakukan kami dengan baik" Ujar Leo, setelah Leo mengatakan hal itu pelayan toko mulai menghitung uang yang dikeluarkan oleh Leo dan memastikan jumlahnya benar atau salah dan Leo tidak keberatan akan hal itu.