
"Apa!" ketika Leo membuka matanya, dengan cepat Dinda menarik mundur binatang spiritualnya karena merasa sesuatu yang buruk terlahir dari tubuh Leo, dan benar saja, beberapa saat setelah kenaikan tingkat yang Leo lakukan ledakan besar terjadi dari tubuh Leo dan sepasang sayap diselimuti oleh api muncul di atas kepala Leo.
Seekor burung yang benar benar membuat seluruh orang yang menyaksikan pertarungan dibuat tak percaya dengan apa yang mereka lihat bahkan Masamune sekalipun melongo melihat binatang spiritual yang keluar dari tubuh Leo.
"Ba..bagaimana mungkin? Bukankah sebelumnya binatang spiritualnya adalah Elang Berapi, bagaimana bisa berubah?"
"Binatang Spiritual ini, bagaimana mungkin binatang spiritual ini bisa muncul ditempat seperti ini, sebenarnya apa latar belakang yang dimiliki oleh anak ini"
"Feniks, binatang spiritual yang sama dengan pemimpin aliran Legendaris, mustahil ada orang yang memiliki binatang spiritual Mistis yang sama dalam satu waktu, aku merasa bahwa hubungan orang ini dengan pemimpin aliran legendaris tidak sesederhana seperti kelihatannya" Ujar beberapa penonton yang mengenali bentuk binatang spiritual milik Leo.
Sementara itu Ryan yang melihat Leo telah membangkitkan binatang spiritual tingkat Mistis hanya menunjukkan senyuman tipis di wajahnya.
"Dia berkembag lebih baik dari apa yang aku pikirkan, sepertinya aku bisa melanjutkan latihan tahap kedua dan membiarkannya mencari pengalaman sendiri di dunia luar, kekuatan memang penting tapi memiliki hubungan dengan banyak orang hebat juga merupakan sesuatu yang sangat penting, yah bagaimanapun Satria memintaku untuk menemui seseorang dan membantunya meneliti mengenai sesuatu"Ujar Ryan dengan senyuman tipis memandang ke arah Leo.
Sementara itu Leo yang saat ini berdiri di atas arena mampu membuat suhu udara naik beberapa derajat lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya, gelombang panas yang keluar dari tubuh Leo benar benar sesuatu yang bahkan tidak bisa ditahan oleh Garuda milik Dinda.
"Aku tidak bisa membiarkannya mengalahkanku atau ini semua akan menjadi kisah seorang pemburu yang diburu oleh buruannya sendiri" Ujar Dinda yang mana setelah mengatakan hal itu dua matanya mulai nampak berwarna emas dan sudut pandang yang dilihat oleh Dinda benar benar mulai berubah dari apa yang dia lihat sebelumnya.
"Mata itu, kenapa dia juga bisa melakukannya, tapi untungnya penguasaannya sama sepertiku" Guman Leo kemudian dia memejamkan matanya dan apa yang dilihat oleh Leo saat ini sama dengan apa yang dilihat oleh Dinda.
"Apa apaan orang ini, dia bisa menggunakan jurus Mata Dewa Wang? Di dunia ini hanya aku dan master yang bisa menggunakannya" Guman Dinda sementara Leo juga berpikir hal yang sama.
"Dia bisa menggunakan jurus Mata Dewa Wang yang sama dengan aku dan ayah, sepertinya dia adalah wanita merepotkan yang ayah maksud, dan aku tau seberapa merepotkan orang ini"Ujar Leo kemudian keduanya memajukan tangan mereka hingga membuat dua binatang spiritual keduanya bergerak bersamaan menuju ke tengah tengah arena pertarungan.
__ADS_1
Ketika kedua binatang spiritual itu berbenturan, gelombang kejut yang sangat panas tercipta dan membuat seluruh orang yang menyaksikan pertarungan keduanya hanya bisa diam mematung karena hempasan gelombang kejut itu.
Sementara itu pertarunga yang dilakukan oleh keduanya nampak semakin sengit setiap waktunya, bahkan Leo beberapa kali mendapat sayatan belati dari Dinda dan begitupun sebaliknya.
Beberapa bagian pada pakaian yang dikenakan oleh Leo hangus terbakar karena serangan yang dilancarkan oleh Leo mengandung sihir api.
Karena serangan serangan itu Dinda terlempar mundur ke belakang dan dengan cepat menutupi pakaiannya yang kotak akibat serangan yang dilakukan oleh Leo.
"Sial, sihir yang dia gunakan lebih unggul dari angin milik binatang spiritualku, sepertinya aku hanya bisa menyerahkan kemenangan ini padanya"Guman Dinda sambil memegangi pakaiannya kemudian dia menundukkan kepalanya.
"Ak...aku menyerah" Ujar Dinda sambil menundukkan kepalanya yang mana setelah Dinda mengatakan hal itu, suara sorakan yang sangat keras terdengar dari bangku penonton.
Selama ini baru pertama kali mereka melihat pertarungan dua Hunter dengan binatang spiritual dengan tingkat Mistis dan mereka tidak menyesali hal itu.
Leo melihat ke arah Dinda yang menutupi perut kirinya dan berpikir mungkin serangannya membuat Dinda terluka sehingga tidak bisa melanjutkan pertarungan.
"Kau, dasar mesum!" ujar Dinda kemudian dia berlari masuk ke ruangan persiapan yang mana hal itu membuat Leo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sebenarnya apa yang aku lakukan?" Guman Leo menatap ke arah Dinda yang semakin menjauh darinya.
….
Ditempat lain, perkembangan yang ditunjukkan oleh Misari juga tidak kalah mengerikan dibandingkan dengan Leo, wanita itu saat ini sudah mencapai tingkat pemurnian tubuh bintang 7 yang mana untuk anak seusianya sangat sulit mencapai tingkat yang begitu tinggi.
__ADS_1
Selain itu Misari juga sudah mendapatkan satu set peralatan tempur dari gurunya serta pasokan sumber daya yang jumlahnya hampir tidak terbatas dan kapanpun Misari membutuhkan dia bisa menggunakan semua itu.
Selain gurunya, Misari juga mendapat bimbingan dari banyak orang dari aliran Legendaris, bahkan guru Misari hanya beberapa kali memberikannya arahan mengenai pelatihan sementara kebanyakan waktu yang dihabiskan oleh Misari adalah berlatih dengan para aliran legendaris.
"Misari, kau berkembang cukup baik bahkan membuat banyak kejutan yang tidak terduga semenjak datang ke aliran ini"
"Benar, aku tidak menyangka kau begitu berbakat dan mungkin kau adalah anak paling berbakat di dunia ini"
Ujar dua orang dari aliran Legendaris, untuk kekuatan keduanya tidak perlu dipertanyakan, keduanya berada di tingkat perombakan tulang yang mana untuk tingkat itu sebanding dengan kekuatan dari kekuatan terbesar di kota Lamongan dan untuk kelas di aliran Legendaris, keduanya adalah kelas paling rendah bahkan tidak bisa di sandingkan dengan kekuatan besar dari aliran Legendaris.
"Senior terlalu memuji diriku, bakatku hanya bakat biasa dan bukan merupakan bakat yang paling hebat di dunia ini" Ujar Misari sambil menatap langit langit.
"Ada yang memiliki bakat lebih tinggi dibandingkan denganmu, jangan merendah Misari"
"Benar, jangan merendah, aku tau bahwa kau adalah orang paling jenius bahkan pemimpin juga mengakui hal itu"
Ujar keduanya yang mana hal itu membuat Misari tersenyum tipis pada keduanya.
"Nyatanya, meskipun aku berbakat aku masih kalah dengan orang itu, bahkan aku tidak tau seberapa besar kekuatannya saat ini tapi aku yakin bawa dia tidak lebih lemah dibandingkan denganku" Ujar Misari menanggapi kedua seniornya.
"Siapa anak yang jauh lebih berbakat darimu?"
"Dia bernama Leo dan suatu saat nanti aku pasti menjadi lebih kuat dibandingkan dengannya" Ujar Misari sambil mengepalkan tangannya.
__ADS_1
Entah sejak kapan Leo menjadi motivasi bagi Misari untuk berlatih, tapi semenjak Leo menjadi bahan motivasi bagi Misari, pelatihan yang dilakukan oleh wanita itu meningkat dengan sangat cepat.