
Yudi bergerak dengan sangat cepat membabat semua orang tanpa terkecuali, kekuatan yang besar membuat peserta yang berada di atas Arena banyak yang melompat turun karena mereka tahu batas kekuatan mereka dan jika melawan Yudi maka hal buruk yang akan terjadi pada mereka.
Mereka tidak peduli dengan bersekolah di akademi Naga Timur, jika hal itu bisa membunuh mereka atau merugikan mereka semua mereka memilih untuk mundur, tujuan mereka belajar di akademi Naga Timur adalah untuk mendapatkan pengetahuan dan ilmu sekaligus mencari ketenaran.
Terlebih sebagian besar peserta yang bertarung di atas arena pertarungan Leo saat ini memiliki latar belakang keluarga kalangan atas yang sering dimanja.
Di usia mereka yang masih belasan tahun mereka tidak memiliki banyak pengalaman dalam bertarung sehingga gerakan yang dilakukan oleh mereka untuk menghentikan Yudi semuanya sia sia, meskipun jika bekerja sama mereka sedikit lebih kuat dibandingkan dengan lawan mereka, kualitas mereka masih lebih rendah dan mudah dikalahkan.
Kebanyakan anak dari keluarga kalangan atas mendapatkan kekuatan mereka saat ini dengan pasokan sumber daya yang diberikan oleh orang tua mereka, tentu kekuatan mereka akan berbeda jauh dengan orang yang mendapatkan kekuatan dengan usaha mereka sendiri, dengan berusaha, barulah mereka bisa mengetahui apa yang kurang pada diri mereka dan memperbaiki di kemudian hari.
Setelah Yudi mengeluarkan kekuatan besar dari obat terlarang itu, kini di atas arena hanya tinggal tiga orang yang mendukung Yudi dan berusaha menghentikannya serta Leo.
Leo menatap ke arah ketiga orang yang mencoba menghentikan Yudi tapi dengan satu hempasan, ketiga orang itu terlempar keluar arena dengan begitu mudahnya.
"Kekuatannya meningkat terlalu drastis, dari Pemurnian Tubuh Bintang 1 dia saat ini memiliki kekuatan Pemurnian Tubuh Bintang 3 yang sebentar lagi menerobos bintang, aku bukan lawannya tapi aku harus memenangkan pertarungan ini apapun yang terjadi!" Ujar Leo.
Sesaat setelah mengatakan hal itu kobaran api yang cukup besar meledak dari tangan kanan Leo dan melapisi tangan kanan itu, para guru yang melihatnya sangat terkejut bahkan mereka tidak bisa percaya dengan apa yang baru saja mereka saksikan di depan mata mereka.
"Aku sudah menduga bahwa Leo bisa menggunakan sihir, dan sesuai harapanku sihir yang dikeluarkan adalah sihir api, dengan sihir itu dia bisa menetralkan segala hal buruk yang terjadi di sekitarnya tapi semua itu akan sulit dilakukan" Guman Ryan menatap ke arah Leo dengan senyuman tipis yang menghiasi wajahnya.
__ADS_1
"Sepertinya orang ini merencanakan hal buruk pada Leo, aku harus memperingatkannya setelah ini" Guman Ronny yang keheranan karena Ryan tersenyum begitu gembira setelah Leo mengeluarkan elemen sihir miliknya.
….
"Elemen sihir, apakah jarak kita benar benar sejauh itu?" Guman Misari ketika melihat Leo mengeluarkan api dari tangan kanannya.
Sebelumnya ketika dia baru masuk ke akademi, dia merasa bahwa Leo adalah jenius yang sama dengannya, tapi sepertinya, penilaian yang dia berikan pada Leo selama ini salah, Leo bahkan lebih jenius dibandingkan dengannya bahkan kejeniusannya berada di luar akal sehat manusia.
Misari menatap ke arah Leo yang mana saat ini Leo tengah berlari menuju ke Arah Yudi, nampak dari raut wajah Leo yang sudah mulai pucat bahwa anak itu terlalu banyak menggunakan kekuatan spiritualnya untuk bertarung.
Leo yang melihat Yudi juga berlari menuju ke arahnya dengan kepalan tangan yang dipenuhi oleh energi gelap segera membalas pukulan itu dengan tangan kanannya yang diselimuti oleh sihir api.
Ada dua alasan, yang pertama karena Leo kehabisan kekuatan spiritual dan yang lain karena kekuatan yang dimiliki oleh Yudi berada di luar jangkauan kekuatannya.
Meskipun demikian karena pukulan yang Leo lancarkan seluruh tubuh Yudi diselimuti oleh kobaran api hingga akhirnya Yudi Jatuh tak sadarkan diri atas Arena.
Melihat kejadian itu, Ryan yang mana merupakan guru Leo tidak bisa membiarkan Leo dalam masalah, dia melompat dan bergerak dengan sigap menuju ke Arah Leo tanpa ada siapapun yang menyadarinya.
"Ryan, apa yang kau lakukan?" ujar beberapa guru yang ada di sana karena sebelumnya Ryan lah yang meminta mereka untuk menahan diri dan tidak turun ke Arena.
__ADS_1
Sementara itu, tanpa memperdulikan mereka semua Ryan bergerak menuju ke arah Leo, hanya satu kalimat yang keluar dari mulut Ryan saat itu, "Pertarungan Telah Selesai!" Yang mana setelahnya beberapa orang masuk ke arena untuk membantu orang orang yang mengalami cedera.
Dengan menggunakan obat terlarang secara otomatis Yudi didiskualifikasi dari ujian tahap ketiga dan dikeluarkan dari akademi Naga Timur serta mendapat hukuman larangan bersekolah di sana, sementara untuk pemenang dalam kompetisi kali ini sudah bisa dipastikan, yaitu Leo.
Sebagai satu satunya orang yang keluar paling akhir dalam pertarungan, sudah bisa di jadikan bukti bahwa Leo pantas mendapatkan semua itu, bahkan mungkin yang dia dapatkan seharusnya lebih karena Leo berhasil mengalahkan Yudi yang telah meminum obat terlarang.
Kemenangan yang diraih oleh Leo menuai banyak pujian dari peserta peserta yang lain terutama pihak guru, tapi di sisi lain kemenangan yang diraih oleh Leo membuat Misari bertekad untuk mengalahkannya dan berlatih lebih keras lagi, bahkan Misari merencanakan sebuah latihan keras dari paman dan bibinya setelah semua ini berakhir.
"Aku tidak akan kalah darimu!" Guman Misari sambil menatap tubuh Leo yang tergeletak dan tengah ditangani oleh Ryan.
….
"Tulang tangan kanannya patah, dia terlalu memaksakan dirinya dalam ujian kali ini" Ujar Ryan kemudian dia mengangkat tubuh Leo disaksikan oleh banyak orang.
Ryan lalu pergi meninggalkan tempat kompetisi tanpa mengatakan sepatah katapun, dengan Leo yang berada di gendongannya.
"Aku harus cepat, jika terlambat maka aku akan mendapat masalah yang sangat besar!" Ujar Ryan kemudian dia berlari kencang meninggalkan tempat kompetisi tanpa memperdulikan guru guru yang memanggilnya.
Baginya keselamatan Leo lebih penting dibandingkan dengan apapun untuk saat ini.
__ADS_1