ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Kelompok Telah Terbentuk


__ADS_3

"Silahkan tuan, ini adalah salah satu ruang terbaik di tempat pelelangan cabang kami, mohon tuan memaklumi segala kekurangan yang ada di sini" Ujar Manajer Tom ketika mereka baru tiba di sebuah ruangan yang luasnya setidaknya empat meter persegi di lantai dua tempat pelelangan yang mana di tempat itu terdapat sebuah kursi panjang yang terlihat sangat empuk dan meja yang diisi oleh buah buahan, ada juga seorang pelayan yang berdiri di sudut ruangan yang mana ketika mereka semua datang pelayan itu membungkukkan kepalanya dengan sangat hormat.


"Sebelumnya di kota Lamongan ruangan VIP tidak seperti ini, apakah kalian mencoba menipuku dan menjebakku di sini?" Tanya Leo dengan nada tegas yang mana hal itu membuat Manajer Tom bergetar ketakutan.


Dia tidak memiliki maksud untuk menjebak Leo dan yang lainnya, tapi jika Leo sampai berpikir seperti itu maka semuanya akan menjadi semakin rumit dan hubungan yang susah payah mereka bangun akan hancur begitu saja, bagaimanapun bagi mereka semua, Leo adalah seorang peracik yang sangat misterius dengan kemampuan yang sangat luar biasa, Menyinggung Leo sama saja dengan melompat menuju ke arah kawanan serigala.


"Bukan begitu tuan, kami hanya berusaha agar tuan merasa nyaman berada di sini, tidak ada maksud lain, tuan sudah memberikan banyak keuntungan bagi tempat lelang ini jadi kami memberikan tempat ini hanya untuk kenyamanan tuan tidak ada maksud lain" Ujar Manajer Tom menjelaskan.


"Ya sudah kalau begitu, kau bisa pergi dan mulai pelelangan ini, dan jangan ganggu kami kecuali benar benar penting" Ujar Leo kemudian dengan wajah tertunduk Manajer Tom kemudian pergi dari sana.


Selepas kepergian manajer Tom, Leo menatap ke arah pelayan yang ada di sana dan tanpa mengucapkan kata apapun, pelayan itu tahu apa yang harus dia lakukan dan setelah membungkukkan tubuhnya, pelayan itu pergi meninggalkan ketiganya.


"Yah akhirnya kita benar benar membentuk kelompok" Ujar Leo melepas jubah yang menutupi wajahnya lantas dia berjalan menuju ke arah tempat duduk yang disediakan kemudian merebahkan tubuhnya di tempat duduk itu.

__ADS_1


"Tu..tunggu dulu, sebelum itu aku ingin bertanya padamu, siapa yang membuat pil pil itu, bagaimana kau bisa mendapatkannya?" Tanya Dinda.


"Kalian keheranan bukan? aku sudah bilang jika kita membentuk kelompok jangan memusingkan soal uang, soal pil itu aku yang membuatnya sendiri" Ujar Leo.


"Kau...kau adalah seorang peracik, bagaimana mungkin ada peracik yang usianya semuda dirimu, kau seharusnya jangan membohongiku!" Ujar Dinda yang sudah tidak sabar dengan pertanyaan pertanyaan yang mengganggu di pikirannya.


"Aku tidak memaksamu untuk percaya padaku, tapi satu hal yang harus kau ingat, di dunia ini tidak ada ada ada seharusnya karena setiap kejadian pasti ada kaitannya dengan takdir" Ujar Leo.


"Kalau aku lebih terkejut dengan caramu mendapatkan uang, baru kali ini aku melihat ada orang yang dalam satu hari bisa menghasilkan 20 miliar rupiah lebih, jika aku tidak melihatnya dengan mata kepalaku sendiri mungkin aku tidak akan percaya" Ujar Masamune kemudian dia menatap Leo karena di depan matanya ada hal yang lebih mengejutkan dibandingkan dengan Leo mendapatkan banyak uang yaitu Leo menghilangkan semua uang yang ada di depan mereka hanya dengan satu ayunan tangan.


"Dan satu lagi, kemana perginya semua uang itu?"


"Aku menyimpannya, tidak boleh terlalu boros untuk berbelanja kalian harus ingat itu, uang tidak seperti batu kerikil yang bisa diambil sesuka hati di jalanan, untuk mendapatkan uang dibutuhkan usaha yang tidak mudah karena jika ada keringat, pasti akan ada uang" Ujar Leo.

__ADS_1


Meskipun Leo mengatakan hal itu tetap saja bagi Masamune hal itu sangat membingungkan, akan tetapi bagi Dinda semua itu tidak dipedulikan bahkan Dinda tidak mempermasalahkan apa yang dilakukan oleh Leo, yang penting baginya adalah Leo telah mendapatkan batu angin yang sangat berguna baginya untuk membuat senjata spiritual, jika dia bisa menembus tingkat pembentukan inti dan memiliki sepasang belati dengan atribut angin, maka kekuatannya pasti akan berada di tingkat yang jauh berbeda dari tingkat pembentukan inti biasa.


"Jangan membahas hal yang tidak penting, semakin banyak hal yang kalian ingin ketahui maka isi kepala kalian tidak akan bisa mencerna apa yang aku katakan" Ujar Leo yang mana setelah Leo mengatakan hal Itu, Dinda nampak mencibirnya dalam hati.


"Kau hanya berlagak saja, bilang saja kalau tidak ingin memberitahu rahasia milikmu kepada kami" Ujar Dinda mengambil buah buahan yang disediakan di meja di depannya dengan santai dan memasukkan buah itu ke dalam mulut.


"Jika kalian sampai tau, aku tidak tau apa yang mungkin akan kalian pikirkan mengenai kubus misterius, sejarah peradaban kuno dan hancurnya dunia ini karena kekuatan dan ketamakan manusia" Batin Leo sambil menggaruk kepalanya.


Mereka bertiga membahas beberapa hal yang tidak penting hingga akhirnya saat yang ditunggu tunggu telah tiba, pelelangan telah dimulai dan antusiasme orang orang mengenai pelelangan ini nampak luar biasa besar dan dari lima belas ruang VIP, Leo bisa melihat semuanya terisi penuh akan tetapi ada tirai yang menghalangi pandangannya untuk mengetahui orang orang yang berada di balik ruang VIP lainnya.


Barang demi barang di keluarkan dan tawaran demi tawaran terus naik seiring dengan waktu, untuk barang satu sampai kesepuluh tidak begitu menarik bagi para tamu yang duduk di ruang VIP termasuk Leo karena kebanyakan adalah teknologi yang sudah bisa digunakan kembali di tengah tengah era kekacauan ini.


Hampir semua barang yang dilelang itu dibeli oleh orang orang yang duduk di lantai dasar dan dari tawar menawar yang dilakukan oleh mereka semua, barang barang itu tampaknya tidak terlalu diinginkan karena hanya beberapa orang yang mencoba menawarnya.

__ADS_1


"Sepertinya akan ada hal besar di tempat pelelangan ini, dilihat dari orang orang yang berada di ruang VIP dan yang lainnya yang tidak memperdulikan barang barang ini, sepertinya akan muncul sesuatu yang sangat berharga" Guman Leo sambil melihat beberapa orang yang sedang menaikkan harga untuk barang barang yang di tawarkan.


Barulah ketika sudah menginjak barang ke 50, tawar-menawar harga berlangsung cukup sengit bahkan para tamu VIP juga ikut menawar karena barang yang ditawarkan adalah barang barang yang sangat luar biasa yaitu pil buatan Leo sebelumnya.


__ADS_2