
"Semua Hunter yang bisa bertarung segera menuju ke bibir pantai, kita harus menahan ombak yang akan menerjang dengan semua kekuatan yang kita miliki agar tidak jatuh korban jiwa" Ujar beberapa Hunter berlari menuju ke arah pesisir pantai yang mana ketika Leo mendengarnya dia tanpa ragu berlari ke arah yang sama.
Ibunya pernah berpesan bahwa tujuan seorang Hunter adalah melindungi orang orang yang dalam kesulitan dan melindungi mereka dari bahaya, jika mereka gagal melakukan hal itu maka mereka tidak layak disebut seorang Hunter dan kata kata inilah yang menjadikan motivasi pada Leo.
"Kenapa aku menjadi seperti ini, menjadi pecundang yang penakut bukanlah apa yang aku inginkan, entah itu Ratu Laut Selatan atau para Orbion, aku tidak akan membiarkan mereka mengertakku setelah ini!" ujar Leo sambil berlari menuju ke arah pesisir pantai.
Setibanya disana dia bertemu dengan banyak Hunter yang sudah siap di pesisir pantai, di antaranya adalah Iyan yang dia temui sebelumnya.
Nampak pusaran air berbentuk seekor naga mengelilingi tubuh Ryan yang mana Leo mengetahui bahwa setiap naga air memiliki kekuatan spiritual yang sangat berlimpah.
Seolah Iyan memiliki beberapa cadangan kekuatan spiritual ketika menggunakan jurus itu dan Leo harus akui bahwa jurus itu benar benar sangat hebat.
"Anak kecil sebelumnya, kenapa dia ada disana, apakah dia adalah seorang Hunter?" Guman Iyan sambil menatap ke arah Leo karena dari semua orang yang ada di bibir pantai, Leo adalah yang termuda di antara mereka semua.
Beberapa saat setelahnya air laut mulai ditarik menuju dasar laut dan mereka tahu apa yang akan terjadi sebelumnya sehingga dengan cepat mereka mengeluarkan senjata spiritual masing masing.
"Bencana besar datang!" ujar Leo kemudian dia mengeluarkan tombak Guntur Miliknya yang mana ketika Leo mengeluarkan tombak itu dan deretan petir keluar dari tubuh Leo, tanpa sadar dirinya membuat semua orang tidak berhenti menatap ke arahnya.
Semua baru tersadar ketika Leo menerjang ke arah ombak setinggi lima belas meter yang bergerak menuju ke arah Mereka, melihat Leo semua orang segera menyiapkan senjata spiritual mereka dan mengeluarkan binatang spiritual masing masing.
Orang orang yang memiliki serangan jarak jauh segera melancarkan serangan serangan dari jarak milik Mereka saat ini tapi orang orang yang tidak memiliki serangan jarak jauh dan hanya bisa mempersiapkan diri menahan gempuran dari ombak besar yang dikenal sebagai Tsunami itu.
__ADS_1
"Anak itu pasti sudah bodoh sampai sisi dimana kebodohan mengendap di otaknya, dia menerjang ke arah Tsunami hanya dengan kemampuannya saat ini" Ujar Iyan menatap ke arah Leo yang mana meskipun dia ingin membantu Leo, tapi dia tidak bisa melakukannya saat ini karena ombak Tsunami semakin dekat menuju ke arah Mereka.
…..
"Jika hanya mengandalkan tombak ini saja tidak akan cukup!" Ujar Leo kemudian dia mengeluarkan pedang miliknya yang mana ketika pedang itu dikeluarkan, aura kematian yang begitu besar merembes keluar dari pedang milik Leo.
Kemunculan pedang itu bahkan lebih mengejutkan bagi semua orang yang ada di sana dibandingkan dengan kemunculan Tombak Guntur sebelumnya, ketika pedang Leo dikeluarkan suhu udara seolah turun beberapa derajat celcius dan tekanan aura yang begitu mengerikan merembes keluar dari pedang milik Leo.
"Anak itu, dia bukan bodoh tapi dia memiliki kemampuan untuk menerjang ke arah Tsunami ini" Iyan menatap ke arah Leo kemudian dia mencengkram Tombak Harpun miliknya dan aliran sihir air yang begitu kuat menyelimuti tombak Harpun itu.
Bayangan seekor paus muncul di belakang Iyan dan menyelimuti seluruh tombak Harpun hingga tombak itu berubah menjadi sebuah senjata yang mematikan.
Bahkan kecepatan dari tombak Harpun itu lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan Leo dan dengan cepat Tombak itu menyusul Leo dan ketika menyentuh Tsunami.
Blar….air terbelah menjadi dua bagian selama beberapa saat akibat serangan itu dan terbukti, akibat serangan yang dilakukan oleh Iyan, gelombang air itu semakin berkurang ketinggiannya tapi tetap masih sangat tinggi dan bisa meluluhlantakkan kota Yogyakarta.
"Panah api beku!"
"Peluru Tanpa Batas!"
"Lautan Ombak"
__ADS_1
Beberapa Hunter lainnya melancarkan serangan ke arah Tsunami yang mengarah ke arah mereka yang mana setiap kali serangan serangan besar mendarat di gelombang besar itu, gelombang besar itu semakin menipis dan mengecil dengan sendirinya.
"Langkah Awan!" Leo saat ini hanya dengan tombak miliknya berlari masuk ke dalam Tsunami yang mana karena hal itu, orang orang berpikir bahwa Leo sangat bodoh karena dia masuk ke dalam pusaran Tsunami yang sangat mengerikan.
Pada dasarnya ombak yang dibawa pergi oleh Tsunami adalah ombak yang sangat berbahaya karena bukan hanya ombak biasa, ombak itu juga membawa partikel partikel lautan seperti batu karang dan lain sebagainya.
Dengan kecepatan air semacam itu dan hantaman dari barang barang yang dibawa bersamanya, meskipun Leo bisa bertahan seharusnya dia harus mengalami luka yang sangat berat.
Itu adalah yang dipikirkan orang orang yang berada di bibir pantai dan terus menerus melancarkan serangan pada ombak raksasa itu, akan tetapi sebenarnya Leo tidak seperti apa yang mereka pikirkan.
Leo telah memakan Mutiara lautan yang mana dengan menelan benda itu, dia bisa bernafas di dalam air dan bergerak layaknya di daratan.
Begitu Leo masuk ke dalam air, dia dengan kemampuannya menghindari setiap karang dan segala sesuatu yang diseret ombak itu sambil mengalirkan kekuatan spiritual dalam jumlah yang sangat besar ke tombak Guntur miliknya sebelum Leo memukulkan tombak Guntur ke dasar laut.
Blam….ledakan besar terjadi membuat ombak Tsunami yang dimasuki oleh Leo sebelumnya meledak dan menyusut seketika, berbeda dari ombak tsunami yang ada di sekitarnya, ombak Tsunami yang dimasuki oleh Leo tampak lebih rendah dibandingkan sebelumnya dan beberapa saat setelah ledakan besar itu seorang pemuda bergerak melompati air dan berlari di udara menuju ke arah bibir pantai.
"Semuanya, gunakan kekuatan spiritual kalian untuk membuat sebuah benteng!" Ujar Iyan yang mana setelah dia mengatakan hal itu, semua Hunter yang ada di sana segera menyimpan senjata spiritual mereka dan mengalirkan kekuatan spiritual untuk membuat sebuah dinding transparan.
"Semoga ini bisa berhasil!" ujar Iyan menatap ke arah ombak yang sangat tinggi di depannya.
"Membuat Benteng, aku tidak pernah mendengar hal semacam ini tapi semoga saja cara ini bisa berhasil" Ujar Leo yang mana saat ini dia berlari di atas langit menuju ke arah semua orang dengan jurus Langkah Awan miliknya.
__ADS_1