
"Hehehe, ternyata aku bertemu dengan tuan Rumah dalam kompetisi kali ini, seberapa beruntungnya aku" Ujar Lawan yang dihadapi oleh Leo saat ini yang mana dia sudah menyiapkan sebilah pedang yang diliputi oleh kekuatan spiritual.
"Sebagai tuan rumah aku akan menunjukkan padamu kehebatan dari Kota Lamongan" Ujar Leo yang mana dia hanya menyiapkan pukulannya dan menatap ke arah lawannya dengan senyuman tipis di wajahnya.
Kekuatan dari lawan yang harus Leo hadapi saat ini hanya sebatas pembentukan inti bintang 9, hanya dengan beberapa serangan mungkin Leo bisa mengalahkannya dengan mudah tapi Leo berpikir bahwa dia harus memberikan kesempatan pada lawan untuk melancarkan serangan terlebih dahulu.
"Menarik, kau tidak ingin mengeluarkan senjata spiritualmu, kalau begitu jangan salahkan aku jika aku mengalahkanmu dengan mudah!" ujar lawan yang dihadapi oleh Leo melesat dengan sangat cepat menuju ke arah Leo dengan pedang yang terhunus ke arahnya.
"Mari kita sedikit bermain main" Ujar Leo menyiapkan kuda kudanya menatap kemudian dia melapisi tangan kanannya dengan kobaran api.
….
Blam….matahari kedua yang diciptakan oleh Fitri turun dan menghantam daratan dengan sangat kuat, banyak orang dari Organisasi kegelapan yang hangus akibat hantaman dari serangan itu tapi ketika serangan itu mengenai orang orang dari Aliran Legendaris, mereka tidak mendapatkan luka apapun karena api itu bagaikan tiupan angin sepoi Sepoi bagi mereka semua.
Pengendalian api yang dilakukan oleh Fitri sampai ke tahap yang begitu mengerikan dimana dia bisa mengatur suhu api sesuai apa yang dia inginkan.
Dengan demikian Fitri bisa memilih ingin membakar siapa dan menyelamatkan siapa dalam serangan berskala yang sangat luas.
Setelah api itu turun, beberapa tembakan anak panah melesat ke arah Fitri yang mana salah satu serangan itu menghantam lengan kanan Fitri hingga membuat sekali lagi darah bercucuran dari tempat luka itu tercipta.
"Luka seperti ini tidak akan membuatku menyerah!" ujar Fitri kemudian dia membentuk bola api raksasa di atas langit untuk kedua kalinya, kali ini bukan satu melainkan ada delapan bola api raksasa yang memenuhi langit dan jika diturunkan, maka kota besar seperti Surabaya bisa hangus terbakar tanpa sisa.
Suhu udara juga berubah menjadi sangat panas serta semua pedang yang dikeluarkan oleh Fitri sebelumnya berkumpul dan berputar di sekelilingnya layaknya sebuah perisai yang sangat kuat.
"Aliran Legendaris akan hidup selamanya!" ujar Fitri melemparkan bola api itu ke bawah yang mana membuat langit saat ini dipenuhi oleh kobaran api yang membakar dan menghanguskan segala hal.
__ADS_1
….
"Ugh…"
"Leo!" Misari sangat terkejut ketika Leo secara tiba tiba berdiam diri di tengah arena dan tidak menghindari serangan yang tertuju ke arahnya hingga melukai lengan kanan Leo.
Darah mengalir dari luka yang ada di lengan kanan Leo dan ekspresi wajah Leo nampak begitu menderita seolah tubuhnya dihancurkan oleh sesuatu.
"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa hatiku terasa begitu sakit bahkan luka seperti ini saja tidak cukup menyakitkan dibandingkan dengan hatiku saat ini" Ujar Leo sambil memegangi dadanya.
Leo mengalirkan kekuatan spiritual ke tangan kanannya dan memukul arena dengan sangat keras sehingga menciptakan gelombang kejut yang mendorong lawannya mundur beberapa langkah ke belakang.
Tapi sekali lagi hatinya terasa lebih sakit daripada sebelumnya dimana dia bisa merasakan dirinya ditusuk oleh jutaan pedang tanpa batas yang mana setelah melihat hal itu, lawan Leo tidak ingin melepaskan kesempatan dan dia dengan cepat melompat ke arah Leo.
Tempat pertarungan antara aliran Legendaris melawan Organisasi kegelapan saat Ini sudah menjadi lautan api.
Organisasi kegelapan memutuskan untuk mundur ketika mendapati banyak anggota mereka yang terbunuh karena serangan yang dilancarkan oleh Fitri.
Karena banyak orang yang tingkatannya berada di bawah tingkat perombakan tulang, korban yang jatuh di pihak organisasi kegelapan mencapai 10.000 lebih, berbeda jauh dengan aliran legendaris yang hanya jatuh beberapa ratus korban jiwa, kerugian yang dialami oleh Organisasi Kegelapan sangat besar sehingga mereka memutuskan untuk mundur.
"Akhirnya kita bisa bertahan dari sergapan yang mereka lakukan"
"Ini semua berkat pemimpin"
"Tapi dimana pemimpin dan petinggi lainnya?" Beberapa orang mencari keberadaan Fitri dan semua saint dari aliran legendaris dan mereka menemukan sekelompok orang yang nampak begitu sedih sedang berkumpul di satu tempat.
__ADS_1
Karena penasaran mereka semua segera berlari menuju ke arah kerumunan itu untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di tempat itu karena mereka juga melihat banyak pimpinan mereka menundukkan kepalanya.
"Kalian tidak perlu khawatir, dengan kondisiku saat ini, mungkin waktuku sudah habis tapi kalian semua masih memiliki banyak waktu" setelah mengatakan hal itu Fitri memuntahkan seteguk darah berwarna hitam dan setelahnya dia tersenyum menatap semua orang.
"Victor Maaf sebelumnya karena berpikir kau adalah pengkhianat aliran legendaris" ujar Fitri menatap ke arah Viktor.
"Apa yang pemimpin katakan, saat ini aku baik-baik saja dan tidak terjadi apapun pada ku jadi lupakan mengenai apa yang sudah terjadi" Ujar Viktor dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya.
Bukan hanya Victor melainkan hampir semua anggota dari aliran legendaris meneteskan air matanya begitu melihat Fitri dalam kondisi yang sangat buruk.
"Kalian semua aku meminta tolong pada kalian, tolong lindungi putraku di kota Lamongan dan sampaikan permintaan maafku padanya karena aku tidak bisa menemuinya lagi, dia saat ini adalah salah satu peserta dalam kompetisi para jenius dan dia adalah calon suami dari Misari" Ujar Fitri sebelum dia menutup matanya dan menghembuskan nafas terakhir.
Seketika ledakan suara tangis terdengar sangat keras di tempat itu, mereka benar benar kehilangan sosok yang begitu penting bagi mereka yaitu Fitri, pemimpin mereka yang selalu melindungi mereka ketika mereka berada dalam ancaman.
"Sial, aku tidak akan memaafkan mereka semua!" Ujar Viktor bangkit dari tempatnya berniat mengejar sisa sisa Organisasi Kegelapan yang melarikan diri tapi saat itu dia dicegah oleh semua orang yang ada di sana.
"Viktor dengarkan aku, Jika pemimpin Masih hidup maka dia tidak akan pernah membiarkanmu pergi ke sana dan mengantarkan nyawamu pada mereka"
"Tapi kau lihat sendiri apa yang mereka lakukan bukan, karena Mereka pemimpin kehilangan nyawanya, sampai kapanpun aku tidak akan memaafkan mereka semua!" ujar Viktor dengan kemarahan yang terlukis di wajahnya.
"Kita masih memiliki banyak waktu untuk membalaskan dendam pemimpin tapi bukan sekarang, kau lihat semua orang yang ada di sini mendapatkan luka yang cukup serius, kita tidak bisa memaksa mereka untuk bertarung"
"Demi pemimpin kami akan bertarung melawan Organisasi Kegelapan sampai tetes darah penghabisan" Ujar salah satu dari mereka diikuti sorakan yang lain.
"Diam! kalian semua telah termakan oleh amarah, apakah pemimpin akan membiarkan kalian seperti ini? Saat ini yang harus kita lakukan adalah mengurus rekan rekan kita yang telah gugur dan melaksanakan tugas terakhir yang diberikan oleh pemimpin" Ujar salah satu Saint di antara mereka dengan derai air mata yang terus mengalir tanpa henti.
__ADS_1