ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya

ORBION HUNTER : Harapan Dan Cahaya
Kekuatan Dari Sebuah Kartu


__ADS_3

Keesokan hari di pagi hari.


"Kenapa kau meminta kita berdua mengenakan jubah hitam untuk menutupi seluruh identitas kita, aku dengar orang yang mencurigakan di tempat pelelangan ini akan diusir keluar"


"Heh, mungkin temanmu ini sudah siap kalah dalam perjanjian darah, aku tidak masalah akan hal itu karena kau memang atau kalah, semuanya menguntungkan bagiku" Ujar Dinda menanggapi ucapan Masamune.


Tiga orang itu saat ini sedang menatap bangunan Megah yang berdiri di depannya dan siapapun yang melihatnya tahu bahwa bangunan itu didirikan dengan biaya yang sangat mahal.


"Aku mengetahui bahwa semua tempat pelelangan di Indonesia dimiliki oleh satu perusahaan yang sama,kalian jangan khawatir karena kita tidak akan di usir, justru sebaliknya,mereka akan memperlakukan kita dengan sangat baik melebihi para tamu lainnya!"Ujar Leo kemudian melangkah menuju tempat pelelangan meninggalkan tanda tanya besar bagi Masamune dan Dinda.


Benar saja, ketika ketiganya tiba di pintu masuk, dua penjaga segera menghentikan ketiganya karena tampilan yang dimiliki oleh ketiganya sangat mencurigakan, bahkan ketiganya lebih mencurigakan dibandingkan dengan orang orang yang menyembunyikan senjata di balik pakaian yang mereka kenakan.


"Kalian bertiga tidak boleh masuk ke dalam tempat pelelangan ini, jika kalian ingin masuk setidaknya lepaskan jubah yang menutupi seluruh tubuh kalian karena dengan jubah itu, kalian bisa saja menyembunyikan sesuatu yang sangat mengerikan" Ujar salah satu penjaga menatap tajam ke arah Leo dan yang lainnya.


"Kalian berdua mundurlah, aku akan mengurus hal ini dan aku pastikan bahwa kita akan masuk ke tempat pelelangan" Ujar Leo yang mana setelah Leo mengatakan hal itu, tanpa ragu Dinda dan Masamune mengambil langkah mundur ke belakang.


"Meskipun kau hanya satu orang tapi jangan harap bisa masuk begitu saja di atas arena, meskipun kau hanya seekor lalat sekalipun, kau tetap tidak akan bisa menginjakkan kakimu di atas arena ini" Ujar Penjaga yang lain yang mana hal itu justru memancing sebuah senyuman tipis di balik Jubah yang Leo kenakan.


"Kalau begitu aku bisa minta tolong pada kalian untuk memanggilkan manajer tempat pelelangan ini, ada sesuatu yang ingin aku bahas dengannya"


"Jangan lancang, berani beraninya orang sepertimu ingin menemui manajer Tom, kau pikir kau siapa bisa bertemu dengan manajer Tom sesuka hatimu" Ujar penjaga lain yang mana amarahnya saat ini nampak sangat meluap luap.

__ADS_1


Mendengar hal itu, Leo kemudian mengeluarkan sebuah kartu bertulis VIP dari tinta berwarna emas dari cincin penyimpanannya dan menyerahkannya pada dua penjaga itu yang seketika membuat keduanya terkejut.


Mereka tidak pernah menyangka bahwa orang yang bertingkah mencurigakan di depan mereka adalah salah satu orang kehormatan dari rumah Lelang.


"Maaf tuan, kami tidak mengetahui bahwa tuan adalah tamu VIP, kami hanya menjalankan tugas" Ujar orang yang menerima kartu VIP Leo sambil menangkupkan tangannya.


"Panggilkan manajer tempat pelelangan ini, dan tunjukkan kartu itu padanya"Ujar Leo yang mana setelah mendengar hal itu salah satu penjaga membungkukkan badannya sebelum masuk ke tempat pelelangan.


"Sudah kuduga ini akan terjadi, orang ini memang memiliki uang tapi dia benar benar tidak memiliki otak"


"Heh, sepertinya sudah berakhir begitu saja, seterusnya dia harus memanggilku nona muda karena aku yakin dia tidak akan bisa melewati para penjaga itu untuk masuk"


Ujar Masamune dan Dinda yang mana ketika Leo dihentikan oleh Dua penjaga itu, keduanya berpikir bahwa semua itu telah berakhir.


Tapi setelah beberapa saat mereka menyadari bahwa ada yang salah, salah satu dari penjaga berlari masuk ke tempat pelelangan sementara satu yang lain tampak melunak di hadapan Leo dan memperlakukan Leo begitu baik yang mana sampai sampai hal itu membuat Dinda dan Misari keheranan.


"Apakah kita melewatkan sesuatu, sepertinya mataku salah melihat?" 


"Kau benar, aku tidak pernah membayangkan bahwa dua penjaga itu akan bersikap seperti itu pada Leo, sepertinya dia bisa memenuhi perjanjian darah antara kalian berdua" Ujar Masamune sambil menatap ke arah Dinda yang sama terkejutnya.


"Cih, dia hanya beruntung bisa mengelabui dua penjaga itu, kita masih belum tau apakah dia bisa masuk ke tempat pelelangan atau tidak"

__ADS_1


"Meskipun aku tidak terlalu yakin, tapi sepertinya Leo memiliki sebuah hubungan dengan tempat pelelangan" Ujar Masamune sambil menggaruk kepalanya karena apa yang terjadi mengenai Leo benar benar membuatnya pusing.


…..


"Manajer Tom" Ujar penjaga yang membawa kartu VIP Leo berlari menuju ke arah seorang pemuda yang nampak mengurus beberapa dokumen di atas mejanya.


"Bukankah sudah aku bilang jika ada masalah kalian bisa mengurusnya sendiri, kenapa harus menggangguku, apakah kau tidak melihat bahwa aku sedang sibuk dan masih banyak barang lelang yang belum di data di sini" Ujar pemuda itu sambil mengurus beberapa surat.


"Maaf tuan, tapi ada seorang tamu VIP yang ingin bertemu dengan tuan"


"Hanya tamu VIP saja kenapa seheboh ini, para tamu VIP hanya bisa menghabiskan uang, kalian urus saja masalah ini dan katakan saja aku tidak bisa ditemui saat ini"Ujar pemuda itu tanpa memperdulikan mengenai penjaga yang berada di ruangannya.


"Tapi tuan, kartu VIP orang itu berbeda dari tamu tamu lainnya, kartu VIP orang itu ditulis menggunakan tinta berwarna Emas" Ujar penjaga itu dan suara gebrakan meja terdengar dari arah sang manajer.


"Kenapa kau tidak bilang dari tadi, suruh pelayan menyiapkan ruang pertemuan untukku dan segera antarkan aku menuju orang itu" Ujar pemuda itu bergegas beranjak dari tempatnya diikuti penjaga itu.


Beberapa saat kemudian penjaga yang masuk ke dalam keluar bersama dengan seorang pemuda yang nampak panik, melihat hal itu Masamune dan Dinda yang sebelumnya berada sedikit jauh dari Leo berjalan mendekat ke arahnya untuk mendengar lebih jelas apa yang mereka bicarakan.


"Maaf tuan karena tidak menyambut Anda terlebih dahulu, pelelangan masih akan dimulai satu jam lagi jadi jika tuan berkenan, tuan bisa ikut saya untuk menikmati secangkir teh sambil membicarakan banyak hal" Ujar pemuda itu yang mana membuat ekspresi baik Masamune maupun Dinda terkejut.


"Sebenarnya apa latar belakang yang dimiliki oleh anak ini, bahkan aku yakin master tidak bisa melakukannya karena aku tau dia sangat dibenci oleh para manusia, tapi anaknya dengan mudahnya mendapatkan penghormatan seperti ini?" Batin Dinda sebelum dia disadarkan oleh Leo yang menatap ke arahnya.

__ADS_1


"Kalian berdua, mari kita masuk dan menunggu pelelangan dimulai, Manajer Tom mengundang kita untuk mengobrol sambil minum teh" Ujar Leo yang mana setelah Leo mengatakan hal itu.


Pemuda yang Leo panggil sebagai Manajer Tom mempersilahkan ketiganya dan tanpa ragu Leo melangkahkan kakinya diikuti oleh Dinda dan Masamune.


__ADS_2