ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Leo Vs Penguasa Langit (Bag 3)


__ADS_3

Leo mengarahkan sebuah pukulan keras yang diselimuti oleh kobaran api ke arah pukulan yang dilakukan oleh Penguasa Langit, ketika pukulan keduanya bertemu, seketika ledakan yang sangat keras terjadi yang mana karena ledakan itu, wilayah seluas hampir dua meter ditutupi oleh kobaran api yang sangat ganas dan memakan apapun yang ada di dekatnya.


Penguasa Langit berhasil melompat ke belakang menghindar dari kobaran api itu tapi Leo tidak, saat ini Leo berada di tengah tengah kobaran api hasil dari serangan keduanya.


Berpikir Leo sudah berakhir, api yang menyelimuti tempat ledakan serangan keduanya perlahan lahan menghilang begitu pula dengan Leo yang menghilang dari sana.


"Bagaimana mungkin?" ujar Penguasa Langit sebelum sebuah pukulan keras mendarat tepat di perutnya hingga membuatnya terlempar jauh ke belakang.


Seteguk darah keluar dari mulut Penguasa Langit sesaat setelah Leo melancarkan serangan itu, dia tidak pernah menyangka Leo akan mengeluarkan jurusnya yang mengandalkan kecepatan untuk melancarkan serangan padanya.


Jika dia tahu hal itu mungkin dia akan menghindari serangan yang dilakukan oleh Leo agar sesuatu yang buruk tidak terjadi.


"Keparat kau!"


"Petarung yang terampil akan memanfaatkan peluang sekecil apapun, bahkan bagiku, dalam sebuah pertarungan, kelengahan musuh adalah sebuah keuntungan" Ujar Leo kemudian dia mengalirkan kekuatan spiritual dalam jumlah yang sangat besar ke tangan kanannya dan sekali lagi kobaran api menyelimuti tangan kanan Leo.


"Hiyaaa!" Teriak Leo sambil mengayunkan tangannya dan dengan sihir api itu, perlahan lahan pakaian yang dikenakan oleh Penguasa Langit terbakar hingga akhirnya orang itu terlempar dan jatuh tak sadarkan diri.


Luka bakar yang cukup parah menghiasi perut Penguasa Langit dan sesaat setelah kejadian itu, suara teriakan dan tepuk tangan terdengar sangat keras di atas arena.


Banyak orang senang akan hasil dari pertempuran antara Leo dan penguasa langit, akan tetapi ada beberapa orang yang marah dan menuntut protes karena sebelumnya mereka mempertaruhkan banyak uang untuk Penguasa Langit.


Penguasa Langit kalah dalam pertarungan itu sudah membuktikan bahwa uang yang mereka pertaruhkan untuk kemenangan penguasa langit telah hilang dan tidak akan kembali, dan kebanyakan mempertaruhkan uang dengan nominal yang sangat besar karena tahu bahwa kekuatan Leo jauh di bawah Penguasa Langit dan pengalaman yang dimiliki oleh Leo masih sangat terbatas.

__ADS_1


"Beruntung aku bisa mengalahkannya, jika pertarungan masih berlanjut mungkin aku akan kalah" Ujar Leo, Apa yang dikatakan oleh Leo adalah sesuatu yang terjadi pada tubuhnya saat ini.


Karena mengeluarkan serangan sihir api secara terus menerus, kekuatan spiritual milik Leo benar benar terkuras habis.


Dan jika Penguasa Langit masih sadar, kemungkinan dia yang akan memenangkan pertarungan ini karena hanya dengan serangan ringan, tubuh Leo sudah tidak bisa menahannya.


….


"Apa yang baru saja kita saksikan benar benar membuka mata kita semua, orang yang masih belum memiliki cukup pengalaman, dan belum memiliki cukup kekuatan, bisa memenangkan pertarungan yang berat sebelah seperti ini" Suara menggelegar ke seluruh arena yang mana hal itu mengejutkan Leo.


Leo tidak tahu bahwa suara itu bersumber dari pengeras suara, salah satu teknologi yang telah dipulihkan dan digunakan untuk membawakan acara dalam pertarungan ini karena Leo baru kali ini datang di tempat seperti arena pertarungan.


Setelah suara yang menggema ke segala arah terdengar, suara teriakan para penonton kian makin keras dibandingkan dengan sebelumnya, mereka menjadi bersemangat karena jarang jarang mereka bisa melihat teknologi yang digunakan.


Leo benar benar tidak tahu harus bagaimana menanggapi situasi saat ini, dia memang senang tapi jika dia terus berada di atas arena sepertinya akan terjadi hal yang buruk.


Maka dari itu Leo memutuskan untuk berjalan dan keluar dari arena meskipun suara sorakan dari para penonton terdengar kian makin keras.


"Bagaimana merasakan kemenanganmu? Apakah sesuai dengan apa yang kau harapkan?" Masamune datang tepat di depan Leo dan melemparkan sesuatu ke arah Leo.


Dengan cepat Leo menangkap apa yang dilemparkan oleh Masamune dan menyaksikan benda apa itu.


"Pil pemulihan"

__ADS_1


"Ya, anggap saja sebagai ucapan pertemuan kita untuk takdir yang lebih panjang, oh ya, namaku adalah Masamune, kau bisa memanggilku demikian karena semua orang yang ada di arena juga mengenalku dengan nama itu" Ujar Masamune kemudian dia berjalan masuk menuju ke atas arena.


"Orang itu, aku bisa merasakan sebuah kekuatan yang sangat besar meluap dari tubuhnya, aku merasa bahwa dia memiliki sesuatu yang sangat besar di dalam dirinya" Guman Leo sebelum dia melangkahkan kakinya dan masuk ke ruangan istirahat.



"Leo Wahyuda, orang yang sangat jenius dimana di usia yang belum menginjak 17 tahun sudah mencapai tingkat pemurnian tubuh bintang 4 bahkan mendekati bintang 5, kami benar benar tertarik padamu" Ujar dua orang muda mudi yang duduk di ruangan istirahat yang disediakan oleh pihak penyelenggara.


Pakaian keduanya nampak sama antara satu dengan yang lain dan dengan melihatnya, Leo bisa tahu bahwa pakaian yang dikenakan oleh keduanya merupakan pakaian dari sebuah aliran.


"Pakaian merah dengan simbol matahari berwarna putih, tidak salah lagi mereka adalah aliran Majapahit, guru pernah mengingatkanku untuk waspada terhadap mereka" Guman Leo menatap keduanya tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"Ah jadi kau adalah tipe orang yang pendiam ya, kalau begitu kami langsung pada intinya saja, kami aliran Majapahit berencana mengajakmu bergabung" Ujar wanita dari aliran Legendaris sambil menunjukkan sepasang pakaian serta sebuah token yang melambangkan kebesaran aliran Majapahit.


"Kalian pergi saja, aku tidak tertarik dengan aliran Majapahit bahkan aku tidak tertarik bergabung dengan kalian" Ujar Leo kemudian dia berjalan melewati kedua yang nampak mematung tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"Jika kalian masih ngotot ingin mengajakku bergabung dengan aliran Majapahit, maka kalian bisa mencobanya selama sepuluh tahun dan aku harap kalian memintanya setiap hari, jika kalian melakukan itu mungkin aku akan mempertimbangkan untuk bergabung dengan aliran Majapahit" Ujar Leo kemudian dia segera pergi meninggalkan tempat itu.


"Anak ini, dia sudah merendahkan aliran Majapahit, sejenius apapun dirinya tetap saja aku tidak peduli dan ingin menghajarnya dengan kedua tanganku"Ujar pemuda dari aliran Majapahit.


"Tenangkan dirimu, jangan membuat masalah ditempat ini, dia baru saja membangun sebuah nama besar di kompetisi kali ini, Jika kau menyinggungnya ditempat ini maka arena pertarungan pasti tidak akan melepaskan aliran kita dan itu adalah hal yang sangat buruk" Ujar wanita dari aliran Majapahit menenangkan.


"Lihat saja, jika kau keluar dari sini dan memilih tidak ingin bergabung dengan aliran Majapahit, maka jangan harap aliran lain akan menerimamu karena begitu kau menolak, kau akan berubah menjadi orang cacat" Ujar pemuda itu sambil mengepalkan tangannya kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu diikuti oleh wanita disampingnya.

__ADS_1


__ADS_2