
"Kau mencoba mencari bantuan, kalau begitu kau memang harus dibereskan!" Ujar Masamune menyiapkan tinjunya, tapi sebelum Masamune sempat untuk menghajar Alan, Leo menghentikannya.
"Biarkan saja dia melakukan apa yang dia inginkan, aku yakin meskipun dia meminta bantuan dari bibi nya, belum tentu dia bisa melindunginya dari masalah" Ujar Leo.
"Leo benar, aku juga ingin melihat sehebat apa Hunter terkuat kota Lamongan, meskipun hanya kota kecil seharusnya tidak mengecewakan" Ujar Dinda.
"Hais, mengenai kekuatan mungkin akan membuat kalian kecewa" Ujar Leo menghela nafas panjang.
…..
Di Tempat lain, terlihat sepuluh orang sedang membahas sesuatu di sebuah ruangan dengan sangat serius.
Di antara orang orang itu ada Putri dan Ronny, dua sosok kuat yang menduduki peringkat 7 dan 5 dari seluruh Hunter kuat yang ada di kota Lamongan.
Keduanya berada di tingkat yang sama yaitu tingkat Perombakan tulang bintang lima.
"Kalian pasti tau alasan aku mengumpulkan kalian semua di tempat ini?" ujar seorang wanita berusia sekitar empat puluhan tahun duduk di antara semua orang yang saat ini saling berhadapan di satu meja berbentuk bundar.
"Cepat katakan saja, kenapa kau mengumpulkan kami di tempat seperti ini, kami masih memiliki banyak urusan yang harus diselesaikan" Ujar Trio, peringkat 2 dari seluruh kekuatan yang ada di kota Lamongan.
"Sabar sabar, aku akan mengatakannya pada kalian tapi sebelum itu aku ingin memastikan bahwa tidak ada orang yang mendengar mengenai masalah ini karena jika masalah ini sampai di sebar luaskan maka kekacauan akan terjadi" Ujar wanita paruh baya itu.
"Katakan saja, ada masalah penting seperti apa sampai sampai kau menyuruh kami untuk berkumpul, masih banyak korban yang belum ditemukan dan banyak Hunter yang ditugaskan untuk mencari mereka semua, bahkan murid dari akademi ditugaskan untuk membantu masalah ini" Ujar Danu, Hunter yang menduduki peringkat 4 di kota Lamongan yang berada di tingkat perombakan tulang bintang 5 di usianya yang masih cukup muda yakni dua puluh lima tahun.
__ADS_1
"Itu yang ingin aku bicarakan dengan kalian, ada beberapa wali murid yang mengeluh padaku mengenai para murid yang dimintai tolong untuk mencari para korban, bukankah sebaiknya kita tidak memaksa para murid untuk turun dan mencari korban yang belum ditemukan?" ujar Rui.
"Jika memang seperti itu, maka korban yang meninggal akibat serangan Hunter beberapa minggu yang lalu mungkin akan berubah menjadi bangkai atau mungkin tulang belulang" Ujar Wiwik, seorang wanita paruh baya berusia sekitar tiga puluhan tahun yang berada di tingkat Perombakan Tulang Bintang 5 dan peringkat 3 di seluruh kota Lamongan.
"Sebelumnya kita sudah mengirim surat untuk para wali murid, sebelumnya mereka mengizinkannya kenapa tiba tiba menolak hal ini?" Tanya Ronny menatap ke arah Rui.
Meskipun Rui menduduki peringkat pertama tapi dia tidak akan membiarkan wanita itu menghalangi proses pencarian korban.
Sudah beberapa kali Rui mengumpulkan mereka untuk membahas hal yang tidak penting padahal mereka semua tahu bahwa situasi yang mereka hadapi saat ini tidak mampu diselesaikan dengan berunding.
Ronny berpikir bahwa ada yang salah dengan Rui Octavia karena wanita itu seolah olah ingin menghalangi upaya penyelamatan yang dilakukan.
"Jika masalahnya adalah orang tua atau wali murid yang tidak mengizinkan, suruh dia menemuiku, biar aku sendiri yang mengurusnya" Ujar Youm, Hunter yang menduduki peringkat 6 dari seluruh kekuatan di kota Lamongan.
Setelah kepergian ketiganya, terdengar suara dering ponsel yang mana ketika suara itu terdengar semua pandangan tertuju ke arah Rui.
Mereka bisa melihat Rui mengeluarkan sebuah handphone yang sangat canggih dengan berbagai fitur unik di dalamnya yang berbeda dari handphone yang dijual dan dimiliki oleh banyak orang di dunia saat ini.
"Darimana dia mendapatkan harta sebanyak itu, bahkan dia memiliki handphone yang sangat mahal dan sangat maju" Guman Ronny, bukan hanya Ronny, tapi semua orang yang ada di sana juga berpikiran yang sama karena tidak mungkin teknologi yang begitu canggih bisa ditemukan dengan mudah di era saat ini.
Terlebih handphone yang digunakan oleh Rui terlihat sangat baru seolah-olah baru keluar dari pabrik produksi.
"Apa? Ada orang yang menyerangmu dan mengganggu proses evakuasi, tunggu di sana, aku akan segera datang" Ujar Rui sengaja mengeraskan suaranya agar semua orang bisa mendengarnya.
__ADS_1
"Ada yang mengganggu proses evakuasi, kalau begitu kita harus pergi ke sana dan beri orang itu pelajaran" Ujar Trio sambil menggebrak mejanya dengan sangat keras.
"Kau benar, orang seperti itu hanya bisa merusak segala hal" Ujar Danu.
"Kalau kalian ingin ikut maka ayo kita pergi ke sana, aku tahu mereka ada di mana dan seharusnya tidak jauh dari sini" Ujar Rui diikuti olah anggukan semua orang.
Setelahnya ketujuh orang yang menduduki peringkat kekuatan tertinggi di kota Lamongan itu bergerak menuju ke arah yang ditunjukkan oleh Rui.
Mereka kesana dengan perasaan marah tapi hanya Ronny yang terlihat memiliki pikiran yang sangat rumit, di dalam pikirannya dia mempertanyakan mengenai maksud dan tujuan dari Rui tapi disisi lain dia mempertanyakan mengenai orang yang berani mencari masalah dengan kota Lamongan.
…..
"Hahaha, kau akan melihat bagaimana seharusnya sampah seperti kalian mengambil sikap, bibiku akan datang dan kalian tidak akan bisa melakukan apapun!" Ujar Alan menunjuk ke arah Leo sambil tersenyum gembira.
"Dia terlalu berisik, bisakah kau membuatnya tidur?"Tanya Leo melirik ke arah Masamune yang mana membuat Masamune merasa begitu bersemangat.
"Tenang saja, aku akan membuatnya tertidur dengan cepat, mungkin rasanya sedikit menyakitkan tepi kau harus menahannya" Ujar Masamune berjalan mendekat ke arah Alan.
"Apa yang kau lakukan, bibiku adalah Hunter terkuat di kota Lamongan, dia akan datang lima menit lagi, kalian jangan macam macam denganku!" Ujar Alan sambil menyeret tubuhnya ke belakang berusaha menjauh dari Masamune.
"Lalu kenapa kalau bibimu adalah Hunter terkuat, kau tetaplah orang yang lemah!"Ujar Masamune sebelum sebuah teriakan menyayat hati terdengar dengan sangat lantang dari arah Alan.
"Dinda dan Lili, kalian bantu mereka mencari korban yang belum ditemukan, kalian juga kembalilah mencari, aku akan menunggu bibi orang ini disini" Ujar Leo yang mana membuat semua Hunter tersadar dan mereka segera melanjutkan pencarian.
__ADS_1
Leo menunggu selama beberapa menit hingga setelahnya sekelompok orang terlihat berlari menuju ke arahnya disertai aura membunuh yang sangat kuat membumbung tinggi ke atas langit.