
"Semoga saja dia bisa selamat dari insiden barusan, jika tidak aku akan memberinya sebuah pukulan karena berani menipu paman Ronny dan bibi Putri" Ujar Misari kemudian dia melangkahkan kakinya menuju ke atas arena.
Setelah pertarungan Leo selesai, kini giliran Misari yang akan bertarung di atas arena dan kerna kekesalannya kepada Leo, pertarungan yang dilakukan oleh Misari di atas arena lebih mirip sebuah pembantaian karena tidak ada satupun orang yang bisa bertahan dari serangan serangan mematikan Misari.
Binatang Spiritual jenis kelinci kilat sangat berbeda dari kebanyakan binatang spiritual lainnya, satu hal yang unik pada binatang spiritual jenis ini adalah kemampuannya bergerak layaknya kilat dan tendangan kakinya yang sangat mematikan.
Memang aneh jika menyebut kelinci kilat sebagai kelinci biasa karena ada jarak yang begitu besar antara kelinci jenis ini dan binatang Spiritual lainnya.
Bahkan kelinci kilat jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan harimau yang kita kenal saat ini yang mana seekor harimau bisa mencabik cabik mangsanya hingga tidak tersisa.
"Dia memang layak disebut sebagai keponakan dua orang monster, kemampuan bertarungnya sangat luar biasa, bahkan aku tidak yakin apa yang akan terjadi pada diriku jika berada di atas arena yang sama dengannya"
"Jika pemuda yang sebelumnya mengalahkan lawannya dengan teknik yang beragam, maka wanita ini adalah kebalikannya, dia lebih mengandalkan serangan serangan mematikan untuk menumbangkan lawan lawannya"
Beberapa peserta membicarakan Misari yang berdiri di atas arena tanpa ada seorangpun yang menemaninya di arena itu.
Mereka semua yang bertarung melawan Misari sudah berada di luar arena setelah menerima beberapa serangan yang mematikan dari Misari.
"Kelinci kilat memang nampak lemah, tapi sebenarnya dia termasuk dalam kelas tertinggi dari binatang Fantasi, kecepatan, kekuatan, kelenturan ada bersama dengannya, maka dengan semua itu Misari hampir tidak terkalahkan untuk anak seusianya" Guman Ronny sambil menatap keponakannya itu.
__ADS_1
Beberapa saat yang lalu setelah kepergian Ryan, Ronny diajukan oleh semua orang sebagai pengganti Ryan dan memberikan nilai untuk para murid yang menunjukkan kemampuannya di atas arena.
"Kak, kau harus memberikan nilai yang baik untuk Misari, bakatnya memang berada di bawah Leo, tapi kemampuan yang dia tunjukkan tidak buruk" Ujar Putri menjelaskan.
"Apa yang harus aku berikan, bukankah dia memenangkan pertarungan ini, jadi dia mendapatkan nilai penuh" Ujar Ronny yang mana hal itu membuat Putri menepuk jidatnya.
"Membahas mengenai Leo, aku berharap dia baik baik saja dan Guru yang mencurigakan itu tidak melakukan hal buruk padanya!"Batin Ronny kemudian dia kembali mengalihkan perhatiannya ke atas arena pertarungan.
…..
Sudah satu Minggu semenjak kompetisi tahap ketiga dilaksanakan, tepat pada tanggal 8 Juni 2132 sebuah kejadian luar biasa terjadi.
Saat ini Leo masih terbaring diatas tempat tidur matras ruang perawatan di akademi Naga Timur.
Dengan pakaian serba putih dan tangan kanan yang terbungkus oleh perban, Leo hanya bisa duduk sambil melihat keluar jendela dari ruangannya saat ini.
Sesekali Leo berusaha melatih kekuatan spiritualnya tapi semua itu seolah tidak ada artinya, luka yang ada di tangan kanannya menghambat penyerapan Leo terhadap kekuatan spiritual, karena hal itulah sampai saat ini Leo tidak memiliki progres sedikitpun dalam pelatihan meskipun dia sangat berusaha keras melakukannya.
"Bukankah paman Ronny sudah mengatakan padamu, kau jangan berlatih untuk saat ini, dengan kondisimu saat ini sangat memungkinkan kau akan melukai dirimu dan lebih menghambat pengobatan yang kau lakukan!" Seorang wanita muda masuk ke dalam ruangan Leo membawa bungkusan makanan yang mana sudah sejak awal Leo menantikannya.
__ADS_1
Makanan yang ada di dalam ruang perawatan itu sangat tidak enak dan terasa hambar, karena hal itu Leo meminta tolong pada Misari untuk membelikan makanan dari luar.
"Misari, akhirnya kau datang, sudah sejak tadi perutku memberontak minta diisi oleh makanan yang kau belikan" Ujar Leo sambil mengelus perutnya dengan tangan kirinya.
"Jaga sikapmu, jika bukan karena paman dan bibiku, aku tidak akan sudi membantumu!" Ujar Misari kemudian dia melemparkan makanan itu ke arah Leo dan dengan sigap ditangkap oleh Leo sebelum jatuh ke lantai.
"Apakah kau tau bahwa ini adalah makanan, bagaimana jika jatuh ke lantai"
"Itu urusanmu, jika jatuh ke lantai ya sudah, kau tidak usah makan!" ujar Misari sambil membuang wajahnya menjauh dari Leo begitupun dengan Leo, Leo saat ini lebih mementingkan urusan perutnya ketimbang mengurus Misari.
"Lagipula kenapa paman dan bibi menyuruhku mengurusnya, menatap wajahnya saja membuatku jengkel!"Ujar Misari kemudian dia melangkah pergi meninggalkan Leo yang melahap makanannya.
….
"Sepertinya keputusan yang kau ambil benar benar salah, mereka tidak semakin dekat justru semakin menjauh" Ujar Ronny yang saat ini menatap ke arah jendela ruangan Leo dengan teropong dari kejauhan.
"Ini adalah hal baik kak, jika kakak membaca novel romantis maka kau pasti akan tahu bahwa permusuhan antar kekasih adalah pertanda yang baik" Ujar Putri yang melakukan hal yang sama dengan Ronny.
"Sejak kapan marah bisa menjadi hal baik?" Guman Ronny sambil menatap ke arah Putri, dia ingin menyanggah apa yang dikatakan oleh adiknya itu tapi dia tidak bisa karena pedoman perempuan adalah, mereka selalu benar.
__ADS_1