
"Sebenarnya bagaimana konsep dari dunia ini, selain dunia nyata masih ada dunia astral yang ditempati oleh makhluk halus seperti siluman dan juga hantu, seolah ada sebuah dinding pembatas yang sangat besar di dunia yang sangat sulit untuk ditembus tapi kenapa aku bisa memasuki dunia astral padahal aku tidak menginginkannya?" Leo saat ini terbaring di tempat tidur di kamar sebuah hotel dunia astral yang dia pesan beberapa saat yang lalu.
Menurut Leo, apa yang dia alami benar-benar tidak biasa bahkan menurut beberapa hantu yang Leo temui sebelumnya, tidak banyak hantu yang bisa masuk ke dalam dunia astral, terlebih manusia.
Menurut para hantu memang manusia pernah memasuki dunia astral tapi manusia itu tidak bisa bertahan lama karena udara yang ada di dunia astral benar-benar sangat berbeda dari dunia nyata.
Udara di dunia astral mengandung kekuatan misterius layaknya sebuah racun yang mana jika seorang manusia terlalu banyak menghirup udara itu maka mereka tidak akan bertahan lebih dari dua hari.
Tapi Leo tidak merasakan hal buruk pada dirinya, entah kenapa Leo merasa lebih nyaman berada di dunia astral dibanding dunia nyata karena di dunia astral tidak pernah ada konflik yang tidak diperlukan.
Kebanyakan konflik yang terjadi di dunia astral diakibatkan oleh penguasa penguasa makhluk gaib dan terkadang kemunculan pusaka pusaka hebat di seluruh dunia.
Tidak adanya konflik seperti pertarungan, pencurian dan lain sebagainya di dunia astral adalah karena rata rata makhluk gaib seperti hantu adalah abadi dan untuk siluman biasanya mereka memiliki usia ribuan kali lebih banyak dibandingkan dengan manusia.
Dengan usia yang panjang para makhluk gaib ini enggan untuk repot dan lebih memilih hidup sesuai dengan apa yang mereka inginkan, beberapa makhluk gaib yang iseng akan mencoba menggoda manusia dan mengajak mereka ke jalan yang salah untuk bersenang senang sementara kebanyakan lebih memilih tidak peduli.
"Aku bertanya tanya bagaimana caranya wanita itu menarikku keluar dari kematian? Apakah dia memiliki kenalan orang dalam di alam kematian sehingga bisa dengan mudah mengantarkan jiwaku ke tubuhku kembali?"Guman Leo sambil menggaruk dagunya karena bagaimanapun dia memikirkan hal itu, Leo tidak bisa menemukan jawaban atas pertanyaan pertanyaan yang ada di benaknya.
"Bodo amat, lebih baik aku istirahat agar besok bisa mencari Rumput Laut Pengikat Jiwa" Ujar Leo kemudian dia menatap tempat tidurnya yang mana ada aura putih yang keluar dari tempat tidur Leo.
"Semoga saja aku bisa tidur" Guman Leo sambil merebahkan tubuhnya dan aura dingin masuk ke tubuh Leo.
__ADS_1
…..
Pagi harinya Leo bangun dan dengan cepat dia bergegas menuju ke resepsionis untuk check out dari hotel karena semalaman Leo tidak bisa tidur di kamarnya karena hawa dingin yang tidak nyaman menerpa tubuhnya.
Tak lupa sebelum Check out Leo bertanya mengenai sumber daya Rumput Laut Pengikat Jiwa.
"Anu bisakah kau memberitahuku dimana aku bisa mendapatkan rumput laut pengikat jiwa?" Tanya Leo menatap resepsionis tanpa bola mata di depannya.
"Tuan ingin mencari Rumput Laut Pengikat Jiwa, sumber daya itu cukup populer tapi aku dengar tidak boleh dibawa pergi dari tempat mendapatkannya"Ujar Resepsionis itu menanggapi ucapan Leo dengan senyuman Ramah yang menyeramkan.
"Dimana tempat mendapatkan sumber daya itu, seharusnya jika sumber daya itu cukup populer maka jumlahnya bisa dikatakan berlimpah ruah" Ujar Leo diikuti anggukan kepala Resepsionis itu.
…..
"Blam…" Ledakan yang sangat besar terjadi di tengah tengah samudra yang mana ledakan itu membuat gelombang raksasa tercipta atau yang biasa disebut sebagai Tsunami.
Langit bergemuruh dengan Guntur yang saling bersahutan dengan suara yang sangat kuat yang mana seolah memberikan peringatan pada semua orang untuk menjauh dari bibir pantai karena bencana besar itu.
Sementara itu di dasar samudera perang besar besaran antara makhluk gaib, siluman dan semua makhluk hidup terjadi yang mana serangan serangan dahsyat menimbulkan gelombang kejut yang menggetarkan seluruh lautan.
Di dalam kereta kencana terdapat seorang wanita cantik berpakaian serba hijau dengan sebuah trisula yang melekat di tangan kanannya, wanita itu hanya menutup matanya tapi tempatnya saat ini benar benar tidak tersentuh dengan kekacauan yang terjadi di luar kereta kencana miliknya.
__ADS_1
Ada sebuah dinding spiritual yang menyelimuti kereta kencana wanita itu yang mana bahkan serangan makhluk gaib yang berada di tingkat kelahiran tidak bisa menembusnya.
Hanya getaran getaran ringan yang dirasakan oleh wanita yang ada di dalam kereta kencana itu dan ketika wanita itu membuka matanya, dia tidak memperdulikan kekacauan yang terjadi di sekitarnya justru melihat ke arah kelahiran senjata yang keberadaanya mampu mengguncang lautan.
"Sebentar lagi, trisula samudra milikku akan memiliki pasangan yang sama kuatnya"Ujar wanita yang tak lain adalah Ratu Laut Selatan dengan sebuah senyuman yang sangat cerah.
Baru selesai wanita itu menutup mulutnya, cahaya yang bersinar di dalam lautan mulai menunjukkan sebuah reaksi kekuatan yang luar biasa, ledakan demi ledakan terjadi seolah senjata itu ditempa oleh kekuatan dunia itu sendiri yang mana setiap senjata itu ditempa oleh kekuatan dunia maka kekuatan langit dan bumi seolah berkumpul menjadi satu dan aura yang sangat kuat berkumpul masuk ke dalam cahaya di dalam lautan.
Perlahan tapi pasti, sebuah tombak dengan aura biru terang terbentuk dari kumpulan kekuatan spiritual yang ditempa oleh langit dan bumi dan ketika melihat tombak itu, semua yang ada di sana segera bergerak mendekat ke arah tombak dan berusaha memilikinya.
Pada saat inilah kekuatan dari tombak sangat kecil karena baru terbentuk dan hal itu merupakan waktu yang paling tepat untuk mendapatkannya, hampir semua orang bergerak menuju ke arah tombak dan jika ada yang mendahului mereka, mereka tanpa ragu melancarkan serangan serangan besar dan meledakkan tubuh lawannya.
Meskipun mereka bisa pulih kembali tapi setidaknya orang yang memimpin di depan akan tergantikan dan mereka berharap mereka yang mendapatkan tombak itu.
"Sudah dimulai, kelahiran dari tombak yang sama kuatnya dengan tombak samudra milikku!" ujar Ratu laut Selatan yang berdiam diri di dalam kereta kencana miliknya sebelum dia bangkit dan melesat menuju ke arah senjata spiritual yang baru terlahir.
Hanya dengan mengeluarkan aura spiritual dan kekuatannya, Ratu Laut Selatan menjadi makhluk pertama yang memimpin dari semua makhluk yang berniat mendapatkan tombak itu.
Hanya tinggal beberapa meter dari pusaka itu, langit mulai mengeluarkan sambaran petir berukuran sangat besar dan menyambar ke arah pusaka itu yang mana akibat Sambaran petir itu, lautan menjadi Medan listrik yang sangat mematikan dan semua orang yang berusaha mendapatkan tombak itu terlempar ke belakang dengan luka luka yang menghiasi tubuh mereka.
"Sial!" Ujar Ratu Laut Selatan sambil melihat ke arah pusaka yang terpental keluar dari dunia astral setelah terkena Sambaran petir itu.
__ADS_1